
"Hahaha... Ahahaha... Hahahahaha...!" Shinobu yang tadinya menangis seperti anak kecil mulai tertawa terbahak-bahak karena ia baru saja menyelesaikan permainan yang diberikan oleh Anastasia.
Suara tawa Shinobu terdengar semakin keras sampai menyebabkan Anastasia memang tatapan kaget seolah-olah ia telah dikhianati oleh dirinya yang hanya bisa tertawa.
"Hahaha...!!! Hahahahaha!!!"
"Anastasia, kamu bodoh sekali...! Padahal kau sudah dekat untuk menghentikan diriku dengan membantu boneka yang kau berikan pada John untuk membunuh diriku!" Kata Shinobu yang masih tertawa.
"Sungguh bodoh sekali... aku tidak menyangka seseorang akan menggunakan diriku sebagai alat untuk mengabulkan apa yang dirinya inginkan..."
"...ternyata hasilnya cukup memuaskan bagi dirimu, ya 'kan?" Tanya Shinobu kepada Anastasia yang masih memasang ekspresi kaget dan ketakutan dengan kedua mata Beast itu.
"Hahaha, lawak sekali ya... memangnya aku akan dibodohi seperti itu? Justru kau memanfaatkan diriku itu setidaknya memberikan banyak sekali keuntungan."
"Tetapi... memang harus mengorbankan banyak sekali hal yang aku tidak rela lepaskan, setidaknya aku sudah sampai titik dimana aku dapat menunjukkan diriku yang sebenarnya."
"Dengar ya, Anastasia... sejak aku berumur empat tahun, aku sudah mengetahui apa yang kau coba rencanakan dan siapa dirimu sebenarnya ketika membaca pikiran seluruh pasukan zodiak."
"Melihat dirimu menghampiri kita segara langsung hanya untuk berpura-pura menjadi penyihir yang dapat kita percayai dengan membantu kami semua melawan penyihir tinta, para dewa, dan umat Manusia."
"Kau mencoba untuk menumbuhkan rasa kepercayaan... sampai kau sendiri yakin bahwa diriku mudah dibodohi karena kenaifan diriku yang menerima seseorang begitu saja tanpa harus mencurigainya...!"
"Hahaha, aku sudah tahu, Anastasia! Itulah kenapa aku bermain dengan alur yang kau perbuat, semuanya telah aku ketahui sampai diriku hanya perlu mempercayai dirimu..."
"... bertahun-tahun lamanya kita bersama sampai rasa kepercayaan itu bertambah semakin besar sampai kau sudah mengira bahwa kami semua mempercayai dirimu sebagai rekan."
"Menyedihkan sekali... kau yang berniat untuk memanfaatkan diriku sebagai alat yang dapat mempercepat proses terciptanya kristal kekacauan."
"Apakah kau tidak menyadari dengan perbuatanmu ini...? Bukannya Touriverse yang kacau tetapi segalanya bisa masuk ke dalam kekacauan karena kemusnahan konsep yang kau perbuat."
"Memberikan banyak percobaan untuk seluruh orang yang hidup dengan menghapus konsep sihir agar bisa hidup mandiri..."
"...bodoh sekali, yang aku pedulikan hanyalah hasil dari kristal itu yang sudah benar-benar bisa mengubah konsep apapun." Shinobu tersenyum jahat kepada Anastasia yang sudah dikhianati.
Ternyata hasilnya terbalik, tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan sampai dirinya malah membantu Shinobu yang sudah dekat dengan kematian ketika dikalahkan oleh boneka ciptaannya.
"Sejujurnya aku tertarik tentang kristal kekacauan itu sampai membiarkan dirimu tetap bersama denganku..."
"...mengurusi penyihir Aerith dan tentunya kekacauan Yuusuatouri yang terjadi beberapa tahun lalu ketika Legenda fanatik bangkit bersamaan dengan para Dewa elemen."
"Proses dari kristal itu bertambah semakin cepat sampai kau berhasil memusnahkan konsep sihir serta menyebabkan kerugian yang tidak terhitung." Shinobu menginjak kepala Anastasia selagi memasang tatapan kesal.
"Sudah aku bilang bukan...? Seseorang yang mencoba untuk memanfaatkan diriku akan menerima akibat yang besar dimana mereka akan dimanfaatkan juga olehku!"
"Hahhhh... ternyata sudah sampai sejauh ini ya, pada akhirnya kau hanya mempermainkan dirimu sendiri dengan mencoba untuk menyelamatkan diriku."
"Koneko... sialan... kau..." Kata Anastasia dengan ekspresi kesal karena pengkhianatan yang ia rasakan memiliki kesakitan yang melebihi luka di bagian perutnya.
"Jangan salahkan diriku... salahkan dirimu sendiri, lagi pula jika kita tidak saling membantu sama lain maka tujuan yang kita inginkan tidak tercapai."
"Jika tidak karena bantuan dirimu ketika kami melawan para Dewa dan Legenda fanatik maka prosesnya akan melambat sedangkan untuk kristal kekacauan itu... prosesnya juga mungkin akan lambat sekali."
"Hehehe~" Shinobu tersenyum polos kepada Anastasia sampai membuat dirinya bertambah semakin kesal tetapi ia tidak bisa melakukan apapun karena Vile Energy yang menempel pada tubuhnya.
"Boneka tadi seharusnya berubah kembali menjadi senar ketika kau mencoba untuk melindungi diriku..."
"...tetapi sayang sekali, aku sudah menggunakan The Mind untuk memasukkan sebuah pikiran ke dalam boneka itu untuk langsung menyerang perutmu."
"A-Apa...?"
"Maupun itu benda mati yang dapat diperintah... aku bisa mengendalikannya dengan pikiran, Anastasia."
"Intinya kau sudah mempermainkan dirimu sendiri, kita saling memanfaatkan bukannya begitu...? Tetapi aku yang mendapatkan keuntungan paling besar."
"Luka yang aku terima dari boneka itu masih bisa disembuhkan." Shinobu mengeluarkan sebuah ramuan yang diberikan oleh Konomi untuk menyembuhkan semua lukanya.
"Yah, rasanya cukup menyenangkan, Anastasia... semua kenangan yang kita perbuat, dan tentunya bantuan yang kau berikan pada kita semua ketika melawan adikmu sendiri serta para Dewa."
"12 tahun ini... sungguh menyenangkan, hehehe." Shinobu tersenyum begitu polos sampai Anastasia hanya bisa merasa kesal dan ketakutan ketika ia menerima sentuhan di belakang tubuhnya.
"Sekarang... aku tidak perlu memanfaatkan dirimu, anggap saja seperti alat yang tidak digunakan untuk selamanya karena suatu saat nanti akan rusak sampai perlu diganti."
"Ya benar... mata dibayar mata, untuk para pengkhianat." Shinobu mulai mengangkat jari kanannya sampai tubuh Anastasia langsung terangkat karena sentuhan halus di sekitar tubuhnya oleh bawahan hantunya.
"Perbuatan yang kau lakukan bisa dibilang jauh lebih buruk dari apa yang John dan aku lakukan..."
"...bukan karena ledakan nuklir itu, dan bukan karena umat Manusia yang akan punya karena diriku."
__ADS_1
"Kau pikirkan sekali lagi siapa yang sudah menyebabkan semua perbuatan ini terjadi...? Tentu saja dirimu yang memulainya sampai semua dosa itu perlu kau tanggung dengan menerima hukuman."
"Hukuman yang akan aku berikan secara langsung dimana kau tidak akan bisa melihat dunia apapun..."
"...terjebak di dalam dunia yang begitu gelap bagi pandanganmu, bisa dibilang lebih buruk dari yang namanya eksistensi serta sejarah yang dihapus!"
"Kau takkan bisa bebas di dalam sana."
"Kau akan terus menerima siksaan itu sampai menggila... kau pasti akan terbiasa di sana dimana tak ada yang dinamakan sebagai kebaikan."
"Dunia gaib..."
"Anastasia, dasar kau brengsek... berani-beraninya kau mencoba untuk memanfaatkan kepolosan diriku hanya untuk menyelesaikan kristal kekacauan itu!"
"Sekali-kalinya mereka mencoba untuk macam-macam dengan diriku maka akan aku balas dengan sesuatu yang lebih buruk!" Kata Shinobu dengan tatapan mengancam sampai menyebabkan tubuh Anastasia merinding seketika.
"Hahaha... cukup menyenangkan, terima kasih karena sudah mau membantu kita! Tetapi sekarang, aku sudah tidak perlu memanfaatkan dirimu."
"Menghentikan dirimu adalah tujuan sampingan... memusnahkan umat Manusia dan menghancurkan kristal kekacauan yang menempel pada pohon emas adalah tujuan utama untuk menghentikan semua perbuatan yang kau lakukan."
"Oi, Shinobu...! Hentikan sekarang juga...!!!" Seru Anastasia yang mulai panik tetapi ia tidak bisa memberontak sama sekali karena sentuhan halus itu.
"Hentikan? Apakah itu memiliki keuntungan bagi diriku...?" Tanya Shinobu.
Anastasia mencoba untuk menggunakan kristal yang ia terima dari Zangetsu agar bisa menggunakan sihir.
Namun, sentuhan halus itu langsung menyingkirkan sihir apapun yang mencoba untuk menahan dirinya tertarik ke dalam dunia siksaan milik Shinobu yaitu dunia gaib.
Shinobu melakukannya dengan pelan karena ia ingin melihat wajah Anastasia yang terlihat putus asa bahkan kedua matanya juga sudah menjatuhkan banyak sekali air mata karena saking takutnya.
"Setelah apa yang kau perbuat dengan konsep sihir sampai menyebabkan banyak kekacauan di seluruh alam semesta..."
"...kau mengharapkan diriku untuk berhenti? Semua hal buruk yang sudah kau perbuat termasuk memanfaatkan diriku seenaknya? Kau tidak pantas menerimanya..."
"...kau lebih buruk dari yang dinamakan sampah karena menyebabkan masalah dengan skala tak terbatas!"
Mata Shinobu bertambah semakin tajam sampai ia mulai mencekik leher Anastasia dengan ekspresi kesal, "Kau perlu menerima hukuman yang akan aku berikan... Anastasia..."
Sebuah gerbang terbuka lebar di belakang Anastasia sampai tubuhnya semakin merinding sehingga menerima suhu yang begitu dingin, "A-Apa ini...?!"
Tubuh Anastasia tidak bisa bergerak sama sekali bahkan sentuhan halus itu mulai masuk ke dalam tubuhnya hingga mengunci seluruh kekuatan dan kemampuannya agar tak bisa digunakan.
"Kau sebelumnya bilang kebal dengan pengendalian arwah bukan?"
"Sangat disayangkan ya..."
"Kau penuh dengan dosa..."
"...semua dosa itu akan dibayar dengan segala siksaan yang ada pada dunia gaib."
Apa yang Shinobu lakukan adalah meminta seluruh makhluk halus untuk menyeret Anastasia ke dalam dunia gaib agar ia bisa menerima hukuman terbesar karena sudah menyebabkan masalah seenaknya seperti menghapus konsep sihir.
Bermain-main dengan konsep bukanlah hal yang baik terutama lagi sampai merugikan banyak hal, Shinobu dapat memprediksi bahwa apa yang Anastasia lakukan dapat menciptakan masalah yang menyebar luas sampai bercabang-cabang.
"Sampai jumpa, Anastasia..."
"...dunia itu lebih buruk lagi dari yang dinamakan ketiadaan, kau tidak akan bisa mati melainkan menerima banyak sekali ketakutan dan kesakitan tanpa henti di dunia itu."
"Aku melarang dirimu untuk mati di sana agar kau bisa terus disiksa."
Anastasia menatap Shinobu dengan ekspresi ketakutan ketika melihat banyak sekali makhluk ruh di belakangnya yang sedang mengelus kepalanya.
"Inilah yang mereka dapatkan... mereka yang mencoba untuk memanfaatkan kebaikan diriku sampai kepercayaan yang aku milikmu pecah begitu saja...!"
"Aku membenci mereka yang memanfaatkan diriku dengan cara buruk terutama lagi sampai menghancurkan rasa kepercayaan diriku kepada mereka...!" Seru Shinobu sampai suaranya menggema.
"Tolong...! Lepaskan aku...! Hentikan, Shinobu...!!! Hentikan...!!!"
"Tidak mau."
"Kamu akan membawa diriku kemana...!? Hei...!!!"
Anastasia seketika sadar sampai sudah menerima trauma besar dari Shinobu bahwa dirinya memang sudah mengetahui segalanya tentang dirinya sampai dimanfaatkan balik olehnya dengan memainkan alurnya sendiri.
"Ternyata... dia memang... seorang Monster... tidak... seorang gadis kecil dengan kecerdasan dan pola pikiran yang tidak bisa dimengerti oleh siapa pun..."
"...ekspresi polos dan tubuh yang begitu kecil... tidak bisa diremehkan... dia akan membalas balik dengan sesuatu yang mengerikan..."
__ADS_1
"...dia itu polos... tetapi di dalam dirinya terdapat monster yang begitu mengerikan..."
"...sialan... kenapa semuanya menjadi seperti ini..."
"...dia... dia benar-benar berbahaya..."
"...sangat berbahaya... di luarnya polos... tetapi di dalamnya sangat mematikan dan berbahaya..."
"Kau akan pergi menuju dunia gaib... neraka, dunia kematian, dan eksistensi yang dihapus tidak cocok untuk dirimu yang sudah menyebabkan kekacauan besar."
"Sampai jumpa." Shinobu melambaikan tangannya sampai Anastasia langsung tertarik ke dalam dunia gaib sedikit demi sedikit.
"Shinobu...!!! Aku mohon...!!! SHINOBUUUUUUUUUUUU---" Anastasia melepaskan teriakan terakhir yang bisa dijadikan sebagai ucapan terakhirnya sebelum ia masuk ke dalam dunia gaib yang tertutup rapat untuk dirinya.
"Baiklah... semuanya kembali seperti semula." Shinobu tersenyum polos lalu ia memunculkan zirah teknologi melalui lengan kanannya untuk menyergap semua Vile Energy yang dapat ia pelajari.
...
...
Anastasia terjatuh di dalam dunia gaib itu dimana ia langsung mencoba untuk mengeluarkan kemampuannya yang langsung menghilang seolah-olah seperti ia tidak pernah melepaskannya.
Semakin banyak ia memberontak efek dari ketakutan itu membuat tubuhnya bergetar tak karuan hingga ia langsung berlutut di atas kekosongan itu dengan tatapan ketakutan.
Anastasia menggunakan kemampuannya yang dapat melakukan sebuah lompatan untuk pergi ke dunia lain tetapi dirinya langsung kembali di dalam dunia itu.
Efek ketakutannya bertambah semakin besar bahkan ia langsung menerima banyak sekali sambutan dari makhluk halus Indonesia seperti pocong, kunti, tuyul, Buto ijo, dan yang lainnya.
"Kau takkan bisa kabur..."
"Sepuh bilang bahwa siksaanmu dimulai sekarang juga."
Anastasia mencoba sekuat mungkin untuk melarikan diri dengan melakukan lompatan tetapi ia kembali tiba di dalam kekosongan dengan jumlah makhluk halus yang lebih banyak.
"Kau takkan bisa lari..."
"Semakin banyak kau melawan semakin mutlak ketakutan itu hingga kau tak dapat melakukan apapun."
"Mencoba untuk memanipulasi daya tahanmu itu takkan ada hasilnya..."
***
Konomi dan Hinoka berhasil memasuki ruangan pengendali yang dapat menghentikan tembakan laser itu, ia meminta Hinoka untuk menjaga pintu agar tidak ada satu pun Manusia yang masuk.
Untungnya karena mereka mengira Shinobu yang lainnya sudah kalah menyebabkan seluruh umat Manusia terbawa suasana sampai mengadakan pesta besar-besaran.
Mereka semua yang menyamar dapat melakukan pekerjaannya dengan baik sampai Konomi berhasil mengubah koordinasi dari tembakan laser itu, di sisi lainnya juga Koizumi melapor bahwa ia sudah mematikan teknologi yang terdapat pada pakaian itu.
Pakaian yang mereka kenakan tidak bisa menyerang serangan fisik sekarang, semuanya sudah melakukan pekerjaan yang baik sehingga Shinobu langsung melapor tentang Anastasia.
"Teman-teman, aku ingin mengatakan sesuatu sebelum kita memulai pembantaian terakhir..."
Shinobu mulai menjelaskan sesuatu tentang Anastasia sampai mereka bisa dibilang tidak begitu terkejut ketika mengetahui Shinobu memang memanfaatkan dirinya sampai ia tahu dia akan berkhianat karena bisa membaca pikiran.
Penjelasan itu berlangsung bersamaan dengan John yang berbicara tepat di hadapan seluruh umat Manusia Mars tentang kemenangan mereka yang sudah terlihat begitu jelas.
"Dengan kemenangan kita melawan Shinobu bersama teman-temannya...! Kita umat Manusia memang memiliki kesempatan emas untuk bisa menaikkan kembali derajat umat Manusia dengan memusnahkan bangsa Legenda, Iblis, dan Vampir!!!"
"Tetapi prioritas utama kita adalah memusnahkan ras yang mirip sekali dengan kita sampai menekan derajat kita cukup rendah...! Tindakan seperti itu perlu ditangani dengan kita umat Manusia yang akan meledakkan seluruh planet di Mars...!!!"
"Mari bergabung denganku untuk bisa hidup di masa depan yang jauh dan cerah!!! Dimana umat Manusia akan menjadi salah satu makhluk hidup dengan derajat tinggi..."
"...setelah kita menyingkirkan mereka semua!!! Kita pasti akan bisa melawan mereka semua karena konsep sihir yang sudah terhapus itu...!!!"
"Dengan menyatukan kekuatan umat Manusia...! Kita bisa melewati kesulitan yang kita hadapi dengan melawan bangsa Legenda...! Bangsa yang sudah meniru rupa kita sampai mempermalukan kita semua...!!!"
""YAAAAAA!!!""
"Mari persatukan semua kekuatan kita...!!! Dengan persenjataan baru yang kita peroleh dari Fallen Angel dan Dark Elf maka semua itu sudah cukup untuk membantai habis bangsa Legenda!!!"
"Aku, John Phillips, mendeklarasikan atas nama umat Manusia yang sudah direndahkan... kita semua akan terus maju demi bisa memperjuangkan kembali derajat yang lebih tinggi!"
"Kalau begitu lewati kita terlebih dahulu!" Kata Shinobu sampai semua Manusia itu memasang tatapan kaget termasuk John.
"Musnahkan seluruh umat Manusia sampai punah..." Shinobu memejamkan kedua matanya.
"...jangan sisakan satu pun Manusia!" Shinobu melebarkan kedua matanya yang memancarkan cahaya merah.
__ADS_1
"Ini adalah akhir dunia untuk kalian semua...!!!"
"...Manusia!!!"