
"Naoki Souya telah berhasil mengeliminasi peserta terakhir dari kelas satu! Itu artinya kelas satu telah kalah sehingga menyisakan kelas tiga melawan kelas empat!!!" Ucap Jorgez yang mulai menatap asap-asap yang Naoki buat. Sepertinya Naoki baru saja melakukan sihir yang mampu membunuh dirinya sendiri karena ledakan tadi sangat dahsyat sehingga membuat arena hancur sebagian.
Jorgez pikir bahwa Naoki benar-benar akan mati, tetapi tidak dia masih hidup karena ia sendiri bisa merasakan keberadaan Naoki sendiri. Haruki bergegas masuk ke dalam asap itu untuk mencari Naoki dan beberapa saat kemudian ia melihat Naoki yang sedang berdiri di atas lantai selagi memegang lengan kiri-nya yang berwarna hitam, "Cih... Sepertinya aku bertahan, tetapi... Aku mengorbankan lengan kiri-ku. Bagaimana bisa aku berjualan ramen tanpa tangan kiri-ku ini, hah...?" Tanya Naoki kepada dirinya sendiri, ia mulai menatap tangan kanannya dan mulai mengepalkan tinju kanannya.
"Yahh... Setidaknya aku masih bisa menggunakan tangan kanan-ku untuk membuat ramen dan melakukan eksperimen para pria. Nasib sendiri ya begini..." Naoki menghela nafasnya lalu ia melihat Haruki yang sedang menatapnya, "Naoki! Syukurlah kau masih hidup!" Ucap Haruki yang mulai mengulurkan lengan kirinya, ia mencoba untuk membantu Naoki yang saat ini sedang berada di dalam lubang, "Ya, terima kasih." Naoki mulai menggenggam tangan kirinya lalu Haruki menarik Naoki keluar dari dalam lubang itu sehingga ia mulai menatap Lang dan Chiara sedang bertarung melawan seorang ras Giant.
BAAMMMM!!!
"Uagghhh!!!" Lang terdorong ke belakang dan Chiara terpental ke belakang sehingga ia tergeletak di atas tanah dengan tombak-nya yang terbelah menjadi beberapa bagian, "Cih... Ras Giant dari kelas empat ternyata memiliki kekuatan dan kemampuan yang jauh lebih kuat dari Gigante sepertinya." Lang mulai mengusap darah yang terdapat di mulut-nya lalu ia mulai menarik kapak-nya dan setelah itu ia mulai menciptakan kapak yang sama menggunakan sihir listrik-nya.
Giant itu sudah berada di ukuran yang sangat besar sekali bahkan Haruki dan yang lainnya bagi Giant itu terlihat seperti kecoak, "Ternyata ras Giant cukup menyusahkan juga." Ucap Shizen yang mulai menatap Giant itu, "Aku adalah Gorgan Tuaraka! Aku sebagai peserta terakhir dari kelas empat akan mengalahkan kalian semua dengan hanya satu sentilan saja."
"RAAAAAAGGGGGGGGHHHHHHHHH!!!" Teriak Gorgan keras sehingga membuat semua peserta dari kelas tiga terdorong ke belakang, tetapi mereka menghentikan dorongan itu dengan menghalangnya menggunakan kedua tangan mereka. Gorgan mulai mengepalkan kedua tinjunya sehingga ia menaikkan auranya dan membuat guncangan besar yang mampu membuat seluruh arena itu retak.
Aura yang dimiliki Gorgan berwarna abu-abu dan aura itu langsung meledak sehingga meluncurkan beberapa bola abu ke arah semua peserta dari kelas tiga. Mereka semua langsung menghindari serangan itu dengan melompat ke belakang atau melakukan backflip ke belakang, "Cih, ras Giant ya... Tapi apakah kau bisa mengalahkan ras Legenda seperti diriku!?" Tanya Shizen yang mulai menunjuk Gorgan menggunakan telapak tangan kirinya, "Dark Explosive Grenade!" Shizen meluncurkan bola kegelapan besar melalui telapak tangan kirinya sehingga bola itu melesat menuju arah Gorgan.
Gorgan langsung menangkis sihir itu ke atas sehingga sihir tersebut meledak di atas langit, "Cih... Ternyata kulit-mu cukup keras juga untuk bisa menangkis sihir ledakanku." Ucap Shizen sehingga Gorgan mulai tertawa mengejek, "Ahahahaha!!!" Gorgan melesat menuju arah Haruki lalu ia melompat ke atas dan mendarat di depan mereka selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat ganas. Haruki sudah mengumpul rekan-rekannya karena satu-satunya cara untuk melawan Gorgan ialah melalui kerja sama.
Gorgan langsung menghantam mereka semua, tetapi mereka langsung menghindari serangan tinju kanan Gorgan dengan melompat ke belakang. Tinju-nya itu mampu menghancurkan arena dan membuat Jorgez mulai tertawa karena sepertinya pertarung yang cukup menarik akan muncul lagi, "Hooo... Menarik..."
"RAAAAAGGGHHHH!!!" Gorgan terus menyerang mereka dengan mencoba untuk menghantam dan menginjak mereka, tetapi kecepatan mereka dapat menyelamatkan mereka dari serangan Gorgan untuk sekarang, "SIAL!!!" Gorgan menendang daratan sehingga menciptakan asap dan dorongan yang mampu membuat mereka terdorong ke belakang, Gorgan mulai terus menghantam daratan sehingga menciptakan dorongan dan getaran yang besar di atas arena tersebut, "Ometone ternyata bisa hancur juga ya... Ahahaha! Menarik!!!" Ucap Jorgez.
"Sepertinya kekuatan Giant satu ini berbeda dari sebelumnya." Ucap Lang, mereka semua mulai mengangguk, "Sepertinya Gorgan lebih berpengalaman dan memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari ras Giant yang pernah kau lawan." Ucap Naoki.
Gorgan terus menendang-nendang daratan sehingga membuat mereka semua langsung menghalang serpihan Ometone yang mulai mengenai seluruh tubuh mereka, "Baiklah, mari kita menyerang Gorgan bersamaan." Ucap Haruki yang mulai menarik kedua pedang-nya lalu ia melesat menuju arah Gorgan bersama Shizen yang berada di belakangnya. Gorgan melihat Haruki lalu ia melesatkan tinju kanannya ke arahnya, tetapi Haruki langsung melompat ke atas dan berhasil menghindari serangan itu.
Lang dan Chiara melesat menuju arah Gorgan hingga mereka berdua tiba di sekeliling Gorgan, Naoki berdiri di atas serpihan arena itu selagi menatap Gorgan yang terlihat kebingungan, "Semua teman-temanku yang bergerak dan membuatnya bingung sepertinya berhasil untuk membuatnya lengah." Ungkap Naoki, ia mulai memberi Haruki sebuah isyarat untuk menyerang sekarang dengan Naoki melompat menuju arah Gorgan duluan, "Lakukan!" Ucap Haruki.
Semua peserta langsung melompat menuju arah Gorgan dan dengan bersamaan menyerangnya, "GRAAAGGGHHHH!!!" Kedua mata Gorgan berhasil sehingga ia menghantam Haruki terlebih dahulu lalu ia terpental ke belakang, Gorgan melanjutkan serangannya dengan menghantam Lang dan Chiara bersamaan lalu ia menendang Shizen dan Naoki sehingga mereka semua terpental ke belakang, "Kita sudah bergerak lebih cepat dan dia masih bisa menyerang kita terlebih dahulu...? Apakah insting pertarungnya itu terlalu kuat sehingga ia sempat untuk menyerang kita semua sekaligus...?" Ungkap Naoki.
Haruki bangkit dari atas tanah lalu ia melihat rekan-rekannya, "Apakah kalian baik-baik saja?" Tanya Haruki dan mereka semua langsung mengangguk, "Apakah kalian berpikir bahwa dia bisa mendeteksi energi sihir kita di kecepatan suara tadi?"
"Tidak... Energi sihirku tidak akan bisa di deteksi dengan sangat mudah sehingga ia bisa mengetahui keberadaanku dimana." Jawab Lang.
"Jadi bagaimana caranya dia bisa menyerang balik kita?" Tanya Haruki, "Tebakan-ku sepertinya dia mampu mendeteksi gelombang ultra sonik, hampir sama seperti gajah atau kelelawar." Jawab Chiara.
"Itu terdengar masuk akal, mungkin itu karena telinga-nya itu." Ucap Shizen yang mulai menatap kedua telinga Gorgan yang berukuran sangat besar, "Ya... Dia bisa saja menandai kita jika kita bergerak secepat mungkin bahkan dia sudah tahu kemana kita akan menyerang-nya." Kedua mata Gorgan mulai bersinar karena ia mencoba untuk menandai mereka berdua dan menebak pergerakan mereka selanjutnya, "Cih... Sepertinya Giant ini memiliki potensi yang hebat juga." Ucap Lang.
__ADS_1
"Hati-hati... Dia terlihat seperti akan menyerang." Ucap Naoki.
"GRAAAAAAAGGGGHHHH!!!" Gorgan mulai melesatkan tinju kanannya sehingga lengan kanannya memanjang dan menghantam puncak kepala Haruki, untungnya Haruki masih sempat untuk menahan tinju itu menggunakan kedua pedang-nya, tetapi beberapa detik kemudian ia langsung tertindih dengan tinju kanan Gorgan. *BAM!*
"Ahh! Apakah semua Giant mampu memperpanjang anggota tubuh mereka...?" Tanya Lang selagi membulatkan kedua matanya. Gorgan mulai menendang dan menghantam mereka semua dengan memperpanjang kedua lengan dan kaki mereka sehingga mereka langsung terhantam dan tidak ada satupun yang selamat dari serangan Gorgan, "Grrggghh..." Haruki bangkit dari atas tanah lalu ia mulai menatap Gorgan dimana lengan kirinya melesat menuju arahnya dari belakang.
Lang melihatnya, "Haruki!!! DIBELAKANGMU!!!" Teriak Lang keras, Haruki melirik ke belakang lalu ia terkena hantaman dari tinju kirinya sehingga membuat Haruki terpental ke belakang sehingga ia langsung perlahan-lahan akan terjatuh dari atas arena.
SWOOSSHH!!!
Chiara muncul di belakang Haruki lalu ia menendang punggung Haruki sehingga ia terpental kembali menuju daratan dan sepertinya Chiara berhasil menyelamati Haruki yang akan terjatuh dari atas arena. Lang menghela nafas lega karena Haruki telah selamat, Chiara mendarat di depannya, "Maaf, aku tidak terbiasa menyelamatkan seseorang dengan cara yang lembut." Ucap Chiara.
Haruki bangkit dari atas tanah lalu ia mulai menepuk-nepuk bajunya, "Terima kasih karena sudah menyelamatkanku, setidaknya cara kasar juga dapat menyelamatkan diriku." Haruki tersenyum dan ia merasa lega bahwa ia terselamatkan. Gorgan langsung bergerak menuju arah Haruki dan Chiara, "Sepertinya dia mengincarku." Ucap Haruki, ia mulai menunjukkan kuda-kuda berpedangnya.
"Apakah dia menambah besar lagi...?" Chiara mulai melakukan kuda-kuda bertarungnya. Gorgan langsung mencoba untuk mengambil mereka menggunakan tangan kanannya, tetapi mereka berdua langsung melompat dan menghindari serangan tadi, "Dia tidak memukul!" Ucap Haruki sehingga Gorgan mengejar Chiara.
"Apakah dia mencoba untuk menghancurkan tubuh kita?!" Chiara melompat ke atas dan melewati Gorgan, "Sekarang kau mengincarku begitu?!" Chiara mulai mengangkat tangan kanannya sehingga sebuah bunga matahari muncul di atasnya lalu ia berubah bunga itu menjadi tombak, "Makan ini!!!" Chiara melempar tombak itu ke arah mata kanan Gorgan, tetapi Gorgan langsung menghancurkan tombak itu menggunakan laser yang keluar melalui kedua matanya.
BAAMMM!!!
Gorgan menatap Lang lalu ia mencoba untuk menghantamnya menggunakan tinju kanannya, tetapi Lang melompat sehingga ia langsung tertangkap dengan tangan kiri Gorgan, "Arrrgghhh! Sial!" Gorgan langsung membuka mulutnya lebar dan ia berencana untuk memakan Lang, Gorgan mengangkat Lang ke atas lalu ia melepasnya sehingga Lang perlahan-lahan terjatuh menuju mulut Gorgan yang terbuka lebar.
ZWOOOSSSHH!!!
Chiara melempar tombak-nya ke arah Lang lalu ia memegang tombaknya sehingga tombak itu melesat menuju arah Lang dan juga membawa Chiara karena Chiara melemparnya dengan tenaga penuh, Chiara langsung menggenggam tangan kanan Lang dan berhasil menyelamatkan Lang, tombak yang ia pegang langsung tertancap di atas lantai dan Gorgan langsung menutup mulutnya, "GRRGGHH!!! MAKAN SIANGKU!!!" Teriak Gorgan keras.
Lang mulai menatap Chiara, "Jangan salah paham. Kau pernah menyelamatkanku, jadi aku juga harus menyelamatkanmu jika kau berada di masalah yang tidak bisa kau urus." Ucap Chiara yang mulai menarik tombak-nya kembali. Gorgan mengangkat lengan kirinya ke atas lalu ia mulai menciptakan bola magma, "MAGMA CRUSHER!!!" Gorgan melempar bola magma itu ke arah Haruki dan yang lainnya.
Bola magma itu langsung meledak dan berubah menjadi beberapa bagian kecil, Haruki langsung menebas semua bola-bola magma itu dan Naoki menggunakan sihir kegelapannya untuk mendorong-nya kembali ke arah Gorgan. Mereka semua melakukan yang terbaik untuk tidak terkena sihir magma yang Gorgan luncurkan.
Semua peserta dari kelas tiga langsung berkumpul di satu tempat selagi menatap Gorgan, "Sihir magma-nya terlalu kuat... Lebih baik kita akhiri sebelum dia benar-benar bertambah kuat dan bertambah besar lagi." Ucap Shizen.
"GROOOOAAAAAAAGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Gorgan keras sehingga ia mengangkat kedua tangannya, ia mulai menciptakan bola magma yang lebih besar dan bahkan bola magma itu memiliki ukuran yang lebih besar dari tubuhnya sendiri, "Apakah dia mencoba untuk menghancurkan arena dengan sihir itu...?" Tanya Haruki.
"Cih! Kekuatan penuh sepertinya adalah pilihan kita satu-satunya!" Ucap Naoki yang mulai menaikkan seluruh kekuatannya sampai puncak kekuatan penuh, "Kita harus menghentikannya!" Ucap Shizen sehingga ia langsung menaikkan seluruh kekuatannya sampai puncak kekuatan penuh juga, Chiara dan Lang melakukan hal yang sama dengan tenaga mereka yang tersisa.
Haruki mulai menepatkan kedua pedangnya di belakang punggung-nya lalu ia menaikkan seluruh kekuatannya sampai puncak kekuatan penuh, "Baiklah! Mari kita lakukan ini!!!" Ucap Haruki.
__ADS_1
"HAAARRRGGGHHH!!!" Gorgan melempar bola magma itu ke arah mereka semua, Haruki mulai menunjuk bola magma itu menggunakan kedua telapak tangannya, "CHAOS CATASTROPHE!!!" Teriak Haruki sehingga ia meluncurkan gelombang merah hitam yang tebal menuju arah bola magma itu.
Kedua mata Chiara mulai bersinar cerah sehingga pupil matanya mulai berubah menjadi lambang dari bunga matahari, "SOLAR SUNFLOWER BEAM!!!" Chiara meluncurkan laser putih melalui kedua matanya sehingga laser itu mengenai bola magma milik Gorgan, "DARKENING ABSOLUTION!!!" Naoki meluncurkan gelombang hitam dengan kilat hitam yang mengeliling-nya melalui mulutnya sehingga gelombang hitam itu mengenai bola magma milik gorgan.
"BAKUHATSU...!!! BLASTED WORLD!!!" Shizen meluncurkan gelombang merah dan jingga sehingga gelombang itu mengenai bola magma milik Gorgan, "GREAT SPIRIT THUNDER!!!" Kapak milik Lang meluncurkan halilintar berwarna putih dan halilintar itu mengenai bola magma tersebut.
BAAMMMM!!!
Gorgan mulai menambahkan kekuatan lebih di bola magma-nya sehingga ukurannya mulai membesar dan mampu mendorong gelombang sihir milik mereka semua, "HAAAAAAAARRRRRRGGGGHHH!!!" Teriak mereka semua yang mencoba untuk mendorong sihir milik Gorgan, semua peserta dari kelas tiga perlahan-lahan terdorong ke belakang.
Haruki berhenti mengeluarkan sihirnya, ia menarik kedua pedangnya, "Baiklah! Kalian berempat tahan bola magma itu, aku akan menyerang bagian fatal Gorgan!" Ucap Haruki sehingga ia melompat dengan sangat tinggi ke atas sehingga Gorgan bisa melihat Haruki yang melompat menuju arah dirinya, "Ahh!?"
"JYAAAGGGHHH!!!" Haruki melempar kedua pedang-nya ke arah kedua mata Gorgan, sehingga kedua pedangnya langsung menusuk kedua mata Gorgan, "UAAAAAAAAGGGGHHHH!!!" Teriak Gorgan kesakitan sehingga ia langsung memegang wajahnya, bola magma miliknya langsung mengecil.
"ITU DIA!!! AYO KITA LAKUKAN, TIGAAAAAA!!!" Teriak Shizen sehingga mereka semua langsung menaikkan seluruh kekuatan mereka dan gelombang sihir mereka berhasil menghancurkan bola magma itu, gelombang mereka langsung mengenai seluruh tubuh Gorgan dan itu membuatnya terpental ke belakang sehingga ia perlahan-lahan mengecil karena ia telah kehilangan kekuatannya, "AAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!" Teriak Gorgan keras sehingga ia langsung terjatuh dari atas arena.
BAAMMMM!!!!
"Dengan terjatuhnya Gorgan dari atas arena, peserta yang berasal dari kelas empat. Itu artinya semua peserta dari kelas tiga yang mengikuti tantangan ke satu akan otomatis menang dalam seleksi pemilihan Tournament of Solicitation. Selamat!" Jorgez tersenyum lalu ia mulai memindahkan mereka ke akademi.
***
Mereka langsung tergeletak di atas tanah dengan kondisi yang lelah dan terluka, "Kita menang ya...?" Haruki tersenyum selagi melihat langit-langit, ia merasa puas terhadap dirinya karena ia bisa menang dalam turnamen battle royale itu serta teman-temannya juga bisa diajak kerja sama dalam hal-hal yang sulit, "Semua petarung yang kiat lawan ternyata tangguh semua ya..." Ucap Naoki.
"Ya!" Mereka semua langsung menjawab dengan ekspresi yang terlihat puas dan senang.
TO BE CONTINUED----
BAAMMMM!!!
Di suatu tempat, tempat dimana tantangan dua sedang berlangsung saat ini, semuanya telah hancur serta semua peserta yang mengikuti tantangan dua ini telah terbunuh oleh seorang dewa penghancur yang bernama Kaimetsu Obelisk atau bisa dipanggil dengan sebutan Obelisk. Ia berhasil menghancurkan semua kelas termasuk kelas tiga bahkan ia juga sudah membunuh beberapa peserta dari kelas satu, dua, empat, dan lima. Tiga masih bisa selamatkan karena sihir penyembuhan milik Korrina sendiri.
"U-Urgh..." Shira membuka kedua matanya dan ia sadar bahwa seluruh tubuhnya sudah dipenuhi dengan darah, ia menatap ke depan dimana ia melihat Obelisk yang sedang berdiri selagi mencekik seorang peserta dari kelas tiga, "Sebelum datangnya ciptaan... Datanglah kehancuran."
"Vanish." Obelisk menggunakan sihir vanish kepada peserta itu, "ARRRRRGGGGGHHHHHH---" Teriak peserta itu dengan sangat keras sehingga seluruh tubuhnya perlahan-lahan menghilang, sihir itu adalah sihir yang hanya dimiliki oleh dewa dan dewi serta sihir itu juga bisa menghapus apapun dari kenyataan dan peserta itu sepertinya tidak akan bisa kembali walaupun di bangkitkan dengan Solicitation's Order.
"Apa-Apaan ini...?" Shira mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat ketakutan.
__ADS_1