
"Jangan bercanda, Bu Korrina... Kau pasti bercanda seperti biasanya bukan!? Keturunan Comi saat ini di hormati oleh semua orang karena Co. Corp itu, kalian terkenal dan hidup layaknya seperti orang kaya..."
Shuan mulai mengatakan sesuatu yang terdengar seperti fakta tetapi Korrina hanya bisa diam, hanya mengangguk dan mencoba untuk menunjukkan ekspresi sedihnya.
"Masih banyak misteri yang kau belum ketahu bahkan Kou sendiri juga tidak tahu, bersamaan dengan kedua saudaranya itu." Korrina menarik nafas dalam-dalam lalu menghembusnya pelan.
Shuan dikejutkan dengan mulutnya yang tidak mau mengeluarkan sebuah perkataan tentang topik yang Korrina bicarakan sebelumnya, sudah saatnya membahas yang lain.
Walaupun Shuan mencoba untuk melupakannya, rasa ingin melindungi Kou meningkat semakin atas sehingga ia mulai menatap Korrina lalu menunjukkan tekad yang besar di dalamnya.
"Bu Korrina, biarkan aku menikahi Kou Comi agar aku bisa menjaga dan mengawasi dirinya dari dekat." Shuan bersujud kepada Korrina, membuat dirinya tersenyum bangga lalu mengusap kepalanya.
"Kamu kucing yang baik ya... Yosh, yosh, ini aku kasih usapan dan Whiskas." Korrina tersenyum, membuat ekor Shuan bergerak cepat sehingga ia memberi satu Whiskas kepada Shuan.
"Ini pertama kalinya aku berbicara dekat dengan seorang Neko Legenda laki-laki, spesies yang sangat langka akhir-akhir ini." Korrina kembali bangkit.
Shuan melihat Korrina berjalan pergi dan tubuhnya tiba-tiba tertarik sampai mengikuti Korrina dari belakang untuk mengunjungi sebuah tempat yang begitu luas, dipenuhi dengan air terjun susu serta awan emas.
"Kau akan membawaku kemana...?"
"Shuan, sebelum waktu habis, aku ingin membicarakan sesuatu tentang Neko Legenda kepadamu."
Perkataan Korrina langsung menarik perhatian Shuan yang tidak pernah mengetahui cerita sebenarnya dari ras Neko Legenda, Megumi tidak pernah menceritakan cerita yang menarik dari ras itu.
Namun, Shuan merasa sangat yakin kepada Korrina bahwa ia dapat menceritakan sesuatu yang menarik karena dirinya sendiri sudah tinggal selama 900 juta tahun lamanya.
"Aku ingin membicarakan soal rasmu sendiri... Soal laki-laki dari ras Neko Legenda yang sangat langka, kau tahu." Korrina berhenti di hadapan sebuah pintu emas.
Pintu tersebut mulai terbuka lebar, menyedot Shuan masuk sehingga ia berdiri tegak di atas awas emas yang begitu tinggi, pemandangan yang ia lihat adalah rumput-rumput subur.
Bukan hanya rumput yang ia lihat melainkan hutan emas, terlihat begitu indah dan suci bahkan ia sampai melihat banyak sekali Neko Legenda yang sedang bersantai dan bersenang-senang.
"Mereka semua Neko Legenda...?"
"Sudah aku bilang sejak awal, Shuan, semua yang kau lihat dan rasakan adalah surga. Kita berada di dalam surga dan hanya beberapa arwah tinggal di surga..."
"...arwah tertentu yang akan menjadikan surga sebagai tempat terakhir mereka, semua Neko Legenda berhak mendapatkan surga karena diperlakukan sangat buruk dan rendah sejak itu."
Korrina menghela nafasnya, merasa sedih karena beberapa Legenda terutama dulu masih terdapat raja Legenda sangat membenci ras gagal seperti Neko Legenda.
__ADS_1
Bagi mereka, Neko Legenda itu seperti Legenda gagal yang dipenuhi dengan kerendahan karena terlihat seperti kucing jadi-jadian atau kucing berubah manusia, bisa di bilang mereka juga sangat berbahaya.
"Zaman kuno, banyak sekali Neko Legenda hidup dengan damai sejak itu..."
"...semuanya berubah ketika bangsa Legenda menganggap Neko Legenda sebagai kegagalan, sebagiannya juga takut dengan ras seperti mereka ketika kehilangan kendali."
"Neko Legenda itu memang berbahaya karena amarah yang tidak bisa dikontrol, bukan hanya itu saja tetapi mereka tidak pantas untuk bangsa Legenda."
"Ras yang juga dibenci oleh ras asing lainnya sampai dulu, terjadi sebuah pembantaian terhadap semua Neko Legenda, membuat salah satu dari mereka sampai trauma dan ketakutan."
Shuan terkejut ketika mendengarnya karena ia bisa melihat kubus besar di hadapannya yang menunjukkan pembantaian dari bangsa Neko Legenda.
Sebagian dari mereka sampai di culik, semua pria Neko Legenda mengalami siksaan yang sangat pedih dengan cara yang berbeda-beda sedangkan gadis Neko Legenda sampai di jadikan sebagai alat pemuas sampai mati.
Pemuas nafsu ditambahi dengan siksaan yang mengerikan, Shuan tidak tahan melihatnya bahkan perutnya mulai merasa mual sehingga Korrina sendiri tidak tahan juga.
"Aku masih kecil sejak itu, aku tidak tahu kenapa bangsa Legenda membenci bangsa yang sama, semua itu sederajat dan Neko Legenda itu tidak ada bedanya dengan kita." Korrina menghilangkan kubus itu.
"Intinya kau harus bisa bersyukur untuk tinggal di tempat ini, sebenarnya masih terdapat beberapa Neko Legenda yang masih hidup..."
"...karena sejarah mengerikan yang terjadi dulu, mereka tinggal di tempat begitu terpencil dan aman, menjauh dari semua bangsa Legenda."
"Kepercayaan mereka sudah di sia-siakan beberapa kali dan mereka hanya bisa mempercayai bangsa yang sama yaitu bangsa Neko Legenda."
"Di Yuusuatouri, hanya tersisa sekitar ratusan Neko Legenda, jika bangsa Legenda mengetahui tempat rahasia mereka maka itu sama artinya dengan akhir bagi bangsa Neko Legenda."
"Kau beruntung karena banyak Legenda mengenal Shira menikah dengan seorang Neko Legenda jadi kau, Minami, dan Megumi di anggap sebagai Neko Legenda layak yang tidak di anggap rendah sama sekali."
Shuan merasa kesal sendiri ketika mendengarnya, ternyata selama ini terdapat beberapa Legenda yang bersikap kejam dan dingin kepada bangsa yang sama.
"Padahal kita semua sama derajat tetapi bagi pandangan mereka, Neko Legenda itu buruk... Sungguh mengesalkan." Shuan mengepalkan kedua tinjunya dan Korrina mulai mengelus kepalanya.
"Aku sudah beberapa kali mencoba untuk membantu bangsa Legenda tetapi mereka menolaknya, jadi aku meminta Tech untuk mengawasi tempat tinggal terakhir mereka."
"Ehh...? Tech?"
"Ya, mungkin Kou juga akan tahu jika kau membicarakannya nanti. Aku memberitahu dirimu soal ini karena aku harap setelah turnamen berakhir, kau mau mengajak Kou ke tempat asalmu."
"Karena mungkin, di masa depan nanti, akan ada Neko Legenda yang memiliki keturunan Shiratori dan Comi." Korrina menatap ke atas langit dan senyuman yang dipenuhi rasa bangga.
__ADS_1
Shuan tercengang ketika mendengarnya, perkataan itu terdengar seperti Korrina yang menginjak dirinya untuk menikah dengan Kou.
"Bu Korrina... Apakah benar...?! Aku boleh!?"
"Tentu saja, hanya dirimu yang bisa aku percayai untuk menjaga Kou, aku juga menginginkan dirimu bersama Kou untuk hidup damai serta membuat keturunan Neko Legenda."
"Dengan syarat, hanya satu saja dan jangan melakukan apapun yang berkaitan dengan hal dewasa sebelum kalian menikah..." Korrina menatap tajam Shuan, membuat dirinya terkekeh pelan.
"Membutuhkan proses sampai Heaven memberkati Kou dengan seorang anak yang sehat, aku ingin kau menikahi dirinya dan mengunjungi tempat tinggal Neko Legenda."
Korrina tersenyum, membicarakan soal Neko Legenda kepada Shuan sudah cukup melegakan karena akan sangat sia-sia jika Neko Legenda punah.
Korrina memunculkan sebuah cincin Crimson di atas tapak tangannya lalu ia menunjukkan kepada Shuan.
"Aku sudah merestui dirimu untuk menikahi Kou, dengan syarat tadi yang aku katakan sejak berhadap langsung denganmu, Shuan."
"Apapun yang terjadi, tetaplah menjadi harapan dan motivasi untuk Korrina. Walaupun aku melahirkannya tidak normal, setidaknya dia bisa membuat dirimu jatuh cinta."
Korrina tersenyum ikhlas karena merasa senang bahwa Kou bukan lah sebuah kegagalan melainkan harapan untuk Shuan sendiri, Shuan terlihat senang dan kesal karena pembantaian Neko Legenda itu.
"Sudahlah, kau tidak perlu merasa kesal lagi. Masih ada waktu untuk memperbaikinya dengan Kou." Korrina memberikan cincin itu kepada Shuan sehingga ia mengangguk.
"Dengan mendapatkan cincin ini darimu, Korrina. Aku merasa yakin bahwa kau sudah memilih diriku dan tidak akan pernah lagi menyesal." Shuan memegang erat cincin itu, mencoba untuk menjaga Kou dan mengubah takdir seluruh bangsa Legenda.
"Aku tidak pernah menyesali pilihanku sendiri soal memilih pendamping atau jodoh..." Korrina terkekeh lalu mengusap kepala Shuan.
"Aku menantikan satu keturunan yang keras kepala dan egois. Keras kepala dalam menolak untuk menyerah dan egois dalam melakukan sesuatu sendirian..."
"...itulah keturunan dari Shiratori dan Comi." Korrina tersenyum penuh dengan rasa semangat karena menantikan harapan yaitu Neko Legenda dengan keturunan Shiratori dan Comi.
"Apakah kamu akan pulang sebentar lagi? Kou menantikan dirimu ketika turnamen di mulai, lebih baiknya lagi jika kau bisa melihat pernikahan kami dan kelahiran anak kami." Shuan tersenyum.
Korrina terdiam seketika, menundukkan kepalanya selagi menunjukkan ekspresi yang suram sampai membuat Shuan tercengang dan diserang oleh rasa takut.
Firasatnya mendadak buruk seketika ekspresi Korrina berubah drastis seperti itu, kemungkinan besar ia memang tidak bisa pulang dalam perjalanan panjang itu.
"Akan aku usahakan..."
"...oke?"
__ADS_1