Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 116 - The Abyss Phantom


__ADS_3

Iblis yang membunuh adik Haruki adalah pemimpin pasukan iblis yang sudah Haruki basmi tetapi ia masih hidup berkat kekuatan dan kemampuan-nya yang dapat meregenerasi diri walaupun tubuhnya sudah terbelah beberapa kali.


Desa itu sudah menjadi wilayah kematian karena banyak sekali Legenda dan Iblis yang sudah gugur, sisi tubuh mereka berserakan dimana-mana termasuk kedua lengan Suzuka yang Haruki injak sampai membuat dirinya terkejut histeris, pemimpin iblis itu menarik pedang-nya dan mendorong kedua Legenda itu menuju arah Haruki.


Haruki segera menangkap mereka, pasukan iblis lainnya yang baru saja datang segera menghabisi seluruh Legenda yang terluka, sekarat, dan selamat. Tetapi sebagian dari korban yang selamat mampu melarikan diri sampai beberapa iblis itu mulai mengejar-nya dan terlambat karena dirinya telah diselamatkan oleh Korrina.


Korrina tidak sempat menyelamatkan Haruki karena dirinya menolak beberapa kali untuk diselamatkan, ia sudah memberitahu Korrina bahwa ia tidak membutuhkan penyelamatan dari-nya. Tetapi pada saat seperti ini... Haruki benar-benar membutuhkan bantuan Korrina untuk menyembuhkan kedua adik-nya secepatnya sebelum terlambat.


"Sepertinya kau memiliki hubungan ketat dengan kedua Legenda gadis yang memiliki kekuatan hebat itu." Ucap pemimpin iblis itu yang mulai membersihkan noda darah di pedang tipis-nya.


"Namaku adalah Shiki... Sang pemimpin iblis hebat yang sudah mendapatkan pujian dari raja Rxeonal, sepertinya wilayah ini akan selesai akan taklukkan ketika aku membunuh Legenda terakhir yaitu kau." Shiki menunjuk kepala Haruki menggunakan pedang-nya.


Haruki tidak menghiraukan Shiki sama sekali, ia bahkan tidak mendengar apa yang Shiki katakan karena ia berbicara panjang dan lebar sampai kedua telinga-nya hanya mendengarkan suara dari kedua adik-nya. Haruki memeluk erat kedua adik-nya, menangis secara diam, tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan mereka yang sudah benar-benar mati.


Haruki mulai merasakan dua perasaan yang tercampur menjadi satu yaitu kesedihan dan amarah, ia menyerap semua kekuatan tersisa yang dari adik-adiknya dan bangkit dengan penampilan berbeda serta senjata yang berbeda juga.


Penampilan-nya berubah... Rambutnya berubah menjadi warna putih silver, pupil matanya berwarna hitam murni yang menandakan keputusasaan, depresi, dan amarah. Terdapat beberapa corak seperti kutukan di mata kirinya. Pakaian-nya juga ikut berubah menjadi warna hitam dengan motif-motif simbol berwarna merah.


Aura emosi negatif menyelimuti dirinya dan ia mulai tertawa perlahan-lahan sampai membuat Shiki melebarkan matanya karena ia merasakan tekanan dan esensi yang cukup mengerikan. Haruki melepaskan aura negatif di sekitarnya bahkan sampai membuat beberapa iblis yang berada di wilayah itu mulai mati, berubah menjadi tengkorak.


Haruka dan Makarov tiba di wilayah itu, sepertinya mereka terlambat untuk menyelamatkan semua penduduk desa itu karena Haruka sudah tidak bisa lagi menggunakan sihir mengulang waktu, walaupun dia mencobanya seluruh Legenda yang sudah mati tidak akan hidup kembali karena sihir mengulang waktu Haruka yang berada di tingkat tinggi tidak bisa ia gunakan untuk sementara karena tubuh-nya yang kecil.


"Haruka, kenapa kau tidak menggunakan sihir pengulangan waktu-mu itu...? Kau bisa menghidupkan kembali pasukan yang sudah gugur ketika di Planet Lesteria." Ucap Makarov yang merasa berat karena sedang menggendong Haruka di kedua bahu-nya, tekanan yang dilepaskan oleh Haruki mampu terasa oleh mereka berdua.

__ADS_1


"Kau seharusnya sadar bahwa semua orang memiliki batasan mereka tersendiri, tubuh-ku mengecil... Yang tadinya dewasa dimana aku dapat menggunakan seluruh sihir waktu semau-ku sekarang berubah menjadi gadis kecil yang berusia empat tahun, sihir waktu yang akan aku gunakan sudah jelas akan terbatas." Ucap Haruka, kata-katanya kali ini terdengar bijak dan serius dari Haruka sendiri sampai membuat Makarov tidak menyangka bahwa itu sesosok dirinya ketika serius.


"Langka sekali, aku tidak pernah mendengar dirimu berbicara seperti ini." 


"Kekuatan Haruki lah yang membuatku seperti ini, dia menempuh sebuah puncak dimana mortal bisa tidak bisa menempuhi-nya. Bangsa Legenda memang berbahaya ketika mereka merasakan amarah, berkesempatan tinggi mereka akan menginjak sebuah level yang berbeda ketika seseorang yang mereka anggap penting mati..." Haruka menundukkan kepala-nya.


"Apakah kita harus menghampiri-nya dan menenangkan-nya? Bisa-bisa amarahnya dapat menghancurkan planet besar ini loh." Tanya Makarov.


"Tidak, tidak usah. Biarkan urusan orang lain diselesaikan oleh orang itu sendiri, kita hanya datang untuk memastikan bahwa masih terdapat beberapa korban yang selamat... tetapi kita terlambat... Hanya Haruki dan Legenda tingkat elit saja yang selamat, mereka tidak membutuhkan bantuan kita." Jawab Haruka.


Makarov segera mengeluarkan dua senapan semi otomatis yang dipenuhi dengan garis biru dari Mana-nya sendiri, pasukan iblis bisa merasakan keberadaan Makarov awal-nya sampai mereka terbang menuju arah dirinya tetapi Makarov menarik kedua pelatuk-nya, melepaskan peluru yang berjumlah ratusan ke arah semua iblis itu.


"Setidaknya kau ingin bersenang-senang, Makarov." Haruka tersenyum dan mulai menepatkan kedua tangan-nya di atas kepala-nya.


"Ahahaha, sepertinya kau tidak bisa menahan dirimu ya... untuk melawan bangsa iblis itu." Haruka terkekeh.


"Baiklah...! Aku akan bersantai ria dengan meminum Vodka...! Makarov, laksanakan perintah-ku! Vodka!" Angkat kedua tangan Haruka sampai Makarov mengeluarkan dua botol Vodka dari ransel yang ia gendong di belakang-nya.


Makarov memberi Haruka kedua botol Vodka itu dan ia segera meminum-nya sampai rasa yang ia rasakan setelah meminum Vodka itu adalah rasa dimana ia disusui oleh Korrina, untungnya efek dari alkohol-nya itu sudah disucikan seketika masuk melewati tenggorokan Haruka. 


Makarov tidak bisa menahan dirinya lagi untuk membunuh semua iblis itu menggunakan semua senjata yang ia bawa, Haruka hanya bisa diam sambil menikmati Vodka-nya. Sepertinya Haruka sudah kembali kepada dirinya semula, tekanan yang Haruki berikan di wilayah itu mulai bertambah buruk dan dahsyat.


Shiki mulai panik sampai ia memerintah seluruh pasukan terkuat-nya untuk menyerang Haruki secara bersamaan, kepribadian Haruki mulai bertolak balik dengan sifat aslinya. Haruki mendapatkan kekuatan dahsyat ini dari amarah, kebencian, dendam, kesedihan, dan harapan yang sudah hilang akibat dari kedua adik-nya yang terbunuh dengan sadis.

__ADS_1


"Ini hari yang indah di luar... Burung bernyanyi, bunga bermekaran... Pada hari-hari seperti ini, makhluk seperti kalian..." Haruki menarik kedua pedang-nya sampai bilah pedang-nya melepaskan aura hitam dan menyerang yang menyerang seluruh pasukan iblis itu.


"...Seharusnya terbakar di neraka." Haruki menurunkan kedua lengan-nya sampai seluruh pasukan iblis yang mencoba untuk menyerang dari dekat terbelah menjadi potongan kecil sampai membuat Shiki merasa lebih panik, ia memanggil pasukan lain-nya untuk menyerang Haruki lagi.


Saat Haruki berubah menjadi wujud Abyss Phantom-nya yang dia bisa rasakan hanyalah amarah, kebencian, dan kerakusan. Dia hanya bisa mengeluarkan aura-aura negatif yang sangat tajam, dan rasa haus darah yang sangat dahsyat. Seluruh pasukan iblis itu berkeringat dingin ketika merasakan aura kebencian dan kerakusan yang jauh lebih kuat dari diri mereka sendiri.


"Abyssian Dual Shredder!" Dengan hanya menyebutkan nama dari pedang baru-nya, seluruh pasukan iblis yang berada di hadapan segera ketakutan histeris sampai tubuh mereka terbelah menjadi dua karena tekanan yang dilepas dari kedua pedang-nya itu.


Haruka menciptakan sebuah perisai hijau di depan-nya untuk melindungi Makarov yang hampir saja terbunuh oleh tekanan yang memiliki efek kutukan di dalam-nya, sayang sekali tekanan itu tidak mampu memberi efek kepada Haruka yang sudah dipenuhi dengan kesucian sejak lahir karena Korrina.


"Makarov, kau harus berhati-hati dengan tekanan dan aura yang kau lihat... Transfer Vision...!" Kedua telapak tangan Haruka memancarkan cahaya hijau dan ia segera menepuk kedua pipi Makarov secara bersamaan sampai kedua mata-nya memancarkan cahaya hijau.


Penglihatan-nya mengalami peningkatan berkat Haruka, Makarov sekarang bisa mendeteksi bahaya dan juga tekanan kutukan yang dilepaskan oleh Haruki sampai ia menghindari semua serangan itu. Berkat penglihatan berguna itu, Makarov dapat melihat ancaman dan juga bahaya yang berasal dari pasukan iblis di hadapan-nya.


"Terima kasih, Haruka...!" Makarov melempar kedua senapan-nya ke depan sampai kedua senapan-nya itu meledak dan membasmi beberapa iblis, ia segera mengambil senapan lain dari ransel-nya.


"... ..." Haruka hanya bisa menonton Haruki yang saat ini sedang menyiksa seluruh pasukan iblis itu satu per satu selagi menikmati botol Vodka yang ia pegang.


Haruki melepaskan dorongan ke depan sampai Shiki dan seluruh pasukan-nya terdorong mundur dengan ekspresi yang terlihat ketakutan, mereka tidak memiliki niat untuk melarikan diri karena jika mereka kembali maka Rxeonal akan membunuh mereka dengan cara yang lebih sadis.


"... ..." Haruki mengalihkan pandangan-nya sebentar ke arah Haruka.


"...Dia melihat kita." Kata Haruka pelan.

__ADS_1


__ADS_2