
Korrina baru saja pergi meninggalkan ruangan itu untuk berjalan mengelilingi Keraton Yogyakarta karena perhatian-nya terus teralihkan oleh beberapa hal yang cukup menarik bagi-nya, ia bisa melihat banyak sekali turis yang sedang mengambil beberapa foto menggunakan kamera mereka.
Korrina mulai mengikuti seorang pemandu yang sedang mengajak beberapa turis untuk mengelilingi Keraton Yogyakarta. Terdapat beragam hal menarik yang Korrina dapatkan, seperti edukasi tentang budaya dan sejarah sehingga ia langsung sepenuhnya mengerti dengan hanya mendengarkan penjelasan dari pemandu itu.
Bukan hanya sekedar memanjakan mata dan menenangkan pikiran bagi Korrina karena dia seperti menemui sebuah dunia baru yang membuat dirinya nyaman dan senang sampai ia melupakan tentang konflik yang sedang dialami oleh Touri saat ini yaitu perang antar semesta.
Andrian bersama yang lain-nya bisa melihat Korrina sedang mengikuti seorang pemandu bersama turis lain-nya, mereka mencoba untuk mengajak Korrina kembali ke ruangan Andrian tetapi Agfi segera menghentikan mereka.
"Lebih baik kita tinggalkan Mama seperti itu, ini pertama kalinya dia bisa merasakan perasaan senang sebesar ini. Dia membutuhkan istirahat dari konflik seperti perang antar semesta karena Yuutouri apalagi negara Indonesia ini baru saja membawa-nya menuju dunia yang belum pernah ia kunjungi." Agfi tersenyum.
"Kalau begitu kita lanjutkan saja diskusi-nya tentang perang antar semesta, kau mendapatkan beberapa informasi tentang semua ras 'kan, Agfi...?"
"Ya, serahkan saja padaku."
Mereka mulai meninggalkan Korrina dan membiarkan-nya bersenang-senang sambil mengelilingi Keraton Yogyakarta sambil menggunakan kebaya, beberapa turis itu segera menatap Korrina yang datang menggunakan kebaya. Dia menarik banyak sekali perhatian termasuk pemandu sampai pipi-nya merona ketika menatap Korrina.
"Sepertinya kau bukan asli Indonesia ya... Kau terlihat seperti orang bule yang berasal dari Inggris karena rambut-mu itu pirang." Ucap pemandu itu.
Beberapa turis itu menyangka Korrina sebagai orang bule yang memakai sebuah kebaya, dia terlihat cantik bahkan beberapa dari mereka ingin mengambil foto bersama dirinya tetapi mereka masing belum berani.
"T-Tidak kok, aku asli Indonesia... Hanya saja rambut-ku aku warnai dengan warna pirang." Korrina terkekeh pelan, untungnya dengan pengetahuan yang setara dengan dewi ia mampu berbicara bahasa Indonesia dengan baik.
Pemandu itu mencoba sekuat mungkin untuk tidak berbicara dengan Korrina karena dia masih harus melaksanakan pekerjaan-nya yaitu memandu seluruh turis. Pemandu itu mulai mengajak mereka berkeliling dan memberi mereka edukasi sejarah.
Korrina mulai mengetahui bahwa [Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat] atau Keraton Yogyakarta ini sendiri merupakan salah satu peninggalan budaya yang sampai saat ini masih dihuni oleh para keturunan raja-raja Yogyakarta. Hampir sama seperti cerita dewa-dewi yang pernah ia dengar dari ibu-nya.
"Budaya Indonesia menarik sekali... Aku ingin berada di negara ini untuk selama-nya sambil mempelajari hal-hal yang belum aku ketahui." Ungkap Korrina.
__ADS_1
Korrina melihat banyak sekali kemegahan bangunan istana yang cantik, ia mulai mendapatkan banyak referensi dengan hanya melihat budaya Indonesia. Ketika dia pulang nanti maka ia akan segera mengubah Kisetsu jadi memiliki motif batik, tetapi dia juga harus bisa mengetahui cara untuk menciptakan motif rumit seperti batik.
Beberapa menit berjalan mengelilingi Keraton Yogyakarta, Korrina melihat banyak orang yang mengenakan pakaian tradisional, hampir sama persis seperti yang ia gunakan yaitu kebaya. Orang-orang tersebut merupakan abdi dalem yang memang mengabdikan diri untuk Keraton Yogyakarta.
Begitu Korrina berkunjung ke area lain-nya, dia disuguhi dengan penampilan kesenian gamelan. Penampilan seni gamelan ini juga diiringi oleh para sinden senior yang kemampuan menyanyinya sudah tidak bisa diragukan. Sinden adalah sebutan bagi wanita yang bernyanyi mengiringi orkestra gamelan, umumnya sebagai penyanyi satu-satunya.
Korrina sampai bertepuk tangan sekeras mungkin ketika penampilan kesenian itu selesai, ia benar-benar merasakan dunia yang baru sampai ia melupakan semua yang ada di dalam pikiran-nya. Dia sudah tidak lagi mengerti dengan perasaan sedih serta takut karena penampilan itu membuat dirinya sangat kagum dengan sinden-sinden itu.
"Hebat sekali... Budaya Legenda tidak pernah menciptakan penampilan kesenian sehebat ini..." Ucap Korrina pelan sambil menulis beberapa budaya indonesia di dalam sebuah buku kecil yang ia bawa.
"Irama dan nyanyian mereka sangatlah merdu... Aku merasa tenang, entah kenapa sihir Sacred-ku bertambah kuat sampai aku bisa mengontrol-nya dengan sempurna." Korrina menatap kedua telapak tangan-nya yang mengeluarkan sedikit partikel biru tua.
Pemandu itu membawa mereka ke area dimana mereka dapat melihat arsitektur yang terlihat sangat indah, Korrina mendapatkan informasi tentang bangunan tersebut bahwa itu adalah arsitektur khas Jawa tradisional. Tiba-tiba terdapat beberapa manusia yang mulai mengajak dirinya untuk melakukan foto bersama di depan bangunan itu.
"Apakah anda ingin mengambil foto bersamaku...?" Tanya seorang laki-laki yang memakai kacamata.
"Jangan lupa dengan-ku juga...!" Banyak sekali turis laki-laki yang mulai mengajak Korrina untuk melakukan foto bersama.
Pemandu mulai mengajak turis lainnya untuk mengunjungi tempat selanjutnya dan tempat itu langsung membuat Korrina menaikkan alis-nya serta membuat kedua mata-nya terbinar-binar. Tubuhnya bergetar penuh semangat ketika melihat tempat pemandian yang dibangun secara kompleks.
Hal ini bisa terlihat dari pemandian yang berada di Taman Sari. Menariknya lagi, bangunan ini juga terdapat gedung yang digunakan untuk surau dan jalan-jalan rahasia. Korrina hampir saja melepaskan seluruh pakaian-nya untuk masuk ke dalam pemandian itu tetapi ia masih ingat bahwa terdapat banyak orang yang melihat pemandian itu.
"Ughhh... Aku menyesal tidak membawa kacamata Tech bersama-ku..." Korrina menghela nafas panjang.
Korrina melanjutkan perjalanan-nya, tidak hanya dilengkapi dengan satu gedung khusus saja. Keraton Yogyakarta memiliki bangunan yang lebih beragam. Jadi ia tidak hanya bisa melihat keindahan bangunan khas Jawa saja. Ada beberapa tempat yang justru memiliki desain unik dan tentu saja punya nilai sejarah tersendiri.
"Ahhhhhh... Aku tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi tentang keindahan budaya Indonesia...!" Ucap Korrina yang berhenti mengikuti pemandu itu karena dia ingin mengelilingi tempat itu sendirian tanpa harus diganggu oleh para turis yang selalu minta foto bersama.
__ADS_1
Korrina masuk ke dalam sebuah ruangan besar dan luas, ia melihat banyak sekali manusia yang sedang melakukan tarian tradisional. Tarian itu mampu membuat Korrina tercengang sampai ia menghabiskan waktu di ruangan itu selama berjam-jam sambil duduk sila di atas lantai dan menatap seluruh tarian tradisional Indonesia.
"Whoooaaaaaa....!!!" Korrina membuka mata-nya lebar karena rasa kagum dan terkesan-nya ketika melihat seluruh tarian unik itu.
Ia juga mendapatkan beberapa informasi bahwa seluruh tarian tradisional yang dilakukan oleh mereka itu sangatlah sakral sampai Korrina menamakan semua tarian tradisional yang berbeda itu dengan sebutan [Tarian Sakral] karena aliran sihir Sacred yang berada di dalam diri-nya terasa tenang sampai ia mampu menyempurnakan-nya dalam waktu yang dekat.
Hari sudah malam dan Keraton Yogyakarta sudah tutup dan akan bisa dikunjungi lagi besok, ruangan luas dimana tadinya terdapat banyak sekali manusia yang sedang menari mulai pergi dan pulang. Korrina masih berada di tempat itu sambil menulis di buku kecil-nya, ia mendapatkan beberapa pengetahuan luas tentang tarian itu.
Korrina maju ke depan dan naik ke sebuah panggung dimana ia menatap ke depan dengan ekspresi yang terlihat tenang, Korrina mulai perlahan-lahan meniru satu tarian tradisional Indonesia, ia melakukan-nya dengan benar dan cukup baik. Ia melakukan beberapa gerakan dinamis dan atraktif, pikiran-nya mulai tenang bahkan setenang aliran air sungai jernih.
"... ..."
Andrian bersama yang lainnya masuk ke dalam ruangan itu dan melihat Korrina yang sedang melakukan tarian [Jaipong] sendirian sampai tubuh-nya memancarkan cahaya sakral serta partikel-partikel biru tua, Agfi sempat terkejut karena tarian tradisional itu mampu membuat sihir Sacred-nya bertambah kuat.
Andrian dan Aditya yang berasal dari Indonesia saja sempat kagum melihat tarian Korrina yang terlihat seperti seseorang yang sudah mahir dalam melakukannya. Korrina melakukan semua tarian tradisional indonesia yang paling terkenal sampai ia mengakhiri semua tarian itu dengan menundukkan kepala-nya ke depan.
"Jadi ini 'kah...? Jawaban yang aku cari selama ini...?" Hasil dari semua tarian yang ia lakukan mulai memberi Korrina jawaban yang selalu ia cari dari kecil, sekarang ia bisa menemukan-nya serta tubuhnya terasa bugar dan dirinya juga bahkan merasa ketenangan tingkat tinggi.
PLOK! PLOK! PLOK!
Terdengar suara tepukan tangan yang meriah dari Andrian bersama seluruh pegawai Keraton Yogyakarta itu, mereka semua merasa kagum melihat tarian tradisional yang Korrina lakukan, walaupun dia sendirian tetapi dia dapat melakukan-nya dengan sangat baik sampai itu membuat dirinya tersipu merah.
"Kalian selama ini melihat...!?" Teriak Korrina keras.
"Dari awal." Jawab Aditya.
"Ugghhh... Sialan...!" Korrina mengembungkan kedua pipi-nya.
__ADS_1
Setelah tarian Korrina berakhir, Andrian bersama Aditya menjelaskan tentang rencana penting yang akan mereka gunakan ketika perang antar semesta di mulai.
Manusia dan Legenda sudah pasti akan bekerja sama bahkan Korrina menyetujui-nya, ia besok akan mengajak mereka semua menuju Yuusuatouri dan merancang rencana bersama-sama.