Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1037 - Menyatukan Kembali para Dewa dan Dewi


__ADS_3

"Sekali lagi kalian ribut dan ketakutan seperti ini, aku tidak akan memberikan kalian rasa belas kasihan untuk dihapuskan dalam sejarah, alur waktu, dan segalanya." Ancam Korrina.


Semua Dewa dan Dewi terdiam seketika mendengar ancaman tersebut, semua Dewa pencipta dan kehidupan mulai melayang menuju Korrina hanya untuk menjaga dirinya dari belakang.


"Sudah cukup dengan pekerjaan kalian, kita semua sekarang memiliki urusan yang lebih penting dari itu dinamakan sebagai Ragnarok!"


"Aku juga perlu mengakui keberadaan diriku adalah seorang Dewi Touriverse atau dalam sebutan sebagai segalanya untuk layer ini."


Ketika Korrina memperlihatkan esensial Dewinya termasuk dengan God Lenergy, "Kita akan membahas kembali tentang Ragnarok yang ketiga!"


Mereka seketika dikejutkan dengan sebuah fakta bahwa dulunya seorang Legenda seperti Korrina yang membantai beberapa Dewa telah terangkat menjadi Dewi itu sendiri.


"Ironis bukan? Padahal aku tidak berniat apapun untuk menjadi seorang Dewi, tetapi sebuah kebencian tetap saja akan mengubah dirimu menjadi apa yang kau sebenarnya benci."


"Mulai dari sekarang, aku yang akan menyatukan kembali kalian semua untuk mengikuti Ragnarok...!" Seru Korrina.


Raut wajah para Dewa dan Dewi itu terlihat ketakutan karena mereka semua rata-rata berhasil memenangkan Ragnarok dengan bertahan hidup sampai titik akhir sehingga menampung banyak sekali perasaan takut.


Mereka juga sudah kehilangan banyak sekali teman dekat dan seseorang yang disayangi, lebih parahnya lagi Ragnarok yang ketiga telah kembali sampai memunculkan kembali ingatan mengerikan itu.


Korrina ikut merasa khawatir dan bersalah bahwa ia dulunya pernah membunuh keturunan mereka semua karena keegoisan yang ia miliki untuk bisa meraih kebebasan dan kedamaian.


Ditambah lagi sekarang mereka harus mendengar kembali kata-kata yang dapat memicu trauma serta ingatan mengerikan, Ragnarok, sebuah kata-kata yang sangat terlarang untuk di dengar para Dewa.


"Apakah kita semua akan mati lagi..."


"Sudah cukup dengan semua penderitaan ini, kenapa Dewa selalu terlihat dengan perang akbar...!"


"Seharusnya Ragnarok memiliki arti dimana kita para Dewa dan Dewi yang menghakimi para mortal di hari akhir mereka, tetapi kita semua terlihat..."


"Dan sekarang kita perlu mengetahui sebuah kebenaran dimana dulunya seorang berandalan pernah membantah para Dewa dan Dewi mencoba untuk mengatur kita."


Banyak sekali keluhan yang dapat Korrina dengar, mereka sudah jelas tidak bisa menerima dirinya sebagai Dewi Touriverse yang masih misterius karena tidak pernah menampakkan diri sama sekali.


"Selama ini kau menyembunyikan identitas aslimu?" Tanya Fuyuma.


"Ya... itulah kenapa tidak ada satu pun Dewa atau Mortal yang mengetahui penguasa Touriverse sebenarnya, ya, itu adalah aku sendiri."


"Aku memang sudah ditakdirkan untuk menjadi Dewi Touriverse, tetapi aku memilih jalan lain dengan merahasiakannya dan tidak memperlihatkannya sama sekali."


"Ditambah lagi aku lebih memilih jalan mortal dengan menjadi ratu Touriverse yang dapat mengatur semua orang demi bisa meraih kemenangan dan kekalahan bersama-sama."


"Tetapi sekarang... rasanya merahasiakan semua itu hanya akan memberikan kita kesempatan kalah yang besar, aku perlu mengaturnya lagi!"


"Ragnarok yang dulu pernah terjadi diatur oleh para Dewa dan Dewi perang, tetapi sekarang mereka sudah gugur dalam perang..."


"...aku juga terlibat, hanya saja aku meminta bantuan Zoiru untuk menyampaikan pesan itu kepada kalian semua."


"Dan sekarang biarkan aku, Korrina Comi sang Dewi Touriverse mengatur kalian semua demi bisa meriah kemenangan bersama!" Seru Korrina kepada semua Dewa dan Dewi selagi memasang ekspresi bersalah.


"Kita semua dapat mengubah masa depan bersama, walaupun kita mendapatkan julukan yang begitu besar..."

__ADS_1


"...kita tidak jauh berbeda dengan yang dinamakan sebagai budak oleh Zephyra dan layer ini yang berada dalam kekuasaannya sendiri!"


"Aku mohon... untuk sekali ini saja, aku ingin kita semua saling bekerja sama demi bisa meriah kemenangan Ragnarok untuk ketiga kalinya!"


"Banyak sekali perubahan yang terjadi, tetapi hal itu tidak akan menghentikan diriku untuk tetap membawa kalian menuju puncak kemenangan agar bisa terlepas dari layer ini!"


Semua Dewa dan Dewi itu langsung memperhatikan Korrina yang terus meminta maaf sebesar-besarnya kepada mereka semua bahkan ia sempat berlutut sampai bersujud untuk bisa menerima permintaan maaf.


Para Dewa pencipta dan kehidupan juga segera membantu dirinya dengan memberitahu para Dewa dan Dewi bahwa mengingat kembali masa lalu hanya akan menciptakan hambatan yang menghalang mereka meraih kemenangan.


Korrina terus meminta maaf dan mencoba untuk membangkitkan kembali semangat serta harga diri para Dewa untuk bisa menuntun para Mortal menuju jalan yang benar yaitu kemenangan.


Setelah menghabiskan banyak waktu untuk meminta maaf dan memberikan semangat, para Dewa dan Dewi itu bersedia untuk mendengar perkataan apapun dari Korrina yang akan memberikan sedikit pidato.


"Terima kasih... karena sudah mau bekerja sama..." Korrina tersenyum penuh rasa bersyukur lalu ia mengangkat kembali kepalanya selagi memasang ekspresi serius.


"Ragnarok yang ketiga!"


"Perang memang selalu berakhir dengan kesedihan dan kesakitan ya...? Terutama lagi Ragnarok yang sudah menjatuhkan korban berjumlah seperempat dari aslinya."


"Maupun kau memang atau kalah, kau akan tetap bisa merasakan kekalahan karena tidak mampu melindungi seseorang yang dekat dengan kita..."


"...pemenang tetap harus menerima risiko dimana mereka melihat banyak sekali rekan-rekan mereka mati di hadapannya."


"Dan tentunya yang kalah juga akan menghitung seberapa banyak korban yang berjatuhan, perjuangan kita semua dalam Ragnarok akan memberikan hasil berbeda..."


"Rekan-rekan yang tidak bisa kita lindungi karena terpisah dalam perang Ragnarok..."


"...dan kejahatan dari perang yang sebenarnya."


"Semua luka dan kesakitan yang kita terima pada saat perang tidak ada bandingannya sama sekali dengan apa yang kita angkat dari ingatan masa lalu kita tentang Ragnarok ke satu dan ke dua..."


"...kita semua sebenarnya berpikir, dari kedua pihak, kita tidak tahu apa yang sebenarnya kita incar dalam Ragnarok."


"Apakah ada keuntungan untuk terus bertarung seperti ini dengan mengikuti perwujudan dari kiamat dan penghakiman seluruh penghuni dengan melaksanakan berperang!?"


"Apakah kekalahan dan kemenangan memberikan kita kebebasan...? Jutaan abad lamanya kita tetap diperbudak oleh Zephyra yang menjatuhkan kita ke dalam labirin bernama layer!"


"Bukan kita saja yang diperbudak melainkan seluruh penghuni dari setiap layer berbeda pasti akan menerima banyak perbudakan dari para Dewa yang di puncak atas!"


"Sebuah tantangan dimana, setelah kau berhasil mengotori tubuhmu dengan darah musuh pada saat perang, kalian perlu melihat diri sendiri untuk mampu berdiri lagi atau tidak..."


"Apakah kalian berpikir dengan mengingat kembali masa lalu dan trauma akan membebaskan kita dari... PERBUDAKAN INI!?" Teriak Korrina keras demi bisa memberikan sebuah dorongan untuk para Dewa dan Dewi.


"Hanya karena Ragnarok telah kembali, apakah kalian hanya akan mengingat masa lalu dan trauma demi bisa bertambah kuat agar bisa memenangkan perang Akbar!?"


"Semua itu adalah kesalahan...!!! Kesalahan yang perlu disingkirkan, semua masa lalu dan trauma kita adalah hambatan...! Hambatan yang memberikan kalian semua kekalahan!!!"


"Aku akan memberitahu kalian tentang kebenaran... sebuah kebenaran yang dapat membantu kita semua untuk terlepas dari layer ini!"


"Jika kita memenangkan Ragnarok yang ketiga ini maka tidak ada lagi perbudakan yang menjebak kita semua di dalam labirin ini..."

__ADS_1


"...kita bisa meraih kebebasan dan memikirkan rencana selanjutnya untuk bisa menghentikan mereka yang sudah memperbudak kita, menganggap kita sebagai alat peperangan!"


"Akulah yang bersedia untuk membawa kalian kembali menuju puncak kemenangan!!!" Teriak Korrina keras sehingga membangkitkan kembali semangat mereka semua.


""YAAAAA!!!""


"Singkirkan semua ketakutan dan rasa trauma yang kita rasakan sejak dulu, ubahlah semuanya menjadi tekad yang seharusnya kita bahwa dan lanjut dari mereka yang sudah gugur!!!"


"Kelemahan kita sebenarnya banyak, salah satunya adalah ketakutan itu sendiri yang selalu kita peluk dan tidak pernah lepas ketika mencoba untuk mengingat kembali Ragnarok!"


"Ikutlah denganku... kita akan mengulangi sejarah itu kembali, sejarah dimana kita yang akan menenangkan Ragnarok demi bisa lepas dari labirin ini!"


Semua Dewa dan Dewi langsung berbaris di hadapan Korrina, apa yang ia katakan tentang masa lalu memanglah benar, yang lalu biarkanlah berlalu karena mereka saat ini sudah berkembang cukup jauh.


"Korrina Comi... kami bisa memaafkan semua dosa yang sudah kau perbuat sejak itu jika kau bisa membawa kita semua menuju puncak kemenangan." Ucap salah satu Dewa yang menghadapi dirinya.


"Dosaku... tidak, lebih baik aku menyimpan dosa itu sendirian. Yang perlu kalian maafkan adalah dosa para Mortal, dan juga..." Korrina membuka sebuah celah untuk memperlihatkan para Mortal.


"Tidak ada lagi yang dinamakan sebagai tingkatan besar, kita semua sama derajat..."


"...aku harap kalian bisa mempelajari para Mortal dengan baik seperti memberikan kehormatan dan bantuan agar kekuatan dari seluruh Mortal bisa terus bertambah kuat."


Mereka semua langsung menatap satu sama lain lalu menyetujui permintaannya, "Semenjak konsep sihir menghilang, kita tidak sempat berbicara dengan ratu Touriverse yang ketiga..."


"Shinobu Koneko...?"


"Ya, dia sudah membantu kita dengan mengembalikan konsep sihir serta menghentikan Dewa elemen untuk menghasut kita mengalahkan Zangetsu."


Korrina lagi-lagi dikejutkan dengan sebuah fakta bahwa cucunya memanglah Legenda generasi terakhir yang sangat bisa di andalkan jika sudah melakukan banyak hal.


Di mulai dari keburukan dan kebaikan, semuanya terasa begitu seimbang sampai ia tidak melihat Kou di dalam diri Shinobu melainkan seorang Shiratori dengan tekad yang kuat.


"Di luarnya saja seperti Kou..."


"...tetapi di dalamnya terdapat jiwa Legenda yang begitu kuat bersamaan dengan tekadnya." Korrina mulai mengingat perkataan Shinobu yang sempat menanggapi dirinya sebagai musuh.


"Shinobu Koneko..." Korrina mengepalkan kedua tinjunya.


"...sebenarnya kau ini apa...?"


***


"Chiw...!" Shinobu kembali bersin sampai mengejutkan keempat temannya yang sedang dalam perjalanan menuju Xuutouri.


"Wah, bersinmu imut sekali ya~" Hinoka mulai tersenyum lembut kepada Shinobu.


"Apakah kamu masuk angin?" Koizumi dengan cepat mengeluarkan sapu tangan sampai berhasil menutup hidung Shinobu untuk membersihkan debu yang kemungkinan menempel.


"Ugh... padahal aku sudah mendekati dirinya untuk mencoba membersihkan debu itu."


"Koneko tidak apa-apa, hahaha.."

__ADS_1


__ADS_2