Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 709 - Berhadapan dengan Sesama Bangsa Tanpa Kepercayaan sedikitpun


__ADS_3

Dalam satu hari, sudah terjadi peperangan hampir di seluruh wilayah dan planet, semua bangsa Legenda berperang untuk menguasai suatu wilayah agar bisa meraih tingkatan paling tinggi untuk menjadi penguasa.


Mereka semua tidak memandang hal yang sama, dengan ini resmi semua Legenda bisa di bilang sebagai musuh satu sama lain karena mereka sudah buta dan terpengaruh oleh keadilan yang masih belum jelas.


Satu-satunya yang mereka percayai hanyalah dewa, raja, kaisar, dan bangsawan sampai sebagiannya juga tidak mempercayai apapun tetapi tetap menganggap bangsa yang sama sebagai musuh.


Rumor dan berita palsu terus terbesar yaitu deklarasi perang, salah satunya orang penting di kerajaan mereka mati oleh seseorang dari kerajaan lain maka akan terjadi perang yang dapat merugikan kerajaan lainnya.


Era kerajaan telah kembali dengan kebutaan yang sama, semuanya diakhiri dengan perang yang tidak pernah menguntungkan sama sekali sampai Kou sendiri yakin bahwa semuanya sudah terlambat.


Buku kuno yang ia baca menceritakan tentang Legenda yang sudah buta dengan keadilan serta penguasaan maka mereka akan sulit untuk kembali, sejak awal Legenda memang tidak bisa bersatu dan bekerja sama sebagai ras yang sama untuk menulis sejarah.


Siapakah yang harus mereka percayai? Tidak ada, mereka bahkan sempat tidak mempercayai diri sendiri tetapi sejarah tidak akan pernah merasakan arti dari keabadian.


Untuk sekarang, mereka hanya harus berjuang dan menjalankan kehidupan dengan penderitaan serta kesulitan dalam era yang dipenuhi dengan perselisihan bahkan peperangan yang akan terus terjadi tanpa penghentian apapun.


"Planet di Yuusuatouri itu berjumlah sangat banyak... bahkan dewa kehidupan akan terus mengawasi semesta kita karena setiap harinya... planet di Yuusuatouri selalu saja hancur." Kou mulai menjelaskannya di hadapan semua pasukan pemberontak Ghisaru.


"Setiap planet akan terus tercipta oleh dewa kehidupan itu... bersama dengan kehidupan di dalamnya, yang mengartikan bangsa Legenda akan terus lahir bersama kerajaan lainnya."


"Jika terus seperti ini maka kita harus tetap bertahan, mencoba untuk mengembalikan mereka semua ke jalan yang benar jika sempat..."


"...sekali mereka membantah dan melakukan tindakan yang tidak bisa di maafkan, bunuh dan siksa saja. Itu satu-satunya solusi yang aku ketahui melalui buku kuno." Kata Kou dengan tatapan datarnya itu.


"Hanya satu kali perkataan saja, jika tidak berhasil... jatuhkan mereka ke dalam neraka, urusan ampunan berada di tangan Mamaku tetapi tugas kita hanya membawa mereka langsung kepadanya agar di beri siksaan."


"Malam hari seperti ini... mereka semua sudah pasti bergerak demi melakukan peperangan atau penyanderaan." Kou mulai menatap ke atas langit.


"Aku mengharapkan penuh keselamatan untuk kalian semua yang mencoba untuk berperang... lebih baik menghentikan Regulus, Diablo, dan Satori lebih cepat." Kou mulai membenarkan posisi kacamatanya.


"Kita mulai dari Regulus... aku sudah mengetahui banyak informasi tentang dirinya melalui buku itu bahwa dirinya---"


"Omong kosong!!! Lebih baik membunuh mereka satu per satu!!!"


Hana mulai mengamuk karena ia sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi dengan mendengar informasi itu karena Regulus lah satu-satunya hal yang ia ingin selesaikan.


"Hana!" Seru Kou keras sehingga Haruka mulai menahan tubuh Hana lalu membawa dirinya ke belakang agar Ophilia bisa menjaga emosinya itu yang tidak bisa di tahan lagi.


"Mereka membunuh banyak Legenda...!!! Mereka sudah membunuh suamimu, dan bahkan adikku sendiri!!!" Teriak Hana keras.


"Dengarkan aku! Percuma saja kau mengandalkan amarah dan perasaan itu jika kedua hal itu hanya akan merugikan dirimu...! Kita memerlukan otak dan pikiran untuk merancang strategi." Kata Kou.


"Kita harus mengetahui informasi tentang mereka sebelum maju ke dalam medan perang... Regulus memiliki kemampuan petir yang terkuat dari segala hal termasuk dewa agung petir itu sendiri."


"Dengan bantuan dari ritual potensi penuh Saint Legenda, ia memiliki kekuatan yang terus meningkatkan karena kesucian itu, dirinya juga akan terus bertambah kuat oleh setiap Legenda yang menyembah dan mempercayai dirinya!"


"Mahkota itu sudah menandakan dirinya sebagai Kaisar dari segala Legenda, setiap pasukan yang masih hidup akan terus memberikannya kekuatan tanpa henti."


"Ia juga bahkan bisa memperbanyak tubuhnya itu, bukan klon melainkan satu individu yang sama! Kalian harus berhati-hati dengan aliran listrik dan semua sihirnya itu..."


"...sangat berbahaya. Tubuh kalian bisa saja lumpuh dalam waktu yang dekat, aku sarankan untuk bertarung melawannya beregu. Dia juga tidak akan pernah bisa mati."


"Ancient Legenda tidak akan pernah bisa mati, bisa di bilang abadi hanya saja mereka mengandalkan akar kehidupan untuk terus hidup dan merasakan luka serta kondisi sekarat untuk membangkitkan Legend's Boost."


"Satu-satunya orang yang dapat mencari tahu akar kehidupan yang sebenarnya adalah beliau..." Kou menatap Megumi yang terlihat kebingungan sampai ia menunjuk dirinya sendiri.


"A-Aku?"


"Dengan menggunakan Golden Spirit, Minami pernah mengatakan sesuatu tentang kemampuan tersebut dapat memisahkan nyawa, eksistensi, dan akar kehidupan bukan?" Tanya Kou.


"Itu benar... tapi aku masih belum bisa menguasainya, akan memakan waktu yang sama lama untuk menggunakannya." Kata Megumi.


"Shira mungkin dapat melakukannya dengan mudah..."

__ADS_1


"Kita sudah tidak membutuhkan siapa pun sekarang, Megumi. Percuma saja kita terus mengandalkan Shiratori Shira, kami akan mengulurkan waktu untukmu..." Arata mulai berbicara.


"Arata benar, kita memiliki banyak waktu untuk menyiksa mereka satu per satu... semua Legenda yang sudah buta itu perlu mengetahui sakit yang sebenarnya." Ucap Haruki.


"Dengan jumlah kita hanya seratus ini... apakah kita dapat memenangkan perang melawan pasukan kerajaan besar dengan jumlah yang melebih ribuan?" Tanya Shizen.


"Tidak ada yang mustahil jika kalian ingin terus berusaha keras, perang kuno yang terjadi jutaan tahun lamanya di menangkan oleh 10 orang saja melawan jutaan pasukan Legenda." Kata Kou.


Mereka semua terkejut sehingga mendapatkan motivasi serta semangat yang begitu tinggi untuk memenangkan perang itu lalu menghancurkan kerajaan Legetsu secepatnya.


"Baiklah, selanjutnya adalah Diablo yang mengalami reinkarnasi ke dalam tubuh Ancient Legenda, beberapa tahun kemarin dia mungkin sudah menguasai tubuh Legendanya itu..."


"...dia lebih kuat dari Regulus, kalian perlu berhati-hati di hadapan raja Iblis paling kuat dan ditakuti oleh semua dewa, ia memiliki senjata mutlak dan konseptual."


"Jiwa Iblis yang berada di dalam tubuh Legenda, Diablo mengandalkan tubuh Legendanya sekarang untuk bertambah jauh lebih kuat bahkan ia juga memiliki Legend's Boost."


"Faktanya juga tidak akan berubah bahwa iblis sepertinya memiliki kemampuan alami, ketika ia mengikuti perang atau berada di Medan perang maka kekuatannya akan terus bertambah."


"Dia juga Ancient Legenda, itu artinya akar kehidupannya masih belum di ketahui oleh siapa pun, aku cukup khawatir soal Diablo karena sejarah kuno hanya menunjukkan satu orang yang mengalahkan dirinya adalah Shiratori Shukaku."


"Ayahnya Shira ya... kita harus mengulurkan waktu lebih lama lagi sampai Shira selesai latihan." Ucap Yuuna.


"Itu benar... tetapi... tidak... aku mungkin terlalu berpikir hal yang tidak-tidak, intinya kalian harus berhati-hati dengan Diablo." Peringat Kou, tubuhnya dipenuhi keringat karena ia tidak ingin mereka langsung dibantai oleh Diablo.


"Yang terakhir adalah Satori..." Kou memasang tatapan murka, ia sudah mengetahui isi pikirannya sampai identitas Satori juga sudah ia pecahkan dengan mudah.


"...seorang Ancient Legenda juga, ia mengalami reinkarnasi sama seperti Regulus dan Diablo, hanya saja Satori adalah seorang prajurit yang dulunya tunduk kepada Regulus."


"Kemampuan yang ia miliki sangat kuat bahkan satu-satunya cara untuk menembusnya itu menggunakan Golden Spirit, ia memiliki semacam tembok dan cahaya yang dapat memindahkan serangan apapun."


"Semua serangan bahkan ia dapat memindahkannya kemanapun yang dia mau, serangan konseptual seperti Founder's Origin sendiri bahkan buka apa-apanya untuk tembok pelindung Satori."


"Ia juga dapat mengendalikan ruangan dimensi, intinya kau menggunakan serangan apapun kepadanya, semua serangan itu akan dipindahkan bahkan bisa saja mengenai dirimu sendiri." Kata Kou.


Mereka semua kehilangan semangat sedikit demi sedikit ketika mengetahui kemampuan Satori dan Diablo, hanya kedua Legenda itu yang mereka semua khawatirkan karena masih belum mengetahui cara untuk mengalahkannya.


Kou mulai menggunakan The Mind untuk memasukkan sikap percaya dan tekad tinggi, setelah itu ia menghapus semua rasa takut serta kekhawatiran tentang kekalahan sehingga mereka kembali bersemangat dengan penuh keseriusan.


"Kita harus berpisah, menyerang dari segala arah agar kita tidak langsung di bantai, kalahkan apapun yang menghalangi kalian semua termasuk Legenda dari kerajaan lain!" Seru Kou.


"Mereka tidak akan memiliki pilihan lain selain melepaskan lebih banyak pasukan, kita gunakan pasukan kerajaan lain untuk melawan kerajaan Legetsu!"


"Sudah waktunya untuk mengakhiri semua kebutaan mereka tentang kekuasaan dan keadilan!"


""YAAAA!!!""


Seru semua pasukan Legenda yang siap untuk berperang demi masa depan Yuusuatouri, melihatnya saja membuat Kou merasa lega sekarang sehingga mereka semua mulai melayang ke atas langit.


Koizumi melihat Haruka akan pergi untuk bertarung juga, "Semoga beruntung, Ibu... Kakek... Nenek... semuanya..."


"Mamaaaaa!!! Neneeeeek!!! Semuanyaaaa!!! Semangaaaaat!!!" Seru Shinobu selagi melambaikan tangannya kepada mereka semua.


"Berjuanglah!!! Ayah!!! Kakek!!!" Teriak Hinoka keras, mencoba untuk menyemangati mereka semua agar bisa pulang dengan jumlah yang sama.


"Kembalilah dengan selamat!!!" Seru Konomi.


"Menangkan pertarungan!!!" Seru Ako.


Semua anak-anak mulai menyemangati mereka sehingga semua pasukan itu mulai memejamkan mata mereka, berharap bahwa mereka bisa pulang dengan selamat.


***


"Regulus, semua kerajaan mulai mengarah kita." Peringat Satori yang dapat melihat dari jauh bahwa pasukan kerajaan lain mulai berdatangan.

__ADS_1


Tujuh kerajaan masuk ke medan perang demi merebut kekuasaan terhadap Legetsu yang cukup luas, mereka tidak akan pernah berhenti sampai bisa mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan.


"Hmph... begitu saja? Kalian meremehkan semua pasukan Saint yang sudah aku berikan kekuatan karena menyembah dan menganggap diriku sebagai Kaisar."


Regulus dengan santainya bermain judi bersama seluruh pasukan terkuatnya karena perang seperti ini bukan urusan yang begitu penting karena semuanya bagaikan sampah.


"Mereka sudah membasmi ratusan pasukan kita, yang mulia...! Jumlahnya sangat besar bahkan semua pasukan kita tertekan!" Peringat seorang pemimpin pasukan lain.


Regulus mulai mencekik leher pemimpin itu lalu membantingnya tepat di atas meja.


"Kau pikir mereka aku akan menerima hal seperti itu...!? Kalian mendapatkan kekuatan dari karismaku...!!!"


"Kalian sudah berlatih dengan keras selama seumur hidup tetapi kelemahan kalian adalah jumlah!? Apakah kalian bangsa Legenda atau bangsa Manusia yang tidak berguna?!" Seru Regulus keras.


"Jangan tunjukkan wajah itu lagi sampai kau selesai memusnahkan semua pasukan dari kerajaan sampah itu." Regulus melempar pemimpin itu keluar dari istananya.


Regulus menghampiri jendela besar di hadapannya lalu ia menatap ke depan, melihat peperangan besar yang terjadi sampai ia tidak melihat pasukan dari kerajaan Ghisaru.


"Apa yang kau rencanakan, kerajaan Ghisaru...? Kenapa kalian tidak memiliki keberanian besar untuk memasuki medan perang...?" Tanya Regulus dengan tatapan serius.


"Kaisar Regulus...!!!" Pemimpin dari pasukan lainnya mulai membuka pintu istana dengan tatapan yang terlihat ketakutan.


"Pasukan Legenda lainnya mulai berdatangan...!!! Semua kerajaan Legenia berperang demi menghancurkan kita semua, yang mulai...!!!"


"Bukan itu saja... aku sempat melihat bangsa Manusia datang dengan senjata api mereka yang diperkuat!"


Regulus mengepalkan kedua tinjunya lalu ia menatap Satori dan Diablo, "Apa yang kau lakukan selama ini di Yuutouri?"


"Entahlah, mungkin kerajaan dari planet lain yang melakukan deklarasi perang dengan Manusia." Kata Satori karena ia belum pernah mengunjungi semesta itu.


"Inilah kenapa kau harus siap di keadaan apapun, Regulus, era kerajaan dan perselisihan mempengaruhi bangsa lainnya, semua orang tidak akan mempercayai siapa pun." Kata Diablo.


"Brengsek...! Lepaskan semua pasukan sekarang juga, musnahkan mereka yang berani-beraninya melawan kerajaan Legetsu!" Perintah Regulus sampai semua pemimpin dapat mendengarnya.


"Siap di laksanakan, yang mulia!!!" Mereka semua bergegas masuk ke dalam medan perang untuk melindungi kerajaan Legetsu.


"Yang mulai, bagaimana dengan kami?" Regulus mendengar seseorang di belakangnya, ia melirik ke belakang dan melihat mereka semua mulai melakukan gaya.


""Kita adalah...!!!""


""...The Seven Saintly Crusaders!!!"" Ketujuh kesatria suci itu mengatakannya bersama-sama selagi melakukan gaya yang unik.


"Aku tidak akan melepaskan pasukan terkuat dan terbaikku dalam perang bodoh seperti ini, lebih baik kalian mengurusi kerajaan lain di planet luar." Perintah Regulus.


""Siap di laksanakan!!!"" Mereka semua memunculkan seekor kuda yang melayang sampai membawa mereka keluar dari planet Legenia.


***


Di sisi lainnya Kou bersama seluruh pasukannya berada di balik gunung yang besar selagi memperhatikan medan perang yang dipenuhi dengan pasukan Legenda, semuanya saling membunuh satu sama lain.


Sudah saatnya untuk turun juga, Kou mulai menatap semua pasukan itu lalu memberikan mereka sedikit perkataannya.


"Regulus telah melepaskan semua pasukan yang ia miliki untuk menyingkirkan semua sampah-sampah itu yang mencoba mengambil alih kekuasaannya terhadap Legetsu."


"Ingatlah Legenda, mereka adalah penyebab kematian dari semua keluarga dan teman kita!!!" Kou mengatakannya di hadapan mereka.


Semua Legenda itu langsung mengangguk selagi memukul tapak mereka berkali-kali untuk melakukan sedikit pemanasan agar di perang itu mereka dapat bertahan sampai pulang.


"Mereka adalah penyebab era kerajaan dan perselisihan bangkit...!"


"Mereka menyebabkan nama Legenda menjadi buruk lagi di pandangan seluruh ras yang ada...!"


"Dan mereka adalah bangsa kita yang sama, mencoba untuk membunuh satu sama lain! Tidak ada lagi yang namanya persatu atau keadilan untuk mereka...!!!"

__ADS_1


"SEKARANG... Adalah waktunya untuk kita menunjukkan kepada semua Legenda yang merugikan itu tentang kebenaran yang harus mereka terima!"


""YAAAAAA!!!"" Teriak semua pasukan Ghisaru.


__ADS_2