Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 93 - Iblis Yang Waras


__ADS_3

Author's Note: Terdapat beberapa karakter yang berasal dari novel [Luz Demonio], jika ada belum membaca-nya maka dipersilahkan untuk membacanya terlebih dahulu atau lanjut membaca chapter ini dengan resiko spoiler atau informasi yang kurang jelas. Terima kasih.


Pada saat kejadian itu, Kizura sempat mengintip ruangan Rxeonal dimana ia melihat semuanya dari awal termasuk dua ramuan yang dapat mencuci otak Naoki dan merubah sesosok dirinya menjadi iblis yang terlihat sangat mengerikan.


"Sungguh iblis yang memiliki pengetahuan luas... Aku tidak pernah percaya bahwa terdapat sebuah ramuan yang mampu mengubah ras lain menjadi iblis..." Ungkap Kizura.


Rxeonal dan Einz tidak dapat merasakan keberadaan Kizura karena dirinya ini adalah sesosok iblis yang berada di tingkat berbeda. Rxeonal bisa merasakan keberadaan-nya tetapi ia menyangkanya iblis yang ia rasakan itu adalah salah satu pasukan-nya.


Kizura segera melebarkan kedua sayapnya dan terbang ke atas langit untuk memberitahu informasi yang baru saja ia dapatkan.


Semesta Zuusuatouri, tempat dimana-nya bangsa Iblis tinggal atau satu-satunya semesta yang saat ini sedang damai berbeda dari semesta lain yang sedang ditaklukkan oleh bangsa Iblis. Penyergapan iblis itu mampu menyeret beberapa peserta masuk ke dalam Zuusuatouri, semua peserta itu tersesat di dalam semesta tersebut dan tidak bisa melarikan diri.


Tidak ada satupun peserta yang selamat di semesta Zuusuatouri karena semesta itu adalah sarang musuh atau neraka itu sendiri, Rxeonal sudah membasmi seluruh sampah yang terseret menuju semesta Zuusuatouri tetapi masih terdapat beberapa korban yang masih hidup dan saat ini berlindung di tempat yang cukup aman.


Kizura bisa melihat sebuah desa dimana desa yang bernama [Lustford] itu masih terlihat utuh seperti biasanya, Rxeonal tidak pernah mengetahui tentang desa itu. Desa itu adalah tempat berlindung-nya korban penyergapan dan juga di dalam desa itu terdapat beberapa iblis yang tidak mau berurusan dengan perang semesta.


Kizura mendarat di depan pintu gerbang desa, seorang gadis iblis cantik menyambut-nya dengan ekspresi yang terlihat senang. Rambut dan pupil mata berwarna merah darah serta pakaian yang terbuka, iblis itu dijauh lagi dari iblis yang berjenis [Succubus].


"Jadi... Apa yang kau dapatkan, Kizura...?" Tanya gadis itu.


"Kau... Kau pernah memberitahuku bahwa kau bukanlah iblis murni, apakah dulu-nya kau ini seorang Legenda yang dikutuk menjadi seorang iblis?"


"Ya, benar sekali. Dulunya aku adalah seorang Legenda, tetapi semuanya berubah ketika aku bertemu dengan seorang iblis yang menusuk leher-ku. Di saat itulah aku diusir dari semesta Yuusuatouri dan berakhir di semesta dimana bangsa Iblis tinggal." Ucap Gadis itu.


Gadis itu berbicara biasa saja walaupun kejadian yang mengubah dirinya sebagai iblis itu terdengar cukup menyedihkan. Kizura ingin meminta maaf tetapi gadis itu segera menyeret Kizura masuk agar ia tidak tertangkap basah oleh pasukan Rxeonal.


"Alisha, dimana yang lainnya...?" Tanya Kizura.


Gadis iblis atau Succubus itu bernama Alisha, Alisha tidak mengatakan apapun karena saat ini desa Lustford hampir saja tertangkap basah oleh pasukan Rxeonal. Kizura bisa mencium aroma darah disekitarnya, ia juga bahkan melihat banyak sekali mayat iblis yang berserakan dimana-mana.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi...?" Tanya Kizura.


"Pemimpin yang bernama Oni Xyn bersama pasukan-nya hampir saja memberi informasi tentang desa ini, untung-nya Legenda yang bernama Arata itu berhasil membasmi mereka semua. Coba bayangkan apa yang akan terjadi jika Xyn sempat untuk memberitahu Rxeonal tentang kita semua yang sedang berlindung di desa tanpa perlindungan apapun." Alisha menghentikan langkahan-nya dan ia bisa melihat beberapa penduduk desa itu gugur.


Kizura tidak bisa mengatakan apapun kecuali memberi beberapa kehormatan kepada seluruh iblis yang gugur dalam melindungi desa yang aman dari perang semesta.


Desa itu hanya mengandalkan perlindungan dari beberapa iblis dan Legenda seperti Kizura, Alisha, Shizen, Arata, Karla, dan Itsuki. Tidak semua iblis itu jahat contohnya seperti Karla dan Itsuki, mereka itu sama seperti Selvia... Iblis takdir yang ditugaskan untuk menghentikan segala peperangan yang tidak ada artinya.


Arata, Itsuki, dan Karla. Mereka bertiga memutuskan untuk melatih semua penduduk yang tinggal di Lustford agar mereka semua dapat melindungi diri mereka sendiri. Arata bisa melihat sisi iblis lain yang belum pernah ia ketahui, mereka hampir sama seperti Legenda... Memiliki motivasi dan semangat untuk membalaskan dendam mereka terhadap rekan-rekannya yang gugur.


Arata melatih semua iblis itu dengan cukup baik sampai mereka bisa melakukan seni bela diri dan seni berpedang yang hebat. Kizura segera menghampiri mereka semua dan mencoba untuk ikut melatih mereka juga.


"... ..." Itsuki berhenti melatih mereka seketika ia mengingat seseorang di dalam pikiran-nya.


Itsuki adalah gadis iblis takdir yang menggunakan senjata dua belati. Dia berpenampilan seperti gadis yang terlihat sederhana, baju serba ungu yang ia gunakan dan juga gaya rambut yang terlihat seperti [Twintail].


Karla melihat Itsuki yang sedang memikirkan seseorang dan dia sudah bisa mengetahui siapa yang sedang dipikirkan oleh Itsuki.


Itsuki menatap ke depan dan melihat sesosok gadis yang memiliki rambut pendek, warna dari rambut itu terlihat persis seperti warna es dan dia menggunakan baju yang terlihat persis seperti kimono jepang dengan motif es yang memiliki warna biru muda. Nama gadis iblis itu adalah [Karla].


"Karla..."


"Ada apa...? Kau terlihat murung, apakah kau mengkhawatirkan tentang dirinya...?"


"Bukan hanya dirinya yang aku khawatirkan tetapi anak itu..." Itsuki menunjuk gadis iblis kecil yang sedang berlatih.


Gadis kecil itu terlihat seperti berusia sekitar lima sampai enam tahun dan dia sudah bisa bertarung dengan cukup baik karena Itsuki melatih dirinya sejak gadis itu berusia sekitar dua tahun. Iblis yang berusia kecil juga bahkan sudah bisa bertarung dengan hanya melihat dan mereka juga sudah membuka kemampuan iblis yaitu berlatih di dalam pikiran.


"Yusaki...? Bukannya dia adalah anak-mu...?" Karla tersenyum.

__ADS_1


"Dia bukan anak-ku saja... Apakah kau ingat bahwa diriku dan Yusa sudah menikah...?" Itsuki mulai mengangkat tangan dan menunjukkan sebuah cincin hitam di jari manis-nya.


"Fufufu~ Sepertinya kau mengkhawatirkan tentang Oni Yusakage, apakah kau melupakan tentang janji Yusa kepada kita berdua...? Tujuan dia menjadi pasukan elit Rxeonal karena dia ingin melindungi dirimu dan mengakhiri segala kegilaan yang Rxeonal rencanakan, bisa dibilang bahwa dia saat ini sedang menyamar demi bisa membunuh raja sialan itu..." Ucap Karla dengan rautan wajah yang kesal.


"Hmm... Kau benar." Itsuki mengangguk dan ia mulai menunjukkan senyuman-nya.


Arata beristirahat untuk beberapa menit dan ia mundur beberapa langkah untuk melihat seluruh penduduk Lustford yang masih bersemangat untuk berlatih, pandangan Arata terhadpa iblis mulai berubah karena ia sekarang mengerti bahwa masih terdapat beberapa iblis yang waras dan baik di luar sana, mereka juga bahkan memiliki tujuan yang hampir sama seperti Legenda.


Membuat sejarah yang patut untuk diingat dan juga meraih kedamaian untuk semesta mereka sendiri, Arata mendengar banyak informasi tentang semesta Zuusuatouri dari Kizura dan sekarang ia merasa malang kepada bangsa iblis yang menginginkan kedamaian untuk semesta mereka sendiri.


"Jadi, Arata... Bagaimana menurut-mu tentang semesta Zuusuatouri...?"


"Sungguh menyedihkan bagi iblis yang mencoba untuk meraih kedamaian dan aku masih tidak mengerti kenapa raja itu mencoba untuk meraih kedamaian dengan cara yang salah. Perang semesta ini pasti akan memakan banyak korban sama hal-nya seperti dulu dimana populasi semesta Touri hampir habis karena perang semesta yang keempat..." Arata mengepalkan kedua tinju-nya.


Arata dan Kizura mengalihkan pandangan-nya kepada Yusaki yang sedang mengeluarkan lahar api hitam dari daratan, Yusaki memilih untuk berlatih sendiri karena dia sudah mendapatkan beberapa pengetahuan yang luas tentang ilmu bela diri dan sihir. Kizura mengenal gadis kecil itu karena dia adalah anak dari murid-nya sendiri yang bernama [Oni Yusakage].


"Walaupun dia masih kecil tetapi cara-nya dalam menggunakan sihir itu cukup mengesankan... Aku bahkan tidak bisa merasakan batasan sihir-nya untuk beberapa saat." Arata yang tadinya ingin beristirahat mulai melihat proses latihan yang Yusaki lakukan.


"Dia adalah anak dari murid yang pernah aku latih... Sepertinya dirinya benar-benar sudah mahir dalam menggunakan sihir dan aku juga sudah melihat dirinya bertarung melawan beberapa pasukan Rxeonal..." 


Arata sontak kaget mendengar Kizura yang memiliki seorang murid, "Murid...!? Kau memiliki murid...!? Kau tidak pernah memberitahu-ku...!"


"Kau sibuk di semesta Yuusuatouri itu, mencoba untuk mengumpulkan semua pedang tujuh dosa besar."


"Jadi, siapa murid yang kau bicarakan itu...?"


"Dia bernama Oni Yusakage, dirinya sekarang sudah menjadi pasukan elit Rxeonal." Kizura sengaja memberitahu Arata karena dia ingin melihat ekspresi apa yang akan ia tunjukkan.


"Ternyata kau melatih musuh ya...?" Rautan wajah Arata berubah menjadi kesal, ia segera melangkah menuju Yusaki sampai gadis kecil itu berhenti berlatih dan melihat Arata yang bergerak menuju arah-nya dengan kedua tinju-nya yang diselimuti dengan aura merah.

__ADS_1


"Oi, Arata... Apa yang ingin kau coba lakukan...?" Tanya Kizura.


"Membunuh dirinya... Sebelum Yusa membawa anak itu ke pihak yang salah." Jawab Arata.


__ADS_2