
"Sudah lama sekali aku tidak melihat dirimu, bangsa Neko Legenda... melihatmu saja sudah membuat pembuluh darahku mengalir secara berlebihan." Regulus tersenyum.
"Entah kenapa kalian tidak bisa menerima dan bersyukur tentang kepunahan dari Neko Legenda... kalian hanya mengembalikannya saja."
"Jaga omonganmu itu, semua bangsa Neko Legenda sangat berterima kasih kepada Neko Legenda legendaris yang bernama Shiratori Minami!" Hana mulai berbicara dengan nada yang keras.
"Hohhhh... rumornya dia yang berhasil mengalahkan Zoiru hanya dengan memindahkan dirinya ke dunia lain ya? Tidak ada masalah sama sekali..."
"...sebelum aku menyapu kembali semua bangsa Neko Legenda, aku akan menjadikan dirimu sebagai pemanasan dengan tubuh Ancient Legenda ku yang baru." Regulus tersenyum jahat.
"Ancient... Legend...?" Hana memasang tatapan yang terlihat bingung karena nama dari tipe Legenda itu terdengar sangat kuno.
Regulus muncul tepat di hadapan Hana dengan tinjunya yang sudah mengenai perutnya, Hana tercengang ketika tubuhnya merasakan statistik listrik yang menyengat organ tubuhnya.
"Grrgghh...!" Regulus melepaskan satu gumpalan listrik ungu yang menghempas Hana ke belakang dengan tubuh yang terus menahan semua serangan listrik itu.
Regulus menunjuk Hana menggunakan telunjuknya lalu ia menciptakan sebuah bola listrik besar yang berwarna ungu, listrik itu mulai menyebar sampai menyambar beberapa area di Neko Isle.
"Brengsek...! Kita memulai pertarungan di daerah terlarang...! Meko, lindungi semua penduduk!" Seru Hana yang mulai menciptakan tembok air untuk menahan semua listrik itu.
Regulus muncul di belakang Hana selagi melancarkan satu tendangan tetapi tubuhnya mulai berubah menjadi air sehingga ia kembali membentuk tepat di hadapan Regulus lalu mencoba untuk menyerangnya.
Regulus menahan semua serangan itu dengan melakukan beberapa jeda kepada pergerakan Hana dengan satu sentuhan jari sehingga ia merasa seperti tertahan untuk menyerang.
Hana berhasil menyerang balik dengan menggunakan keuntungan di sekelilingnya yang dipenuhi dengan air lautan, ia mengubah semua air lautan itu menjadi pedang yang menebas tubuhnya beberapa kali.
Regulus mengepalkan kedua tinjunya sampai menciptakan petir ungu yang menghentikan pergerakan Hana, setelah itu ia mulai memegang erat wajahnya dan membanting tubuhnya di atas tanah.
Hana menyentuh daratan lalu mengeluarkan air yang mampu menampar wajah Regulus sampai memar, kemudian ia mencoba untuk melakukan sebuah tendangan tetapi Regulus berhasil menyerang dirinya duluan.
Hana terdorong ke belakang dan melihat Regulus menciptakan dua petir yang berubah menjadi gumpalan ungu dengan warna hitam di tengahnya.
"Aku sungguh terkejut, Shimatsu Hana... kemampuanmu tidak jauh bedanya dengan Ayahmu itu." Regulus tersenyum puas.
"Apakah kamu sama kuatnya dengan Arata...? Sungguh sesuatu yang membuat diriku merasa penasaran, tidak..."
"...kemungkinan besar kau lebih menonjol kepada inti masalah yang sudah membangkitkan makhluk sihir Ophilia... Hmmm... masih banyak tes yang harus di uji." Kedua lengan Regulus di lindungi dengan listrik yang memiliki volt tak terbatas.
"Aku yakin kau tidak akan bisa membuat diriku kecewa, putri Arata... Shimatsu Hana, aku ingin kau memperlihatkan semua potensi penuh itu kepada raja dari segala Legenda!!!"
"Kau bukan raja... kau hanya pengacau yang mencoba untuk menghancurkan keseimbangan dalam kehidupan!" Hana melompat ke depan lalu berubah menjadi air sampai menipu Regulus.
Air itu mulai masuk ke dalam daratan sehingga membentuk kembali Hana yang mulai melompat keluar dari dalam daratan selagi melepaskan satu pukulan yang mengenai dagu Regulus, menyebabkan dirinya terhempas ke atas langit.
Hana muncul di hadapan Regulus, "Jelaskan kepadaku... kenapa Legenda seperti dirimu memiliki keberadaan dan esensi yang begitu kuno bagiku?"
"Kau tidak memiliki posisi untuk memerintah seorang raja! Sekarang mati bersama bangsa yang tidak berguna...!!!" Regulus mengangkat lengannya ke atas, menciptakan ribuan sirkuit sihir yang bergabung menjadi satu.
Regulus menciptakan petir yang berbentuk kubus di atas kepalanya lalu ia memperkecilnya, dan melemparnya ke arah pulau melayang itu tetapi Hana mulai mengeluarkan Leviathan yang mampu membawa sihir itu menuju lautan yang paling dalam.
__ADS_1
ZWASSSHHH!!!
Lautan yang tadinya berwarna biru jernih sekarang memiliki campuran warna hitam dengan petir ungu yang bermunculan, Hana bisa melihat semua hewan yang berada di dalam laut itu mati, hanya menyisakan tulang-tulangnya saja.
"Aku tidak akan bisa mati oleh Legenda masa depan sepertimu." Regulus menunjukkan senyuman yang mengerikan sampai membuat bulu kuduk Hana berdiri.
Hana melihat semua penjaga pulau itu sudah mati, musuh satu ini memiliki ancaman yang begitu mengerikan seperti Zoiru tetapi tujuannya berbeda.
"Aku harus menaklukkan beberapa wilayah dan menjadikannya untuk kerajaan Legetsu... semua orang hanya akan menganggap satu raja, dan itu adalah Regulus Khan The King of All Legends."
"Alat seperti dirimu adalah kunci untuk membangkitkan potensi Legenda yang masih tersembunyi di dalam diriku..."
"...Legenda bertambah kuat setiap mereka berlatih, berjuang, dan bertarung. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini." Regulus mulai menempati lengan kirinya di belakang pinggangnya.
Hana bisa melihatnya dengan jelas bahwa Legenda satu ini bukan sekedar raja biasa, dia benar-benar raja yang legendaris karena sudah melakukan banyak riwayat penaklukan yang berbahaya.
"Hahahahaha... ceritamu lucu juga, raja dari segala Legenda. Tetapi, era seperti ini... kita tidak membutuhkan dana melainkan seorang pemimpin yang memiliki banyak kepercayaan." Hana mulai menertawai Regulus.
Regulus muncul di belakang Hana sehingga mereka mulai saling membelakangi, "Raja tidak mengizinkan dirimu untuk tertawa..."
"...di masa kuno, aku sudah mengunjungi berbagai macam wilayah... sama seperti ini, aku terus bertambah kuat dengan pertarungan yang terjadi."
"Setiap aku sekarat... menerima luka yang cukup mendalam maka aku akan segera pulih sampai mendapatkan tambahan kekuatan juga potensi yang misterius..."
"Aku siap... tetapi... seketika aku menyadari... Bangsa Legenda tidak memiliki kepuasan apapun dengan potensi, kekuatan, dan semua hal yang berkaitan dengan bertahan hidup..."
Hana hanya bisa diam, mendengarkan semua perkataan raja Legenda kuno yang terdengar cukup menarik perhatian bagi dirinya.
"Aku tidak menyangka akan melihat banyak sekali jalan menuju yang terkuat bagi bangsa Legenda... segala cara, dan jalan akan memberikan kita jawaban terhadap pintu yang kita inginkan..."
"Terdapat Legenda yang mendapatkan jalan menuju kekuatan dewa, iblis, malaikat, elemen, sihir, dan lainnya... tidak ada yang mustahil bagi kita bangsa yang mencatat sejarah yang tidak akan pernah habis."
"Aku terlalu meremehkan bangsa Legenda dapat melakukan apapun yang mereka inginkan..."
"...itulah kenapa aku merasa takut dengan yang lemah kemungkinan memiliki potensi jauh lebih menonjol di bandingkan bakat yang sudah lahir."
"Aku sempat melawan semua bangsa Legenda dengan kekuatan yang berbeda... salah satunya seorang Legenda yang lahir dengan kekuatan nol... sihirnya tidak begitu berguna karena hanya bisa melihat bintang saja..."
"...tetapi dengan usaha dan kerja kerasnya, semangat dirinya mampu membawanya menuju tingkatan paling atas sampai melampaui beberapa dewa dengan tingkatan itu sendiri."
"Aku mengira... sejak itu aku akan mati karena terlalu meremehkan yang lemah..."
"...aku tidak memiliki kesempatan juga ketika melawan bangsa Neko Legenda yang mampu mengontrol amarahnya."
"...tetapi dengan bantuan dari [Legend's Ultra Boost] yang hanya dimiliki oleh Ancient Legend, kekuatan masih bisa aku dapatkan tanpa batasan apapun tetapi dengan proses yang lebih cepat..."
"Hanya saja aku tidak bisa melanjutkan potensi dan kekuatanku karena aku gugur melawan raja Iblis Diablo yang memiliki kekuatan jauh lebih tinggi dariku."
"Tetapi... sekarang, aku mendapatkan kesempatan yang ku inginkan... bangsa Legenda lemah dan Neko Legenda pantas untuk hancur sebelum mereka menginjak sesuatu yang sangat mengerikan."
__ADS_1
"Aku hanya mengincar Legenda yang memiliki bakat kuat sejak lahir agar mereka dapat menuruti semua perintah raja karena aku akan terus bertambah kuat lebih dari mereka...!" Regulus merapatkan giginya.
"Bukannya perkataanmu itu terdengar tidak masuk akal? Itulah kenapa era kerajaan di hilangkan..."
"...raja hanya mengincar sesuatu yang kuat...? Ketika yang lemah menjadi sesuatu yang jauh lebih kuat, kalian ketakutan?" Hana mulai berbicara dengan nada yang kesal.
"Walaupun Neko Legenda itu berbahaya... mereka bisa berubah, dan mau mengubah diri mereka sendiri. Tidak sepertimu yang menyelesaikan semuanya dengan pembunuhan dan penderitaan."
"Perintah raja itu mutlak... raja tahu apa yang terbaik, dan apa yang tidak." Jawab Regulus.
"Aku lelah dengan omong kosongmu, Regulus... aku tidak akan membiarkan dirimu menjadi raja Legenda yang memiliki pola pikiran bodoh soal kelemahan dan Neko Legenda."
Hana memunculkan aura air gelembung yang begitu tenang sehingga Regulus menjawabnya dengan tubuhnya yang mengeluarkan petir ungu yang melepaskan aura hitam di sekeliling tubuhnya.
"Hmph... kau bahkan tidak akan bisa menandingi kekuatan dari Ancient Legenda yang berhasil di hidup kan..."
"...aku mendapatkan tambahan kekuatan lagi berkat [Legend's Ultimate Arrival], ketika Ancient Legenda mati lalu berhasil di hidup kan kembali maka..."
"...kekuatan yang mereka dapatkan akan terus berkali lipat tanpa pembatas apapun, aku akan mendekati tahapan yang mampu merenggut apapun yang aku inginkan!!!"
Hana mengangkat semua air lautan itu lalu ia melakukan satu putaran untuk melempar gelembung yang mengandung aliran listrik di dalamnya.
Regulus menunjuk ke depan lalu melepaskan petir ungu yang begitu besar, Hana menghindarinya lalu ia melirik ke belakang dan melihat petir itu mengubah langit-langit menjadi hitam.
Hana memunculkan sayap Leviathan untuk meningkatkan kecepatannya lu ia menendang perut Regulus lalu melanjutkannya dengan menghantam tengkuknya sampai ia terhempas menuju lautan.
Regulus melepaskan petir lainnya tetapi Hana berhasil menghindari lalu melempar gumpalan air lainnya yang mulai menyebar sampai membuat Regulus berubah menjadi petir lalu muncul tepat di hadapannya.
Regulus menghantam tubuh Hana dengan gumpalan petir ungu tetapi ia bisa melihat tubuh Hana mendapatkan perlindungan dari gelembung yang terus membesar sampai menciptakan lapisan berbeda.
Regulus mengerutkan dahinya ketika melihat semua aliran listrik ungu yang mencoba untuk masuk ke dalam gelembung itu menghilang seketika, berubah menjadi air jernih yang membuat dirinya merasa penasaran.
Regulus tanpa basa-basi lalu mengeluarkan dua petir besar melalui kedua kakinya sampai mendorong Hana ke belakang dengan tubuh yang menerima sengat volt tinggi.
Regulus muncul di hadapan Hana dengan sebuah senjata Nunchucks atau dua tongkat dengan rantai yang memiliki aliran listrik tinggi, ia mencoba untuk menghantam wajah Hana dengan senjata itu.
Namun, Hana berhasil mengubah kepalanya menjadi air untuk menghindari serangan tersebut dan perutnya juga mulai berlubang ketika menerima satu sengatan listrik lainnya.
Untungnya Hana dapat menggunakan tubuh airnya dalam waktu yang begitu tepat sampai ia hanya menerima aliran listrik itu yang terus menyengat tubuhnya tanpa henti.
Hana melakukan satu tendangan yang melepaskan ombak air sampai mengenai wajah Regulus, meninggalkan luka memar yang begitu merah sampai ia mulai menghantam tubuh Hana beberapa kali dengan senjatanya itu.
"Ggghh... Bzzzttt...!!!" Tubuh Hana terus menerima aliran listrik yang mengubah sebagian dari kulitnya berlubang sampai ia mulai mengeluarkan darah.
"Ada apa, putri Arata? Apakah jiwa Legendamu tidak mampu menahan semua sengatan listrik dan petir unguku?" Tanya Regulus.
"Aku belum melakukan sesuatu yang begitu hebat loh..."
"...perintah raja adalah mutlak, dan aku memerintah dirimu untuk membunuhku jika bisa."
__ADS_1