
"Ada apa, Shira...? Pertarungan yang cukup sulit untuk kau menangkan bukan!?" Shinra mulai berbicara.
"Aku tidak pernah berbicara seperti itu... aku tidak mengharapkan apapun dari pertarungan ini, aku hanya kecewa dengan diri-mu yang mau-nya menjadi seorang budak yang dikendalikan oleh Komi." Jawab Shira.
"Aku...? Budak...? Beritahu aku, adik kecil... apakah masih bisa disebut budak jika kau mendapatkan apa yang kau mau?" Jawab Shinra sambil menampar wajah Shira beberapa kali, ia melihat ekspresi Shira mulai menatap Shinra dengan ekspresi yang terlihat kesal.
Shinra mulai merasa kesal ketika melihat ekspresi Shira yang berubah drastis seperti itu, "Apa, adik kecil!? Apakah kau merasakan amarah...!? Apakah kau merasa terhina...!? Itukah...!?" Shinra menendang perut Shira beberapa kali menggunakan lutut-nya lalu ia memukul wajah Shira beberapa kali dengan wajah yang kesal.
"Dasar *****...!!! Kau tidak tau arti dari hina...!!!" Shinra terus melayangkan beberapa pukulan dan tendangan yang mampu melukai Shira, "Hueegghhh..." Shira memuntahkan darah segar-nya lagi.
"Jangan khawatir, aku akan mengajarkan-mu arti dari hina yang sebenarnya... seharusnya kau lebih baik diam saja di dunia yang menyakitkan itu bernama dunia asli, kau tidak berhak datang ke tempat seperti ini karena aku pasti akan menjadi seseorang yang hina lagi... sama seperti semua orang melihat-ku yaitu penuh dengan kehinaan dan memalukan...!!!"
"Aku... anak pertama yang dilahirkan oleh ibu yang kau bunuh dan ayah yang kau bunuh...!!! Jika kau ingin menjelaskan bukti lain-nya maka aku sudah lelah dengan bukti yang aku lihat dan pikirkan...!!! Kekuatan dan kemampuan yang kau dapatkan, aku bisa merasakan-nya... aku merasakan keberadaan ibu dan ayah di dalam diri-mu...!!!"
"Seharusnya aku yang tertua... seharusnya aku mendapatkan kemampuan hebat yang kau miliki itu, adik kecil-ku yang hidup di dunia penuh dengan kedamaian tanpa harus merasakan konflik dan ancaman besar-besaran seperti diriku...!!! Kau tidak akan pernah merasakan kematian...!!! Kau tidak akan pernah merasakan penderitaan yang aku alami ketika melawan musuh-ku yang jauh lebih kuat dariku...!!!"
"Shiro sendiri bahkan memperlakukan-ku buruk hingga mengubah-ku menjadi Legenda yang hina karena terbunuh oleh diri-nya...!!! Ia bahkan merebut istri-ku Homura...!!! Ayah dan Ibu sudah memperlakukan lebih buruk... kalian berdua hanya bisa diperlakukan manja... itu sangat menyedihkan...!!!"
"Seharusnya aku yang sudah mengangkat semua beban yang ada... menjadi seseorang yang penting dan kuat, kehidupan-ku di dunia baru ini seharusnya berarti untuk-ku tetapi kau dan Shiro mengubah-nya...!!! Kau hanya bersenang-senang di dimensi asli ini yang indah, tidak ada usaha dan perjuangan sama sekali untuk melindungi dunia ini...!!!"
"Kau tidak pernah merasakan-nya ketika seluruh teman-teman yang disekitar-mu terbunuh... planet dan galaksi hancur di hadapan-nya hingga kau tidak bisa melakukan apapun... makhluk terbesar menyerang dan menghancurkan segala-nya... kau tidak pernah akan merasakan-nya karena kau terlalu kecil...!!! Kau terlalu lemah dan biasa dimanjakan!!!"
"Melihat-mu mendapatkan dunia hebat ini... kekuatan dan kemampuan yang diberi oleh Ayah dan ibu, itu adalah kedua kali-nya... tidak... aku tidak bisa lagi menghitung seberapa banyak hinaan yang aku dapatkan ketika kau dan Shiro masih hidup...!"
"Aku...!!! Aku yang sudah mengasuh kalian dari kecil sampai besar... membiarkan ibu sendirian karena sudah kehilangan ayah-nya, bayangkan... kalian lah yang hanya mendapatkan sesuatu yang lebih hebat dan menakjubkan dibandingkan diri-ku yang sudah mengangkat banyak beban untuk kalian semua...!!!"
"Bayangkan penderitaan yang aku rasakan ketika aku terbunuh... rasa hampa yang aku lihat dan rasakan di sekitar-ku, menunggu waktu yang cukup lama untuk diri-ku bangkit... kebangkitan-ku saja sudah disambut oleh ancaman besar yang menghancurkan dunia-ku sendiri...!"
Shinra mengepalkan kedua mata-nya, air mata mengalir keluar dari kedua mata-nya, "Sudah waktu-nya untuk diri-ku mengambil apa yang seharusnya aku miliki...!!! Aku tidak akan hidup sebagai nomer dua di dalam Touri baru ini...!!! Aku akan mencoba menyerap seluruh cahaya yang ada di dalam diri-mu agar aku bisa mendapatkan kemampuan-mu itu...!"
Shira memejamkan kedua mata-nya, ia mendengar banyak sekali omongan dari Shinra dan itu membuat diri-nya semakin kesal karena Komi seperti-nya memberi dia kebodohan yang sama dengan yang ia miliki.
"Kau akan dipotong satu per satu...! Sama hal-nya kau memotong harga diriku...!"
"U-Uck..." Shira menatap Shinra dengan ekspresi yang lemah, ia mengepalkan kedua tinju-nya hingga matahari yang berada di tata surya mulai memancarkan cahaya yang besar ke arah Shira hingga Shinra melebarkan mata-nya karena rantai yang mengingat-nya tiba-tiba berubah menjadi warna biru.
"Grrgghhh... Haaaaa...!!! Aaaahhhhh...!!!" Shira mengubah semua cahaya itu menjadi sumber kekuatan yang besar agar ia dapat mencabut gunung itu lalu menghantam-nya kepada Shinra.
"A-Apa...!?"
__ADS_1
Dengan kekuatan yang ia dapatkan, Shira mampu membelah gunung di belakang-nya menjadi dua lalu mencabut-nya dengan bantuan dari kekuatan dan rantai yang terdapat di dalam-nya, ia mendapatkan serpihan batu gunung itu di kedua lengan-nya dan ia segera maju ke arah Shinra lalu menghantam wajah-nya menggunakan tangan kanan-nya yang masih terikat dengan rantai dan batu.
"Aggghhhh!!!" Shinra terdorong ke belakang.
"Ini obat lain-nya untuk kebodohan-mu...!!!" Shira menghantam wajah Shinra dengan lengan yang satu-nya lagi hingga ia terlempar ke belakang lalu memuntahkan banyak sekali darah.
Shira tidak memberi diri-nya celah untuk melakukan sesuatu jadi ia muncul di hadapan-nya lalu melayangkan pukulan bertubi-tubi yang mengenai perut-nya, ia mengakhiri serangan bertubi-tubi itu dengan menendang wajah Shinra hingga ia terlempar ke belakang lalu masuk ke dalam lubang yang sangat luas.
Shira terbang masuk ke dalam lubang itu dan ia tidak melihat Shinra, ia tiba-tiba menghilang begitu saja... Shira memejamkan kedua mata-nya untuk mencari Shinra dan ia merasakan-nya dimana-mana karena faktor dari api cahaya-nya yang terdapat dimana-mana.
"Aku tahu kau disini, kakak..."
Shira melebarkan mata-nya lalu ia melirik ke belakang dan melihat bola api cahaya yang meluncur menuju arah-nya, untungnya ia sempat menahan bola tersebut menggunakan kedua lengan-nya. Shira berhasil memantulkan-nya ke atas langit, tetapi Shinra muncul di belakang Shira hingga tidak memberi diri-nya waktu untuk bertingkah.
"Disini, bodoh!" Shinra langsung memegang tubuh Shira dari belakang lalu ia terbang ke atas dan mengarahkan dada Shira ke arah batu runcing yang terletak di atas. Shira mampu menghentikan-nya dengan melepaskan seluruh cahaya yang terdapat di dalam diri-nya, ia segera mengubah cahaya itu menjadi cahaya suci sampai Shinra terlempar ke belakang karena ia tidak mampu menahan kepanasan itu.
Shira menatap Shinra lalu ia mengisi seluruh Lenergy-nya untuk menciptakan gelombang [Megura Flash], Shinra melakukan yang sama hingga mereka kembali mengadukan gelombang sihir mereka yang berakhir menimbulkan ledakan yang besar.
Baaammm...!!!
Shira dan Shinra muncul di atas udara, saling menatap satu sama lain dengan ekspresi yang terlihat serius. Mereka melesat menuju arah satu sama lain lalu melayangkan beberapa serangan yang beradu hingga mengguncangkan wilayah di sekitar mereka, petir yang tercipta dari cahaya menyambar daratan beberapa kali.
Mereka terus melayangkan beberapa serangan sambil melayang di atas udara tanpa henti, tetapi Shira sekarang mampu menyerang dengan menghantam wajah Shinra hingga ia terlempar ke belakang. Shinra menyerang balik dengan mencoba untuk menendang-nya tetapi tendangan itu dapat tertahan oleh Shira.
Setiap serangan Shinra sekarang mampu Shira tahan dengan mudah karena ia mulai beradaptasi dengan cara bertarung Shinra sedangkan Shira bertarung melawan Shinra dengan cara yang berbeda, mereka melayangkan beberapa serangan lagi sambil terbang mundur ke belakang dan maju ke depan.
Shinra meluncurkan sihir api cahaya-nya tetapi Shira berhasil menghindari-nya dengan terbang ke atas, Shinra melirik ke arah-nya lalu ia tersenyum, "Sepertinya kau masih sanggup untuk terus bertarung ya..."
"Begitulah..."
"Hebat. Aku tidak menyangka bahwa kau akan bertahan sejauh ini."
"Benarkah? Aku bisa mengatakan hal yang sama kepada-mu, kakak. Sepertinya kau memiliki cara bertarung tersendiri, berbeda dengan diri-ku."
"Hehe..." Shinra menghilang lalu muncul di belakang Shira sambil melayangkan satu tendangan tetapi Shira sudah menghilang terlebih dahulu dan muncul di atas Shinra lalu menghantam tekuk-nya menggunakan sikut-nya hingga Shinra terjatuh di atas tanah.
Shira mendarat di atas tanah dan Shinra menyambut Shira dengan meluncurkan beberapa sihir api cahaya, Shira berhasil menghindari-nya dengan terbang kembali ke atas tetapi sihir Shinra mengenai daratan dan menimbulkan daya ledakan yang sangat dahsyat. Mereka kembali bertarung di atas udara.
Kali ini Shinra dapat mengenai tubuh Shira beberapa kali dengan melayangkan beberapa pukulan, dimulai dari wajah dan perut-nya. Serangan Shinra terlihat semakin agresif dan cepat, untungnya Shira dapat menahan semua serangan itu dengan ekspresi yang terlihat tenang karena ia harus bisa mempertahankan pertahanan-nya setiap saat.
__ADS_1
Shira terbang ke atas langit dan melihat Shinra yang melempar tombak cahaya api yang berjumlah ratusan ke arah-nya, ia berhasil membelah tombak itu menjadi dua dengan hanya menatap-nya saja, tetapi tombak lain-nya ia lebih memilih untuk menghindari-nya .
Tombak api itu meledak ketika Shira berhasil menghindarinya, ledakan yang menimbulkan asap hitam untuk menghalangi penglihatan Shira dan mengganggu kemampuan-nya dalam merasakan keberadaan seseorang. Ia langsung sadar ketika Shinra melayang di belakang-nya dengan ekspresi yang terlihat senang.
"Hah!?" Shira melirik ke belakang dan Shinra langsung menyambut-nya dengan tendangan dahsyat yang mengenai perut-nya, "Aaaaagggghhhhhhhhhh!!!!" Shira memuntahkan banyak sekali darah dan mata-nya sempat berubah menjadi putih sebelum-nya, tendangan itu mampu menghancurkan tulang dada-nya serta mengganggu organ yang ada di dalam tubuh-nya.
Shinra menutup mulut Shira lalu ia mencekik-nya dari belakang, ia terbang menuju daratan untuk menghantam ujung kepala-nya dengan daratan, "Ada apa, adik kecil!? Itu saja!?"
Baaammmm...!!!
Ujung kepala Shira terhantam dengan daratan, Shinra melepaskan-nya lalu melihat Shira yang kembali bangkit tetapi Shinra terus menyerang-nya dengan menghantam wajah-nya menggunakan dahi-nya sendiri. Shira hampir saja tidak bisa bangkit tetapi ia melihat Shinra yang meluncurkan Shiromura Eclipse-nya jadi ia segera melarikan diri.
Shinra mengejar Shira tetapi ia tiba-tiba hilang entah kemana, "Yang baru saja aku katakan sebelum-nya ternyata benar, kau memang memiliki cara bertarung yang unik, kakak." Shinra melebarkan mata-nya lalu ia melirik ke belakang dan melihat Shira yang berdiri di hadapan-nya.
'Tapi... kau tidak akan pernah bisa mengetahui cara bertarung-ku!!!" Shira berubah menjadi cahaya lalu ia berhasil menyerang Shinra dengan melayangkan serangan yang bertubi-tubi, Shinra benar-benar tidak mempercayai apa yang baru saja Shira lakukan karena ia dapat berubah menjadi cahaya lalu menyerang-nya.
Shira berubah kembali menjadi wujud Legenda-nya lalu ia menendang perut Shinra ke atas hingga ia melambung ke atas udara dan mengenai gunung, gunung itu retak dan Shinra terjatuh. Shira meluncurkan tiga bola cahaya ke arah Shinra hingga menimbulkan ledakan yang lumayan besar.
Shinra tiba-tiba muncul di depan Shira lalu ia menghantam wajah-nya hingga ia terlempar ke belakang tetapi Shira menyerang balik dengan menendang wajah-nya, ia melesat menuju arah Shinra yang terbang ke belakang lalu ia melihat diri-nya melepaskan sihir lain-nya tetapi sihir itu tiba-tiba ia hilangkan menggunakan cahaya yang ia ciptakan.
"Sepertinya kau telah menjadi Legenda yang layak dalam melarikan diri ya." Shinra mulai berhadapan dengan Shira.
"Mungkin saja kau membutuhkan cara bertarung yang baru."
"Sudah kuduga...!" Shinra terbang menuju daratan lalu ia mendarat di atas-nya dan melihat Shira yang mendarat di hadapan-nya.
Mereka berdua mulai bernafas berat karena lelah terus bertarung selama berjam-jam, "Aku benar-benar terkesan, kakak... sepertinya kita menjalani perang penting di dunia kita masing-masing hingga kita bisa terus bertambah kuat karena usaha yang kita lakukan."
"Tetapi aku masih belum mengetahui cara untuk mengalahkan-mu, walaupun aku mendapatkan semua kekuatan ini melalui usaha dan kerja keras-ku.... tetapi masih belum cukup untuk bisa melampaui diri-mu."
"Itu benar, aku mendorong batasan-ku sampai ujung yang tidak pernah ada batas-nya tapi kau lahir dengan kemampuan natural yang berbeda dengan diri-ku, kita mengalami sesuatu yang berbeda dan itulah pengaruh dari kekuatan yang kita miliki.
"Kakak, aku tidak mengerti... apa yang kau pikirkan dan bukti apa yang kau dapatkan dari Komi ketika kau mengatakan sesuatu tentang kehinaan sebelum-nya... lebih baik kau menghentikan semua ini, lebih baik kita menjalani hidup dari nol mulai dari sekarang, ayo... kita bisa bertambah kuat bersama."
"Ck... berani-beraninya kau mencoba untuk mengubah pikiran-ku, aku membiarkan Korrina melakukan hal ini kepada-ku agar aku bisa membalas dendam, agar aku bisa menghilangkan rasa belas kasihan yang selalu aku miliki di dalam diriku...!"
"Apakah kau percaya dengan apa yang kau katakan...?" Tanya Shira.
"Hrrgghhh!!! Tutup mulut-mu..."
__ADS_1
"...adik kecil!!!"