
Mizumi mendarat di atas daratan selagi menatap kedua tapaknya yang dipenuhi dengan gelembung emas yang mengandung partikel berlian di dalamnya.
Kombinasi emas dan warna biru lautan mampu menciptakan sesuatu yang jauh lebih indah seperti berlian, aura mereka yang emas tiba-tiba berubah menjadi warna aura berlian yang memancarkan sinar menyilaukan.
Regulus merapatkan giginya lalu ia berubah menjadi petir, mencoba untuk menyerang Mizumi tetapi semua serangan itu berhasil di tahan olehnya hanya dengan menggunakan tapak kirinya saja.
Mizumi terus menahan selagi menempati lengan kanannya di belakang punggung karena ia memiliki kekuatan yang cukup besar untuk melampaui Regulus.
Mizumi mendorong mundur Regulus menggunakan ombak emas tetapi ia bisa melihat Regulus kembali menyerang dirinya.
Regulus menepuk dadanya beberapa kali, mengeluarkan banyak sekal petir yang menyambar tubuh Mizumi tetapi ia berhasil menghindar semua serangan itu dengan mengubah tubuhnya menjadi cahaya yang meneteskan air berlian.
"Diam di situ..."
Mizumi menunjuk tubuh Regulus beberapa kali sampai tubuhnya menerima tsunami berlian yang mampu menyebabkan luka besar di seluruh tubuhnya.
Regulus mencoba untuk mendekat tetapi Mizumi terus mendorongnya menggunakan tsunami dan ombak berlian yang berhasil menyebabkan beberapa lubang di sekujur tubuhnya.
"Dasar serangga...!!! Aku akan menyapu lantai dengan darah kalian semua...!"
Mizumi berubah menjadi ombak berlian, dan Regulus berubah menjadi petir hitam sehingga mereka mulai saling menabrak satu sama lain dari dalam daratan menuju atas langit sampai menyebabkan hujan badai bertambah lebih parah.
Kekuatan dan sihir Mizumi jauh lebih kuat sehingga menghentikan petir itu sampai membantu kembali tubuh Regulus, Mizumi menusuk perut Regulus menggunakan pedang emasnya lalu ia mendorongnya ke belakang dengan ombak.
Mizumi muncul di atas Regulus selagi duduk di atas gelembung emasnya itu, "Ada apa, Regulus?"
"Kau tadinya mengatakan sesuatu tentang menyapu lantai menggunakan darahku...?"
Mizumi langsung melakukan serangan kombinasi cahaya dan air yang mengenai tubuh Regulus tanpa henti sehingga ia bisa merasakan semua kesakitan yang sangat dahsyatnya.
Kekuatan yang ia perolehi juga perlahan-lahan mulai Mizumi pisahkan menggunakan Golden Spirit agar semua luka itu tidak memberikan Regulus kekuatan yang sangat berlebihan.
Semua kekuatan yang berhasil dipisahkan telah menjadi air emas yang memancarkan cahaya putih di dalam lautan sampai memunculkan berbagai macam hewan.
Serangan yang di lakukan Mizumi terus mengenai tubuhnya tanpa jeda apapun sampai Regulus hanya bisa menjerit kesakitan karena ia tidak menyangka dua Legenda dapat bergabung sehingga menciptakan individu yang sangat berbahaya.
Mizumi menghantam puncak kepala Regulus sampai tengkoraknya hancur, Regulus terpental menuju daratan lalu ia melancarkan satu serangan ke depan tetapi Mizumi berubah menjadi cahaya.
Cahaya itu masuk ke dalam tubuhnya sampai ia menggunakan Golden Life untuk mengubah beberapa darah dan tulang di dalam tubuh Regulus menjadi serangga pemakaman apapun.
Mizumi membentuk tubuhnya kembali di belakang Regulus lalu ia menendang perutnya menggunakan lututnya di selimuti dengan cakar berlian.
Mizumi melepaskan tubuh emas yang bisa di sebut sebagai klon, ia bersama klonnya mulai menyerang Regulus tanpa henti sampai terus menahannya untuk tidak melakukan apapun.
Regulus melepaskan teriakan gorila sampai awan hitam mulai menyambar tubuhnya tetapi Mizumi berhasil memasukkan semua petir itu ke dalam gelembung emasnya sehingga ia memukul perut Regulus cukup dalam.
Regulus terdorong ke belakang lalu ia bisa melihat Mizumi duduk di atas gelembung selagi memperhatikan dirinya yang terus terpental ke belakang dengan tubuh yang tidak bisa di seimbangkan.
Mizumi mengubah gelembung itu sampai mengenai wajah Regulus, tubuhnya mulai masuk ke dalam daratan sampai mengenai lahar yang terlepas keluar sampai berubah menjadi batu hitam karena terkena hujan badai.
"Shining Golden Tsunami!!!" Mizumi membuka mulutnya lebar sampai mengeluarkan tsunami emas yang mendorong Regulus ke belakang dengan tubuh memar.
"Grrgghh!!! Ooooooo!!!!" Regulus menepuk dadanya beberapa kali sampai menciptakan petir yang sangat besar di atas langit yang langsung menyambar tubuhnya.
"Seorang raja dipermalukan oleh Neko Legenda... dulunya kau berhasil membantai semuanya tetapi sekarang telah kesusahan melawan satu Neko Legenda." Mizumi mulai berbicara.
__ADS_1
"Bukannya terasa ironis sekarang...? Neko Legenda akan mengakhiri hidupmu demi membalas semua kematian yang kau berikan kepada bangsaku."
"Seorang raja yang tidak mengetahui posisinya di masa seperti ini... menyerah lah, Regulus. Neraka bukan tempat yang begitu buruk bagimu..."
"Kau dapat menyiksa semua penghuni neraka sampai kau merasakan kepuasan... aku yakin kau akan menyukai tempat seperti itu." Mizumi membuka mulutnya lebar.
Regulus terus menepuk dadanya sampai mengumpulkan semua petir hitam itu untuk membentuk sebuah gumpalan yang begitu besar, ia mendorongnya ke depan.
"Shining Golden Leviathan!!!" Mizumi melepaskan gelombang emas melalui mulutnya yang langsung membentuk Leviathan emas.
Leviathan itu menerobos sihir listrik itu sampai mengubahnya menjadi anak Leviathan yang begitu kecil berkat bantuan dari kemampuan Golden Life yang dapat memberikan apapun nyawa dan kehidupan.
Leviathan itu menembus dada Regulus sampai menyebabkan ledakan gelombang emas yang begitu besar di hadapan Mizumi, ia bisa mendengar jelas jeritannya itu.
BAMMMMM!!!
Naga Leviathan yang menerobos dadanya itu langsung meluncur ke luar angkasa sampai mengenai pohon emas itu, menyebabkan pohon itu menumbuhkan bunga emas besar yang begitu indah.
"Legenda sialan...!!! Bagaimana...!? Bagaimana kau bisa melakukan gabungan seperti itu...!?" Tanya Regulus dengan tatapan kesal.
Regulus masih bisa merasakan kehidupan walaupun ia memiliki lubang besar di tubuhnya, Mizumi menciptakan pedang emas melalui lengan kanannya.
"Aku tidak akan membiarkan dirimu merasakan kemampuan alami itu lagi!!!" Mizumi melepaskan bilah pedang emas itu yang memanjang ke arah tubuhnya.
SWOOOSSHHH!!!
Mizumi melebarkan matanya ketika bilah pedang itu menusuk dirinya sendiri tetapi tidak memiliki efek apapun karena ia sudah kebal dengan serangan sihir apapun berkat tubuh yang terbuat dari air dan cahaya.
"Apa...!?"
"Selamat, Legenda gabungan... kalian bisa memenangkan pertarungan ini berkat bantuan dari kemampuan Golden Merging."
Legenda bertopeng itu adalah Satori yang baru saja datang tepat waktu untuk menyelamatkan Regulus, ia masih membutuhkan dirinya untuk sebuah percobaan.
Satori menjentikkan jarinya sampai tubuh Mizumi mulai terbelah menjadi dua, memisahkan Megumi dan Hana sampai mereka terkejut karena Satori berhasil memisahkan Legenda gabungan juga.
"Apa yang baru saja kau gunakan...!? Apakah itu Golden Spirit!?" Tanya Megumi dengan tatapan yang terlihat kaget.
"Kau tidak berhak tahu... tetapi aku cukup terkesan melihat Neko Legenda sepertimu dapat menggunakan kekuatan cahaya dengan potensi yang lumayan besar."
Megumi berkeringat dingin seketika melihat Legenda bertopeng itu memiliki identitas yang cukup tersembunyi tetapi ketika ia menggunakan Golden Spirit, pikirannya mulai terganggu seketika.
"Untuk sekarang... takdir Neko Legenda masih bisa di bilang aman, lebih baik kalian bertahan hidup mulai dari sekarang juga."
Megumi mengepalkan tinju kanannya lalu ia melempar sihir gumpalan emas ke arah Satori tetapi sihir itu langsung menghilang seketika sampai membuat lengan kanan Megumi bergetar.
"T-Tubuhku...?!" Tubuh Megumi ikut bergetar sampai ia bisa merasakan tubuhnya seperti di tusuk oleh serangan yang datang entah dari mana.
"A-Agghhh...!" Megumi berlutut di atas tanah dengan tubuh yang tidak bisa ia gerakan.
"Megumi?!" Hana mulai mendekati Megumi lalu mencoba untuk memulihkan tubuhnya menggunakan gelembung.
"Kalian sudah bertarung dengan baik, Legenda masa depan... bahkan kekuatan kalian semua melebihi harapanku sendiri." Satori membalikkan badannya.
"Kalian bisa beristirahat sekarang..."
__ADS_1
Satori melirik ke belakang sampai tengkuk mereka menerima satu serangan keras yang mampu membuat kesadaran mereka hilang seketika.
Satori terbang ke atas langit lalu menghilang bersama Regulus, meninggalkan Megumi dan Hana yang pingsan di sisi pantai dengan tubuh yang menerima tetesan hujan badai yang dahsyat.
Beberapa menit kemudian, Meko mendarat di sebelah mereka lalu meminta bala bantuan seluruh bangsanya untuk mengangkat tubuh mereka dan membawanya menuju ruangan pemulihan.
***
"Pertarungan sudah berakhir..." Ucap Haruka yang berhenti merasakan keberadaan Regulus.
Mereka semua memasang tatapan kesal karena mengetahui Regulus adalah raja dari segala Legenda yang cukup kejam di zaman kuno karena berhasil menaklukkan banyak hal.
Kekuatan yang ia miliki juga jauh lebih kuat bahkan melebihi apapun berkat bantuan dari Legend's Ultra Boost dan Legend's Charisma yang akan terus meningkatkan kekuatannya jauh lebih besar lagi.
Mereka semua sengaja tidak pergi membantu karena Kou menyarankan mereka semua untuk tetap diam dan tidak melakukan apapun yang ceroboh karena Regulus sedang diperhatikan oleh Legenda bertopeng yang misterius itu.
"Untuk sekarang Hana dan Megumi selamat... prediksi yang aku baca ternyata benar, mereka berhasil menang dengan bantuan dari gabungan." Haruka menghela nafas lega.
"Kekuatan raja sialan itu... jauh lebih mengerikan yang aku kira sekarang, dia benar-benar memanfaatkan Legend's Boost sampai menemukan berbagai macam jalan yang ia inginkan."
"Kita semua tidak memiliki kesempatan apapun untuk menandingi semua Ancient Legenda yang baru saja bangkit..." Kou bangkit dari atas kursi sampai mereka menatap dirinya.
"Apakah kamu memiliki rencana, Kou?" Tanya Haruki.
"Hanya satu... menunggu proses berjalan saja, kita juga harus bisa berlatih lebih keras lagi selama bertahun-tahun agar bisa mengetahui titik kelemahan mereka semua."
"Aku akan mencoba untuk menganalisis mereka semua, di mulai dari Diablo, Regulus, dan Legenda bertopeng yang misterius itu."
"Mereka semua memiliki riwayat kekuatan sendiri karena arwah mereka telah di bangkitkan lalu dimasukkan ke dalam tubuh Ancient Legenda."
"Kami tidak begitu mengerti soal Ancient Legenda ini... apakah mereka sama dengan kita?" Tanya Shizen.
"Ancient Legend jauh lebih kuat di bandingkan Legenda biasa... mereka semua adalah pencipta dari segala hal untuk Legenda yang hidup di masa depan."
"Bisa di bilang mereka adalah penemu berbagai macam jalan kekuatan, Legend's Boost juga berhasil mereka temukan..."
"...semuanya berawal dari suatu proses, anggap saja Ancient Legenda itu seperti dewa tetapi mereka tidak menciptakan melainkan menemukan lalu mencatatnya di sebuah sejarah yang panjang."
"Intinya mereka jauh lebih kuat dengan Legend's Boost yang berjalan cepat... proses yang mereka alami jauh lebih besar dan cepat di bandingkan kita semua."
"Kalau tidak salah, mereka juga tidak akan pernah bisa mati walaupun menerima banyak luka, mereka masih bisa merasakan kesakitan itu tetapi luka dan kondisi sekarat yang mampu mereka tahan sampai selamat..."
"...adalah sumber kekuatan bagi mereka, sama seperti kita." Kou memegang dagunya.
"Mereka tidak bisa di bilang abadi... hanya saja durabilitas atau ketahanan yang mereka miliki jauh lebih besar sehingga lawan yang lebih kuat ketika melawan Ancient Legend..."
"...memiliki kesempatan besar untuk kalah karena Ancient Legenda akan terus meningkat setiap pertarungan berjalan bahkan luka dan kondisi sekarat yang mereka terima adalah inti kekuatan besar yang bangkit"
"Path to Power akan mudah di capai oleh mereka semua... itulah kenapa kita harus berlatih lebih keras lagi mulai dari sekarang!" Kou mengepalkan kedua tinjunya.
"Kerajaan Comitsu sudah hancur... aku telah membangkitkan Kerajaan khusus untuk Legenda yang tidak menginginkan perbudakan atau persembahan kepada raja apapun!"
"Kita gunakan waktu dan situasi untuk bertambah menjadi lebih kuat lagi..."
"Mari kita lakukan...!!!" Kou mengangkat lengan kanannya ke atas sampai mereka setuju dengan rencananya untuk tetap berlatih sampai waktunya tiba.
__ADS_1
""Baiklah!!! Mari bekerja dan berusaha lebih keras!!!""