
Semakin lama semua Dewa yang berada di planet Lemia terus menerima tindakan yang sangat memalukan dari para pemberontak karena kekuatan mereka yang kembali seperti biasanya.
Demetrio melihat Marina yang sedang mengacungkan jempolnya kepada dirinya sampai ia mulai tersenyum serius karena waktunya sudah tiba dimana ia akan kembali mengunjungi tempat yang seharusnya ia tempati.
Mereka yang sedang fokus bertarung tiba-tiba merasakan keberadaan yang sangat menakutkan sampai menekan tubuh mereka, Koizumi juga sempat memasang tatapan kaget karena keberadaan ini cukup kuat sekali.
Shira bersama kedua temannya yang sedang memperhatikan dapat merasakannya juga bahwa tugas mereka masih jauh dari kata selesai, Demetrio menemukan jalan untuk kembali menuju inti masa yang asli.
"Sudah cukup... tidak ada lagi yang namanya pertarungan seperti ini." Koizumi merasakan reaksi waktu yang kuat di hadapannya sampai ia melihat celah dimensi yang terbuka lebar.
Demetrio bersama kandidat lainnya berjalan keluar dari dalam itu sehingga Koizumi memasang tatapan kaget karena mereka bisa mengetahui jalan pintas untuk pergi kembali menuju dunia asli itu.
"Apa yang...?! Kenapa kalian bisa bebas dari masa lalu...?! Bukannya kalian tidak memiliki sihir waktu!?" Tanya Koizumi dengan tatapan kesal, ia diam-diam mencoba untuk menyesuaikan tekanan yang dilepaskan oleh Demetrio.
"Hahhhh... sebelum itu, biarkan aku menghirup udara segar... ya, itu benar... banyak sekali kepercayaan terhadap tanah yang memberikan diriku kekuatan!"
"Kekuatan yang sudah tersimpan lama sekali sampai tersegel karena ulah bangsa Legenda munafik yang tidak mengerti tentang kekuatan kepercayaan terhadap Dewa!!!"
Demetrio memunculkan aura coklat yang sangat besar sampai mengejutkan Koizumi bersama yang lainnya, tubuh mereka mendadak tidak bisa bergerak karena menerima lapisan God Lenergy yang dilepaskan olehnya.
"Semuanya... terus mengalir luas ke dalam tubuhku sampai rasanya aku kembali bugar, bayangkan saja kau bangun pada lagi hari dengan sinar matahari yang menyambut dirimu!" Demetrio menatap kedua tapaknya.
Melihat Demetrio yang kembali pulang membuat mereka semua berhenti merasuki pengikut itu karena para Kandidat mulai melakukan ritual untuk melepaskan semua Dewa dari Realm mereka masing-masing.
"Hentikan sekarang juga, Demetrio...!!? Tidak ada gunanya kau kembali dengan sesuatu yang kau rebut dari masa lalu!" Hinoka melesat maju ke depan tetapi pergerakannya sangat lambat.
"Percuma saja melawan... tubuhku ini sudah sesempurna dengan yang aku alami sejak itu, mungkin karena pengikutku sudah banyak sekarang sampai memberikan diriku kebugaran yang hebat!"
"Untung saja Grimoire of Water memiliki sihir pembukaan celah portal yang dapat membawa kami menuju Realm of Time, di situlah kami menggunakan kristal waktu untuk membuka celah menuju masa asli ini."
Mereka memasang tatapan kaget, mendengar Demetrio mempermainkan waktu dengan waktu lagi membuat Koizumi kesal sampai ia menggunakan Greed untuk maju ke depan tetapi Beval langsung menahan dirinya.
"Maaf, Koizumi. Aku tidak begitu tertarik berurusan denganmu... yang menarik perhatianku hanyalah satu orang, gadis bertubuh seperti anak kecil dengan ekor serta telinga kucing itu..."
"...dimana dia?" Tanya Demetrio sehingga ia melihat mereka semua tidak menjawab karena semuanya mulai melawan.
"Habisi mereka jika bisa." Perintah Demetrio yang mulai mundur ke belakang lalu merebut Grimoire itu untuk membacakan mantra yang dapat memasukkan buku tersebut ke dalam dirinya.
"Dengan menggunakan tanah beserta planetnya... aku ingin menjadi tanah yang terus menyatu dengan planet itu agar dapat menikmati perasaan baru..."
"...yaitu menyatu dengan tanah dan berbagai macam hal yang berkaitan dengan tanah!" Seru Demetrio sampai menyebabkan guncangan besar di dalam daratan yang mengejutkan mereka semua.
Grimoire itu mulai berputar di belakang Demetrio sampai merasuki tubuhnya, para pemberontak itu tidak bisa melakukan apapun kecuali melawan para kandidat dengan tekanan yang berat itu.
"Dengan ini aku bisa menjatuhkan banyak hukuman untuk mereka yang tidak mau mengikuti kepercayaan terhadap para Dewa!" Demetrio mulai melebarkan kedua lengannya sampai enam Grimoire elemen itu bersinar di belakangnya.
__ADS_1
Jarak Hinoka dengan Demetrio sangat jauh sampai tidak bisa menggunakan sihir realitas yang dapat meledakkan Grimoire itu untuk sementara, pergerakannya terasa lambat karena God Lenergy dan aura yang dilepaskan oleh Demetrio.
Koizumi sudah mencoba lompatan dan penghentian waktu tetapi ia tidak bisa mendekati Demetrio karena semakin ia mendekat maka God Lenergy yang terima berjumlah tak terbatas sampai tubuh dan sihir Greed itu belum menyesuaikannya.
"Dengan ini... semua Dewa yang tidak bisa keluar dari Realm dan Kamitouri akhirnya bebas... tetapi tujuanku sebenarnya bukan itu karena aku dapat memanfaatkan para Dewa elemen yang masih baru..."
"...baru atas pengangkatan mereka menjadi Dewa agung elemen itu sendiri, hanya saja aku tidak bisa memandang Erion... mungkin dia lebih tertarik dengan Koizumi." Batin Demetrio.
"Membagi kepercayaan... rasanya kekuatanku tidak akan cukup untuk menjanjikan kedamaian untuk seluruh penduduk yang mempercayai tanah dan Dewa Demetrio seperti diriku."
"Memanfaatkan mereka adalah hal yang baik, sekarang aku bisa melakukan beberapa percobaan dengan tubuh baru ini serta kekuatan yang bisa aku jadikan sebagai hadiah untuk kebangkitan mereka!"
"Burst Open!" Demetrio melepaskan aura yang sangat besar sampai mementalkan mereka semua, tidak lama kemudian langit-langit mulai menunjukkan beberapa celah dimensi yang terbuka.
Setiap celah itu memiliki warna yang melambangkan setiap sihir elemen, semuanya bermunculan di planet Lemia yang dijadikan sebagai tempat kekuasaan mereka yang pertama.
"Brengsek... dia... dia berhasil melakukannya..." Kata Konomi yang melihat tujuh celah terbuka sampai Demetrio mulai mengangkat jarinya ke atas langit untuk memperbesar planet Lemia.
Setiap celah itu terbuka lebar sampai mengeluarkan setiap Dewa agung yang sudah lama menunggu atas kebebasan mereka semua satu per satu, semuanya mendarat di sebelah Demetrio.
Hal pertama yang mereka lakukan adalah sedikit pemanasan selagi menatap para pemberontak dan Mecha-Neko yang terus melanjutkan pertarungan mereka untuk menghentikan semua Legenda fanatik.
"Selamat datang kembali, para Dewa!" Kata Demetrio yang mulai menyambut mereka, semua kandidat langsung berlutut di hadapan dewa mereka masing-masing ditambah dengan Saint yang masih hidup.
Semakin banyak God Lenergy yang mereka lepaskan maka semakin cepat proses penerimaan God Lenergy itu melalui sihir Greednya, ketika ia berhasil membiasakannya maka ia akan memberikannya kepada teman-temannya.
"Aku tidak menyangka akan muncul hari dimana tujuh Dewa elemen berkumpul... sungguh melegakan~ kecantikanku juga masih belum berubah!" Seru Dallas yang terlihat bersemangat.
"Koizumi, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Ako.
"Sudah jelas bukan...? Masalah apapun itu solusinya adalah pertarungan, lagi pula Dewa seperti mereka... aku sudah menunggunya..."
"...menjebak mereka tidak akan memberikan diriku kepuasan yang aku inginkan, sekarang aku dapat membunuh dan memenggal kepala mereka semua untuk diberikan kepada Kakekku."
Semua Dewa dan Dewi itu menerima banyak kekuatan dari jumlah kepercayaan terhadap mereka masing-masing, dengan ini Kebangkitan para Dewa akhirnya sudah terlaksanakan dengan baik.
"Sekarang pemberontak... apakah kalian siap untuk menerima hukum kami semua...?! Tindakan yang kau lakukan sudah jauh dari kata wajar dalam pengampunan kami!" Seru Ignatius.
Koizumi berhasil menyesuaikan tubuhnya dengan sekitarnya berkat bantuan dari Greed, ia mulai memberikannya kepada seluruh temannya secara diam-diam termasuk dengan Mecha-Neko itu.
"Sebelum itu, aku ingin menyatukan Realm of Earth dengan planet Lemia agar aku bisa melakukan sedikit pemanasan sebelum melawan Shinobu!"
"Setelah memberikan hukum yang besar kepada Shinobu Koneko maka selanjutnya adalah Shiratori Shira...!" Demetrio memunculkan batu yang berputar di tapaknya.
"Aku bisa mengalahkan semua keturunan Shiratori sekarang demi memenangkan tantangan yang diberikan oleh Shinji..."
__ADS_1
"...apakah kau melihatnya sekarang, Shinji?! Aku telah menjadi Dewa tanah yang dipercaya oleh semua ras sampai menerima kekuatan sehebat ini!"
"Kau tidak akan aku biarkan begitu saja, Demetrio!!!" Koizumi melesat maju menuju arahnya tetapi wajahnya menerima satu pukulan dengan kandungan angin di dalamnya.
Koizumi terpental ke atas langit lalu melihat Erion yang mengejar dirinya, "Lawanmu adalah aku, Koizumi... sekarang tidak ada lagi yang namanya penahan untuk tubuh hebat ini!"
Hinoka mencoba untuk menghentikan Demetrio tetapi ia dihentikan oleh Ignatius yang mengeluarkan sebuah lahar untuk menarik Hinoka ke dalam inti dari planet Lemia.
Ako dan Konomi juga menerima halangan yang sama dimana mereka langsung di lempar ke wilayah yang berbeda oleh Dewi Dallas dan Dewa Asper untuk membalas perbuatan memalukan yang mereka lakukan.
"Hmph... dengan ini aku bisa melakukannya sekarang...!" Demetrio memasang tatapan puas.
"Satukan dimensi tanah dengan Yuusuatouri...!!! Burst Open and Mix...!!!" Demetrio menghancurkan batu yang melayang di tapaknya, baru itu bisa dibilang inti dunia dari Realm of Earth.
Alam semesta Yuusuatouri langsung berguncang dahsyat karena dimensi tanah mulai menyatu dengan semesta itu, Demetrio melihat ke atas langit yang berubah menjadi coklat sehingga Realm of Earth telah resmi bergabung.
Letaknya berada di planet Lemia, dan untungnya sangat jauh dari planet Legenia dimana Shira bersama yang lainnya hanya bisa memperhatikan seberapa mampu kelima pemberontak itu dapat menanganinya.
Penyebaran Realm of Earth itu bisa dibilang sebanyak 25% ke sebelah kanan sedangkan sisinya tidak menerima gabungan itu, tetapi Demetrio tetap menerima banyak peningkatan sampai ia siap melawan pemanasan apapun.
"Aku juga ingin melakukan hal yang sama denganmu, Demetrio... hanya saja tubuhku tidak bisa menampung kekuatan Grimoire itu dalam waktu yang lama."
"Itulah kenapa kau harus bertarung seperti mereka semua, wajar saja untuk Dewa agung yang baru terangkat... tidak sepertiku yang sudah ratusan tahun lamanya."
"Sebelum itu, masih banyak penduduk yang berani-beraninya memberontak karena tidak mau menerima ajakan kepercayaan Dewa Demetrio." Demetrio mulai memfokuskan semua God Lenergy itu ke dalam tapak kirinya.
"Barak, apakah kamu mengingat zaman yang dulunya sangat kuno dimana kita hanya bisa melihat batu...?"
"Zaman batu ya..."
"Itu benar sekali... mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk menahan God Lenergy akan menerima sebuah hukuman besar yang menakut-nakuti mereka..." Demetrio mengangkat lengan kirinya ke atas.
"...aku akan mengubah semua penduduk Touriverse menjadi baru, hanya orang yang tangguh dan berpotensi besar dapat menahan hukuman ini!"
"Jika mereka tetap melawan dan memberontak maka semua pengikutku bisa menyelesaikannya!!!"
"Cursed of The Stone!" Demetrio mengepalkan tinju kirinya sampai melepaskan aura coklat yang menyebar di seluruh Touriverse lalu mengubah penduduk yang lemah menjadi batu.
Demetrio hanya mengubah penduduknya saja, itu artinya planet dan alam semesta tidak akan terpengaruh dengan kutukan itu karena ia hanya ingin menakuti seluruh penduduk Touriverse.
Hanya yang kuat dan bisa menahan God Lenergy bertahan dari kutukan batu itu, semuanya berjalan lancar sesuai dengan yang ia inginkan sampai ia tersenyum puas.
"Itu adalah peringatan yang pertama..."
"...apakah kalian masih tetap ingin memberontak dan tidak menjaminkan keselamatan kepada Dewa sepertiku...?"
__ADS_1