
Haruka bisa melihat sihir yang sangat mematikan di luar sana [Extinction Population], salah satu sihir yang dimiliki oleh keturunan Zangges... itu artinya semua ini bukan disebabkan oleh Komi melainkan seseorang yang memiliki hubungan atau keturunan dengan Zangges, kedua mata Haruka memancarkan cahaya hijau tetapi Okaho langsung memegang tangan-nya erat sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal.
"Mau bersikap ceroboh lagi 'kah? Hentikan... semua ini berjalan dengan masa depan yang kita lihat, jangan berpikir untuk turun tangan dan menghancurkan Limiter itu tanpa sengaja, Limiter yang terdapat di kening-mu itu bisa hancur kapan saja..." Kata Okaho dan ia melepaskan-nya, Haruka hanya bisa diam sambil mengangguk pelan, sihir itu masih tidak mampu menghancurkan pelindung tersebut karena Okaho membantu-nya dengan [Counter-Reality].
"Apa yang terjadi di luar sana...? Banyak sekali pedang yang terlihat persis seperti sihir Crimson." Tanya Shizen.
"Itu bukan sihir Crimson biasa... sihir itu adalah kepunahan untuk seluruh populasi Touri, itu artinya semua pedang itu sudah membunuh seluruh populasi Touri kecuali kita yang sedang melindungi diri kita..." Jawab Okaho.
"Apakah semua pedang itu akan menghancurkan pelindung ini?" Tanya Rianna, Okaho menggelengkan kepala-nya karena pelindung ini sangat kuat dan berkat bantuan dari sihir realita-nya semua serangan yang mereka lakukan kepada pelindung tersebut terasa seperti kertas yang digulung mencoba untuk menghancurkan sesuatu.
Planet itu tiba-tiba berguncang keras, terlihat langit-langit mulai terbelah hingga menunjukkan huruf [Z], Okaho dan Haruka melebarkan mata mereka sampai tubuh mereka merinding ketika melihat huruf tersebut karena huruf itu mengeluarkan cahaya yang berwarna pelangi kegelapan, perlahan-lahan seorang pria keluar dari huruf tersebut sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat puas.
"Akhirnya terjadi juga...!!! Akhirnya tubuh-ku kembali!!! Segel yang kau lakukan kepada-ku memang cerdik juga, Zangges!!! Sekarang lihat ini...!!! Tubuhku kembali karena populasi Touri sekarang sudah sangat kecil sehingga segel itu bisa lepas dari-ku!!!" Pria itu adalah Zangetsu, ia tertawa terbahak-bahak sehingga Haruka dan Okaho tidak bisa berkata apa-apa lagi ketika melihat diri-nya memiliki tubuh asli, tubuh yang bebas dari segel Zangges.
"Mari kita buat kembali Touri yang sudah hancur ini...!!! Menjadi kerajaan baru dan juga tempat tinggal yang lebih pantas untuk makhluk hidup baru...!!!" Zangetsu mengangkat kedua lengan-nya sehingga tercipta banyak bangunan yang terlihat seperti kerajaan kuno, "Tidak... tidak... tidak... Ini buruk..." Haruka memegang kepala-nya sendiri.
"I-Itu... Apakah itu... cucu dari sang pencipta!?" Tanya Haruki, bukan hanya Haruki yang mengenal-nya tetapi mereka semua yang berada di dalam rumah Korrina mengenal Zangetsu karena buku sejarah yang pernah menceritakan asal usul tercipta semua ini, Zangetsu tidak bisa masuk ke dalam Touri dengan tubuh asli-nya karena tubuh-nya itu disegel jika populasi Touri masih banyak.
Jika Touri hancur maka segel tersebut masih ada tetapi dia dapat menampakkan diri-nya sedikit demi sedikit, itulah sebab-nya kenapa dia tidak muncul pada saat Rxeonal menyerang tetapi dia sudah bisa menampakkan diri dan membuat sebuah rencana untuk mengajak Komi, bekerja sama dengan diri-nya untuk bisa menjalani tujuan yang besar dan sama.
__ADS_1
"Dunia ini sekarang milik kita, seluruh pasukan Komi!!!" Seru Zangetsu sehingga seluruh pasukan yang saat ini sedang menyerang rumah Korrina mulai bersorak keras.
"Ini benar-benar mimpi buruk... ini benar-benar akhir untuk semua-nya, hidup kita benar-benar terancam...!!!" Shira berkeringat ketika melihat Zangetsu, keberadaan dan tekanan yang dia miliki sangat mengerikan.
Zangetsu menciptakan lebih besar lagi, bukan hanya bangunan tetapi ia menciptakan dekorasi lain-nya... kepala tengkorak dimana-mana dan tengkorak itu tidak biasa karena mulut mereka mengeluarkan populasi baru yang masih memiliki penampilan seperti kerangka, Korrina melihat-nya dari lab dan ia sudah tidak berkata apa-apa lagi bersama teman-temannya.
"Pesta ini tidak akan pernah berakhir...!!! Semua ini akan terus berlanjut...!!! Semua-nya akan berubah dan menjadi Touri yang baru...!!! Touri yang pantas dan tidak ada satupun parasit yang akan menghuni-nya!!! Dengan tubuh asli-ku yang sudah bebas ini...!!! Aku adalah segala-nya di semesta Touri!!!" Zangetsu tertawa terbahak-bahak sehingga seluruh planet yang ada di Touri mulai bergerak dan bersatu menjadi satu, menciptakan planet yang sangat besar.
"Semua-nya terlambat... aku tidak menyangka bahwa Komi akan melakukan semua ini, dia dengan nekat-nya melepaskan tubuh Zangetsu yang sudah tersegel, dia yang berkuasa sekarang... untuk sekarang dia hanya berkuasa di dalam semesta Touri tetapi dua inti semesta lain-nya dia tidak akan pernah bisa masuk karena kedua inti semesta itu memiliki penjaga-nya masing-masing." Kata Haruka, ia menyuruh mereka untuk tetap diam dan menyembunyikan keberadaan mereka karena sepertinya semua pasukan itu melupakan tentang rumah tersebut.
"Apa yang harus kita lakukan, Haruka...?" Tanya Yuuna.
"Haruka... gunakan satu cara itu..." Okaho memiliki sebuah rencana di dalam pikiran-nya, "Apa...?"
"Omni-Slayer--- Tidak... senjata milik Mama itu, semua senjata yang digabungkan menjadi satu. Kita gunakan satu kesempatan itu untuk membunuh Zangetsu sekarang juga... kekuatan yang dimiliki pedang itu, aku yakin bisa langsung membunuh Zangetsu jika itu mengenai kepala-nya." Kata Okaho, mereka semua langsung terkejut dan Haruka segera pergi menuju Korrina yang saat ini sedang menunggu di ruangan laboratorium.
"Aku mendengar-nya..." Kata Korrina, ia memberikan satu Keris itu kepada Haruka dan ia mulai mengangguk, "Apakah ada tempat aman untuk menyerang...?" Tanya Haruka dan Korrina mengangguk lalu mereka pergi ke lantai tiga untuk membuka sebuah jendela kecil, Haruka hanya perlu meluncurkan Keris itu menggunakan dorongan-nya.
"Satu kesempatan 'kah...?" Tanya Korrina.
__ADS_1
"Mungkin... jika aku gagal maka tamat riwayat kita, tetapi aku masih memiliki rencana yang tersenyum di balik diri-ku." Haruka mulai membidik Keris itu ke arah kepala Zangetsu dan lensa mata yang ia pakai mulai membantu-nya, "Tech... apakah sudah akurat...?"
"Tunggu... sedikit lagi..."
"...sekarang!" Haruka melempar Keris itu ke arah kepala Zangetsu tetapi Keris itu tiba-tiba berubah menjadi batu, "T-Tidak mungkin...!!!" Zangetsu melirik ke belakang dan Korrina langsung memeluk Haruka dan mundur agar ia tidak bisa merasakan mereka, cara darurat langsung Haruka gunakan dimana ia mengundurkan waktu untuk mengembalikan Keris itu yang berubah menjadi batu.
"Dia benar-benar mengubah Touri menjadi kekuasaan-nya... sesuatu yang mencoba untuk menyerang diri-nya akan berubah menjadi batu atau sesuatu yang tidak dapat melukai diri-nya, aku benar-benar curiga... apakah selama ini dia berpura-pura untuk tidak mengetahui bahwa masih terdapat beberapa populasi yang bertahan hidup...!?" Kata Haruka.
Korrina mulai menatap Zangetsu dengan teliti lalu ia menggunakan sihir pembaca pikiran, pikiran-nya saat ini dipenuhi dengan tujuan untuk menciptakan Touri yang baru, tidak ada pertanda bahwa Zangetsu membicarakan mereka semua... tetapi ketika Korrina membaca pikiran semua pasukan itu, pikiran mereka dipenuhi dengan pembantaian dan tujuan untuk membunuh diri-nya bersama yang lain.
"Aku yakin dia sudah tahu dimana kita tetapi dia sudah memiliki keyakinan tinggi bahwa pasukan Komi mampu mengalahkan kita semua. Kita sebaik-nya pergi melarikan diri ke sebuah tempat yang lebih aman sebelum semua pasukan Komi mengetahui cara untuk menghancurkan pelindung itu..." Korrina mulai memegang dagu-nya dan ia pergi meninggalkan ruangan itu.
"Bagaimana...?! Touri sekarang hanya memiliki satu planet karena Zangetsu sudah menggabungkan semua-nya, lebih baik aku menyerahkan diri saja kepada dia agar kalian bisa bebas..." Haruka berpikir untuk menyerahkan diri kepada Zangetsu dan sebagai bayaran-nya ia harus membiarkan Korrina bersama yang lain-nya pergi.
"Tidak akan Mama ijinkan... aku mohon, Haruka... jangan membuat Mama-mu menangis lagi, aku sudah cukup melihat banyak kesedihan dan kehancuran di hadapan-ku, semuanya sangat gila... bisa saja kegilaan itu mampu membuat-ku gila juga..." Korrina meneteskan air mata, "Maaf..." Haruka mulai merasa bersalah ketika mengatakan itu, ia mulai memeluk Korrina dari belakang.
"Aku hanya tidak mau... ditinggalkan oleh Mama lagi... sama hal-nya seperti Mama mengorbankan diri melawan Shinku... hiks..." Haruka mulai menangis.
"Tidak akan, Mama janji tidak meninggalkan kalian semua. Aku akan tetap hidup, Mama masih memiliki semangat dan tujuan untuk hidup maka mulai dari sekarang... mari kita memikirkan rencana-nya bersama-sama ya." Korrina tersenyum dan memegang kedua pipi Haruka.
__ADS_1
"Mmm...!" Haruka mengangguk.