Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 434 - Lahar Neraka


__ADS_3

""Shuan!!!""


Asriel dengan cepat mulai membekukan tubuh Shuan untuk memulihkan rasa sakit yang ia rasakan, api yang membakar tubuhnya langsung padam dan Asriel segera mengangkat tubuhnya lalu melarikan diri ke tempat yang aman.


Rokuro melihat ke belakang lalu ia memerintah Mammon untuk menahan semua gelombang lahar yang bermunculan tepat di belakangnya seperti mengikuti dan Mammon itu berhasil menahannya.


Terjadi kendala lainnya dimana daratan yang mereka injak terbuka lebar sehingga menunjukkan lahar yang begitu panas, Asriel berhasil membuat sebuah jalan menggunakan kedua tapak kakinya yang dapat membantu dirinya bersama Rokuro untuk menjaga jarak dengan lahar yang bermunculan dimana-mana itu.


Rokuro mulai menjauh dari Asriel dan mencoba untuk menyerap lahar itu menggunakan tato Greednya dan ternyata berhasil.


Serangan lahar yang dilakukan oleh Grust tidak mempan kepada Rokuro sekarang tetapi itu adalah tanda yang bagus.


Rokuro meminta Asriel untuk melarikan diri sejauh mungkin bersama Shuan yang sekarat karena ia akan menahan semua lahar itu yang sekarang sudah diperkuat karena bakteri.


Sebuah gelombang lahar besar muncul di hadapan Rokuro dan ia mencoba untuk menahannya tetapi ia merasakan pegangan erat di kedua kakinya sehingga ia menoleh ke bawah dan dikejutkan oleh Grust yang sudah mengenakan zirah yang terbuat dari api neraka.


"... ...!!!" Rokuro mencoba untuk memukul Grust tetapi lengan kanannya tiba-tiba diselimuti dengan gumpalan berwarna merah yang mulai membakar lengan kanannya.


Ia bisa merasakan kesakitan itu karena disebabkan oleh gumpalan yang mengandung bakteri kuat di dalamnya, ia tidak mencoba untuk tidak menghiraukannya karena ia melihat seorang musuh yang sudah mau menghadapi dirinya secara langsung.


"Aku mengerti sekarang... kedua murid tersisa ini memiliki kemampuan yang bisa bergabung menjadi satu, menciptakan serangan yang begitu mematikan."


"Gumpalan ini awalnya memiliki warna biru tetapi sekarang berwarna merah dan serangan yang dilakukannya terasa panas."


"Seperti mencoba untuk membakar lengan kananku! Biru yang menandakan ketahanan suhu dingin sedangkan merah yang menandakan ketahanan suhu panas...!" Ungkap Rokuro yang masih bisa menahan semua kesakitan itu.


Ia sempat melihat Mammon yang kesulitan menghadapi gumpalan merah yang memiliki ukuran besar karena bisa menyerap lahar milik Grust.


Jika gumpalan merah itu menyerap atau mengenai lahar yang diciptakan oleh Grust maka ukurannya akan bertambah besar seperti balon yang diisi oleh udara di dalamnya.


Situasi semakin buruk untuknya tetapi Rokuro meminta Asriel dan Shuan untuk mencari murid yang memiliki kemampuan bakteri itu.


Grust mulai menarik Rokuro ke dalam lahar itu sehingga mereka mulai bertarung di dalam lahar, gumpalan merah itu mulai membesar dan menyebar di seluruh tubuh Rokuro tetapi ia masih bisa menahan rasa sakit yang diberikan oleh gumpalan itu.


"Aku merasa cukup tertarik untuk melawan ras Netherian seperti dirimu yang memiliki kekuasaan tinggi terhadap sihir api atau kemampuan yang berkaitan dengan neraka."

__ADS_1


"Kalau begitu mari kita lakukan pertarungan ini secara adil!!!" Seru Rokuro keras.


Grust tercengang ketika melihat kecepatannya yang begitu cepat, ia mulai melancarkan beberapa serangan yang mengenai tubuhnya bahkan sampai menghancurkan zirahnya itu.


Ia mengakhiri serangan dengan memunculkan sabitnya lalu menebasnya keluar dari dalam lahar itu, semua serangan yang diterima oleh Grust mampu melukainya cukup parah dan ia tidak mengerti kenapa Rokuro masih bisa menyerang seperti itu walaupun tubuhnya perlahan-lahan dicerna menjadi bakteri oleh gumpalan merah itu.


Grust mulai melarikan diri dari Rokuro dengan panik karena serangan tadi cukup dahsyat, ia terlalu meremehkan kekuatan Legenda dalam segi serangan apa pun yang berkaitan dengan pukulan dan serangan senjata.


Rokuro melompat keluar dari dalam lahar itu dan melihat semua gumpalan merah yang menyelimuti tubuhnya meleleh karena selama ini tubuh Rokuro diselimuti dengan cahaya yang sama dengan Golden Earth, ia sempat menyerap kekuatan dari Golden Earth menggunakan Greed jadi ia dapat menggunakannya pada saat keadaan darurat.


"Kekuatan Legenda memang menyebalkan... bagaimana bisa ia bertahan ketika menerima serangan dari bakteri panas dan laharku!? Sialan...!!!" Seru Grust keras, ia mulai menghubungi Eldamon melalui kartunya.


"Apa yang kau mau...? Apakah kau sudah menyingkirkan Rokuro?"


"Legenda seperti mereka tidak bisa diremehkan begitu saja, brengsek!!! Mereka memiliki kemampuan tersembunyi yang sulit untuk kita ketahu, bakteri yang kau gabungkan dengan laharku bahkan tidak mampu mengubah dirinya menjadi debu hitam, dasar pembohong!!!" Seru Grust keras.


Rokuro melihat Asriel dan Shuan yang sudah berada di jarak yang cukup jauh darinya, ia hanya perlu mengikuti Grust dengan mengikuti jejak gosong yang ia ciptakan di jalan.


Dengan cepat Rokuro mulai berlari mengikuti jejak itu dan bersiap-siap untuk menerima serangan lainnya dari Grust karena ia merasa sangat muak melihat musuh yang berani menyerang dari jauh.


Asriel menempati Shuan di atas atap, ia bisa melihat Shuan yang perlahan-lahan bangun lalu mencoba untuk menciptakan Golden Earth yang baru untuk memulihkan setengah dari tubuhnya yang sudah mati rasa.


Asriel dikejutkan dengan gumpalan merah muncul di hadapannya tetapi ia langsung menghantam atap itu untuk menciptakan tembok yang berhasil menahan gumpalan merah itu.


"K-Kenapa warna gumpalan itu berubah sekarang--- Ahh!" Asriel terkejut ketika melihat tembok di hadapannya mulai meleleh.


Jantung Asriel mulai berdetak cepat ketika melihat seluruh rumah di sekitar terbakar oleh gumpalan merah itu yang melepaskan suhu yang terkandung bakteri di dalamnya.


Semua bakteri itu mulai mengubah apa pun menjadi debu gosong dan gumpalan merah itu langsung memakannya, kemampuan lainnya yang ditunjukkan oleh Eldamon membuat Asriel langsung menciptakan tembok es di sekitarnya untuk menjaga jarak dengan semua gumpalan merah yang membakar habis rumah angker itu.


"Baiklah, sepertinya Asriel dan Shuan akan menjadi mangsaku karena Rokuro saat ini sibuk mengurusi Grust yang sedang mencari cara lain untuk mengalahkan dirinya---"


Eldamon tercengang ketika merasakan suhu yang begitu dingin di sekitarnya, di saat itulah Asriel mengetahui posisi musuh berdasarkan suhu hangat mereka.


Secara refleks ia langsung menembak beberapa sihir Dark Pulse ke arah Eldamon yang bersembunyi di belakang atap rumah yang sudah hancur.

__ADS_1


Semua serangan itu tiba-tiba dilahap habis oleh gumpalan merah yang muncul tepat di hadapan Eldamon, setelah itu gumpalan tersebut mulai mengalami berpindah ke arah Asriel dan menyelimuti kedua lengannya.


Asriel hanya bisa diam sehingga ia merasakan pergerakan di belakangnya, Eldamon mencoba untuk turun tangan sekarang dengan mengubah dirinya menjadi gumpalan merah agar ia bisa melakukan perpindahan menuju bakteri yang dekat dengan Asriel.


Setelah itu ia menampakkan diri dari dalam atap dan mencoba untuk menusuk punggungnya tetapi Asriel menghantam wajahnya menggunakan tinju es yang keras.


Baaammmmm!!!


"Aggghhhhhh!!! Grrrgghhhh!!!" Eldamon mulai berubah menjadi gumpalan kembali dan melarikan diri dengan melakukan perpindahan lalu melahap bakteri untuk menyembuhkan luka beku yang ia terima dari Asriel.


Ia mulai melihat sekeliling lalu membekukan seluruh gumpalan merah yang mencoba untuk membakar tubuhnya, untungnya sihir esnya dapat mengubah gumpalan merah itu menjadi es.


"Harrrggghhhh!!!" Eldamon mengalami perpindahan di depan, kali ini ia mencekik leher Asriel dan mencoba untuk mengarahkan dirinya menuju daratan yang dipenuhi dengan lahar panas.


Ia dikejutkan dengan kemunculan Eldamon yang begitu cepat bahkan seluruh tubuhnya sekarang diselimuti dengan gumpalan merah, ia tidak bisa menggunakan sihirnya karena terus dicerna oleh gumpalan itu.


"S-Sial...!"


"Sepertinya Legenda seperti kalian memiliki kelemahan besar dalam pertarungan jarak jauh ya, terutama lagi jika kalian tidak mengetahui lokasi musuh kalian."


"Ini adalah mimpiku, aku sudah menantikan semua ini sejak awal bahwa aku akan mengalahkan Legenda seperti dirimu dengan mencerna kalian menjadi bakteri yang memiliki kehidupan singkat!!!"


Eldamon melancarkan beberapa serangan ke arah Asriel tetapi ia menahannya dengan mengubah suhu dingin di sekitar menjadi es jadi semua serangan Eldamon hanya tertahan oleh semua es yang keras itu.


Eldamon mencoba untuk mendorong tubuh Asriel ke dalam lahar yang dipenuhi dengan bakteri, bakteri itu akan langsung mengubah tubuhnya menjadi debu hitam tetapi rencana yang ia lakukan gagal ketika atap yang ia injak mulai membeku sehingga membuat dirinya tidak bisa bergerak.


Setelah itu beberapa es mulai muncul di sekeliling mereka dan meluncur menuju arah Eldamon lalu menusuk seluruh tubuhnya, gumpalan merah itu tidak bisa mencerna es Asriel karena terlalu dingin dan mengandung sedikit cahaya Golden Earth yang Shuan lepaskan.


Eldamon baru saja ingat bahwa ia melupakan Shuan, Golden Earth yang ia ciptakan berhasil dan semua sihir es yang diciptakan oleh Asriel tidak bisa hancur karena sudah diperkuat dengan cahaya dari bumi emas.


Asriel mulai memanjat ke atas atap itu dengan bantuan es yang menciptakan sebuah tangan, tangan itu membawa dirinya ke tempat yang aman agar ia bisa melihat Eldamon di hadapannya yang terlihat kesakitan karena menerima beberapa tusuk dari es yang ia ciptakan itu.


"Kau meremehkan tekad kami sebagai seorang..."


"...Legenda!!!"

__ADS_1


__ADS_2