Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 996 - Perpustakaan


__ADS_3

Korrina menumbuhkan kembali lengannya lalu ia menarik keluar katananya untuk melakukan sebuah perlawanan kepada Dewa yang memegang Kountraverse.


"Legenda bertambah kuat berdasarkan pengalaman yang mereka rasakan bukan...?"


"Jika kau berasal dari Touriverse sampai mengetahui jelas seluruh informasi yang berada di Kountraverse maka aku bisa menebak dirimu memang Dewi Touriverse---"


Dewa tersebut menahan serangan yang sudah dilancarkan Korrina menggunakan katananya itu, Dewa tersebut dapat melihat ekspresinya yang begitu kesal ketika dianggap sebagai Dewi.


"Jangan seenaknya menyamakan diriku sebagai seorang Dewi... aku hanya sekedar Mortal biasa yang mencoba untuk menghentikan Ragnarok." Korrina menendang perut Dewa tersebut sampai ia terdorong ke belakang.


Korrina mencoba untuk mengangkat katananya agar bisa menghancurkan Kountraverse secepat mungkin tetapi Dewa itu langsung menjentikkan jarinya untuk menahan serangannya agar tidak melibatkan Kountraverse.


Tetapi apa yang Korrina lakukan sebenarnya hanya untuk membuat dirinya lengah, ia langsung maju ke depan hanya untuk melancarkan satu serangan yang berhasil menebas leher Dewa tersebut.


Lehernya kembali terbentuk oleh materi gelap, "Apakah kamu melupakan tentang diriku yang memiliki kekuatan berdasarkan materi gelap?"


"Tidak, aku mengingatnya jelas ketika kita pertama kali bertemu." Korrina dan Dewa tersebut melancarkan serangan secara bersamaan sehingga senjata mereka saling beradu.


Satu serangan dahsyat melempar mereka berdua ke belakang, Korrina bisa merasakan serangan Dewa tersebut datang dari sebelahnya.


Korrina melompat ke atas lalu melihat Dewa itu sudah melancarkan dua pisau yang melepaskan gelombang materi gelap kecil di sekitarnya yang dapat menghapus apapun.


Dewa tersebut melompat ke atas lalu menggabungkan kedua pisaunya menjadi tombak yang ia putarkan sampai melancarkan tebasan gelombang materi gelap yang berhasil Korrina tahan menggunakan perlindungan dari cahaya surga.


"Tidak buruk... bangsa Legenda memang tidak akan pernah berubah dari sejarah aslinya." Pergerakan Dewa itu sangat cepat sampai ia berhasil menusuk dada Korrina sampai menembus punggungnya.


"Apakah kau tidak mengingatnya...?" Tanya Korrina yang langsung membakar tangan Dewa tersebut.


Dewa itu melompat ke belakang lalu menghilang semua api surga itu menggunakan materi gelap, ia baru saja mengingat bahwa terdapat jenis Legenda yang tetap bisa bertahan dan akan hidup selama esensi kehidupan asli mereka belum hancur.


"Ternyata menghancurkan jantung dan organ tubuh masih belum cukup untuk seorang Ancient Legend ya...?"


"Begitulah... aku lahir di era kuno dimana diriku bisa dibilang Legenda berjenis Ancient, itu artinya serangan fatal apapun kepada tubuhku masih belum cukup untuk membunuh diriku."


Korrina menghela nafasnya pelan lalu tubuhnya menjadi beberapa bagian karena ia menggunakan kemampuan ilusi yang mulai menyebar sampai mengelilingi Dewa tersebut yang langsung memunculkan gumpalan materi gelap di tapak kanannya.


"Jika kau ingin bertarung dengan jumlah yang banyak maka aku bisa melakukan hal yang sama..." Dewa itu menggunakan materi gelap untuk menciptakan dirinya sendiri yang diperbanyak seperti ilusi milik Korrina.


"Korrina Comi, aku harap kau dapat menunjukkan potensi yang kau perlihatkan sejak Ragnarok."


"Brimgard, aku tidak mengerti." Korrina memanggil Dewa itu dengan namanya.


"Apa yang kau tidak mengerti?"

__ADS_1


"Dengan menjalankan Ragnarok itu sendiri, apakah kau yakin bisa menghentikan takdir itu...?"


"Yang kau maksud adalah Endless Cycle ya...? Karena kau menjelaskan padaku sebelumnya dirimu berhasil masuk ke dalam wilayah lebih atas dibandingkan layer dan singularitas maka aku yakin..."


"...kau memang sudah memasuki wilayah dimana takdir sudah disusun untuk semua dunia bukan? Semuanya terlibat kepada batu tersebut, mengabaikan apapun yang mencoba untuk menyerangnya."


"Apakah dengan memenangkan Ragnarok... kau pikir bisa menahan semua masalah yang akan bermunculan di Touriverse?" Tanya Korrina.


"Jangan memberikan diriku pertanyaan itu, apakah kau saja yang dapat merasakan konflik tersebut?"


"Kountraverse berada di situasi yang cukup aman karena aku langsung menghentikannya dengan cepat, berbeda dengan dirimu yang berkeliaran di layer ini."


"Apakah kau membiarkan masalah di Touriverse untuk terus membesar?"


"Ya, bagian itulah aku tidak begitu mengerti... untuk apa aku mencoba untuk mencegahnya jika masalah akan terus muncul karena tulisan Endless Cycle itu."


"Aku tidak membutuhkan alasan apapun tentang Ragnarok... maupun itu Endless Cycle, aku hanya ingin menginjak layer Touriverse serta membagi semua Legenda yang tinggal di dalamnya dengan Kountraverse."


"Kami semua melakukan hal yang sama... merasakan masalah, tetapi pada akhirnya semua itu bisa diselesaikan dengan kesatuan tertentu." Semua Brimgard yang terbuat dari materi gelap melompat ke atas.


Semua ilusi Korrina mulai melawannya sampai kedua tubuh yang asli saling berhadapan dengan ekspresi serius, "Kau tidak ingin mengakhirinya?"


"Aku memiliki pilihan apa selain bertarung dan bertahan?" Tanya Brimgard yang langsung memutuskan kembali tombaknya menjadi pisau.


"Kalau begitu, aku juga tidak ingin membiarkan dirimu menginjak Touriverse... karena duniaku akan mengalami transenden di luar layer semua ini!"


"...berikan aku sedikit hiburan tentang kemampuanmu itu." Brimgard langsung melesat menuju arah Korrina.


"Ya, aku akan menunjukkannya sekarang juga...! Kekuatan bangsa Legenda dari Touriverse!!!" Korrina melesat maju menuju arah Brimgard untuk melawan dirinya agar bisa mencegah Ragnarok.


Jika menghentikan seekor Eldritch yang memberikan kebebasan kepada seluruh dunia maka ia hanya perlu membasmi Dewa yang memegang Kountraverse lalu menghapus isinya tanpa sisa.


Di saat itulah Dewi penghakiman kemungkinan tidak akan mengadakan Ragnarok karena layar yang berada di bawah Kountraverse hanya sekedar fiksi belaka bagi mereka yang mudah untuk dilawan.


***


"Ini, ini, dan ini." Shinobu menekan beberapa tombol sampai tabung di depannya mulai memancarkan cahaya emas karena Eldritch di dalamnya baru saja menerima kekuatan darinya.


Eldritch tersebut langsung bergerak layaknya seperti cumi-cumi, ukurannya yang begitu kecil mulai menggerakkan tentakelnya ke depan sampai Shinobu tersenyum lalu menyentuh kaca tersebut menggunakan jari kecilnya.


"Hubungan Anda bersama Eldritch ini sepertinya sudah menumbuh cukup pesat, mungkin dirinya memang tidak menerima rasa keberatan apapun dari Anda." Cyber mulai berbicara.


"Begitulah, mungkin aku hanya perlu memberikan dirinya makanan yang selalu ia suka." Shinobu memunculkan daging Manusia busuk di dalam dunia gaib.

__ADS_1


Semua daging Manusia busuk itu hanya perlu dimasukkan ke dalam lubang tabung khusus makanan sampai Eldritch itu memakannya dengan senang hati serta mempercayai Shinobu.


"Aku sudah mengunjungi berbagai macam tempat, tetapi tidak ada satu pun buku yang memperlihatkan Eldritch berjenis seperti ini..."


"...rata-rata Eldritch di Zuutouri tidak bisa melakukan apapun sehebat yang dilakukan oleh Eldritch ini, konsep apapun yang dapat dikendalikan..."


"...itu cukup hebat juga sampai Koneko sekarang sudah belajar dari cumi-cumi ini." Shinobu mengetuk kaca tabung itu hanya untuk bermain dengan Eldritch kecil di dalamnya yang terus berenang di sekeliling tabung tersebut.


"Imut sekali~ terima kasih ya, cumi-cumi. Berkat dirimu aku sekarang bisa membantu bangsaku untuk kenal dengan pengubahan konsep yang kau lakukan."


"Anda ternyata melakukannya?" Tanya Cyber.


"Iya... The Mind membantu Koneko untuk beradaptasi, hanya perlu mengingat masalah yang pernah dihadapi berdasarkan pengalaman maka aku hanya perlu berlatih dalam pikiranku tanpa henti."


"Begitu ya..."


"Apakah sudah saatnya untuk beristirahat, putri kecil? Kamu bisa melakukan latihan lainnya di dalam tidurmu dan tentunya pikiranmu yang menghasilkan banyak sekali mimpi."


Shinobu melirik ke sebelah kanan hanya untuk melihat jam dinding yang menunjukkan pukul empat pagi, mungkin beristirahat sebentar akan memberi dirinya semangat besar untuk mempelajari Eldritch itu.


"Baiklah." Shinobu mengangguk lalu ia melangkah pergi meninggalkan ruangan tes dan tidak lupa untuk melambaikan tangannya kepada Eldritch tersebut yang ikut tidur juga.


"... ..." Ketika Shinobu mencoba untuk melewati tangga di hadapannya, entah kenapa ia bisa merasakan sesuatu yang tidak begitu enak di dalam hatinya.


Tubuhnya juga sempat merinding sampai pikirannya terasa ringan akan sesuatu, ia langsung bergegas menuju kamarnya hanya untuk beristirahat sebentar yaitu tidur dengan tenang dan damai.


Shinobu memeluk gulingnya lalu ia perlahan-lahan memejamkan kedua matanya sampai alam sadarnya terasa seperti tertarik oleh sesuatu tetapi ia tidak menyadarinya sama sekali.


Tidak lama kemudian, ia membuka kedua matanya hanya untuk melihat air terjun berwarna putih yang mengalir cukup tenang sampa Shinobu sadar bahwa dirinya berada di suatu wilayah yang begitu aneh.


Keanehan yang ia anggap sebagai sesuatu tidak asing karena ruangan itu terasa seperti hutan emas tetapi yang sebenarnya ia lihat adalah perpustakaan dengan banyak sekali pajangan seperti hutan.


"Ini pertama kalinya Koneko melihat mimpi seperti ini, tetapi kenapa rasanya tidak begitu asing ketika melihatnya ya." Shinobu melangkah ke depan sampai setiap langkahan menciptakan sebuah tulisan kuno.


"Ehh...?" Shinobu melihat ke lantai yang terus berubah-ubah menjadi daun emas serta lantai emas biasa sampai tulisan yang ia lihat mengatakan [Knowledge].


"Huh...?" Sekali lagi Shinobu melangkah maka tulisan itu langsung berubah menjadi informasi seketika sampai tubuhnya berpindah menuju pohon emas besar di belakangnya.


Shinobu terjatuh di sebelah pohon emas yang begitu besar, pandangannya dapat melihat banyak sekali rak buku yang tertata rapi sampai ia langsung tersenyum polos.


"Hehehe~ buku... Koneko suka buku... aku suka belajar." Shinobu terlihat begitu senang dengan mimpi yang lumayan aneh dan menyenangkan ini karena ia dapat melihat banyak sekali buku.


Lengan kanan Shinobu langsung menyentuh tumpukkan bunga berwarna merah dan hitam, terlihat seperti buku yang terkutuk tetapi ia langsung buku tersebut adalah ilmu pengetahuan yang ia butuhkan.

__ADS_1


"Ahh...! Buku tentang Eldritch yang belum aku lihat." Shinobu mengambil satu buku itu lalu ia membukanya sampai tulisan yang dirinya lihat terlihat sangat kuno seperti berasal dari zaman pertama dimana Zangges menciptakan para Eldritch itu.


"Tempat ini hebat sekali~!"


__ADS_2