
Pelajaran yang kedua baru saja dimulai, seperti biasanya murid harus belajar dan memperhatikan, jangan sampai mereka bermalas-malasan karena itu cukup berisiko karena dapat mengurangi poin.
Bagi angkatan ketiga, pelajaran apa pun itu tidak akan mereka urus berkat poin jutaan yang mereka dapatkan dengan menyingkirkan angkatan satu bahkan sampai melaporkan laporan yang salah untuk mendapatkan poin tambahan yang begitu besar.
Dengan bantuan [Streak] juga pengurangan poin tidak akan berlaku bagi mereka lagi karena sudah menginjak jumlah poin yang berada di tingkatan paling atas.
"Sejarah tentang Rune Sphere... Rune Sphere adalah sebuah benda yang dapat membangkitkan kemampuan dan kekuatan tersembunyi di dalam diri kalian masing-masing."
"Barang yang cukup langka bahkan sampai sekarang semua Rune Sphere itu sudah berkurang..."
Kebetulan sekarang pelajaran sejarah tentang sebuah benda misterius dan mistik yang sangat berbahaya, entah kenapa Rune Sphere yang dijelaskan oleh dirinya menarik perhatian beberapa murid.
"Rune Sphere... kalau tidak salah... peningkatan besar ya... benda yang dapat membangkitkan kekuatan dan kemampuan misterius di dalam diri mereka masing-masing."
"Risiko yang dikandung besar juga karena Rune Sphere hanya memilih seseorang yang layak." Kata Haruka sambil menulis informasi tentang benda itu di buku-nya.
Suatu saat nanti ia akan mencoba mencarinya karena mengandung kekuatan yang harus dilindungi sebelum jatuh ke tangan seseorang yang salah.
"Sebentar lagi bel istirahat akan berdering, ibu ingin membahas informasi penting lainnya untuk kalian ketahu agar bisa bertahan di minggu kedua sampai minggu terakhir nanti..."
"Ibu baru saja membongkar poin seluruh angkatan ketiga, mereka sepertinya berada di tingkat paling atas karena sudah mengumpulkan poin yang kemungkinan besar akan membawa mereka menuju tingkat terakhir..."
Sakura mengeluarkan sebuah poster lalu ia memasangnya di papan tulis, semua murid tercengang ketika melihat poster itu menunjukkan statistik angkatan tiga yang sangat tinggi.
"P-Poin... di atas sepuluh juta...!? Ti-Tidak... bahkan sampai ada yang menginjak satu miliar..." Mitsuki terkejut ketika melihatnya.
Haruka melihatnya saja tidak begitu tertarik karena ia lebih memilih sistem nilai dibandingkan sistem poin yang harus bersaing bersama seluruh angkatan.
Kou dan Haruka memilih untuk bermain aman saja tetapi angkatan kedua dan ketiga bisa saja curiga kepada mereka karena selalu mendapatkan nilai sempurna di setiap minggu karena sistem nilai selalu diterapkan di seluruh papan tulis bahkan sampai aula dan kartu yang memiliki pilihan [Leaderboard].
Kou mampu menginjak peringkat satu di angkatan satu karena sudah mendapatkan banyak nilai bagus bahkan ia sendiri tidak pernah melanggar apa pun sedangkan Haruka pernah walaupun sedikit tetapi ia tidak begitu peduli.
Sistem nilai sudah bisa dibilang kemenangan untuk dirinya agar ia bisa terdaftar di turnamen. Yang ia khawatirkan hanya Kou, ia tidak ingin seseorang mendekatinya atau mencoba untuk menantang Kou yang tidak memiliki bakat bertarung.
"Ibu merasa bangga untuk bisa menyampaikan pelajaran dengan jelas kepada kalian semua bahkan kita memiliki seorang murid yang sangat pandai di kelas ini yang tidak pernah turun dari peringkat satunya itu, selamat Kou Comi ibu bangga kepadamu."
__ADS_1
"Teruslah terapkan sistem nilai agar bisa menghindari kekurangan dari sistem poin yang dipenuhi dengan saingan dari angkatan ketiga dan kedua..." Sakura tersenyum.
Seluruh murid mulai bertepuk tangan kepada Kou yang terkekeh sampai mengusap kepalanya sendiri.
"Sepertinya Solicitation ke empat... semua murid lebih mementingkan sistem poin karena terlalu mudah, mereka juga memiliki cara mereka sendiri untuk bisa mengumpulkan poin tersebut."
"Jika semua ini terus dilanjutkan maka kepala akademi Morgan bisa saja meningkatkan sistem poin menjadi lebih sulit lagi karena di minggu kelima nanti kalian akan menghadapi sebuah ujian besar seperti Event..."
"...murid yang mendalami sistem nilai tidak akan bisa merasakan tekanan dari ujian itu karena sudah dinyatakan aman, Kou akan terus berada di posisi aman jika ia mendapatkan nilai sempurna lainnya di ujian minggu kedua."
"Haruka, ibu harapkan kamu juga dapat mempertahankan posisimu di peringkat ke sepuluh, peringkat sistem nilai kali ini hanya terpilih 50 orang."
"Jika sudah memasuki minggu ketiga maka peringkat sistem nilai hanya akan memilih tiga puluh orang, seiring minggu berjalan maka peringkat sistem nilai akan terus berkurang sampai menjadi lima besar."
"Seperti rangking jika ibu samakkan dengan sekolah dimana ras Manusia belajar..." Sakura mengeluarkan kartunya lalu ia memilih pilihan statistik.
Setelah itu ia mengeluarkan semua statistik itu untuk menunjukkan kepada seluruh muridnya.
"Peringkat sistem nilai juga cukup berisiko karena dapat diketahui oleh semua murid, mereka juga dapat mengincar dirimu dan mencoba untuk mengambil poin yang akan terus bertambah."
"Ibu lupa memberitahu soal ini di hari pertama, mereka yang masuk di peringkat sistem nilai akan mendapatkan 10.000 poin setiap detik berjalan, menguntungkan bukan?" Sakura tersenyum.
"Kou mewakili kelas 1-S... dia juga bahkan masih berada di peringkat satu, kelas ini mendapatkan keuntungan sebesar satu juta poin setiap hari berlalu asalkan Kou masih tetap menjaga posisinya di peringkat satu."
Mereka semua tercengang ketika mendengarnya lalu menyempati diri untuk melihat kartu mereka dan ternyata poin yang mereka miliki bertambah besar sampai bisa lulus dari penilaian minggu kedua ini.
"Bu Sakura, tolong jelaskan kepada kami tentang sistem saingan yang dimaksud oleh kepala sekolah Morgan." Haruka bangkit dari tempat kursinya.
"Tentu saja, sistem saingan... kalian harus menyingkirkan kelas tetangga kalian, lebih bagus juga jika menyingkirkan angkatan kedua dan ketiga yang memiliki kelas bagian ketiga yang sama dengan kalian."
"Murid yang mengikuti akademi ini berjumlah 720 dan terbagi menjadi 20 kelas dengan 3 angkatan berbeda, kelas terbagi menjadi beberapa bagian yang disebut dengan bagian satu, dua, tiga, dan empat..."
"Kalian mendapatkan kelas bagian ke empat... kelas 1P-1Q-1R-1S-1T, kelima kelas itu adalah saingan kalian untuk di angkatan satu ini."
"Jika kalian berhasil mendalami sistem saingan yaitu menyingkirkan mereka dengan menghabiskan poin atau mengalahkan mereka dalam segi sistem nilai maka kalian juga akan mendapatkan keuntungan poin yang besar, sistem saingan itu bisa dibilang sebagai ujian yang akademi ini berikan kepada kalian..."
__ADS_1
"...semoga beruntung, ibu juga berharap kalian terus mendalami sistem nilai jika ingin berada di zona aman tidak seperti kelas 1P dan 1Q yang menerapkan sistem saingan untuk saling bertarung dan merebut poin satu sama lain."
Mendengar Sakura berbicara seperti itu, Shuan menatap Asriel dan Rokuro lalu mereka mengangguk dan ingin mencoba sistem saingan untuk menyingkirkan yang lemah terlebih dahulu agar semuanya bisa berjalan dengan lancar dan damai.
"Intinya, terserah kalian ingin mengikuti sistem apa pun... Ibu hanya ingin melihat wajah kalian sampai minggu terakhir karena ibu sendiri memiliki banyak harapan tinggi untuk kalian semua."
"Jangan sampai kalah oleh semua sistem yang tersedia oleh akademi ini karena kami hanya menerima murid yang layak dan berbakat, tidak murid yang sekedar menumpang saja hanya untuk mendapatkan barang permohonan itu." Sakura menatap mereka tajam.
Sakura adalah guru yang tegas tetapi rasa bangganya kepada mereka sangat besar karena belum pernah ada yang mengecewakan dirinya.
"Baiklah, masih ada waktu lima menit. Ibu masih ingin menjelaskan satu informasi penting tentang sistem kepemimpinan, ini menurut Ibu yang paling berbahaya dan memiliki risiko yang begitu tinggi."
"Angkatan dua dan tiga sudah memiliki pemimpin, sekarang bagian kalian untuk memilih seorang pemimpin agar dapat membawa kalian menuju minggu yang terakhir..."
"...siapa yang ingin menjadi pemimpin?" Tanya Sakura.
Ia sudah mempersiapkan sebuah formulir mutlak tentang pemimpin, semua murid mulai mendiskusikannya sebentar dan mencoba untuk memilih pemimpin yang tidak terlihat menonjol karena biasanya pemimpin itu harus bisa menyembunyikan identitas aslinya.
"Sebelum itu sistem kepemimpinan sangat mutlak, jika nama kekuatan pemimpin berhasil di tebak maka seluruh kelas akan mengalami pengurangan poin sebanyak satu juta, ditambah lagi jika pemimpin tidak luas maka seluruh murid yang ia pimpin terpaksa harus dikeluarkan dari akademi juga."
"Lebih buruk lagi jika sang pemimpin gugur atau mengalami sebuah kendala maka seluruh murid di kelas yang ia pimpin juga akan dikeluarkan..."
Mereka terkejut ketika mendengarnya tetapi sistem kepemimpinan pasti akan sulit untuk dilakukan karena sang pemimpin akan berpura-pura bodoh dan bertingkah biasa saja sampai dilindungi oleh seluruh bawahan-nya.
Kou mengacungkan tangannya karena ia baru saja diberitahu rencana oleh Haruka dan yang lainnya, Kou hanya perlu berpura-pura menjadi murid biasa yang bisa dibilang sebagai kutu buku karena pemimpin hanya dipilih melalui kekuatan dan bakat yang mereka miliki sedangkan Kou tidak begitu menonjol.
Sakura tersenyum dan merasa tertarik sehingga ia menulis nama Kou Comi di kertas itu, bel berbunyi dan sudah saatnya mereka menikmati istirahat siang dengan makan siang.
"Kalian boleh istirahat sekarang, ibu mengharapkan harapan besar kepada kalian semua terutama dirimu, Kou Comi."
Sakura pergi meninggalkan ruangan itu lalu Haruka mulai mengusap kepala Kou karena ia sendiri mempercayai Kou.
Tidak akan ada murid asing yang mau mendekati dirinya karena kekuatan The Mind dapat mengontrol siapa pun untuk tidak pernah menyerang atau mengganggunya tetapi bahaya juga jika penyakit dan kutukannya kambuh.
"Bukannya itu bagus, Kou...? Mama pasti akan bangga melihat dirimu menjadi seorang pemimpin bahkan murid yang sangat cerdas di akademi ini."
__ADS_1
"Mm~ Aku akan mencoba untuk memimpin kelas ini..." Kou tersenyum.
"...dukung aku ya~"