Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 466 - Perkembangan Pesat Legenda


__ADS_3

Haruka yang baru saja menempati kue ulang tahun yang besar di atas meja melihat Hana dan Honoka berhasil menemukan Minami yang melarikan diri entah kemana.


"Maaf membuat kalian khawatir, aku memiliki urusan kecil tadinya." Kata Minami sambil menggaruk-garuk pipinya.


"Wah, wah, urusan kecil seperti apa tuh?" Tanya Haruka, Minami langsung tersipu dan duduk di atas kursi, mencoba untuk tidak menghiraukannya karena ia tidak ingin merasa malu selama satu hari penuh.


"Ahh, jadi begitu."


"Heh?"


"Kou sudah memberitahu kami semua." Kata Mitsuki.


"Semua orang harus mengetahuinya, Minami..." Kata Kou, Minami tercengang dan tidak bisa melakukan apapun karena ia melupakan kemampuan yang ia miliki.


"Ahhhh... Hentikan, aku tidak tahan... Jangan membahas hal yang berkaitan tentang masa-masa memalukan itu!" Seru Minami.


""Hahahaha"" Mereka semua mulai tertawa ketika melihat Minami yang sudah tidak bisa lagi menahan rasa malunya.


Setelah itu mereka merayakan ulang tahun kecil Shiratori Minami, walaupun kecil tetapi bisa di bilang menyenangkan karena waktu damai bersama teman masa kecil.


Minami melihat Haruka menyalakan api di lilin yang menempel di kue itu, Minami langsung meniupnya sampai semua orang mulai bertepuk tangan.


Murid lainnya bahkan mulai tertarik ketika melihat anak dari kemenangan turnamen permohonan berulang tahun hari ini.


Mereka ingin merayakannya tetapi Rokuro dan Asriel yang berperang sebagai penjaga semacamnya melarang mereka.


Pesta ini hanya khusus untuk teman dekat Minami dan mereka tidak ingin seseorang datang hanya untuk mengambil kesempatan saja, Minami mulai memotong semua kue itu menggunakan kedua pisau yang ia pegang.


Minami berhasil memecahkan rekor dengan menahan diri menggunakan kecepatan dalam memotong kue, ia berhasil menyediakan potongan kue itu kepada teman-temannya selama satu detik.


Bakuzen terkejut ketika melihatnya karena kue yang ia terima mendapatkan potongan sempurna, awalnya mereka khawatir ketika Minami mencoba untuk menunjukkan kecepatan barunya itu.


"Aku tidak melihatnya... Apa kau menggunakan kecepatan mu itu, Minami?" Tanya Rokuro.


"Kecepatan biasa kok. Kalian tidak melihatnya karena sedang melamun melihat kue yang lezat ini." Minami mulai mencicipi kue itu.


""Selamat makan!"" Mereka semua mulai memakan kue yang baru saja Minami potong, beberapa murid asing mulai melihat mereka semua dengan tatapan iri karena mereka juga ingin merayakan pesta ulang tahun Minami.


Sayang sekali, niat mereka hanya ingin makan dan makan lalu bertemu dengan Minami dari jarak yang dekat. Mereka menghabiskan waktu bersama-sama dengan merayakan pesta ulang tahun Minami.


"Minami... Aku baru saja ingat tentang Shuan. Dimana dia?" Tanya Asriel.


"Ahh... Aku lupa memberitahu kalian bahwa aku meminta dirinya untuk tetap berlatih, aku juga tidak ingin dirinya beristirahat dengan menikmati pesta ulang tahun ini." Jawab Minami.


"Ehh? Kenapa? Bukannya satu Minggu ini lebih baik menggunakan waktu dengan beristirahat?" Tanya Mitsuki.


"Itu bukan kemauan yang aku mau tetapi Shucchi sendiri, ia terus memaksa dalam meminta diriku untuk mengijinkan dirinya berlatih..." Minami mengambil segelas air lalu meminumnya.


"...Shucchi bilang bahwa ia ingin mengejar semua orang, ia memiliki tujuan baru untuk diselesaikan dengan cepat." Rokuro dan Asriel sempat kaget ketika mendengarnya dari Minami.

__ADS_1


Awalnya pandangan mereka kepada Shuan itu seperti seorang Legenda yang sudah siap kapanpun karena kemampuan yang ia miliki itu tetapi Rokuro sekarang mengerti apa yang dimaksud dengan Minami tentang Shuan.


Dia masih memiliki perjalanan yang cukup jauh, tidak dijaminkan juga kekuatan dan kemampuan yang ia miliki masih berada di tingkat yang sama dengan dirinya bersama Asriel karena perannya sangat menonjol dengan pendukung.


"Aku akan menunggu sampai waktu dimana Shuan sudah siap, aku ingin mencoba untuk latih tanding dengannya." Kata Rokuro.


"Aku berpikir hal yang sama dengan, Rokuro." Kata Asriel.


"Dia berlatih dimana?" Tanya Bakuzen.


"Ruang dan waktu yang aku ciptakan, kubus waktu singkatnya. Saat ini Shuan membawa kubus itu ke dalam kamarnya." Kata Haruka.


Mereka kembali menikmati kue itu tanpa Shuan, mereka juga tidak menyadari Kou yang sudah pergi karena ia ingin bertemu dengan Shuan untuk melihat proses latihan yang sudah ia lakukan.


Kou masuk ke dalam ruang waktu itu berkat bantuan Haruka yang menciptakan kubus waktu sama, Kou mendarat di atas lantai berwarna putih yang terlihat seperti langit-langit.


Bam! Bam! Bam!


Kou melirik ke arah timur dan melihat Shuan mendarat di atas lantai dengan tubuh yang terbakar dengan kobaran api biru, ia terlihat kesakitan dan Kou mencoba untuk membantunya tetapi ia lebih memilih untuk diam.


Shuan memperingati dirinya untuk tidak pernah mengganggu latihannya karena ia ingin menjadi Legenda layak yang dapat menggantikan Shiratori Shira.


"Hraaaagggghhh!!!" Shuan melepaskan cahaya besar di sekitarnya lalu ia melirik ke belakang dan melihat Kou yang sedang melambaikan tangannya.


Shuan melakukan lompatan cahaya untuk mendekati Kou selama satu detik lalu ia menyambut dirinya dengan sebuah tepukan kecil di kepalanya.


"Aku tahu, kenapa kamu datang?" Tanya Shuan, Kou mulai menunjuk tiga jam pasir yang penuh dan itu membuat Shuan terkejut karena ia menghabiskan waktu cukup lama di dalam ruangan itu.


"Sudah saatnya untuk beristirahat... Ahh... Ehem..." Kou mulai meraba lehernya karena tenggorokannya terasa gatal.


"Tidak perlu memaksa diri untuk berbicara, Kou. Kau bisa berkomunikasi denganku melalui pikiran, lebih aman." Kata Shuan dan Kou langsung berbicara dengannya melalui pikiran.


Shuan mendapatkan informasi penting bahwa ruangan waktu itu dipenuhi dengan jam pasir yang menandakan satu jam di dunia asli, jika satu jam pasir sudah penuh maka Shuan menghabiskan waktu di dalam kubus itu selama satu tahun penuh.


"Kalau begitu... Aku bisa istirahat sebentar dengan merayakan pesta ulang tahun Kakakku... Masih sempat." Shuan mulai mengambil handuk lalu mengeringkan keringatnya.


Kou tersenyum karena ia bisa melihat Shuan bekerja sangat keras hari ini sampai ia bisa melihat tubuhnya yang mengalami perkembangan cukup cepat, ruangan dari kubus waktu juga sudah hampir hancur karena dirinya.


Beberapa menit kemudian, Minami dan teman-temannya melihat Shuan yang baru saja selesai melaksanakan latihan, Haruka menatap dirinya lalu ia tersenyum karena Shuan terlihat berbeda sekarang.


"Sepertinya aku tidak memiliki rasa penyesalan apapun untuk meminjamkan ruangan waktu itu, kau berlatih cukup keras bahkan aku memiliki rekamannya." Haruka menciptakan kembali kubus waktunya lalu ia menatapnya.


"Terima kasih, Haruka. Aku tidak bisa memberikan apapun melainkan ucapan terima kasih, aku akan menggunakannya lagi nanti malam." Shuan merentangkan kedua lengannya lalu ia menatap Minami.


"Kakak, selamat ulang tahun." Shuan mendekati Minami lalu memberi dirinya kecupan di kening.


"Hanya itu saja yang bisa aku berikan kepadamu."


"Jarang sekali kamu memberi Kakak kecupan di hadapan teman-temanmu, terima kasih, Shucchi. Kerja yang bagus untuk hari ini~" Minami tersenyum lalu memberi dirinya sebuah kue agar ia bisa memulihkan kembali tenaga dan Lenergy yang sudah hilang.

__ADS_1


Rokuro merasakan sesuatu yang berada dari Shuan, ia terlihat jauh lebih kuat dari sebelumnya bahkan ia tidak menyangka perkembangan yang cukup pesat darinya karena berlatih selama 3 tahun di dalam kubus itu.


Melihatnya saja membuat Rokuro terbakar penuh semangat karena ia ingin bertarung dengan dirinya untuk melihat sejauh mana ia capai dan ia juga berharap bahwa kemampuannya sudah bisa digunakan secara keseluruhan.


"Kau pasti sedang berpikir untuk latih tanding melawan Shuan bukan?"


"Ya... Aku merasakan sesuatu yang berbeda di dalam dirinya, aku juga harus mengetahui insting yang dimiliki oleh Neko Legenda..." Rokuro dan Asriel mulai berdiskusi dari belakang.


"Ahh... Aku mengerti, Minami dan Shuan adalah Neko Legenda, sudah pasti insting bertahan dan bertarung mereka jauh lebih besar karena mereka sama jenisnya dengan hewan yang memiliki akal manusia."


"Setiap ras memiliki kekurangan dan Shuan sendiri memiliki amarah besar yang tidak bisa di kontrol begitu saja, berbeda dengan Minami yang memiliki kontrol penuh karena sudah berpengalaman."


Shuan secara tajam langsung menatap Rokuro sampai mengejutkan dirinya dari dalam, ia benar-benar merasakan sesuatu yang berbeda hari ini darinya dan itu cukup menakjubkan karena ia ingin bertarung melawan dirinya sebentar.


"Apakah kau membutuhkan sesuatu dariku, Rokuro?"


"Kau terlihat berbeda hari ini, sungguh menakjubkan. Latihan memang dapat mengubah Legenda dengan cepat ya...?" Rokuro mendekati Shuan.


"Apakah kau tertarik untuk melakukan sedikit percobaan dengan tubuhmu yang baru saja mengalami perkembangan?" Tanya Rokuro.


Shuan terdengar tertarik bahkan ia menatap Minami terlebih dahulu, ia mencoba untuk meminta ijin tetapi Minami sudah memberinya ijin dari awal, tidak pernah menolak latih tanding dari siapapun.


"Tunggu dulu! Tahan dulu!" Seru Haruka, ia mulai menghadapi Rokuro dengan ekspresi kesal.


"Apa yang kamu katakan tadi, Rokuro? Hari ini bukan saatnya untuk mengerahkan kekuatan dan tenaga, kau membutuhkan istirahat!" Haruka mulai mengomeli Rokuro sampai terjadi perdebatan kecil.


Semua teman-temannya bisa melihat Haruka dan Rokuro seperti suami-istri yang sedang berdebat, Shuan menghela nafas kecewa karena ia menantikan pertarungan besar dengan Rokuro.


"Hanya sebentar saja, Haruka. Tidak akan menghabiskan waktu selama satu jam atau setengah jam, hanya lima menit saja." Kata Rokuro dengan ekspresi kesal.


"Seorang Legenda membutuhkan istirahat yang cukup dan kau sudah bertarung beberapa kali...!"


"Kau harus bisa berpikir lebih dewasa lagi dalam menggunakan kekuatan itu, Rokuro! Latih tanding bisa di lakukan pada saat turnamen di mulai---"


Haruka melebarkan matanya karena ia dikejutkan dengan serangan kecupan bibir dari Rokuro sehingga mengejutkan semua orang bahkan sampai membuat Honoka tersenyum selagi memegang dagunya.


Menghabiskan waktu satu menit, Haruka mendorong Rokuro pelan dengan ekspresi yang terlihat malu dan ia menatap ke arah lain.


"Te-Tewsewah... Bow... Boweh..." Saking malunya Haruka tidak bisa mengeluarkan kata-kata yang jelas.


"Hah? Apa?"


"Terserah! Hanya lima menit...! Lima menit!" Haruka menggembungkan pipinya.


"Tambah lima menit lagi, jadi 10 menit saja."


"Time stop, henti---"


"Ya, ya, lima menit cukup..."

__ADS_1


__ADS_2