
"I-Itu tidak mungkin 'kan...?! Kesempatan dan kemungkinan sekecil itu hanya akan membuat kita semua mati mencoba... Tidak... untung apa aku mengeluh, aku bukan seorang Legenda jika aku mengeluh dan menyerah begitu saja ketika mendengar kesempatan dan kemungkinan itu." Korrina mulai memikirkan sesuatu, itu artinya hanya dua jalan yang dapat membawa mereka menuju kemenangan.
Dengan kesempatan kecil itu, Korrina masih harus bisa memanfaatkan-nya dan mencari tahu kenapa kesempatan-nya bisa sekecil itu... pada awal-nya ia juga bisa melihat seluruh rekan-nya tidak akan bisa menang melawan Komi bersama yang lain-nya, kekuatan mereka masih belum cukup dan bekerja sama saja masih belum cukup seperti-nya.
Tetapi Korrina belum pernah lihat mereka semua bekerja sama, tapi pada saat mereka semua dikepung oleh pasukan Komi... sepertinya kerja sama juga bisa disebut sebagai kesempatan untuk mereka menang, Korrina juga ingin belajar tentang mantra yang dimiliki oleh Shinra, sepertinya mantra itu khusus dimiliki oleh dimensi palsu seperti Shinra dan yang lain-nya.
"Tidak perlu memikirkan semua-nya sendirian, Mama... mari kita sama-sama mencari cara untuk maju menuju puncak kemenangan. Aku sudah mengumpulkan banyak informasi dan menganalisa setiap informasi yang ada, inti-nya aku dan Okaho akan menahan Konari... jika bisa kami menghancurkan diri-nya karena dia itu tidak pantas untuk hidup dengan tubuh gabungan Mama dan Mama Komi." Haruka berhenti memeluk Korrina lalu ia berjalan keluar untuk melihat langit-langit yang merah.
"Jika kalian melawan Konari itu artinya ritual Komi akan berhasil...? Grimoire of Necromancer, jika seseorang sudah mampu menyempurnakan buku itu maka mereka dapat melanggar aturan kematian loh... mereka dapat menghidupkan siapapun, jangan-jangan dia berencana untuk menghidupkan kembali semua dewa-dewi yang berada di zaman kuno?" Tanya Korrina.
"Benci untuk mengatakan-nya tetapi itu benar, mereka semua akan langsung mematuhi perintah Korrina, aku juga khawatir... Touri sekarang dipenuhi dengan lingkaran kecil, setiap lingkaran itu mengandung sihir yang berbeda, tujuan-nya bukan hanya membangkitkan kematian tetapi dia juga ingin membuka seluruh dimensi sihir..." Kata Okaho.
"Itu mustahil, bagaimana bisa mereka mematuhi perintah Komi? Aku yakin sihir ilusi dan cuci otak-nya itu terbatas." Jawab Korrina.
"Itu kemungkinan besar, Mama. Apakah Mama lupa bahwa Zangetsu berkuasa? Itu artinya semua dewa-dewi yang saat ini tinggal di dalam dimensi sudah pasti akan mematuhi perintah-nya, hal yang aku takut-kan adalah satu hal... semua dewa-dewi dimensi itu menggunakan buku sihir mereka masing-masing untuk menyerang." Haruka mengepalkan kedua tinju-nya lalu ia melihat kepala kura-kura dan kepala kura-kura itu bergerak seperti mengajak Haruka untuk mendekat.
Idris masuk ke dalam kamar sambil memegang tiga mangkuk yang di isi dengan api terbakar, "Waktu berdiskusi ditahan dulu, perut kalian pasti terbakar dengan kelaparan bukan? Mari-mari makan dulu, mari-mari." Idris menciptakan sebuah api yang membentuk meja, ia menaruh mangkuk itu di atas meja tersebut.
Korrina dan kedua anak-nya sempat terkejut, kemungkinan besar Idris menguping pembicaraan mereka dari awal, "Idris... apakah kau---"
__ADS_1
"Aku mendengar semua-nya kok, kalian tidak perlu takut atau merahasiakan-nya kepadaku karena Shelldon sendiri yang memberitahu-ku bahwa kalian penghuni Touri sekarang sudah kesusahan karena cucu dari sang pencipta bukan? Kalau tidak salah nama-nya adalah Zangetsu..." Mereka sontak kaget ketika Idris mengetahui-nya, kemungkinan besar kura-kura yang bernama Shelldon itu mengetahui sesuatu.
"Sepertinya kita harus berbicara dengan kura-kura itu, ayo---" Perut Haruka langsung bersuara keras karena ia belum makan lagi, "Lebih baik kita makan dulu, kakak... kita juga memiliki waktu untuk berbicara dengan Idris, dia terlihat seperti mengetahui sesuatu."
***
Korrina melebarkan mata-nya ketika melihat isi dari mangkuk itu dipenuhi dengan api serta air lahar, ia sempat bingung melihat-nya dan bagaimana cara-nya ia memakan api tersebut. Korrina menatap makanan-nya sambil mendengarkan pembicaraan Haruka dan Idris, seperti-nya Idris mengetahui banyak tentang Touri.
"Kalian cucu-cucu Zangges tidak mengetahui Shelldon...? Aku terkejut, apakah kalian tidak tahu bahwa dia adalah makhluk yang berasal dari zaman kuno? Shelldon adalah seekor kura-kura yang sudah melindungi Louce selama bertahun-tahun, Palouce tidak pernah mengalami konflik besar-besaran seperti kehancuran dari planet atau semesta..." Kata Idris sambil meminum air lahar itu.
"Shelldon memberitahu-ku banyak tentang Touri dan bahkan setiap semesta itu tertimpa dengan masalah... ia selalu memperingati dan memberitahu, ingat saja ya... dia hanya memberitahu-nya kepada ras tertentu seperti diri-ku... memberitahu berita kepada orang yang penting, penting yang aku maksud adalah pahlawan yang pernah menghentikan semua ancaman di setiap negara." Idris mengambil gelas yang dipenuhi dengan air lahar lalu ia meminum-nya karena sudah selesai memakan makanan-nya.
"Menurut informasi yang Tech dapatkan... Shelldon itu maha mengetahui dan juga dia mengawasi seluruh inti semesta tetapi dia ditugaskan oleh sang pencipta untuk menjaga Palouce ya? Itu artinya dia bisa membantu kita?" Tanya Korrina kepada Haruka.
"Lupakan soal itu, Mama... Shelldon adalah peliharaan sang pencipta, sudah pasti dia akan bersikap netral dan menjalankan salah satu tugas-nya yaitu melindungi Palouce." Haruka mencoba untuk memakan api itu dan rasa-nya tidak buruk juga.
"A-Aneh sekali... kenapa kakak doyan dengan makanan aneh seperti ini...?" Ungkap Okaho sambil menatap mangkuk-nya dengan ekspresi yang terlihat jijik.
"Bukan itu masalah-nya, Haruka... Bagaimana jika kita memancing Zangetsu atau Konari masuk ke dalam semesta ini...? Bukan-nya Shelldon akan menyerang mereka berdua?" Tanya Korrina, ia tidak perlu menghiraukan Idris karena ia yakin dia sudah pasti mengetahui apa yang Korrina bicarakan.
__ADS_1
"Kau mengerti 'kan, Idris?" Tanya Korrina.
"Aku mengerti... sepertinya cara itu mungkin berhasil tetapi aku tidak pernah melihat Shelldon melindungi Palouce secara langsung, dia juga pernah bilang kepada-ku bahwa... Zangetsu atau Konari masuk ke dalam semesta ini maka akhir bagi Palouce kemungkinan besar, Shelldon melihat banyak kemampuan dan aksi mereka loh, apa yang kalian harapkan?" Idris bangkit dari atas lantai lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
"Sepertinya kita harus menanyakan-nya secara langsung ya..." Okaho menaruh mangkuk-nya di atas meja, "Okaho... rasa-nya tidak buruk kok, jangan melihat dari luar saja tetapi dalam-nya itu terasa enak." Kata Korrina yang mulai terbiasa memakan api itu.
"I-Iya..."
"Apakah akan terjadi sesuatu jika Shelldon terbunuh?" Tanya Korrina.
"Palouce sudah pasti terancam, semesta ini pasti akan memiliki takdir yang sama dengan Touri tanpa penjaga... tetapi Touri sendiri memiliki penjaga sih seperti Mama dan yang lain-nya." Haruka bangkit lalu ia sudah siap untuk bertemu dengan Shelldon dan menanyakan beberapa hal kepada diri-nya.
"Tunggu... aku akan pergi dengan kalian untuk menanyakan beberapa hal juga kepada dia." Idris masuk ke dalam ruangan itu dengan penampilan yang terlihat siap, Haruka bersama yang lain-nya mengangguk lalu mereka pergi meninggalkan rumah itu sehingga Korrina melihat Megumi dan Homura serta Ophilia dan Chloe sedang beristirahat.
"Aku kira mereka akan pergi ke inti pusat...?" Bisik Korrina.
"Tidak, biarkan mereka beristirahat bersama anak-anak mereka... saat ini kubus waktu yang aku gunakan akan habis, itu artinya Shira bersama yang lain-nya akan tiba di perbatasan negara ini, tenang saja... mereka pasti akan selamat karena Arisu ikut bersama mereka." Haruka tersenyum.
"Baiklah... mari kita sama-sama berjuang, masih ada harapan dan kesempatan...! Persentase kecil seperti itu tidak akan menghentikan kita dengan mudah! Mari berjuang bersama, anak-anak!" Korrina mengangkat lengan-nya.
__ADS_1
""Yaaaa!!!""