
""Hah...!?""
Shira dan yang lainnya memasang tatapan kaget ketika mendengar rencana Kou, mereka tidak bisa menganggapnya sebagai candaan ketika melihat tatapan serius Kou.
"Oi, oi, oi... kau serius, Kou? Ti-Tidak mungkin bukan? Mendengarnya saja sudah membuatku merinding ketakutan seperti ini..." Kata Haruki dengan tatapan yang terlihat kaget.
"Untuk kali ini aku setuju... rencana seperti itu cukup mengerikan, kau tidak tahu bisa selamat atau tidak." Kuro menyilangkan kedua lengannya, menolak Kou untuk pertama kalinya.
Shira hanya bisa diam, memikirkannya kembali soal rencana yang baru saja Kou jelaskan melalui telepati agar mereka dapat mengerti dengan cepat.
"Tentukan lah sekarang... jika tidak maka aku sendirian yang akan melakukannya." Kata Kou sampai membuat mereka semakin kaget karena rencana itu tidak bisa di lakukan oleh dirinya.
"Itu tidak bisa... kau hanya menarik dirimu kepada kematian itu sendiri, rencanamu itu... apakah tidak bisa sedikit di ganti?" Tanya Haruki sambil melihat Bamushigaru yang terus di tahan oleh seluruh penghuni Touriverse.
"Jika kalian tidak ingin mengikutinya maka aku saja...! Lebih baik jangan melakukannya jika kalian tidak memiliki niat atau keyakinan besar..." Kata Kou yang terlihat khawatir, ia seharusnya tidak memberitahu rencananya itu.
"Tidak, ratu Touriverse, hanya saja... rencana itu cukup tidak diketahui bukan?" Tanya Kuro yang merasa tidak yakin dan percaya diri, ia terus memperhatikan mulut Bamushigaru yang terbuka selebar alam semesta.
"Kita tidak tahu jika belum di coba bukan...? Aku sendiri bisa membaca pikiran Bamushigaru, isinya dipenuhi makan dan makan... makan lagi..." Kata Kou, pikirannya bisa membaca isi pikiran yang mereka semua pikirkan.
"Aku juga mengetahui jelas bahwa kalian takut... aku sendiri takut tetapi rencana seperti itu mungkin efektif jika kalian menemukan intinya dan menghancurkan atau mengeluarkannya."
Kou mengeluarkan sebuah layar virtual untuk melakukan sedikit analisis dengan bantuan Tech, ia mencoba untuk memeriksa seluruh anggota tubuh Bamushigaru yang sangat mematikan.
"Hanya saja kita hanya perlu tumbal...." Kou memegang dagunya lalu ia mulai mendapatkan ide lain tetapi membutuhkan bantuan kedua saudaranya itu.
"Jika kalian takut maka aku sendiri tahu jalan lain... hanya saja jangan terlalu lama berada di dalam sana, apakah kalian pernah mendengar sejarah tentang lima Berkah dari surga?" Tanya Kou.
"Lima berkah surga...? Aku mengetahuinya dari Hikari, jika kau menyarankan diriku untuk melakukan ritual itu maka lebih baik aku mati saja." Kuro menghela nafasnya.
"Heh...?" Kou menatap tatapan kaget, ia baru saja sadar tentang Kuro adalah inti dari segala dosa dan tentunya ia pasti akan di serang oleh semua berkah surga itu.
"Ahahaha... aku lupa... mungkin hanya berguna kepada Haruki dan Shira saja, aku yakin mereka dapat melakukan ritual itu." Kou menatap Shira dan Haruki, mereka menatap satu sama lain.
"Aku bisa... tetapi diriku sendiri masih tidak yakin." Kuro membutuhkan waktu lainnya untuk berpikir, seperti biasanya Kuro dan Haruki terus membicarakan risiko tentang rencana yang di maksud oleh Kou.
Mereka menghabiskan waktu cukup lama sampai melupakan tentang Bamushigaru yang saat ini terus menjerit dan mendorong mereka kemana-mana.
Semua pasukan itu masih bisa bertahan berkat berkah surga yang Kou berikan dengan membuka gerbang surga yang di dalamnya terdapat banyak sekali cahaya pelindung yang efektif.
Kuro dan Haruki baru saja menyadari Shira yang terus diam, mereka menatap dirinya karena ia belum mengeluarkan perkataan apapun sejak mengetahui rencana Kou.
"Kenapa kau diam saja, Shira? Biasanya kau yang lebih cerewet soal rencana ini dan itu." Kata Kuro.
"Iya kah? Aku tidak begitu cerewet..." Jawab Shira yang mulai menatap mereka berdua sekarang.
"Ternyata benar... sesuatu pasti terjadi kepadamu! Kemana Shira!? Apa yang kau lakukan kepadanya!?" Tanya Haruki sambil menunjuk Shira yang memasang tatapan datar.
"Aku Shira... hanya saja mendengar rencana Kou soal itu mengingatkan diriku bahwa rencana apapun yang terdengar gila dan berisiko, aku yakin terdapat kandung yang sangat mendalam." Shira menatap Kou.
"Aku terima saja... tanpa memiliki rasa segan akan aku lakukan untuk menikmati kehidupan damaiku." Jawab Shira yang sudah setuju dengan rencana itu sampai mengejutkan Kuro dan Haruki.
"Bukannya itu terdengar langka darimu, Shira? Kau biasanya akan bertentangan dengan rencana apapun..."
"Hei, aku sering mengikuti rencana gila bahkan Kou dan Korrina sama, rencana mereka penuh dengan kegilaan dan risiko yang dapat membunuh kita semua." Perkataan Shira membuat Kuro dan Haruki ingat seketika.
"Apakah kau masih ingat rencana untuk meledakkan seluruh alam semesta dengan nuklir yang memiliki daya kekuatan semesta? Itu sejak Rxeonal menyerang." Kata Shira.
"Iya... aku mengingatnya, Korrina yang merencanakannya." Kuro mengangguk.
"Dan ketika Zangetsu datang, dia sampai menyuruh seluruh penghuni Touriverse dan menciptakan kedamaian yang besar antar seluruh bangsa, awalnya mereka semua bermusuhan."
"Aku ingat..." Haruki mengangguk.
"Dan sekarang ide Kou tidak jauh berbeda, aku menerimanya saja, lagi pula Kou adalah putri menantuku." Shira terkekeh sambil mengelus kepala Kou.
"Ayah..." Kou tersenyum lalu ia mengangguk sehingga Shira menatap Kuro dan Haruki dengan tatapan serius bahwa mereka perlu menggunakan rencana ini untuk menghentikannya.
"Bagaimana dengan alam semesta ini? Tanpa kita maka semuanya bisa saja menghilang ketika kita keluar..." Kata Kuro.
__ADS_1
"Soal itu aku sudah memberitahu yang lainnya, intinya kita memiliki Yuuna yang dapat menciptakan arwah dan Shizen mengurus ledakan paling dahsyat kepada Bamushigaru."
"Di sisi lainnya..." Kou menunjuk ke belakang sampai mereka bisa melihat Minami mengumpulkan seluruh bangsa Neko Legenda untuk melakukan perubahan menjadi Beast Neko Legend.
"Jangan-jangan...!?" Haruki melebarkan kedua matanya.
"Ya... kita akan mengasingkan Bamushigaru dengan jumlah Beast Neko Legenda yang sangat banyak!" Kata Kou sehingga membuat mereka semua terkejut dan tersenyum.
"Sepertinya benar... mungkin sudah cukup untuk mengulurkan beberapa waktu." Kuro mengangguk dan percaya dengan rencana Kou.
"Baiklah, aku ikut, Shira." Kuro menepuk punggung Shira dan ia langsung mengangguk sehingga mereka menatap Haruki.
"Tentu saja aku ikut, memangnya aku pergi ke Zuutouri untuk apa? Berlibur?" Tanya Haruki.
"Entah kenapa aku merasa tersindir..." Kata Shira yang berlibur di luar semesta selama 8 bulan, melupakan Yuusuatouri yang sedang dalam bahaya.
"Kalau begitu, ayooo!!! Kita akan melakukan lima berkah surga ritual!" Kou mulai mengeluarkan sebuah kubus waktu untuk memanggil Haruka dan Honoka.
"Kou, aku bisa masuk dengan dosa Gluttony untuk menghentikan rasa lapar Bamushigaru sebentar tetapi jika di dalam... aku tidak yakin bisa." Kata Kuro.
"Hm! Aku mengerti kok..." Kou masuk ke dalam kubus waktu itu dan mereka bertiga melakukan hal yang sama.
***
Shira melihat banyak sekali penghuni Touriverse yang berlindung, tidak bisa ikut bertarung karena memiliki urusan lain seperti rasa takut dan melindungi keluarga mereka yang tidak berdaya.
Kuro seketika mengingatkan seseorang, "Oi... kebangkitan Bamushigaru, bukannya itu di sebabkan oleh Ophilia...?"
"Ahh.. dia tidak ada, keberadaannya menghilang seketika." Kata Shira yang mencoba untuk mencari keberadaannya sehingga Kirua mulai menghampiri mereka.
"Jika kalian membicarakan soal Ophilia... maka... sudah terlambat." Kirua mengatakannya dengan tatapan depresi karena sudah kehilangan dua anggota keluarganya yang sangat dekat.
"A-Ada apa? Apa yang terjadi dengannya?" Tanya Shira.
"Zoiru menggunakan Ophilia sebagai cara alternatif lain untuk membangkitkan Bamushigaru... dia adalah majikan dari Phoenix dan Phoenix sendiri adalah ibu dari segala makhluk sihir."
"Otomatis Zoiru dapat memasang lambang Bamushigaru nya ke punggung Ophilia sampai lambang Bamushigaru dan Phoenix mulai bertemu..."
Sekarang mereka semua mengerti kenapa Zoiru dapat membangkitkan Bamushigaru tanpa Grimoire itu, Kou bertambah semakin kesal karena Zoiru dipenuhi dengan rencana alternatif yang membuatnya terkecoh.
"Terus... apa yang terjadi dengan Ophilia, dia dimana?" Tanya Kuro.
"Sayang sekali... Ophilia berada di dalam tubuh Bamushigaru, entah itu terjebak atau sudah di makan..." Perkataan Kirua membuat mereka semua tercengang dan Kuro mulai menutup kedua telinganya agar Arata tidak mendengarnya.
"Ophilia hanya terjebak!" Seru Kou, membangkitkan kembali harapan mereka semua.
"Pikiranku ini sudah menemukan Ophilia, dia di dalam Zoiru... masih hidup, itu lah kenapa kita gunakan rencana ini sebagai yang terakhir!" Kou mencoba untuk membuat mereka semua kembali bersemangat.
"Ya... Kou benar, mari kita lakukan ini!" Semangat Shira kembali terbakar di dalam tubuhnya itu sehingga ia mulai menepuk kedua pipinya.
"Hanya kita bertiga saja kah yang menjalankan rencana itu?" Tanya Haruki kepada Kou.
"Iya, biasanya kalian pergi berempat bukan? Kalau begitu aku ikut---"
""Tidak!"" Jawab Kuro, Haruki, dan Shira bersamaan.
"Hahaha, kalau begitu kalian tetapkan saja dengan tiga... sejak awal kalian memang memiliki tingkat kerja sama yang cukup baik bukan bahkan Mama memanggil kalian The Big Three!" Kou mengangkat ketiga jarinya.
"The Big Three ya...? Mungkin itu bukan aku karena Arata selalu bersama mereka berdua soal pertarungan dan kerja sama." Kata Kuro.
"Ayolah, jangan seperti itu, Kuro! Kamu juga termasuk karena Arata dan dirimu itu sama saja." Kou mulai melepas zirah teknologinya.
"Kita memang bekerja sama dengan baik tetapi jarang juga sih... hanya pada saat keadaan darurat bahkan dulunya bisa di bilang sebagai The Quad of Hope!" Kata Shira.
"Hanya kekurangan dia saja ya... baiklah, mari kita lakukan dengan cepat!" Kata Haruki sehingga ia bersama Shira mulai diminta oleh Kou untuk berdiri di lambang surga yang sudah Honoka gambar.
"Ritual lima berkah surga... dengan ini kalian bisa merasakan keamanan tinggi ketika melaksanakan rencana itu." Kou mulai berdiri di hadapan Shira dan Haruki.
"Lima anak surga yang memiliki hati murni untuk melakukan ritual lima berkah..." Haruka mulai memegang tangan Kou dan Honoka mulai memegang tangan Haruka.
__ADS_1
Kou memegang tangan Honoka sehingga mereka membuat sebuah lingkaran yang sempat menyalakan simbol surga itu sampai memancarkan cahaya surga yang sempat membuat Shira dan Haruki terkejut.
"Tunggu, lima anak surga? Kalian hanya tiga orang loh..." Kata Shira.
"Kedua anak lainnya di perut kedua Kakakku." Kou terkekeh sampai membuat Shira tersenyum lebar.
"Wahhhh! Kalian hamil ya!? Selamat, mungkin sudah telat karena perut kalian bertambah buncit, ahahaha." Shira tertawa untuk memperbaiki perasaan sedih dan kesalnya terhadap Zoiru.
"Terima kasih, Shira, aku harap kau bisa memberkati Touriverse dengan kedamaian lagi." Haruka tersenyum, mempercayai Shira bahwa ia dapat melakukannya lagi.
"Jangan sampai kalian keluar menjadi kotoran ya..." Kata Honoka sambil terkekeh.
"Tentu saja tidak!" Jawab Haruki.
"Hei, Kuro, kenapa tidak masuk?" Tanya Hikari sambil menepuk punggungnya.
"Kau ingin aku di siksa apa?" Tanya Kuro dengan tatapan datar.
"Kou, apakah ritualnya akan berhasil? Anak kita belum lahir..." Kata Haruka sambil menatap Kou dan ia menjawabnya dengan sebuah anggukan lalu ia memejamkan kedua matanya.
"Pasti bisa... kalian sudah hamil 8 bulan itu artinya sudah terdapat satu anak surga di dalam perut kalian."
"Baiklah, mari kita mulai secepatnya. Fokus terhadap dua titik di hadapan kita..." Kata Kou sehingga Haruka dan Honoka memejamkan kedua mata mereka.
""Heaven's Fortune!"" Haruka, Honoka, dan Kou melebarkan kedua matanya mereka yang langsung memancarkan cahaya biru mudah sampai menyelimuti tubuh Haruki dan Shira.
Semua cahaya itu menyebar dan masuk ke dalam tubuh mereka untuk mendapatkan berkah lainnya walaupun hanya sedikit, Kuro melindungi tubuhnya dengan dosanya agar tidak tersengat.
Hikari hanya bisa tersenyum karena ritual yang mereka lakukan cukup membantu dirinya untuk mendapatkan beberapa berkah juga dari surga.
"Jadi mereka ya..." Hikari tersenyum.
Kou, Haruka, dan Honoka melepaskan genggaman tangan itu karena ritual tersebut berjalan dengan lancar sampai tubuh Shira dan Haruki mendapatkan perlindungan dari cahaya biru mudah itu.
"Sudah berhasil." Kou tersenyum.
"Sekarang... kalian tahu harus apa bukan?" Tanya Kou yang mulai mengeluarkan kubus waktu itu.
Shira, Haruki, dan Kuro menatap satu sama lain lalu mereka saling mengadu tinju mereka untuk mencoba melakukan hal yang terbaik demi menghentikan Bamushigaru dan menyelamatkan Ophilia.
***
Shira melompat keluar dari dalam kubus itu lalu ia menatap ke depan, melihat banyak sekali tubuh mayat yang sudah hancur berserakan dimana-mana sampai ia bisa melihat Minami mencoba untuk memberikan cahayanya kepada seluruh bangsa Neko Legenda.
"Baiklah, Kou... Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Kuro.
Kou menyentuh kepalanya dan ia mulai mengangguk, "Tunggu saja."
Zirah Kou mengeluarkan banyak roket yang membantu dirinya untuk pergi ke belakang dengan kecepatan penuh sampai Bamushigaru selagi mengurusi semua sihir yang dilepaskan ke arahnya.
"... ...!" Kou melebarkan kedua matanya sampai pikiran Bamushigaru mulai berubah seketika, ia membuka mulutnya lebar lalu mencoba untuk menghisap semua mayat yang sudah mati itu.
"Dorongannya... bertambah dahsyat!" Kata Haruki yang mencoba untuk tidak tertarik ke dalam, Kou melihat Minami memunculkan tumbuhan besar untuk menahan semua pasukan.
Termasuk Kuro, Shira, dan Haruki yang mendapatkan kesulitan ketika Bamushigaru mencoba untuk menghisap semua makanan kecil itu, Kou terus memegang erat akar tumbuhan yang mengikat perutnya.
"Kuro! Shira! Haruki!" Panggil Kou yang mulai mengeluarkan Kerisnya.
"Kenapa?" Tanya Shira sambil menatap Kou.
"Semoga beruntung~" Kou tersenyum lebar lalu memotong akar milik Kuro, Shira, dan Haruki sampai mereka semua tertarik penuh kekuatan ke dalam mulut Bamushigaru.
""Aahhhh---""
Shira bersama kedua temannya tidak dapat melakukan sesuatu karena terlambat, mulut Bamushigaru yang sangat besar itu langsung melahap mereka semua tanpa kesadarannya.
"Semoga beruntung, kalian bertiga." Kou mengalirkan seluruh rasa percaya dan harapannya kepada mereka.
Shira... Kuro... dan Haruki...
__ADS_1
...telah di makan.