
Brimgard mengetahui jelas Grace berhasil dikalahkan oleh seseorang semudah itu, ternyata apa yang ia harapkan tentang Touriverse cukup benar bahwa mereka telah bertambah kuat.
Brimgard melakukan satu putaran hanya untuk menendang wajah Shira yang terus menyerang dirinya dengan kecepatan itu, mereka bertiga langsung berdiri di atas tanah dengan kedua kaki yang terasa lemas.
Walaupun sudah bertarung lama sekali tetapi mereka tidak melihat sedikit pun tanda memperlihatkan bahwa Brimgard telah kelelahan, nafasnya juga terkenal seperti biasa saja seolah-olah ketiga Legenda itu belum cukup untuk mengalahkannya.
"Maka dari itu aku juga harus serius, bukanlah mata kalian, bangsa Legenda...!!! Saksikan lah ketangguhan yang terus aku sembunyikan...!!!" Brimgard mengepalkan keempat tinjunya.
Seluruh tubuhnya sempat membesar sampai bertambah kertas terutama lagi banyak sekali urat yang menonjol keluar melalui bisepsnya, ia juga melepaskan teriakan keras yang mengguncangkan ruang ketiadaan itu.
Mereka mencoba untuk menyerang Brimgard yang sedang meningkatkan kekuatannya tetapi ketiga Legenda itu langsung terhempas ke belakang karena menerima serangan materi hitam dari tubuh Brimgard.
"Cih... entah kenapa lawan satu ini lebih sulit dari mereka yang kita lawan sebelumnya." Kata Shira yang terus menaikkan pertahanannya hanya untuk melindungi dirinya dari materi hitam itu.
"Bersiaplah, jangan sampai kita kelelahan terlebih dahulu... apa yang perlu kita lakukan adalah bertahan dan menahan Zerdian satu ini untuk tidak berkeliaran lalu membantai pasukan Touriverse!" Ucap Arata.
Brimgard melepaskan ledakan materi gelap besar di sekitarnya sampai tubuhnya terlihat begitu gelap karena aura dari Nothingness di sekelilingnya serta materi hitam yang terus membentuk menjadi benda yang berbeda di sekelilingnya.
Brimgard mendarat di atas tanah sampai mengejutkan ketiga Legenda itu ketika melihat dirinya memiliki lapisan aura yang begitu kuat dan menyengat tubuh mereka masing-masing.
Lapisan luar yaitu materi gelap serta lapisan dalam yaitu Nothingness, pertahanan dan daya kekuatannya kemungkinan meningkat pesat sampai rasanya sulit untuk mencoba menembus atau melukai dirinya sekarang.
"Ini adalah ketangguhan...!!!" Brimgard melepaskan dorongan aura yang besar sampai ketiga Legenda itu langsung menahan semua tekanan tersebut dengan ekspresi yang kesal.
"Apakah dia masih menyembunyikan kekuatan sebesar ini...? Dasar bangsat...!" Kata Haruki.
Korrina yang sedang bertarung dengan Zeindall mulai menghantam wajahnya sampai ia terhempas ke belakang, "Tekanan dan dorongan yang saja seperti dulu ketika Brimgard benar-benar terlihat begitu serius..."
"...berhati-hati lah, aku tidak bisa membantu kalian sekarang karena ditahan oleh adik dari musuh kalian semua." Korrina menatap ke depan lalu melihat Zeindall melancarkan satu tebasan pedang yang memotong Nothingness.
"Apakah kau yakin menyerahkan semua itu kepada ketiga Legenda yang bahkan tidak bisa mengalahkan diriku, Korrina Comi?" Tanya Zeindall selagi melangkah ke depan.
"Aku mempercayai mereka..."
__ADS_1
"Kau mempercayai mereka untuk mati, sungguh Dewi yang tidak bertanggung jawab untuk membiarkan ketiga Mortal yang kau anggap sebagai anak emas itu mati di tangan Abang."
"Jika Abang sudah memperlihatkan kekuatan seperti itu maka mereka bertiga telah melampaui harapan yang ia inginkan tentang ketangguhan, mereka cukup hebat untuk bisa memicu kekuatan Abang sebesar itu."
Ketiga Legenda itu membalas kekuatan dan aura Brimgard dengan melepaskan seluruh kekuatan mereka agar bisa mengimbangi dirinya, pasukan Touriverse dan Kountraverse ketika melihat bertarung terpaksa harus mundur.
Peraturan mereka dapat menyebabkan banyak kematian ketika seseorang berada di dekatnya, "Kalian tidak akan pernah bisa mengalahkan diriku dengan luka yang sudah diterima..."
"...lebih baik menikmati kematian yang damai dibandingkan kematian keras kepala dimana kalian tidak bisa menerima apa yang sudah dirasakan oleh para mayat!"
"Sombong sekali kau ya...!!!" Arata melesat maju menuju arah Brimgard karena muak dengan semua perkataan yang ia keluarkan itu.
Haruki dan Shira melakukan hal yang sama dengan melesat maju menuju arah Brimgard sampai wujudnya langsung menghilang begitu saja karena ia muncul tepat di belakang mereka bertiga.
Haruki menoleh ke belakang sampai wajahnya menerima tendangan dari Brimgard yang menghempas dirinya ke belakang, ia mendarat di atas tanah lalu melihat Haruki dan Arata menyerang dirinya secara bersamaan.
Ketika Legenda itu kembali melakukan serangan koordinasi yang menekan Brimgard, karena ia memiliki empat tangan untuk menahan serangan mereka yang tidak memberikan banyak efek apapun kepada dirinya.
"Kalian lama-lama hanya membuatku muak...!!!" Brimgard menghantam wajah Arata sampai ia terpental ke belakang.
Brimgard mencoba untuk mengarah Arata tetapi tubuhnya menabrak alam semesta emas yang Shira lempar sampai ia ubah menjadi ledakan hipernova yang mencoba untuk menahan dirinya agar tidak agresif.
"Berani-beraninya kau melempar alam semesta itu lagi...!" Brimgard mengepalkan tinju kanannya sampai ia memunculkan satu bola kecil yang tercipta melalui Nothingness.
Pengisian sihir itu menerima gangguan karena Arata yang melepaskan Armaggeddon sehingga tubuhnya menerima banyak sekali tabrakan meteor sebesar planet yang langsung Shira ubah menjadi ledakan Supernova.
Haruki yang berada di atas tanah langsung melepaskan Chaos Vengeance menuju arah dirinya sehingga seluruh sihir itu berhasil Brimgard terima menggunakan tubuhnya yang dilindungi dengan Nothingness.
"Hah... Hah... Hah..." Arata dapat merasakan tubuhnya mulai keram sampai detak jantungnya terasa begitu pelan, tetapi ia akan tetap maju demi bisa menahan Brimgard untuk tidak berkeliaran.
Arata melebarkan matanya lalu ia menundukkan kepalanya untuk menghindari serangan gelombang yang dilepaskan oleh Brimgard, ia mencoba untuk menyerang Arata tetapi Haruki sudah dalam perjalanan menuju dirinya.
Haruki menabrak tubuh Arata sehingga serangan yang dilakukan oleh Brimgard langsung mengenai Haruki sampai ia terjatuh kembali di atas tanah, "Nrrgghhh... kau memang bertambah kuat dan keras sepertinya..."
__ADS_1
"Bertambah kuat bukanlah sebuah kata yang diberikan kepada Zerdian melainkan bertambah tangguh..." Brimgard memunculkan pusaran materi gelap melalui tapak kanannya sampai mengenai Haruki yang merusak lapisan daratan dari ruang ketiadaan itu.
"Sialan, Haruki... ini bukan saatnya untuk menyelamatkan satu sama lain, kau harus peduli dengan nyawamu sendiri karena di Ragnarok kau bertarung hanya untuk bertahan sampai waktu selesai." Arata menatap Zephyra yang masih menonton dengan senyuman menyeringai.
Arata muncul tepat di hadapan Brimgard lalu ia melancarkan banyak sekali tebasan yang mengenai keempat lengannya, serangan kombinasi dari pedang itu mulai ia lepaskan beberapa kali kepada dirinya.
Arata mengerahkan seluruh kekuatannya sampai menekan Brimgard yang dapat merasakan tekanan dari setiap tebasan yang terus menyayat keempat lengannya itu.
Shira melesat menuju arah Brimgard dari belakang sampai pandangannya sempat melirik ke belakang, "Kau melihat kemana, hah...!?"
Brimgard menangkap pedang itu menggunakan tangan kirinya lalu ia menendang perut Arata, dan menghantam wajahnya menggunakan keningnya yang memiliki tanduk tajam sampai melukai keningnya serta melempar dirinya ke belakang.
Brimgard menoleh ke belakang lalu ia melancarkan jutaan serangan menggunakan kedua tinjunya itu yang tidak bisa ia lihat dengan matanya sendiri, "Kecepatan yang kau gunakan padaku tidak memberikanku kesulitan...!"
Brimgard merasakan serangan lainnya mencoba untuk mengenai tubuhnya, ia menoleh ke sebelah kanan hanya untuk melihat Haruki yang melepaskan banyak sekali tembakan pusaran lubang hitam.
Arata juga langsung menyerang Brimgard di depan tetapi serangan itu berhasil ditangkap oleh dirinya, "Sebuah pedang yang bagus, kalau tidak salah kau memanggilnya dengan sebutan God Slayer..."
"...kau membutuhkan Omni God-Slayer untuk benar-benar bisa melukai diriku dengan pedang karatan ini" Brimgard mematahkan pedang itu sampai mengejutkan Arata sehingga dadanya menerima satu pukulan.
Pukulan yang langsung menghilangkan seluruh kekuatannya sekaligus karena ia menerima batasannya itu, Arata langsung terpental ke belakang sampai menerima tabrak konstruksi materi gelap di belakangnya.
"Arata...!" Shira melihat Arata yang sudah jatuh sampai ia tidak memiliki kekuatan tersisa karena pukulan tadi sempat menghancurkan jantungnya tetapi ia berhasil memulihkannya kembali.
Shira melesat menuju arah Brimgard lalu melancarkan satu pukulan yang tidak memberikan efek apapun kepada dirinya, perutnya langsung menerima tendangan yang mendorong dirinya ke belakang.
Shira melesat ke atas langit untuk menghindari serangan materi gelap itu lalu ia yang berada di atas langit melepaskan semburan sinar gamma yang berhasil Brimgard lawan dengan melepaskan gelombang Nothingness menuju arah dirinya.
Gelombang yang Brimgard lepaskan berhasil menghancurkan sihirnya itu sampai Shira terpental ke belakang dengan semua kekuatan dan Lenergy yang menurun karena ia sudah terlalu lama menunggu peningkatan yang hanya mengacaukan tubuhnya sendiri.
"Hah... Hah... Hah..." Shira melihat Arata yang berhasil bangkit kembali dengan ekspresi kesal karena ia masih belum menerima kekalahannya di titik ini.
"Perbuatan tangguh kalian..."
__ADS_1
"...lama-lama hanya membuatku bosan!"