Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 573 - Jas dan Gaun


__ADS_3

"Bagaimana dengan ini, Honoka? Haruka? Pasti kalian akan terlihat sangat cocok mengenakan gaun ini." Kata Ophilia yang baru saja mengajak Haruka dan Honoka untuk memilih gaun pernikahan.


Bukan hanya Ophilia yang membantu melainkan Megumi, Yuuna, dan Chloe ikut membantu agar Haruka dan Honoka bisa tampil sangat cantik di saat pernikahan nanti.


Untuk Kou mungkin mereka membutuhkan waktu satu hari untuk membuat gaun khusus ukurannya yang kecil, saat ini Megumi masih merajut gaun untuk Kou yang ukurannya jauh lebih kecil di bandingkan dirinya.


"Lumayan terbuka ya..." Kata Haruka sambil menatap dirinya sendiri di hadapan cermin, ia terlihat mengenakan sebuah gaun putih yang terlihat tidak cukup menarik baginya sendiri.


"Gaun pernikahan memang seperti ini, Kakak. Lebih baik lagi, kita harus menggunakan berbagai macam make up dan tataan rambut yang terlihat begitu cantik." Kata Honoka, ia sendiri merasa senang ketika melihat dirinya mengenakan gaun putih.


"Haruka, kamu terlihat murung... apakah kamu tidak menyukai gaun pernikahanmu itu?" Tanya Chloe.


"Bukannya tidak suka sih... hanya saja kami menginginkan gaun yang di kenakan oleh Mama sejak menikah dengan Papa." Kata Haruka dengan ekspresi yang terlihat malu karena ia belum terbiasa mengenakan gaun itu.


"Seperti Korrina ya...? Kalau tidak salah gaun merah atau semacamnya?" Tanya Ophilia, ia mengingatnya sejak itu karena dia satu-satunya teman Korrina yang pernah mendatangi pernikahannya.


"Hm! Aku tidak menyangka kamu akan mengetahuinya... seperti ini loh." Haruka mengeluarkan foto pernikahan Korrina dan mereka semua langsung melihatnya.


"Wahhhh... gaun merah itu terlihat cocok sekali untuk Korrina." Kata Yuuna.


"Gaun berwarna merah untuk pernikahan sepertinya tidak buruk juga, itu artinya pasanganmu juga perlu mengenakan jas merah agar bisa cocok." Kata Megumi, ia kembali bekerja merajut gaun lainnya.


"Mengenakan gaun merah selagi memegang bunga mawar, berhadapan secara langsung dengan pasangan kita... itu adalah mimpi yang benar-benar indah." Ucap Honoka sambil menggerakkan poninya.


Beberapa menit kemudian, Haruka dan Honoka langsung mengenakan gaun merah itu, ekspresi mereka terlihat sangat senang dan bahagia.


"Wahhhh~ Cocok sekali dengan rambut merah kalian... jadi ini tema pernikahan budaya Comi? Warna merah." Kata Megumi karena ia tidak menyangka gaun merah ternyata terlihat sangat indah jika di kenakan dengan gadis yang benar.


"Kami hanya ingin melakukan hal yang sama seperti Mama... gaun ini terlihat begitu cantik sampai membuat diriku menjadi lebih dewasa." Kata Haruka sambil menatap cermin di hadapannya.


"Entah kenapa aku merasakan perasaan yang begitu ketika mengenakan gaun ini... sungguh indah bahkan aku terus menantikan hari pernikahan itu." Honoka terkekeh.


Ophilia tersenyum ketika melihat Haruka dan Honoka tersenyum bahagia seperti itu, Yuuna mulai mengambil beberapa foto mereka untuk di pajang pada saat pernikahan nanti.


"Gaun Kou sudah jadi, sekarang kita hanya perlu menghubungi dirinya." Kata Megumi sambil mengangkat gaun itu yang terlihat rapi.


Kebetulan terdengar suara ketukan dari luar, Yuuna mulai membukanya dan terlihat Kou baru saja tiba kembali di Neko Isle, ia datang bersama Tech yang mampu mengubah tubuhnya menjadi kendaraan.


"Pekerjaanku sudah beres sekarang, apa gaunku sudah jadi?" Tanya Kou sambil tersenyum.


"Kamu datang dalam waktu yang tepat, Kou. Ayo, aku akan memperlihatkan sesuatu yang bagus untukmu." Yuuna menghampiri ruang ganti bersama Kou.


Ketika Kou memasuki ruangan tersebut, ia dikejutkan dengan kedua kakaknya yang sudah mengenakan gaun merah, gaun itu langsung membuat Kou bersemangat.


"Uwahhhhh! Cantiknya... Kak Haruka dan Kak Honoka terlihat sangat cocok mengenakan gaun itu." Kata Kou sambil melompat-lompat.


"Kamu juga akan mengenakan gaun yang sama, Kou. Apakah mau mengenakannya sekarang?" Tanya Megumi sambil menunjukkan gaun itu kepada Kou.


Kou mengangguk dengan cepat sehingga Megumi membawa dirinya ke ruang sebelah untuk membantunya mengenakan gaun merah yang pas untuk ukuran tubuh kecilnya.


"Semoga Shuan bisa menjaga Kou, tugas dan tanggung jawabnya sebagai suami pasti besar karena harus menjaga gadis kecil itu." Ucap Ophilia yang terlihat khawatir.

__ADS_1


"Tenang saja, Ophilia, aku mempercayai Shuan akan membuat Kou bahagia karena adikku sendiri selalu membicarakan kelebihan dirinya." Jawab Haruka.


"Kakak..." Kou berjalan keluar dari ruangan sebelah sehingga semua gadis yang berada di ruangan tercengang dengan keimutan Kou dalam mengenakan gaun itu.


""I-IMUT!!!"" Seru mereka semua, membuat Kou tersenyum dan menutup wajahnya karena ia tidak menyangka mengenakan gaun akan membuat dirinya merasa sangat malu.


"Uwahhhhh... Adikku ternyata terlihat sangat cocok mengenakan gaun itu, kamu terlihat lebih dewasa!" Kata Haruka sampai ia melihat Honoka memeluk Kou erat.


"Adikku memang tidak ada dua keimutan nya... sayang sekali seseorang harus merebut dirinya dariku." Kata Honoka sambil mengusap pipinya dengan pipi Kou.


"Hehehe..."


"Bagaimana jika aku mengambil foto kalian bersama? Kali ini sambil memegang sebuah bunga, foto yang akan di ambil mungkin dapat di jadikan sebagai kenangan juga." Kata Yuuna sambil menyiapkan kameranya.


"Ide bagus! Ayo lakukan!" Kata Honoka yang terlihat bersemangat, Ophilia mulai memberikan ketiga saudara itu beberapa bunga mawar merah yang terlihat cocok dengan warna rambut dan gaun merah.


Ketiga saudara itu memegang erat semua bunga tersebut lalu menatap kamera dan menunjukkan senyuman lebar yang terlihat begitu bahagia sehingga Yuuna berhasil mendapatkan foto yang baik.


"Kalian terlihat sangat cantik! Setelah pernikahan selesai, kita ambil foto lagi ya." Kata Yuuna, ketiga saudara Comi mengangguk lalu menatap satu sama lain untuk tertawa.


"Jangan lupa untuk merekamnya juga." Kata Ophilia dan ia melihat Yuuna mengacungkan jempolnya bahwa ia berhasil merekam tawa mereka.


***


Shuan menatap dirinya sendiri di hadapan cermin dengan jas pernikahannya yang berwarna merah, ia sempat melihat Shira yang sedang berdiri di belakangnya.


"Ternyata kamu mengikuti khas pernikahan Comi ya..."


"Memangnya Ayah sejak menikah dengan Mama mengenakan jas berwarna apa?" Tanya Shuan.


"Emas tentunya, kalau Ibumu kalau tidak salah perak. Kita terlihat begitu serasi sejak itu bahkan sempat mengalami kendala karena kedatangan para polisi." Shira menghela nafasnya.


"Hahaha, itu kesalahpahaman yang cukup menggelikan karena Ayahmu terlihat seperti seorang pedofil sejak itu karena menggendong Megumi lalu menciumnya." Kata Haruki.


"Hentikan, jangan mengingatkan diriku kepada masa-masa yang cukup mengerikan. Semua polisi itu tidak mau mempercayai diriku bahwa Megumi itu legal." Shira menghela nafasnya.


"Mungkin kamu selanjutnya, Shuan. Pernikahan kita nanti akan mengundang banyak tamu dan kemungkinan kau akan di tangkap karena menikah Kou..."


"...ratu Touriverse seperti dirinya terlihat begitu kecil bahkan logika Astral mengatakan bahwa ia masih satu tahun dan kau akan menikah dengannya." Rokuro mulai berbicara.


"Diam kau... Setidaknya aku masih bisa menjelaskan kepada mereka bahwa Kou sangat legal karena ia sudah bekerja." Jawab Shuan dengan tatapan serius, ia melihat Rokuro dan Bakuzen mengenakan jas yang sama.


"Aku tidak menyangka kita semua akan mengenakan jas yang sama... warna merah dan aku harap ketika harinya tiba, kita terlihat cocok dengan pasangan kita." Kata Bakuzen.


"Aku sendiri masih bingung siapa yang lebih beruntung. Kau atau Asriel, kau menikah dengan Honoka secara langsung tanpa menjalani hubungan pacaran."


"Memangnya pacaran untuk apa?" Sindir Bakuzen, membuat Shuan dan Rokuro tertusuk karena mereka menjalani pacaran dan sudah beberapa kali melakukan hubungan tidak sehat.


"Lebih baik jika langsung menikahi dirinya dan mungkin aku sungguh beruntung untuk menikah gadis secantik Honoka." Kata Bakuzen sambil tersenyum bangga.


"Kau tahu bahwa Honoka sudah mencium seluruh temannya beberapa kali bahkan ia sempat mencium bibir Hana dan Minami." Perkataan Rokuro membuat Arata tersedak dengan kopi yang baru saja ia minum.

__ADS_1


"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"


"Oi, oi, kau harus menikmati kopi itu dengan tenang, jangan rusuh seperti itu." Kata Shizen sambil menepuk punggungnya beberapa kali.


"Setidaknya dia mencium seorang gadis, bukan seorang pria." Jawab Bakuzen, mereka bertiga kembali menatap cermin selagi melakukan beberapa gaya.


***


Malam hari telah tiba, Rokuro saat ini sedang berjalan berdua dengan Haruka di jalanan yang penuh dengan bangsa Neko Legenda, mereka semua terlihat masih bekerja keras dalam melakukan aktivitas masing-masing.


"Dua hari lagi ya... sebentar lagi kita akan resmi menjadi suami-istri." Kata Haruka, ia mengeratkan genggaman tangan Rokuro.


"Ya, aku sendiri tidak sabar melihat dirimu mengenakan gaun merah itu." Jawab Rokuro sambil menatap langit-langit yang begitu hitam.


"Kamu harus menunggunya nanti." Haruka maju ke depan lalu menunjuk bibir Rokuro dengan senyumannya, Rokuro tersipu merah sehingga membuat Haruka menatap arah lain.


"Rokuro..."


"Apa?"


"Apakah Neko Isle memiliki hotel atau tempat penginapan yang dipenuhi privasi ya...?" Tanya Haruka dengan pipi yang memerah.


"Kalau tidak salah ada, di sebelah selatan, memangnya kenapa?" Rokuro terlihat penasaran, ia melihat kedua kaki Haruka bergerak pelan dan wajahnya terlihat malu.


"Tidak masalah kan... kita sebentar lagi akan menikah dan Legenda sendiri tidak memiliki peraturan apapun soal itu." Suara Haruka kali ini terdengar canggung karena rasa malu yang terus menghambatnya.


"Umm... Rokuro..."


"Kenapa?"


"Mau melakukan transfer Lenergy lagi...?"


"Transfer Lenergy?"


"Hm... itu adalah bahasa lembutnya... aku mencoba untuk tidak mengatakannya karena itu terlalu memalukan."


"Langka sekali, cepat katakan karena aku tidak mengerti apa yang kau coba katakan." Kata Rokuro sambil menepuk kedua bahunya.


"Bayi..."


Ketika Haruka mengeluarkan perkataan seperti itu, Rokuro langsung kaget sampai pipinya memerah seketika dan itu peristiwa yang langka baginya.


"Hari ini... hari ini bukan hari amanku... mungkin aku akan hamil jika melakukan transfer Lenergy bersamamu..."


"...kita sebentar lagi akan menikah, melakukannya sebelumnya mungkin tidak masalah kan?" Haruka menatap kedua mata Rokuro sampai ia tidak bisa menahan godaan dari tatapannya itu.


"Aku sendiri ingin secepatnya kau mengubah diriku menjadi seorang Ayah..."


"Kalau begitu ayo..." Haruka tersenyum.


"Ya..."

__ADS_1


__ADS_2