
Okaho mulai tersipu dan merasa malu dengan dirinya sendiri karena ketakutan setengah mati melihat hantu, ia baru saja ingat bahwa Kou adalah seorang ras Astral yang tidak normal juga jadi di malam hari wujudnya akan berubah menjadi hantu tanpa kendali dirinya tetapi ketika ia bangun maka Kou dapat mengendalikannya kembali, mungkin semua peristiwa yang ia lihat tadi hanya Kou yang mencoba untuk mendekati dirinya bersama Minami tetapi ia lupa untuk menunjukkan wajah aslinya.
Astral seperti Kou juga dapat berubah menjadi sepenuh tembus padang ketika malam hari sehingga Okaho mencoba untuk mengingat lagi, ini kedua kalinya ia mengalami peristiwa yang mengerikan seperti ini terakhir ketika Kou masih berusia satu tahun dimana ia tidak sengaja melihat seorang gadis bayi berjalan, terlihat sangat mengerikan sehingga ia sendiri mengetahuinya ketika mempelajari lebih dalam lagi tentang Astral itu juga ia mendapatkan bantuan dari Tech.
"Kamu membuat Kakak kaget saja, Kou... aku kira rumah kita benar-benar di serang oleh hantu atau semacamnya ternyata itu dirimu." Kata Okaho dengan wajah yang terlihat lega, Kou tertawa sambil menutup mulutnya lalu ia menulis sesuatu yang mengatakan 'Aku terlalu bersemangat untuk esok hari sehingga tidak sengaja mengundang beberapa teman Astral-ku, aku bangun jam 10 malam dan merayakannya bersama teman-teman astral-ku, mereka bisa masuk karena Mama memberi barang untuk mengijinkan siapapun masuk ke dalam rumahnya.'
Okaho sekarang mengerti dan mulai merinding lagi ketika mendengar Kou baru saja mengundang beberapa teman astral-nya, itu artinya roh yang ia sucikan tadi termasuk temannya sendiri sehingga Kou menulis lagi 'Semuanya sudah pulang kok, mereka kabur melihat seseorang yang lebih mengerikan yaitu monster seperti Kakak... Kakak jahat ya menyucikan makhluk tidak berdosa seperti itu, seharusnya kakak memberitahu-ku lebih awal bahwa Kakak takut roh atau hantu.' Kou tersenyum sambil memejamkan kedua matanya.
"A-Aku tidak takut... jika aku merinding bukan artinya aku takut atau semacamnya, kamu mengerti 'kan, Kou? Lain kali jangan mengundang teman Astral-mu itu lagi, kakak tidak mau kamu berteman dengan seseorang yang tidak bisa kakak lihat. Kakak tidak bisa mengajar mereka jika mereka melakukan sesuatu kepadamu." Okaho meremas kedua pipi Kou dan Kou mengangguk lalu ia menunjuk belakang Kou dimana ia melihat Hana yang sedang bersembunyi di pojok karena ketakutan.
Kou menatap Okaho dengan ekspresi yang khawatir bahwa ia baru saja menakutkan beberapa orang, Okaho mendapatkan ide yang sangat cemerlang bahkan ia tersenyum sinis ketika memikirkan ide tersebut, "Tidak kok... Kou tidak melakukan apapun, perbuatan yang kamu lakukan selama ini adalah bercanda dan Kakak suka, bagaimana jika melanjutkannya...?"
"... ...?" Kou memiringkan kepalanya dengan ekspresi yang terlihat bingung. Okaho mulai berbisik kepadanya bahwa ia memiliki rencana lelucon yang lebih baik karena Minami dan Hana sangat takut dengan hantu jadi ia menyuruh Kou untuk berubah wujud lagi menjadi sesosok roh yang sangat mengerikan, Kou mengerti apa yang ia maksud sehingga ia menatap Okaho lalu dua tanduk iblis kecil muncul di kepalanya.
Okaho tersenyum lebar karena ia bisa melihat ekspresi dan perasaan yang ia tunjukkan melalui ekspresi dan tubuhnya yang kadang berubah, dua tanduk iblis yang muncul itu mengartikan bahwa ia akan melakukan sesuatu yang iseng dan berkaitan dengan lelucon. Kou mengubah dirinya menjadi hantu yang terlihat sangat mengerikan lalu Okaho melarikan diri menuju Hana dan berpura-pura menjerit keras sehingga Hana dan Minami bisa mendengarnya.
"Heh...!? Okaho, nya!?" Minami mulai panik ketika mendengar Okaho menjerit histeris seperti tadi, ia mencoba sekuat mungkin untuk memberanikan diri tetapi ia sendiri mulai gemetar takut dan tidak berani menekan tombol untuk membersihkan toilet itu.
__ADS_1
Hana bisa mendengar Okaho yang menjerit bahkan ia sekarang pergi entah kemana, hal itu benar-benar membuat dirinya takut sehingga ia berjaga-jaga membuka matanya lalu melihat gadis putih mengerikan tepat di hadapannya. Hana melebarkan matanya lalu ia menjerit keras dan Okaho bisa melihatnya dari jauh sehingga ia tidak bisa menahannya, ia bisa mendengar tawa Okaho yang tidak jauh dari posisinya.
"E-Ehh..." Hana menatap kembali gadis mengerikan itu yang berubah kembali menjadi Kou, ia menunjukkan ekspresi yang terlihat bersalah sampai ia sendiri berlutut dan merapatkan kedua tapaknya seperti meminta maaf, "K-Kou...?" Hana sekarang mengerti dengan situasi yang ia hadapi, ia menoleh kepada Okaho yang masih tertawa, ia menunjukkan ekspresi yang kesal lalu ia mengembungkan kedua pipinya.
"Okahooooooo...!!! Bodooooh...!!!" Hana menepuk tubuh Okaho beberapa kali dan ia masih tertawa ketika melihat Hana yang ketakutan seperti itu, "Jangan mengajarkan adik-mu yang tidak-tidak nanti ia bisa berubah menjadi dirimu atau Haruka yang selalu bercanda dan melakukan sesuatu yang iseng."
"Hahaha... tidak apa bukan? Itu adalah senjata rahasia dari keluarga Comi." Okaho tertawa, Kou mulai ikut tertawa sehingga Hana semakin mengembungkan pipinya tetapi Kou mencoba untuk menenangkan dirinya dengan meraih tangannya lalu menatap Hana dengan ekspresi yang terlihat imut sehingga Hana melebarkan kedua matanya lalu ia bisa memaafkan perbuatan mereka berdua terutama Okaho yang memulai segalanya sehingga ia memiliki ide lain yaitu menakuti Minami.
"Bagaimana kalau kita lakukan lagi kepada Minami?" Tanya Okaho.
"Okaho, janji kau tidak akan mengajarkan Kou hal buruk lainnya?" Tanya Hana.
"Tidak mungkin lah, lelucon dan bercanda adalah kategori penting untuk Comi jadi Kou harus bisa mempelajari-nya... walaupun dia kadang menolak dan tidak melakukannya tidak disuruh olehku." Jawab Okaho.
"Intinya jangan mengajarkan sesuatu yang buruk kepadanya, sesuatu yang dapat membuat kepolosan yang ia miliki hilang."
"Soal itu aku mengerti, mereka akan aku laknat... tenang saja." Okaho menghampiri kamar mandi bersama Kou yang sudah berubah menjadi hantu, Hana sendiri yang sudah tahu rencananya masih merasakan hawa yang mengerikan ketika menatap Kou sehingga Okaho memikirkan rencana yang lebih baik lagi, ia mulai berbisik kepada Kou lalu ia kembali berubah wujud menjadi suatu benda panjang yang berwarna hijau.
__ADS_1
"T-Tidak mungkin...! Okaho, kau benar-benar iblis!" Hana sendiri terkejut dan terkesan secara bersamaan melihat rencana Okaho yang lainnya, Kou telah berubah wujud menjadi mentimun yang cukup besar dan Minami memiliki rasa takut yang sangat besar ketika menatap mentimun atau mendekatinya.
Okaho mengetuk pintu kamar mandi beberapa kali sambil mengeluarkan suara yang terdengar panik dan ketakutan, "Minami...!!! Cepat, Minami...!!! Semuanya aman sekarang...!!! Banyak sekali hantu dan roh yang terus mengejar diriku...!!! Kau ini buang air besar atau kecil sih...!!! Lama sekali...!!!" Minami melebarkan matanya dan ekornya mulai terangkat, ia merasa sangat lega untuk mendengar suara Okaho.
"Okaho... syukurlah kamu selamat... nyaa..." Minami membuka pintu lalu tubuhnya mendadak tega seketika sehingga matanya terbuka lebar ketika melihat mentimun besar tepat di hadapannya, refleks dan insting kucing-nya mulai bangkit sehingga ia melompat ke atas dan tidak sengaja menghantam atap di atas, ia mulai memojok sambil menatap mentimun itu dengan ekspresi yang terlihat ketakutan, "Meow...!!! Meow...!!! Nyaaa!!! Pssssstttt!! Sssshhhhhh!!!"
Okaho dan Hana menahan tawa-nya ketika mendengar suara natural kucing keluar melalui mulutnya, Minami merasa ketakutan ketika melihat mentimun itu sampai ia mencoba sekuat mungkin untuk tidak menjerit dan menangis karena dia adalah seorang Neko Legenda yang menganut cahaya keadilan jadi ia harus tetap bersikap kuat, "Nyaa... pergi... dasar... mentimun hantu sialan, nya!"
"Hahahahahahaha!!!" Hana dan Okaho mulai tertawa bersama sambil menunjuk Minami, mereka berdua tertawa sampai air mata mengalir keluar melalui kedua matanya. Minami sontak kaget ketika melihat mereka berdua baru saja mempermainkan dirinya, ia juga melihat mentimun itu berubah kembali menjadi Kou yang sedang merapatkan kedua tapaknya, "Hehhhh..."
"Sudahlah, Minami. Jangan bersikap kuat seperti itu... seorang yang menganut cahaya keadilan ternyata memiliki rasa takut yang berlebihan dengan mentimun. Kau benar-benar natural kucing ya, imut sekali... ini sarden-nya..." Kata Okaho.
"Ugghhhh... sial... lain kali, aku tidak akan kalah, nya! Aku tidak takut apapun---" Kou berubah kembali menjadi mentimun dan secara refleks Minami melompat ke depan lalu melewati mereka semua.
"Meeeoooowwwww!!! Ngeeooonggg!!!"
""Hahahahaha!""
__ADS_1