Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1075 - Terhisap


__ADS_3

Vania terus melarikan diri dari Grace yang terus melepaskan banyak sekali tebasan lubang hitam menggunakan pedang berlian itu, ia mulai melepaskan lebih banyak sihir darah yang langsung dikendalikan oleh Grace.


Semua sihir darah itu menyerang balik kepada dirinya sampai ia langsung menangkis semua itu menggunakan kapak besar yang berhasil ia tarik kembali, "Setiap serangan fisik dan sihir tidak---"


Grace muncul di hadapan Vania lalu ia melepaskan berlian besar menuju arahnya sampai tubuhnya menerima tabrakan itu yang melempar dirinya ke belakang dengan ekspresi kesakitan, "Jika Eldritch..."


"...memiliki kemampuan seperti ini maka semuanya bisa saja menyeramkan, aku tidak pernah melihat musuh peniru sehebat ini sampai tidak memiliki batasan apapun." Batin Vania.


Vania mulai melesat menuju arah Grace lalu mengelilingi tubuhnya dengan kecepatan yang terlihat seperti dirinya bermunculan dimana-mana hanya untuk mencoba mengecohkan Grace.


Dengan kecepatan yang ia lakukan sekarang dirinya mencoba untuk melancarkan serangan lain yang berhasil tersedot ke dalam lubang hitam di sekelilingnya tubuhnya sehingga ia berdiri tegak selagi menunggu stamina Vania kehabisan.


"Sungguh tidak ada nilai guna apapun... aku mengharapkan sesuatu yang lebih besar darimu, Vampir!" Grace mengangkat pedang berlian itu ke atas sampai memunculkan pusaran lubang hitam yang ia lancarkan kepada Vania.


Vania mulai melarikan diri secepat mungkin sampai dirinya mulai bernafas karena terus mencoba untuk menghindari Grace selagi melepaskan banyak sekali sihir yang dapat ia lepaskan, "Hah... Hah... Hah..."


"Aku tidak akan pernah bisa menang jika seperti ini...!" Vania mulai memunculkan banyak sekali konstruksi yang tercipta dari darah hanya untuk menjaga jarak dengan dirinya.


Vania dan Grace mulai main kejar-kejaran sampai ia sendiri hanya perlu menunggu sampai Yusa bangun dimana tubuhnya mengalami kondisi kritis karena sebagiannya telah disedot oleh lubang hitam itu.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang... berpikir, Vania...!" Vania melirik ke belakang lalu ia melihat Grace melepaskan banyak sekali serangan darah tajam yang mengarah kepada dirinya.


Vania berhasil menghindari semua serangan itu dengan mudah, ia juga mengendalikan sebagian serangan itu hanya untuk bisa dilempar kembali kepada Grace yang tidak perlu menahan karena tubuh berlian dan kristalnya itu.


Vania melebarkan matanya ketika mengetahui dirinya dikepung oleh banyak sekali pusaran lubang hitam yang berbentuk bulat di sekitarnya, "Gawat... sialan..."


"Kau tidak memiliki tempat untuk lari lagi, takdirmu hanya akan disedot ke dalam lubang hitam yang mengubah dirimu menjadi Nothingness sampai kau sudah pasti tidak akan pernah bisa selamat...!"


Grace mencoba untuk melepaskan tebasan lubang hitam tetapi Yusa berhasil melepaskan formasi serangan yang menekan seluruh pergerakan Grace sampai ia sendiri menggagalkan serangannya.


"Aku tidak menyangka akan melihat dirimu lagi..." Grace dapat melihat Yusa di atas langit dengan kondisi yang terlihat kelelahan karena anggota tubuhnya yang mulai rusak karena sedotan dari lubang hitam.


"Yusa, apa yang kau lakukan...?! Awalnya aku mengira kau memilih untuk beristirahat dibandingkan membahayakan nyawamu lebih lanjut lagi, bodoh...!" Seru Vania sampai Yusa langsung menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak peduli... perang Ragnarok bukanlah permainan atau turnamen dimana kau bisa menikmati istirahat, kau akan selalu bertarung sampai memperlihatkan batasan mama yang menghentikan dirimu."

__ADS_1


"Luka yang aku terima dari lubang hitam itu tidak ada tandingannya dengan kehancuran dari perasaanku sebagai Iblis yang menyukai peperangan..." Yusa memasang tatapan serius lalu ia memegang erat Luz Demonio.


"Jangan sampai kau... menghabiskan waktumu dengan hanya mencoba memberikan diriku peringatan bahwa kematian sudah dekat..."


"...kau tahu, Vania. Semua kematian itu memang sudah dekat dengan kita, tetapi kita memiliki banyak sekali kemungkinan yang tak terhitung dimana kita dapat mati dengan cara yang berbeda."


"Maupun itu kematian penuh kehormatan dan kerendahan, aku tidak takut mati karena kehancuran harga diri terasa jauh lebih menyakitkan dibandingkan melanjutkan hidup selanjutnya ketika kau sudah mati...!!!"


Yusa memegang erat pedang itu lalu ia mencoba sekuat mungkin untuk melepaskan banyak sekali kekuatan sampai menginjak tingkatan atas, "War Formation...! Final...!!!"


"Kita akan melakukan ini bersama-sama, partner!" Seru Luz yang mulai retak sedikit demi sedikit sampai ia menjalankan perintah yang Yusa sebutkan yaitu menjalankan formasi terakhir.


"Perkataan yang sangat bagus, itu artinya aku tidak akan pernah bisa merasa bersalah kepada pasukan Touriverse yang pantas menerima kekalahan..."


Grace melihat Yusa mulai memegang erat pedang tersebut lalu ia membuka sayap iblisnya hanya untuk menambahkan kecepatan agar ia bisa sampai menuju musuhnya selagi mengayunkan pedang dari Luz Demonio.


Pedang itu berhasil ditahan oleh Grace sampai ia langsung tersenyum serius, dan menghancurkan pedang tersebut dengan satu tebasan sampai mengejutkan Yusa ketika melihat partnernya hancur untuk pertama kali.


"L-Luz...?!"


"Kau memiliki kehormatanku karena sudah bertahan sejauh ini melawan seorang Gems yang dapat mengeraskan apapun hanya untuk menjadikannya sebagai kekuatan besar...!!!" Grace menebas perut Yusa sampai terbelah menjadi dua.


"Kematian bukanlah akhir...!!!" Yusa melancarkan satu pukulan terakhir sampai mengenai berlian yang memiliki lambang darah di dalamnya, bisa dibilang ia meleset tetapi dirinya sudah membantu sebisa mungkin.


"Vania, jangan menyusul... secepat itu---" Tubuh Yusa tersedot sepenuhnya ke dalam pedang itu sampai ia langsung menyentuh wajahnya sendiri sampai melihat serpihan berlian yang sudah hancur.


Grace muncul di hadapan Vania sampai mengejutkan dirinya seketika, ia langsung menendang perut Vania sampai dirinya terpental ke belakang lalu menerima satu tebasan yang mengeluarkan banyak sekali darah.


"Hugghhh...!!!" Vania mencoba untuk menghantam lengan kiri Grace menggunakan kapak itu sampai hancur, tetapi ia bisa menumbuhkannya lagi.


Tinju kiri Grace membesar sampai menghantam tubuh Vania sampai ia terdorong ke belakang, "Vampir, kau seharusnya mengetahui takdirmu di hadapan diriku..."


"...apa yang dikatakan Yusa adalah kebenaran, kematian bukanlah akhir dari segalanya karena kau masih bisa melanjutkan hidup entah itu dimana."


"Iblis itu memiliki pendirian dan harga diri yang baik tetapi untuk dirimu, rasanya cukup mengecewakan karena kau tidak pernah memperlihatkan sesuatu yang menarik!!!"

__ADS_1


Grace melancarkan satu tebasan menuju arah Vania yang berhasil ia tahan menggunakan kapak tersebut lalu dapat melihat senjata yang selalu ia gunakan langsung retak sehingga tersedot ke dalam pedang tersebut.


Vania berubah menjadi kelelawar hanya untuk melarikan diri dari Grace yang langsung melepaskan banyak sekali tebasan lubang hitam menuju arah dirinya sampai kedua sayap kelelawar itu putus.


Vania berubah kembali menjadi wujud Vampirnya lalu ia terjatuh di atas tanah selagi memasang ekspresi kesal serta pasrah karena tidak ada lagi cara yang dapat ia lakukan untuk menghentikan dirinya itu.


Vania melihat Grace mendarat di hadapannya sehingga ia langsung melarikan diri dengan melewati berbagai macam konstruksi yang ia ciptakan menggunakan darah itu sebagai satu kesempatan.


Vania dapat mendengar banyak sekali tebasan gelombang lubang hitam yang Grace lepaskan hanya untuk mencoba membunuh dirinya yang masih memiliki strategi terakhir sebelum menerima takdirnya sendiri.


Grace langsung kehilangan jejak dari Vania yang bersembunyi di balik serupa gunung yang berada di hadapannya itu, "Melarikan diri seperti biasanya, kau Vampir memang tidak akan pernah bisa membuatku kagum."


Vania yang berada di salah satu gunung itu dapat melihat berlian hitam yang tertera pada keningnya itu, bisa dibilang cukup berisiko untuk menyerangnya tetapi tidak akan ada yang tahu sampai seseorang mencobanya.


"Jika dia terus berkeliaran seperti ini maka hasilnya pasti akan buruk karena lubang hitam sialan itu, aku harus menghancurkannya dengan semua kekuatan yang aku punya...!!!" Vania menusuk dadanya sendiri hanya untuk mengeluarkan banyak darah.


Semua darah itu menyelimuti tinju kanannya sampai ia menerima kekuatan yang cukup untuk mencoba menghancurkan berlian hitam tersebut, "Baiklah...!!!"


Vania melompat ke atas langit lalu ia melesat menuju arah Grace sampai mengejutkan dirinya, "MAAATTIIII...!!!"


Grace sempat melancarkan satu tebasan yang mengenai bahunya sampai menjalar menuju jantungnya, tetapi pukulan yang diperkuat itu berhasil menghantam berlian hitam itu sampai meretakkannya.


"Hanya retak...?!" Vania langsung tertarik ke dalam berlian yang retak itu dengan ekspresi kaget tetapi ia hanya bisa diam lalu mencekik leher Grace sebelum tubuhnya benar-benar tersedot ke dalam.


"Kau menang..."


"...mungkin mati dengan dikonsumsi oleh Nothingness dari lubang hitam tidak buruk juga, setidaknya aku dapat beristirahat tanpa harus mengkhawatirkan Eldritch yang sudah sepenuhnya punah---" Vania tersedot ke dalam berlian itu.


"Tidak ada nilai guna apapun... sungguh menyebal---" Grace merasakan serangan lain di belakangnya dimana ia bisa melihat Konomi menembakkan banyak sekali peluru energi.


"Kau datang lagi...!"


"Ya, aku akan membereskan pekerjaan sebelumnya...!"


[Vania Von Camellia - Gugur]

__ADS_1


[Yusakage - Gugur]


__ADS_2