Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 507 - Arti dari Marga Itu


__ADS_3

"Aku bukan pedofil, Kou hanyalah sebuah pengecualian. Walaupun dia seorang gadis kecil atau anak kecil, tidak ada yang dapat menghentikan diriku untuk mencintainya..."


"...mencintai dirinya untuk selama-lamanya, memberikan semua perlindungan yang ada terutama lagi berkeluarga dengannya akan lebih baik!" Kali ini Shuan yang mengatakannya dengan penuh keberanian.


Korrina memasang wajah yang terlihat ketakutan dengan jawabannya itu karena ia tidak meminta mulut Shuan untuk jujur melainkan ia sendiri yang mengatakannya.


"Jadi aku mohon, Ibu Korrina, biarkan aku mendapatkan sebuah ijin dan restu agar bisa mencintai Kou selalu tanpa ada halangan apapun seperti mereka yang salah paham!" Shuan mengepalkan kedua tinjunya.


"Pelan-pelan, bagaimana kamu ini sih... Meminta jujur sedikit malah mengatakan sesuatu yang mengerikan." Korrina merinding ketika mendengarnya.


"A-Aku tidak yakin bisa memberikan jawaban yang pas... Aku dikejutkan dengan jawabanmu itu, ternyata Rokuro lebih baik sepertinya..." Ucap Korrina pelan sambil menatap arah lain.


Shuan tercengang ketika mendengar nama saingannya yang keluar melalui mulut Korrina dan itu adalah Rokuro, sepertinya ia juga pernah bertemu dengan Korrina sehingga ia mulai menatapnya.


"Apakah kau bertemu dengan Rokuro juga!? Apa maksud dari lebih baik darinya, hah!?" Karena tidak pernah terbiasa berbicara dengan Korrina, Shuan tidak dapat mengontrol kesopanannya di hadapan mertuanya itu.


"Tentu... Dia ini pacar Haruka, memiliki alasan juga untuk menikahi atau mencintainya dirinya juga. Bukan hanya itu saja, dia masih bisa menjaga kesopanan itu." Korrina membuka kipasnya lalu mengipas wajahnya sendiri.


"A-Ack... Maaf... Sepertinya aku belum pernah bertemu denganmu jadi tidak tahu harus apa, gugup sih gugup tetapi aku tidak menyangka saja..." Shuan berlutut kepada Korrina.


"Bawa santai saja, semua teman-temanmu bahkan Minami tidak membutuhkan rasa gugup untuk berbicara denganku karena aku pernah mengajari mereka." Korrina tersenyum.


"Ba-Baiklah... Kalau begitu, biarkan aku mengetahui dirimu lebih lanjut lagi, Ibu Korrina. Seorang ratu Touriverse, kata mereka..."


"Mau mulai dari mana? Aku singkat saja, aku ibu Kou Comi dan tentunya mertuamu, sudah mengetahuinya dengan jelas kan?" Korrina tersenyum jahil, membuat Shuan memasang tatapan datar.


"Hahaha, baiklah... Aku adalah Korrina Comi, lahir pada abad kuno, bisa di bilang 900 juta tahun yang lalu."


"900 juta tahun!? Kau memang memiliki umur yang begitu panjang tetapi masih memiliki tiga anak yang dapat dinikahi!" Shuan tercengang ketika mendengarnya, ia pernah mengingat Kou mengatakan sesuatu tentang Korrina.


Umurnya memang panjang tetapi tidak ada yang tahu umur yang sebenarnya, Korrina menghela nafasnya, mencoba untuk tidak mengulangi perkataannya lagi.


"Intinya aku baru menikah, bisa di bilang sangat tua juga... Begitulah, ini rahasia kita loh." Korrina mengedipkan mata kanannya.


"Ternyata aku benar, kau memanglah nenek tua---"


Korrina menepuk kepala Shuan, "Legenda memiliki siklus umur yang berbeda, anak brengsek!"


"Aw... Maaf."

__ADS_1


"Aku tidak menyangka Kou tidak pernah mengetahui sisi brengsekmu ini atau jangan-jangan..." Korrina memasang ekspresi yang terlihat ketakutan lalu ia mulai menutup mulutnya sendiri.


"...Kouku mencintai anak brengsek dan berandalan!?"


"Aku bukan anak brengsek atau berandalan! Bisakah kita mempercepat situasi ini...!?"


"Sepertinya kau sudah cukup mengerti dengan perkenalanku tadi, sekarang waktunya untuk serius ya." Korrina tersenyum pahit, menghela nafas begitu panjang sehingga ia menoleh ke belakang.


"Walaupun kau memang seorang pedofil---"


"Bukan pedofil!"


"---yang menyukai seorang gadis di bawah umur dua tahun---"


"Umur hanyalah angka!"


"---setidaknya aku dapat mengerti tentang cintamu dan rasa ingin melindungi Kou, mungkin bukan dirinya yang terpilih jika ia lahir normal." Korrina mulai meneteskan beberapa air mata ketika melihat Kou yang sedang duduk di atas awan itu.


Shuan dikejutkan dengan tetesan air mata Korrina yang terjatuh, ia segera menghapusnya agar Shuan tidak banyak tanya soal topik lain seperti kenapa dirinya sedang bersedih.


"Kou memang berbeda dari kedua saudaranya bahkan ia lahir sangat tidak normal karena aku sendiri, yah, bisa di bilang karena tidak sengaja dari dosa Lust yang mempengaruhi diriku."


"Aku bercinta dengan suamiku yang memiliki wujud Astral, menghasilkan Kou Comi sebagai seorang [Hybrid] yaitu Legenda-Astral dengan sedikit tetesan dewa di dalam suamiku."


"Beberapa orang memiliki kesempatan untuk menjadi Astral ketika mati dan mereka akan menghabiskan waktu di dalam dunianya sendiri, menyucikan dosa dengan di siksa."


"Tubuh Legenda Kou terus terpengaruh dengan Astral, menyebabkan beberapa organ dan indranya tidak berfungsi terutama lagi kekuatan dan sihirnya yang akan tetap menginjak nol."


"Demam atau penyakit yang berbeda akan menyerang dirinya tanpa menunjukkan tanda-tanda atau gejala apapun itu... Aku sungguh merasa salah melahirkan Kou seperti itu..."


"...keturunan Dewa dari Ayahnya yang membantu dirinya membuka sebuah potensi yang begitu besar, satu-satunya sihir mutlak dan tidak pernah ada dapat Kou kuasai yaitu The Mind."


"Hanya saja, jika ia menggunakan The Mind beberapa kali maka demam dan penyakit itu akan datang lebih cepat bisa saja secara bersamaan dengan menumpuk." Korrina mencoba untuk menahan tangisannya.


Shuan sendiri tidak tahan ketika mendengarnya, bukan hanya karena Kou kecil tetapi dia juga membutuhkan perlindungan ketat untuk menjaganya dari kondisi yang begitu buruk.


Jika Korrina merasa bersalah seperti itu, Shuan tidak bisa marah atau menyalahkan siapa pun karena semuanya harus terjadi terutama lagi kepergian Korrina.


"Dan aku sendiri tidak menyangka... Akan berhadapan dengan seseorang yang mau menerimanya apa adanya walaupun dia sendiri menyalahkan dirinya karena sering menyusahkan semua temannya..." Korrina menatap Shuan, memberi dirinya sebuah pelukan.

__ADS_1


Shuan terkejut ketika menerima sebuah pelukan dari mertuanya, kali ini perasaannya berubah seketika sehingga ia membalas pelukan itu dengan tatapan yang mencoba untuk menahan rasa sedih.


"Jika bukan bantuan Heaven, Kou seharusnya sudah tutup usia karena penyakit dan demam yang akan datang secara menumpuk... menyerang tubuh kecilnya itu."


Shuan merasa sangat bersyukur ketika mendengarnya tetapi tujuannya masuk akademi ini untuk memohon agar penyakit Kou bisa sembuh atau membuat dirinya menjadi gadis normal.


"Korrina, alasan aku mencintai dirinya adalah senyuman dan wajah yang penuh harapannya itu... Walaupun ia sendiri tahu betapa kejamnya hidup, itu yang membuatku mencintainya."


"Aku tidak mengerti kenapa gadis sekecil Kou yang memiliki banyak kekurangan masih ingin menjalani hidup dengan penuh usaha..."


"...itulah yang membuka kedua mataku bahkan hal mengejutkan lainnya adalah ia masih mampu tersenyum dan bersenang-senang seperti layaknya gadis normal."


Korrina merasa puas ketika mendengar jawaban seperti itu dari Shuan, tidak begitu buruk karena ia sendiri mengerti apa yang Kou rasakan, mungkin ia masih bisa merasakan hidup yang tidak begitu kejam bersama dengan Shuan.


"Terima kasih karena sudah mau menerima Kou apa adanya, sebagai Ibunya aku cukup sedih dan lega bisa melihat pria itu."


"Pria yang mau mencintai dirinya bahkan sampai melindunginya... Tetapi aku sendiri memiliki rasa khawatir, tidak ada kata terlambat untuk berhenti mencintainya."


Shuan melebarkan matanya, "A-Apa maksudmu, Bu Korrina...?"


"Mungkin sudah cukup untuk sekarang, membuat Kou senang dan tenang karena sudah di tinggal selama beberapa tahun lamanya olehku." Korrina menundukkan kepalanya.


"Kou mungkin masih memiliki Honoka tetapi yah... Aku tidak ingin kau menyesal dengan siklus dari masalah keluargaku sendiri yaitu Comi."


Ketika Korrina membicarakan soal siklus masalah Comi, Shuan mengingat Kou mengatakan sesuatu tentang kutukan dan penuh dosa


Namun, Shuan tidak begitu peduli, kutukan atau apapun itu, dengan kekuatannya sekarang ia sudah berjanji akan melindungi Kou bahkan ia sampai meriah kedua lengan Korrina.


"Bu Korrina, apakah di era seperti ini kau masih mempercayai kutukan? Hal itu adalah mitos dan dapat di kalahkan dengan harapanku sebagai keturunan Shiratori!"


"Kamu tidak akan mengerti... Aku juga membiarkan Rokuro tahu soal kutukan ini agar ia bisa lebih waspada dalam melindungi Haruka."


"Rokuro tahu dan kau juga akan mengetahuinya soal rahasia dari keturunanku, makna di dalam nama Comi yang sebenarnya..." Korrina mencoba untuk memberi satu keyakinan untuk Shuan.


"Comi yang mengartikan Cursed dari nama depan, di akhiri dengan Omni tanpa N... Cursed Omni atau bisa di bilang kutukan dari segalanya!"


"Bukan hanya Cursed saja tetapi Corrupted juga termasuk karena kami pernah melakukan sesuatu yang kejam dulu, anak-anakku tidak pernah jadi sudah saatnya kau memikirkan pilihan itu kembali."


"Apakah kau mau mendekati kutukan tersebut sampai menempel dengannya?! Rokuro saat ini sudah menempel dekat dengan sebuah kutukan dan kutukan itu juga akan menyelimuti dirinya..." Korrina mulai menangis.

__ADS_1


Shuan tidak bisa mengatakan apapun ketika mendengarnya, selama ini arti dari Comi adalah [Cursed] dan [Corrupted].


"Cursed...? Corrupted...?"


__ADS_2