Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1063 - Terus Menahan Sampai Harapan Tiba


__ADS_3

"Sialan...! Aku masih memerlukan banyak sekali kekuatan untuk menghentikan Brimgard!" Seru Shira yang sudah mengumpulkan banyak sekali kekuatan di sekitarnya.


"Kau hanya perlu bersabar, aku akan membantu sebisa mungkin karena kau lah yang paling cocok untuk menggunakan Touriverse's Hope karena sudah menggunakan dengan baik tanpa kesalahan apapun."


Shira mengingat Arata memberi dirinya keselamatan untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya kekuatan agar ia bisa menggunakan Touriverse's Hope dengan kekuatan dan tenaga penuhnya.


Ia juga merasa khawatir kepada Arata yang mengalami banyak sekali penurun terhadap kekuatannya dimana ia sudah tidak bisa lagi menggunakan kekuatan tujuh dosa besar.


Ketika ia berada di dalam ambang kematian juga dirinya tidak akan selamat sepertinya biasa dimana Kuro mengambil alih hanya untuk mencoba menyelamatkan dirinya agar bisa melawan musuh kuat itu.


Jebakan yang Arata pasang tidak menahan Brimgard cukup lama karena ia langsung memeluk dadanya beberapa kali sampai melenyapkan semua api neraka dan rantai Greed itu.


Arata menoleh kepada Shira yang mencoba sebisa mungkin untuk mengumpulkan banyak sekali kekuatan, "Hati-hati, Arata... akan sangat disayangkan jika kau mati tanpa melihat akhir dari semua ini."


Arata mendengar peringat itu melalui telepati, ia hanya bisa tersenyum dengan rasa percaya diri bahwa ia hanya perlu menahan beberapa menit sampai Shira bisa mengumpulkan semua kekuatannya untuk melakukan Touriverse's Hope.


"Kau khawatirkan dirimu sendiri, Shira." Arata mulai memunculkan auranya lalu ia menjebak Haruki di dalam sebuah rantai dimana ia tidak akan diserang oleh siapapun ketika dirinya sedang pingsan.


Arata dan Brimgard melesat menuju arah satu sama lain lalu melancarkan serangan dengan waktu bersamaan sehingga terjadi benturan yang menghempas mereka berdua ke belakang.


Arata melepaskan Supernova emas yang berhasil ia tiru menuju arah Brimgard, serangan itu berhasil di tangkis oleh Brimgard lalu ia bisa melihat Arata melepaskan jutaan pedang yang mengarah dirinya.


"Tidak buruk... jika Arata dapat menahannya untuk beberapa menit maka aku bisa menggunakan kekuatan penuh yang sudah aku isi dengan baik." Shira melakukan sedikit pemanasan.


Arata menoleh ke belakang lalu ia dikeluarkan dengan Brimgard yang langsung menghantam puncak kepalanya sehingga ia terjatuh di atas tanah dengan ekspresi kesal, ia melihat kedua kaki Brimgard di hadapannya.


Tidak lama kemudian, Brimgard melancarkan satu tendangan yang mengenai wajah Arata sehingga ia terpental ke belakang lalu punggungnya menerima tendangan lain sehingga ia memuntahkan banyak darah segar.


Brimgard mencengkeram wajah Arata hanya untuk menghantam wajahnya menggunakan lututnya sehingga wajahnya langsung dilumuri dengan darahnya sendiri, "Kemana ketangguhan yang kau perlihatkan sejak itu...!?"


"Awalnya aku mengira bisa menghadapi Legenda yang memiliki kekuatan dari tujuh dosa besar itu...!" Brimgard membanting wajah Arata di atas tanah sehingga ia bisa merasakan kesakitan dahsyat.


Brimgard langsung menginjak kepalanya lagi lalu melompat ke belakang hanya untuk memperhatikan Arata, serangan tadi masih belum cukup karena ia berhasil bangkit sehingga menerima Legend's Boost lainnya.


"Lebih lama lagi... aku harus mengulurkan waktu sampai Shira berhasil mengakses kekuatan penuh dari Touriverse's Hope!" Arata melangkah menuju arah Brimgard selagi mengusap darah di mulutnya itu.


Brimgard mengangkat jarinya hanya untuk memberikan Arata sebuah kesempatan agar ia bisa menyerang dirinya, Arata mengeratkan kedua tinjunya lalu ia muncul di hadapan Brimgard dengan sebuah pukulan keras yang mengenai wajahnya.


Arata terus menghantam wajah Brimgard tanpa henti menggunakan tinjunya itu lalu ia menendang perutnya menggunakan sikutnya, setelah itu ia mencoba untuk melakukan serangan lain tetapi Brimgard berhasil menghindarinya.

__ADS_1


Brimgard menendang wajah Arata sampai ia terpental ke atas langit lalu perutnya juga terus menerima injak dari Brimgard menggunakan kedua kakinya sampai ia memuntahkan banyak sekali darah.


Arata terjatuh di atas tanah dengan tubuh yang dipenuhi darahnya sendiri, Brimgard mendarat di sebelah dirinya sampai ia masih mengharapkan ketangguhan yang besar dari dirinya.


Shira seketika merasakan perasaan tegang ketika Brimgard mengunci tatapannya kepada dirinya, "Gawat... aku belum sepenuhnya siap, dia juga tidak tahu aku saat ini sedang mengisi kekuatan penuhku."


Brimgard melayang sedikit demi sedikit karena ia mencurigai Shira yang mencoba untuk melakukan sesuatu aneh, "Apa yang kau rencanakan, Shiratori Shira? Kau menjadi temanmu sebagai tumbal yang tidak memiliki nilai apapun?"


"Oi...!"


"...aku akan berpikir dua kali untuk mengatakan hal seperti itu, Brimgard!" Arata mulai berdiri sedikit demi sedikit sehingga Shira dikejutkan dengan temannya yang masih bertahan sejauh ini.


"Ada apa...? Pergi secepat itu? Kau ingin melihat seseorang yang memiliki ketangguhan bukan...? Ketangguhan tidak selalu berkaitan dengan kekuatan atau pertarungan!"


Brimgard mendarat di atas tanah lalu ia menoleh ke belakang hanya untuk melihat Arata yang sedang mengepalkan kedua tinjunya itu, "Dia yang sudah bertahan melawan dirimu... itu adalah ketangguhan..."


"...dia yang bangkit dan tidak memperlihatkan pilihan untuk menyerah adalah ketangguhan yang sebenarnya!!!" Arata memunculkan banyak sekali pedang tiruan lalu ia melepaskannya menuju arah Brimgard.


Brimgard menghindari semua serangan itu lalu ia menghantam kepala Arata menggunakan sikutnya, setelah itu ia menghantam wajahnya menggunakan kedua tinju yang langsung dilanjutkan dengan serangan beruntun menggunakan empat kepalan tinjunya.


Arata telah menjadi samsak Brimgard yang baru tetapi ia masih bisa bertahan cukup lama, perutnya menerima satu tendangan dari Brimgard lalu wajahnya juga menerima pukulan lainnya menggunakan keempat tinjunya.


"Sebentar lagi... sudah dekat sekali, hanya membutuhkan beberapa waktu sampai aku bisa menghentikan dirinya menggunakan kekuatan dari Touriverse's Hope."


Brimgard menghantam dada Arata cukup dalam sampai ia menjerit kesakitan lalu terjatuh di atas tanah, tetapi kepalanya menerima cengkeraman sampai Brimgard mulai menyentuh wajah Arata menggunakan tapaknya.


Brimgard meluncurkan gelombang materi gelap sampai Arata terhempas ke belakang lalu tergeletak di atas tanah dengan tubuh dipenuhi luka dalam serta darah yang mengalir deras.


Brimgard melihat Arata yang sedang berbaring di atas tanah dengan kondisi melemah, ia awalnya ingin mengincar Shira lagi tetapi kedua matanya terbuka lebar ketika melihat Arata kembali bangkit dengan wajahnya yang dipenuhi darah itu.


"Aku... belum selesai, Brimgard! Ini adalah ketangguhan yang sebenarnya...!" Arata menyentuh daratan dengan kedua lengannya yang bergetar karena lemas, ia mencoba sebisa mungkin untuk tetap berdiri.


"Apakah kau mengira diriku tidak tangguh...? Aku tidak akan berguling dan mati hanya karena menerima serangan seperti itu!!!" Arata mengepalkan tinju kanannya selagi memasang ekspresi kesal.


"Aku adalah bangsa Legenda...!!!"


"Seorang mantan God Slayer!!!"


"Shimatsu... ARATAAAAA!!!" Arata muncul di belakang Brimgard lalu ia melancarkan sebuah tebasan pedang yang berhasil tertangkap oleh lengan tambahan yang dimiliki oleh Brimgard.

__ADS_1


Arata dan Brimgard mulai saling mendorong satu sama lain ketika pedang dan tinju itu terus berbenturan tanpa henti, ia memindahkan seluruh Lenergy itu ke dalam pedangnya untuk memperkuat daya tahannya.


Brimgard menendang dada Arata sampai ia memuntahkan darah segar lainnya yang mengenai wajah Brimgard, ia langsung mencekik lehernya agar dirinya bisa berhenti memberontak.


"UGGHHH...!!! ACCCKKK...!!!" Arata mulai kesulitan untuk bernafas karena lehernya sedikit demi sedikit mulai dicekik dengan cara yang kasar sampai ia sebisa mungkin mencoba untuk melepas cekikan itu.


"Arata...!" Shira melihat Arata yang tidak bisa melakukan perlawanan apapun ketika ia sudah menginjak batasannya.


Shira mencoba untuk membantu tetapi ia bisa mendengar suara Arata di dalam pikirannya untuk tetap melanjutkan apa yang sudah ia perbuat sejak awal agar kekuatan cukup untuk menghentikan Brimgard.


"Arata..."


Arata mencoba untuk melawan tetapi perutnya menerima pukulan lainnya dari Brimgard, "Tidurlah... lebih baik kau beristirahat dibandingkan mencoba sebisa mungkin untuk membuatku kagum."


Brimgard mencengkeram wajah Arata lalu ia menggunakan ketiga kepalan tinjunya untuk melancarkan serangan beruntun yang mengenai tubuhnya beberapa kali lalu ia membanting dirinya di atas tanah sampai terdengar banyak sekali suara tulang patah.


Brimgard menginjak dada Arata lalu pandangannya teralihkan kepada Shira dimana tubuhnya memancarkan cahaya yang begitu cerah sampai menyilaukan pandangan beberapa pasukan.


"Kau mengukur waktu terlalu lama...!" Brimgard melesat menuju arah Shira tetapi ia berhasil dihentikan oleh Arata yang mengikat kedua kakinya dengan rantai Greed.


Amarah Brimgard bergejolak tinggi ketika Arata terus mencoba untuk menghalangi jalannya, tidak ada pilihan lain selagi menarik rantai tersebut sehingga Arata tertarik menuju arah sirinya.


Brimgard mencekik leher Arata lalu ia membantingnya di atas tanah, dan melepaskan banyak sekali pukulan beruntun menggunakan keempat tinjunya demi bisa menghentikan Arata yang selalu mengganggu dirinya.


"Brimgard..." Arata mulai berbicara selagi menerima banyak sekali pukulan yang mengenai wajahnya terus menerus.


"...kau meremehkan harga diri seorang Legenda, kita akan terus berjuang..."


"...sampai titik dimana kita dapat mencapai tujuan itu."


"Legends..."


"...Never Dies..." Arata mengulurkan lengan kanannya ke atas lalu memberikan semua kepercayaan dan harapannya ke atas langit sampai Brimgard menoleh ke belakang lalu dikejutkan dengan bola emas berukuran lebih dari alam semesta di atas Shira.


 


"Apa...?!"


"Touriverse's Hope...!!!"

__ADS_1


__ADS_2