Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 736 - Melatih Kalian adalah Tugasku


__ADS_3

"Apakah kau melihatnya tadi...?" Kesatria dengan zirah yang sama mendarat tepat di belakang kesatria yang sedang menggerakkan ekor kalajengkingnya.


"Ya... sepertinya dia memang sulit untuk di ajak kompromi. Tetapi... aku sudah mengetahui jelas bahwa dirinya memang mengenal Shinobu Koneko." Kata Kesatria itu.


"Untuk sekarang kita mundur saja... tidak ada lagi yang harus di periksa, jika kau menemukan apa yang selama ini kau inginkan maka itu sudah cukup baik." Kesatria itu mulai mengangkat jarinya lalu menulis lambang.


Sebuah lambang yang terbentuk dari bintang biru tua mulai melancarkan cahaya ke arah Kesatria kalajengking itu sampai ia menerima pemulihan yang cukup besar bahkan tubuhnya juga di penuhi dengan rasi bintang.


"Baiklah... kita mundur." Kesatria itu bersama rekannya terbang ke atas langit lalu menghilang seperti bersatu dengan langit di malam hari.


***


"... ..." Koizumi mendarat di atas tembok kerajaan Ghisaru, pikirannya dipenuhi dengan seorang kesatria yang berpakaian begitu mencolok sampai ia melihat aura rasi bintang di sekeliling tubuhnya.


Keguguran dari rekannya membuat dirinya merasa bersalah karena tidak membalas kematian tersebut dengan kematian lainnya tetapi kemampuan waktu prediksi memperingati dirinya bahwa ia akan meleleh ketika menyerangnya.


"Apakah seorang Primal Legend...? Sama seperti Regulus yang dapat menggunakan kekuatan Gorila..." Ungkap Koizumi.


Pemberontak lainnya mulai berdatangan dari arah yang berbeda, mereka baru saja selesai menyelesaikan tugas itu sampai Koizumi tidak melihat sedikit pun kekurangan kecuali timnya sendiri.


"Sial... kesatria tadi memiliki suatu perbedaan di dalam dirinya, jika aku bertemu dengannya maka aku akan mencari tahu cara untuk mengalahkannya." Koizumi melompat ke bawah.


Keesokan harinya, Koizumi seperti biasanya bangun pagi untuk mempersiapkan latihan yang akan ia sediakan kepada kedua sepupu dan temannya agar mereka sudah siap untuk melakukan pemberontakan juga.


"Baiklah..." Koizumi mulai membenarkan Kisetsu nya lalu dirinya sudah sepenuhnya siap untuk menjemput mereka semua satu per satu.


***


Koizumi berencana untuk menjemput Konomi dan Ako terlebih dahulu karena lokasi mereka lumayan dekat dengan rumahnya sendiri, ia mempercepat penerbangannya lalu melihat kedua Legenda itu sedang berlatih bersama orang tua mereka.


Koizumi mendarat di atas daratan sampai mereka semua langsung menoleh kepada dirinya, "Ahh, Koizumi! Apakah kamu mengajak kami bermain lagi?"


"Tidak... untuk sekarang, hari ini kita tidak akan bermain melainkan berlatih sampai kalian siap untuk menjadi seorang pemberontak." Kata Koizumi.


"Pemberontak...? Di umur 5 tahun...? Apakah kalian yakin...?" Tanya Chloe.


"Di era kerajaan seperti ini... semua anak-anak sudah di latih untuk bisa bertahan dan bertarung demi masa depan, akan sangat membantu jika jumlah pemberontak bertambah."


"Ahh... masuk akal... lagi pula aku sendiri tidak dapat menolak hal seperti itu karena Legenda biasanya memang sudah harus bertarung sejak kecil." Mitsuki menatap Konomi dan Ako.


"Apakah kalian sudah siap untuk melakukan latihan selanjutnya bersama Koizumi...?"


""Tentu...!""


Mereka menjawabnya tanpa rasa segan, Koizumi sampai merasa lega bahwa mereka tidak mengeluarkan alasan apapun.


Sepertinya dia memang harus berpikir positif dengan bangsa Legenda bahwa mereka tidak akan menolak sebuah latihan.


"Kalau begitu, hati-hati, jangan memaksakan diri kalian masing-masing jika sudah merasa lelah." Kata Chloe.


"Konomi! Ako! Semoga beruntung...! Aku harap kalian bisa berhasil di latihan ini sampai menjadikan kalian sebagai seorang pemberontak yang hebat." Mitsuki melambaikan tangannya kepada mereka.


""Baik!""


Koizumi mulai menundukkan kepalanya kepada mereka, ia sekarang memiliki tanggung jawab besar untuk melatih kedua Legenda itu menjadi seorang pemberontak yang hebat.


"Kalau begitu, ayo, kita menjemput kedua sepupuku." Koizumi mulai melayang sehingga mereka memasang tatapan kaget karena tidak bisa terbang.


"Ko-Koizumi... kami tidak bisa terbang, ahaha..." Kata Konomi selagi menggaruk pipinya.


"Ehh...?"


"Kalau begitu jalan saja... bisa di jadikan sebagai pemanasan yang lumayan efektif." Koizumi berjalan cepat ke arah barat untuk menjemput Hinoka.


""B-Baik...!!!"" Mereka langsung mengikuti Koizumi dari belakang yang berjalan cukup cepat.


Beberapa menit kemudian, mereka sempat berpapasan dengan Hinoka yang bertujuan untuk pergi menuju kerajaan Ghisaru agar ia bisa memesan sarapan bertema makanan pedas.


"Ahh! Halo~" Hinoka melambaikan tangannya kepada mereka semua sehingga Koizumi berhenti di hadapannya.

__ADS_1


"Kau mau kemana, Hinoka?"


"Awalnya aku berniat untuk pergi menuju restoran Shimatsu agar bisa menikmati sarapan pedas~"


"Serius...? Pagi-pagi begini... kau memilih makanan pedas sebagai sarapan? Sangat tidak sehat..." Koizumi memasang tatapan datar.


"Te-he~ Ngomong-ngomong, kalian sedang apa? Apakah sudah saatnya untuk bermain lagi...?!"


"Tidak, untuk sekarang berbeda... tidak ada lagi yang namanya bermain sebelum di mulai dengan beberapa latihan agar kalian bisa menjadi Legenda yang layak."


"Hohhh~ Menarik...! Kalau begitu aku juga ingin berlatih bersama kalian, hidangan pedas bisa menunggu setelah tubuhku menerima rasa lelah dari latihan."


"Mudah sekali... aku kira kau akan menolak!"


"Oh, ayolah~" Hinoka memeluk tubuh Koizumi erat.


"Aku tidak akan menolak permintaan sepupu yang sangat aku cintai~" Hinoka mencoba untuk mencium bibir Koizumi tetapi ia berhasil melepaskan dirinya dengan melompat ke belakang.


"Awwww..." Hinoka memasang tatapan sedih tetapi ekspresinya berubah dengan cepat ketika melihat Konomi dan Ako yang mulai mundur beberapa langkah.


"Fufufu~ Ciuman sambutan...!" Hinoka mulai mengejar kedua saudara itu.


"Tidak, terima kasih...!!!" Konomi mulai meraih lengan Ako lalu melarikan diri dari Hinoka.


Untungnya Koizumi datang untuk menghentikan sikap mesum Hinoka dengan memberikan dirinya sebuah sentilan di kening sampai ia menunda ciuman sambutan itu untuk nanti.


"Awww...."


"Baiklah, kita jemput Legenda yang tertarik, Shinobu. Aku yakin dirinya sudah menantikan sebuah latihan yang dapat membantu dirinya untuk bertarung."


""Ayo!""


Mereka semua berjalan pergi menuju kabin Shinobu yang berada di lokasi lumayan jauh karena harus melewati kuburan itu.


Menghabiskan waktu selama beberapa menit sampai mereka bisa melihat peternakan yang lumayan besar di sebelah kabin itu, mereka juga melihat banyak sekali tumbuhan yang menghasilkan sayuran.


"Shinobu...? H-Hebat... dia bisa terbang menggunakan lengan dan kakinya sekarang!" Kata Konomi.


"Wahhh~ Terlihat menyenangkan~"


"Aku tidak menyangka Shinobu akan menciptakan alat hebat seperti itu yang membantu dirinya untuk bisa terbang... ternyata dia memang jenius." Ungkap Koizumi.


Shinobu yang mencoba untuk menyentuh awan seketika melihat Koizumi bersama yang lainnya datang, pipinya memerah seketika sampai keseimbangannya mulai tidak terkendali.


"W-Wah...!"


"Hati-hati...!" Ako terkejut ketika melihat Shinobu yang kesulitan mengendalikan penerbangannya.


Untungnya Shinobu mengeluarkan sebuah sayap melalui kedua bahunya sampai ia melayang pelan menuju daratan lalu mendarat tepat di hadapan Koizumi dengan ekspresi yang bahagia.


"A-Apakah Kakak lihat tadi...?!"


Shinobu mulai melompat-lompat, dirinya merasa begitu bahagia karena berhasil melakukan penerbangan sesukanya, Koizumi mulai mengelus kepalanya.


"Hebat juga, Shinobu... aku tidak menyangka kamu bisa melakukannya sendiri dengan bantuan dari pengetahuan dan otakmu."


Hinoka mulai mendekati Shinobu lalu menyentuh kedua lengannya, "Lengan ini yang membantu dirimu terbang...?! Hebat sekali, Koneko...!"


"Aku juga ingin terbang seperti dirimu tadi...!" Hinoka tersenyum lebar sampai membuat Shinobu takut seketika, ia langsung melarikan diri ke belakang Koizumi.


"T-T-Terima kasih..." Kata Shinobu dengan pipi yang memerah sampai Hinoka menunjukkan ekspresi yang terlihat bahagia bahwa ia ingin sekali memeluknya.


Koizumi menyentil kening Hinoka, "Aww...!"


"Kenapa...?!"


"Maaf, refleks."


"Buuuuuuu..."

__ADS_1


Shinobu mulai terkekeh lalu ia menoleh ke belakang dimana ia melihat kedua temannya mulai menyambut dirinya, Shinobu memberanikan diri untuk menyambut mereka semua.


"K-Kenapa kalian datang...? Apakah mau bermain lagi...?" Tanya Shinobu.


"Tidak, Shinobu. Kita sekarang akan melakukan sesuatu yang berbeda yaitu latihan, apakah kamu siap untuk melakukannya?" Tanya Koizumi sambil berhadapan dengan dirinya.


Ketika mendengar kata latihan, kedua mata Shinobu berbinar-binar seketika karena ia sudah lama menunggu waktu dimana ia dapat di lihat oleh seseorang agar pengalamannya bisa bertambah luas.


Kou tidak bisa melatih dirinya karena ia hanya mengajar Shinobu soal ilmu pengetahuan dan teknologi itu agar ia dapat menciptakan lebih banyak lengan dan kaki baru.


Shira juga tidak pernah datang untuk mengunjungi Shinobu karena ia memiliki tugas yang tidak bisa di biarkan begitu saja.


"Mm...! A-Ayo... berlatih..." Shinobu mengangguk selagi tersenyum manis.


"Uwah~ Manisnya~ Koneko~" Hinoka mulai menggerakkan kedua tapaknya sehingga Shinobu merasakan aura yang berbahaya darinya.


"Baiklah, kalau begitu... aku meminta izin dulu kepada Tante Kou." Kata Koizumi selagi menyentil Hinoka tetapi Shinobu mulai menggelengkan kepalanya.


"Mama sudah tahu... tadi pagi Mama bercerita kepadaku bahwa aku... aku besok akan berlatih dengan Kakak..."


"Baiklah kalau begitu, mari kita pergi menuju wilayah luas yang dipenuhi dengan rumput agar sinar matahari dapat menyinari tubuh kita juga." Koizumi berjalan pergi menuju tempat latihan pertamanya.


Mereka semua mulai mengikuti dirinya dari belakang, merasa bersemangat bahwa mereka akhirnya mendapatkan izin untuk berlatih menjadi seorang Legenda layak yang akan memberontak suatu saat nanti.


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di wilayah luas yang dipenuhi dengan rerumputan, mereka tidak bisa melihat pepohonan apapun kecuali rumput yang begitu pendek sampai mereka bisa melakukan piknik di wilayah itu.


"Langsung saja ya..." Koizumi maju ke depan lalu meminta mereka untuk berbaris rapi karena latihan akan di mulai sekarang juga.


"Untuk latihan hari ini kita akan melatih fisik kita terlebih dahulu."


"Setelah itu baru latihan bela diri agar kalian dapat melawan mereka yang mencoba untuk melukai kalian."


"Namun... sebelum kalian melakukan latihan fisik, alangkah baiknya untuk memulai pemanasan terlebih dahulu agar otot-otot kalian tidak cedera."


"Baik." Kata Konomi.


"B-Baik..." Kata Ako.


"Siap~" Jawab Honoka.


"A-Anuu... Kakak..."


Koizumi melihat Shinobu mengacungkan tangannya, "Hm? Ada apa, Shinobu?"


"Mungkin a-aku tidak dapat melakukan latihan fisik... karena suatu kendala... lengan dan kakiku ini palsu..."


Koizumi terkejut ketika mendengarnya, sepertinya latihan fisik dan otot akan berjalan tidak efektif untuk Shinobu yang memiliki lengan dan kaki palsu.


Melihatnya saja membuat dirinya bersalah karena ia terlihat seperti ingin melakukan semua latihan yang ia sanggup, "Benar juga..."


"...maaf ya aku lupa, kalau begitu bagaimana jika melatih kekuatan sihirmu itu terlebih dahulu? Seperti melakukan meditasi."


"Aku juga... tidak bisa melakukan sihir... mengendalikan dan mengeluarkan Lenergy juga tidak bisa..." Shinobu tersipu selagi menundukkan kepalanya.


Hinoka mulai mendekati Shinobu, "Koneko masih bisa melatih fisiknya kok..."


Hinoka menyentuh perut Shinobu sampai mengejutkan dirinya sehingga ia melarikan diri dari Hinoka lalu bersembunyi di balik batu besar.


"Walah... dia kabur... aku lupa, te-he~"


"Kau seharusnya ingat bahwa Shinobu tidak suka di sentuh sembarangan." Konomi menghela nafasnya.


"Tapi aku ingin menunjukkan sesuatu yang dapat melatih fisiknya yaitu perut dan tubuhnya agar dirinya dapat---" Keningnya langsung menerima satu sentilan dari Koizumi.


"Aww...!"


"Sudah aku katakan beberapa kali, jangan menyentuh dirinya sembarang seperti itu!"


"Hehehe~ Lupa~"

__ADS_1


__ADS_2