
Mereka semua pergi menuju restoran Arata menggunakan mobil yang sudah di sewa oleh Korrina, restoran Arata sendiri bahkan sampai Korrina borong semua hidangan yang tersedia untuk diberi kepada mereka yang sudah di undang untuk merayakan pesta ulang tahun, pertemuan, dan perpisahan. Arata sudah pasti akan sibuk memasak semua hidangan itu tetapi setidaknya ia mendapatkan banyak uang dari Korrina yang sudah mau borong semua hidangan itu.
"Tadi dia menangis selama di perjalanan tetapi ketika sampai di restoran, dia tertidur dengan nyenyak ya, pelukan dan suaramu yang merdu itu sepertinya mampu membuat Kou tenang dan jatuh tertidur seperti ini ya" Kata Ophilia sambil menatap Kou yang sedang tertidur di gendongan Korrina, "Mungkin Kou memang merindukan ibunya, setidaknya aku habiskan waktuku bersamanya saja sampai dia mau ditinggal untuk sementara."
"Kalau begitu, bagaimana jika kamu menyewa pengasuh lagi? Waktu dulu, ketika Haruka masih bayi... kamu menyuruh kami 'kan?" Tanya Ophilia.
"Sekali lagi, aku tidak mau merepotkan kalian, Kou sudah memiliki Okaho dan Honoka kok di tambah lagi, para pelayan bekerja di dalam rumahku kok." Korrina tersenyum dan ia berterima kasih kepada Ophilia, ia tidak ingin merepotkan teman-temannya lagi karena mereka sendiri sudah memiliki keluarga dan pekerjaan yang harus di lakukan, "Mungkin ketika aku pulang, aku pasti akan tinggal di sini lebih lama lagi untuk Legenda kecilku ini..."
Para pelayan restoran itu mulai menempati semua hidangan di atas meja sehingga mereka semua dipenuhi dengan air liur, semua orang mulai mencicipi makanan tersebut sampai mereka melebarkan matanya karena rasa lezat mulai menyerang lidah mereka. Korrina menatap Kou yang perlahan-lahan bangun karena suara bising mereka yang terus berbicara, Korrina menyambut kebangunan-nya dengan meremas pipinya, "Siang, hantu kecilku."
Kou menatap Korrina lalu tersenyum sehingga seseorang mulai menarik bajunya, ia menoleh ke belakang dan melihat Yuri yang sedang melambaikan tangannya kepada Kou. Kou tersenyum lebar ketika ia menemukan teman baru, Korrina mulai mengangkat Kou lalu menempati dirinya sebelah Yuri sehingga mereka mulai saling memperkenalkan diri, untungnya Yuri mengerti dengan kondisi Kou sampai ia juga ikut menulis di kertas.
"Syukurlah ya, Korrina. Kou sekarang merasa lebih baik." Kata Akina.
"Ya, syukurlah." Korrina tersenyum.
Minami bersama anak-anak lainnya mulai mengajak Yuri dan Kou untuk bermain di meja anak-anak, mereka tentunya ikut sehingga Korrina menghela nafasnya lega bahwa Kou kembali ke gadis ceria seperti biasanya. Arata baru saja selesai mempersiapkan semua hidangan itu, ia duduk di sebelah Shira dan mengambil segelas air putih untuk mengistirahatkan tubuhnya itu yang lelah memasak banyak hidangan.
"Kapan kau akan pergi, Korrina?" Tanya Arata.
__ADS_1
"Mungkin besok, aku serahkan Touri kepada kalian semua ya... terutama kau, pahlawan cahaya Shiratori Shira!" Korrina menunjuk Shira dan ia langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Serahkan saja kepadaku! Aku yakin tidak ada lagi konflik dan ancaman yang akan datang!"
"Jangan terlalu percaya diri seperti itu, perkataanmu itu dapat membangkitkan seorang musuh loh." Kata Megumi.
Semuanya berkumpul seperti biasa dan saling membagi cerita juga tawa karena sudah lama sekali mereka tidak berkumpul seperti ini, mereka hanya kekurangan satu orang yaitu Haruki yang berada di Zuutouri, Korrina mengharapkan mereka semua untuk tetap sehat dan bisa menjaga diri mereka masing-masing terutama Touri. Tidak ada lagi yang harus ia khawatirkan kecuali Kou yang sedang bermain tetapi masih menatap dirinya.
"Tenang saja, Korrina, Kou akan aman di tangan Okaho... kami juga sebisa mungkin akan menjaga dirinya dan gedung Comi's Corporation." Kata Shizen, Korrina memberitahu mereka semua tentang wilayah Comi's Corporation akan tetap aman karena ia sudah memasang banyak pelindung dan segel agar tidak ada satupun orang yang berniat jahat untuk masuk dan melukai Kou.
"Apakah kau yakin? Menyerahkan Comi's Corporation kepada Okaho?" Tanya Yuuna.
"Hehhh... Tidak juga, Cocorp aman kok..."
"Benar juga sih."
Pesta itu berjalan sangat lama sampai mereka melupakan waktu tanpa disadari mereka menghabiskan waktu di dalam restoran itu sampai malam pukul [22:30], mereka terus menghabiskan waktu dengan berbicara dan bercerita seperti biasanya hingga sekarang mereka terpaksa harus bubar, Korrina memberitahu mereka untuk bertemu lagi di rumahnya agar mereka bisa melihat dirinya untuk terakhir kalinya.
Perlahan-lahan mereka semua pergi meninggalkan restoran, Korrina tidak lupa untuk berterima kasih kepada Arata yang sudah mau menyiapkan semua hidangan itu, "Korrina, ingat perkataanku ini... jangan sampai kau melakukan sesuatu yang ceroboh, pulanglah secepatnya jika tugas itu sudah selesai. Jangan lupa untuk memberitahuku jika orang tuaku mengatakan atau melakukan sesuatu."
"Siap, serahkan saja kepadaku." Korrina menghampiri Kou yang sedang tertidur di gendongan Okaho, ia mengangkat Kou lalu memeluknya dan ia bersama Okaho langsung pergi meninggalkan restoran, ia tidak lupa untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mereka semua.
__ADS_1
***
Di dalam mobil mewah Korrina, Okaho dan Korrina sempat berbicara tentang kondisi Haruka bahwa ia dapat di selamatkan dengan mesin pemulihan itu terutama rencana yang Okaho bicarakan bersama teman-temannya bisa ia dengar dengan sangat jelas karena Korrina diam-diam menguping ketika mereka berbicara. Okaho sempat terkejut tetapi ia merasa lega ketika Korrina mengijinkan dirinya, ia ingin melihat kubus waktu itu dan kubus tersebut masih setengahnya gelap.
"Mesin pemulihan itu nanti akan di antar ke rumahmu, jangan lupa bawa dan langsung masukkan Haruka ke dalam mesin itu ya? Tech pasti akan memberimu informasi tersebut kok, aku juga percaya bahwa rencanamu tentang kubus waktu itu pasti akan berhasil, aku mengijinkan dirimu bersama teman-temanmu untuk pergi menuju Realm of Time." Kata Korrina sambil menepuk punggung Kou beberapa kali, Okaho mengangguk.
"Apakah aku tidak bisa menghubungi dirimu lagi, Mama...? Bukannya dengan Tech, kita masih bisa berbicara?" Tanya Okaho.
"Di luar jangkauan, inti dari sistem Tech aku serahkan kepadamu karena jika aku membawanya keluar perbatasan ketiga inti semesta maka teknologi yang berada di Touri bisa saja gangguan. Sekali lagi, maaf ya, Okaho."
"Tidak apa-apa kok, ini adalah jalan yang Mama pilih dan aku yakin semuanya akan berjalan dengan lancar. Memerikan sesuatu yang berada di luar perbatasan inti semesta itu benar-benar mengerikan walaupun aku sendiri lahir di zaman kuno, hanya sekali aku pernah melihatnya dan itu sangat mengerikan... hati-hati ya... Mama..." Okaho mulai mendekati Korrina lalu memeluk erat lengan kanannya karena ia menangis sekali saja ketika di tinggal olehnya lagi.
"Bolehkah... aku menangis... untuk hari ini saja, Mama...?" Tanya Okaho, Korrina terkejut ketika melihat anaknya yang selalu bersikap dingin dan serius meminta ijin untuk menangis seperti itu, "Maaf... aku... aku sudah... bertemu dengan Mama tetapi... di tinggal pergi lagi membuatku bertambah sedih..."
"Sudah bertahun-tahun dan berbulan-bulan Mama selalu pergi... untuk mengurusi pekerjaan dan tugas... aku selalu saja khawatir setiap hari... aku takut sesuatu terjadi kepadamu karena aku sudah kehilangan Kakakku... aku juga tidak ingin kehilangan Mama... hiks... aku mohon... pulanglah dengan selamat..." Okaho memeluk Korrina erat sambil menangis dengan tersedu-sedu.
"Maaf ya, anakku... selama ini aku selalu saja menyusahkan kalian semua, padahal kewajibanku adalah seorang ibu yang seharusnya menjaga anaknya dan melihat mereka tumbuh menjadi orang dewasa tetapi karena Papa yang sudah meninggalkan, Mama terpaksa harus melakukan semuanya demi kewajiban keluarga dan Touriverse, aku tak memikirkan soal perasaanmu tentang ini... maafkan Mama..." Air mata mengalir deras melalui kedua matanya lalu ia memeluk mereka berdua dengan sangat erat.
"Aku serahkan keluarga Comi dan Kou kepadamu! Ini bukan saatnya untuk kita bersedih, kamu juga harus bisa terbiasa dengan kepergian diriku jika waktuku sudah tiba... jika ajal bertemu denganku, meski kita terpisah... setidaknya kamu dapat menyelamatkan Haruka kembali dan mengurus masalah Mama juga." Korrina mencium pipi Okaho lalu ia tersenyum kepada dirinya untuk menunjukkan rasa penuh kebanggaan, "Mama memang seperti ini sejak kecil... maukah kamu terus menjaga keluarga Comi... terutama Kou? Dengan begitu aku bisa terus maju dengan senyuman di wajahku."
__ADS_1
Korrina tersenyum sambil memejamkan kedua matanya yang mengalirkan air mata lagi, Okaho menghapus air matanya lalu tersenyum, "Tentu saja..."
"...garis darah dan keturunan Comi akan terus maju!"