Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 607 - Sisa dari Harapan


__ADS_3

"Maju, Shiratori Shou. Tunjukkan apa yang kau dapatkan lakukan..." Zoiru mulai memberikan Shou sebuah kesempatan untuk mengerahkan semua kekuatan yang ia miliki.


Shou merapatkan giginya lalu ia menciptakan gerhana bulan besar yang terbakar dengan api emas, ia melemparnya ke arah Zoiru tetapi ia berhasil melepaskan laser yang mampu menghancurkan bulan itu.


Shou menghantam daratan sampai menciptakan rantai hitam yang bergerak cukup rumit sampai membuat Zoiru melompat ke atas lalu melepaskan laser melalui jari-jarinya.


Shou berhasil menahan serangan laser itu menggunakan gerhana bulan yang ia ciptakan sebagai pelindung di hadapannya, Zoiru menarik Shou sampai tubuhnya tertarik ke arahnya lalu ia mulai mencekik lehernya.


"Sudah cukup bermain dengan bulan, badut bulan. Kau tidak bisa seenaknya melakukan itu..." Zoiru menghantam perutnya sampai menembus punggungnya tetapi tubuh Shou berubah menjadi hitam.


Zoiru melebarkan kedua matanya sehingga tubuhnya langsung tertabrak dengan bulan, Shou yang ia cekik tadi adalah cahaya bulan yang dapat membentuk sebagai klon atau tumbal.


Tubuh Zoiru langsung di tindih dengan beberapa bulan yang Shou ciptakan, ia mulai mengangkat kedua lengannya ke atas lalu menciptakan bulan kecil yang ia lempar ke depan sampai menimbulkan ledakan dari kobaran api.


Shou muncul di hadapan Zoiru lalu ia menendang perutnya menggunakan kedua tapak kakinya, setelah itu ia menyelimuti kedua lengannya dengan rantai hitam untuk menambahkan efek serangan yang mengandung gravitasi besar.


Dua pukulan Shou lepaskan sampai Zoiru terdorong ke belakang dan jatuh begitu saja sampai tubuhnya merasakan beban yang mencoba untuk menghentikan dirinya bangkit.


Kali ini Zoiru mulai menganggap Shou serius ketika ia berhasil mengenai dirinya dengan serangan yang sangat menekan, ia mulai menghantam wajah Shou sampai ia terdorong ke belakang.


Shou melebarkan kedua matanya ketika melihat Zoiru melancarkan beberapa serangan yang terus Shou tahan sampai kedua lengannya patah, membuat dirinya meringis kesakitan.


Zoiru menendang perut Shou sampai ia terdorong ke belakang, Shou berputar lalu ia memulihkan kembali kedua lengannya dan menciptakan tembok yang terbuat dari rantai hitam untuk menahan serangan sihir Zoiru.


BAMMMM!!!


Shou berputar lalu ia melesat ke arah Zoiru dan berhasil mengikat seluruh tubuhnya dengan rantai hitam yang menekan seluruh tubuhnya dengan beban gravitasi yang terus meningkat drastis.


Kedua kaki Zoiru sampai masuk ke dalam daratan dan ia sampai dikejutkan dengan serangan Shou yang menghantam wajahnya dengan gerhana bulan sampai kerangkanya hancur.


Zoiru tersenyum serius ketika Shou baru saja menyebabkan kerusakan yang besar kepada dirinya, serangan bulan yang di jadikan sebagai senjata tadi cukup menyakitkan.


"Setidaknya kau berusaha dengan baik, Legenda palsu!" Zoiru melompat keluar dari dalam daratan lalu ia menghantam Shou sampai ia terjatuh di atas tanah.


Shou melihat Zoiru mulai melancarkan beberapa serangan ke arahnya dan ia dengan cepat menahan semua serangan itu walaupun tubuhnya menerima banyak tekanan.


Zoiru tidak memberi dirinya ampun sampai ia terus menghantam Shou lagi dan lagi sampai satu pukulan mengenai wajahnya, hasilnya mata kanan Shou mulai bonyok dan tidak bisa melihat.


Zoiru mencekik perut Shou lalu ia menghantam perutnya sampai ia terpental ke belakang, Zoiru mulai berjalan menghampiri Shou yang melepaskan gelombang cahaya dengan kobaran api di sekelilingnya.


Zoiru hanya perlu menahannya menggunakan jarinya, Shou mengerutkan dahinya lalu ia mengerahkan semua kekuatan penuhnya untuk menjaga jarak dengan Zoiru.


Tetapi, Zoiru masih bisa menahannya dengan tatapan serius dan sekarang ia mengetahui batasan Shou, ia tidak dapat menikmati pertarungannya lebih lanjut lagi dengan Shou.


Zoiru menghantam kedua lengan Shou dan Shou segera melakukan pertahanan untuk menahan semua serangan Zoiru sehingga ia menciptakan sebuah rantai tajam melalui lengannya kanannya.


Rantai tajam itu ia patahkan lalu lepaskan ke arah perut Zoiru tetapi Zoiru mencabut lengan kanan Shou lalu menusuk perutnya menggunakan lengannya sendiri yang masih memegang rantai tajam.


Zwosh!


"Guggghhh...!!!" Shou melebarkan kedua matanya, menyadari serangan yang mengenai sangat fatal sampai tubuhnya mengalami kelumpuhan seketika.


"Hurgghhh...! Hah... Hah... Hah..." Darah segar mengalir deras melalui mulut Shou sampai ia memegang erat lengan Zoiru menggunakan tangan satunya lagi yang masih utuh.


Kesakitan yang ia terima juga perasaannya yang sudah melihat kematian dari kedua orang tuanya dan seluruh saudaranya membuat Shou menangis, tidak bisa menahannya lagi.


"... ..." Shou terlihat pasrah sampai Zoiru mulai tersenyum lalu menepuk kepala Shou untuk memberi dirinya sebuah pujian bahwa ia sudah melakukan hal yang terbaik.


"Ugh..."


"Kau mendapatkan pujian dan kehormatanku, Shou. Kau bisa beristirahat dengan tenang sekarang, melupakan semua penderitaan dan kesakitan yang kau rasakan."


Zoiru melepas Shou untuk memberi dirinya kesempatan melihat kembali dunia yang selalu ia lindungi, Shou diam seketika lalu menatap wilayah di sekitarnya dengan tatapan bersedih.

__ADS_1


"Hah..." Shou terus merasa kesakitan yang berdenyut di seluruh tubuhnya sampai Zoiru mulai memegang leher Shou dengan lembut awalnya lalu ia mengeratkannya.


"Guggghhh..."


"Aku mohon, Zoiru... hentikan..." Terdengar suara Methode berasal dari arah timur, Zoiru menoleh kepada Methode yang menerima banyak luka ketika bertarung dengan Bamushi.


"Biarkan adikku kecil hidup... ampuni lah nyawanya." Kata Methode sampai membuat Shou terkejut ketika mendengarnya sampai Zoiru sendiri tidak mengerti apa yang ia coba maksud.


"Terus? Apa yang aku dapatkan jika aku mengampuni nyawanya?"


"Aku akan bertarung denganmu... satu lawan satu dengan syarat kau melepaskannya... kau mungkin akan merasa puas dan mendapatkan keuntungan di akhir." Tawar Methode.


Zoiru tersenyum serius, "Ini pertama kalinya aku mendengar sebuah penawaran yang menarik dari bangsa Legenda palsu, aku menerimanya."


"Itu adalah sumpah Oath!" Zoiru tersenyum dengan rasa senang yang tinggi sampai ia mulai menghadapi Methode sambil menyilangkan kedua lengannya.


"Jika kau kalah maka aku juga akan mengambil nyawa Shou dan semesta palsu, kau menerimanya? Itu adalah sebuah sumpah yang dapat aku laksanakan..."


Methode terdiam seketika dan ia langsung mengangguk, "Terserah... apa yang aku pedulikan hanya keselamatan nyawa adik kecilku..."


Methode mengerahkan semua kekuatan dan Lenergy terakhirnya sampai ia mulai membakar planet Legendarius secara keseluruhan, dengan api terakhirnya ia akan coba untuk menghentikannya.


"Zoiru...!!! Ingatlah Legenda tidak memiliki batas, kami akan bertarung sampai akhir...!!! Tanpa menunjukkan rasa lelah atau ingin menyerah!"


"Legends Never Dies...!!!" Rambut Methode bertambah panjang sampai terbakar dengan api emas, ia mulai maju ke depan kaku melancarkan beberapa pukulan api dan pedang api


Methode sampai menggunakan kekuatan dosa amarah untuk meningkatkan semua daya kekuatan itu agar dapat melukai Zoiru dengan skala yang besar.


Methode mulai memegang kedua lengan Zoiru lalu ia membakar tubuhnya sendiri dengan kobaran api yang mampu menciptakan sebuah ledakan melebihi nuklir.


Menyebabkan tubuh Zoiru hancur berkeping-keping dan meleleh tetapi ia masih hidup, kembali bangkit dengan dagingnya yang terus membentuk sampai ia mulai melepaskan beberapa laser.


Laser yang keluar melalui jari telunjuknya sampai menusuk seluruh tubuh Methode dan membuat dirinya tidak bisa bergerak karena laser itu mengenai beberapa bagian tubuh dan organ yang cukup vital.


"Tadi itu cukup mengejutkan... sihir api yang di kombinasikan dengan cahaya ternyata mengerikan."


"Aku masih bisa merasakan kesakitan itu..." Setengah dari wajahnya mulai meleleh sampai menunjukkan kerangkanya yang hijau.


"Jika saja aku tidak memiliki daging yang terus melakukan regenerasi ini maka aku akan mati... mungkin hubunganku dengan Bamushi terus meningkat."


"Sampai aku terselamatkan olehnya... tadi itu hampir saja, Shiratori Methode. Kau memang hebat... kerusakan yang aku terima jauh lebih darimu---" Zoiru terkejut ketika melihat Methode bisa bangkit.


Tubuhnya yang dipenuhi dengan lubang bekas serangan laser tadi tidak menghentikan dirinya untuk berjuang, harga dirinya sebagai Legenda terus ia dalami sampai kematian menjemputnya.


"Kau tidak akan bisa melanjutkannya, Methode. Laser yang aku lepaskan seharusnya sudah menghancurkan sebagai dari organmu." Zoiru kembali bangkit dengan tubuh yang terus meleleh.


Methode mencoba untuk menyerang Zoiru tetapi ia tidak memiliki tenaga atau kekuatan tersisa sampai serangannya hanya bisa menyentuh dirinya.


"Sudah cukup... seranganmu terasa seperti lemparan kertas."


"Mengertilah, Methode. Legenda palsu seperti dirimu tidak akan bisa tenang hidup berdampingan dengan yang asli, arti lainnya adalah... kau tidak memiliki harapan apapun." Zoiru menyentuh leher Methode.


Methode mulai menyentuh tubuh Zoiru menggunakan kedua tinjunya sampai Zoiru menyentil dirinya dan melempar Methode ke belakang.


"Sudah cukup." Zoiru mencoba untuk menunjuk Shou tetapi ia dihentikan oleh Methode yang melompat kepadanya sampai kedua lengannya mulai di pegang erat olehnya.


Dengan cepat Methode mengerahkan sihir apinya yang mampu membakar tubuh Zoiru lagi tetapi ia mulai merasa kesal, ia menendang perut Methode sampai ia terdorong menuju Shou.


"Ka... Kakak..." Shou melihat Methode kembali bangkit, kali ini ia menatap adik kecilnya lalu menunjukkan senyuman lebarnya.


"Aku baik-baik saja..."


Methode lari menuju Zoiru sampai ia terjatuh di hadapannya, "Aku tidak takut... dengan istilah kematian..."

__ADS_1


"Sebagai... anak pertama dari keturunan Shiratori... aku, Shiratori Methode... akan terus menghentikan dirimu." Methode kembali bangkit dengan luka lubangnya yang mengeluarkan banyak darah.


"Sebanyak-banyaknya darah yang aku keluar ini... takdirku tidak akan pernah berubah, tetap satu... yaitu menghentikan dirimu sekuat mungkin..."


"...dengan harga diri yang masih utuh dan tak akan pernah hancur. Aku tidak akan menyerah, Zoiru." Methode mulai kehilangan seimbang terhadap tubuhnya yang mulai kekurangan banyak darah.


Methode terjatuh di atas tanah tetapi ia tetap memaksa dirinya untuk bangkit, ia bisa melihat Zoiru nilai berlutut di atas tanah dengan tubuhnya yang mengeluarkan banyak api.


Api itu berasal dari Methode sehingga tubuhnya terus terbakar sampai membuat Zoiru kesal, Methode memiliki dua pilihan yaitu menyerang atau menyerahkan harapan kepada adiknya.


Melihat Zoiru yang tidak akan mati membuat Methode mengorbankan semuanya, kekuatan dan Lenergy terlahirnya untuk menciptakan gelombang api yang mengenai tubuh Shou.


"Kakak...!" Shou mencoba untuk bangkit tetapi ia terjatuh sampai tubuhnya diselimuti dengan api yang melepaskan gelombang besar ke atas langit.


"Apiku... tidak akan hilang. apiku akan tetap menyala di dalam tubuh adikku..." Methode menatap Zoiru dengan kedua penglihatannya yang mulai buram.


"Aku... sebagai bangsa Legenda tidak akan pernah... membiarkan dirimu berjaya. Aku mengerahkan semua ini... untuk adikku..."


"...sisa harapanku dan seluruh orang yang mencintai Yuusuatouri. Harga diri kami... kami tidak akan mati... Zoiru... kematian itu... mengubah kamu menjadi harapan... yang memasuki tubuh Legenda lain..."


"...terutama... Harga diri... mereka..." Suara Methode mulai terdengar pelan sehingga Shou menjerit keras, mencoba untuk membantu Methode tetapi gelombang itu perlahan-lahan menariknya ke atas.


"Zoiru..." Methode menatap Zoiru untuk terakhir kalinya sampai Zoiru mulai bangkit kembali dengan tubuh yang kembali sempurna.


"...Legends Never Dies..." Methode mengeluarkan perkataan dan nafas terakhirnya sehingga darahnya mulai habis, kedua matanya tertutup dan kedua kakinya masih membantu dirinya berdiri.


Methode menunduk kepalanya dan Zoiru bisa merasakan keberadaan Methode yang sudah bilang, dia telah meninggal di detik terakhirnya sebagai Legenda dan keturunan Shiratori yang dipenuhi kebanggaan.


"KAKAAAAAAKKK...!!!" Shou langsung mengalami perpindahan tempat karena gelombang itu yang meluncur keluar semesta palsu lalu memasuki semesta asli.


"Dia masih memiliki sihir tersisa, semua itu ia berikan kepada Shou agar dia dapat melarikan diri." Zoiru menoleh ke atas dan ia masih bisa melihat Shou, ia menunjuknya dengan telunjuk yang siap melepaskan laser.


"Ahh... Biarkan saja, aku sudah merasa puas." Zoiru mulai menatap Methode lalu ia berlutut di hadapannya untuk menunjukkan rasa kehormatannya.


"Kau mati layaknya seperti prajurit yang bangga, Methode." Zoiru mulai menjatuhkan Methode dan mengangkat tubuhnya lalu memasukkannya ke dalam mulut Bamushi.


Bamushi langsung menelannya dan ia mulai mendarat di sebelah Zoiru dengan luka yang kembali di setiap tubuhnya karena ia sempat bertarung dengan Methode yang menyebabkan banyak kerusakan kepadanya.


Dengan pembantaian massal yang menginjak tahap terakhir, Zoiru memutuskan untuk mengakhiri semua kepalsuan itu dengan mengecilkan Yuusuatouri yang palsu.


Dengan kekuatan dari sihir Oath, ia dapat menyelimuti Yuusuatouri palsu dan mengubahnya menjadi kecil sampai membentuk seperti gumpalan hijau yang di makan oleh Bamushi.


Tanpa ada satu pun sisa, semuanya telah menghilang dan habis di makan oleh Bamushi, tidak ada nyawa yang selamat kecuali nyawa Shou yang sempat diselamatkan oleh Kakaknya sendiri.


Shou melihatnya secara langsung, kehancuran tempat tinggalnya karena proses pemindahan gelombang sihir itu memakan proses waktu yang panjang.


Shou meninggalkan semestanya sendiri dengan luka besar yang ia dapatkan melalui hatinya, mengetahui sesuatu yang cukup menyedihkan dimana seluruh keluarga dan temannya telah mati.


Hanya menyisakan dirinya sebagai sesosok Legenda palsu yang selamat dari kiamat itu, tangisan Shou hanya bisa di balas dengan keheningan yang begitu dingin di sekelilingnya.


Yuusuatouri palsu telah resmi hancur... Methode meninggal sebagai bangsa Legenda dengan penuh kebanggaan di detik-detik terakhir...


Sepanjang waktu Shou menangis, semua arwah yang berasal dari semesta palsu akan terus hidup di dalam jiwa dan harga dirinya sebagai bangsa Legenda.


Hanya terdapat sisa harapan di dalam tubuh Shou, ia mulai berlutut di dalam gelombang yang membawanya pergi, menunjukkan rasa kehormatan penuh kepada seluruh keluarga dan temannya yang gugur.


Walaupun seluruh tubuh keluarga dan temannya hancur di makan oleh Bamushi, nyawa mereka akan terus hidup di dalam tubuh Shou sampai menunjukkan dirinya sebagai sisa harapan.


Tidurlah dengan tenang Legenda... beristirahatlah dengan tenang... Shiratori Methode...


[Fake Yuusuatouri - Destroyed]


[Shiratori Methode – Gugur]

__ADS_1


__ADS_2