Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 966 - Operasi Terakhir


__ADS_3

"Teruslah lepaskan lebih banyak pion... aku ingin melihat seberapa jauh gadis ini bertahan, walaupun sudah tertahan oleh banyak orang tetapi pakaian canggihku pasti akan membantu untuk melawannya."


"Kita hanya perlu menunggu lebih lama lagi... jika aku gagal maka persiapkan pesawat darurat agar aku bisa mundur menuju Mars untuk membawa bala bantuan dari sana..."


"...hanya prajurit terkuat yang diterima Komandan John untuk tetap tinggal dalam planet Mars." Mitler mengeluarkan sebuah pisau yang ia putar-putar, bilahnya mengeluarkan listrik dengan tegangan besar.


Mitler mulai menyiapkan beberapa persenjataan di dalam ruangan tersebut, ia benar-benar harus siap dalam menghadapi Koizumi yang memang tidak bisa diremehkan karena dosa yang ia pegang itu.


Jika Vile Energy tidak mempengaruhi dirinya karena dosa serakah maka ia perlu memikirkan sesuatu untuk menghentikan dirinya, sekuat apapun bangsa Legenda jika seorang Manusia dapat mengalahkannya maka ia bisa mendapatkan Bounty yang besar.


Koizumi bisa melihat pakaian teknologi Manusia itu dapat melakukan regenerasi sampai kembali pulih seperti semula, "Hampir seperti logam yang Shinobu ciptakan ya...?"


Manusia itu melempar sebuah besi yang dijadikan sebagai tumbal untuk menghancurkan fokusnya, tetapi logam itu langsung hancur ketika menyentuh tubuh Koizumi sampai pandangannya tetap fokus kepada Manusia tersebut.


Manusia itu melempar beberapa peluru rudal, tetapi Koizumi langsung menghantam semua itu hanya menggunakan pukulannya saja sampai ia melihat Manusia itu merasa frustrasi lalu dirinya segera mendekati Koizumi.


Sebuah tongkat dengan aliran listrik bertenaga besar mulai diayunkan kepada Koizumi, tetapi ia berhasil menahannya menggunakan kedua pergelangan tangannya sampai ia bisa merasakan tegangan tersebut.


"Tidak buruk... tetapi aku tidak bisa mengatakan sesuatu tentang kehebatan Manusia karena kekuatan kalian memang berdasarkan kekayaan dan uang..."


"...semua itu dapat membelikan kekuatan yang terbatas bagi kalian ketika melawan kami bangsa Legenda yang tidak perlu takut akan batasan!" Seru Koizumi yang langsung menghantam wajah Manusia itu sampai pergerakannya berhenti.


Koizumi melakukan satu putaran lalu menghantam wajahnya menggunakan tinjunya, ia melihat Manusia tersebut mengayunkan kembali tongkatnya tetapi ia menunduk lalu menghantam perutnya menggunakan tinju kanan.


Setelah itu, ia melancarkan serangan lain dengan menaikkan pukulannya ke atas sampai mengenai dagu Manusia tersebut, Koizumi merebut tongkat tersebut lalu ia melemparnya kepada Manusia tersebut sampai ia terdorong ke belakang.


Manusia itu mengeluarkan tongkat listrik lainnya yang ia lempar ke arah Koizumi, tetapi ia berhasil menangkapnya dengan refleks sehingga ia sekarang dapat mencoba untuk menghancurkan pakaian Manusia yang menerima tenaga dari listrik Malaikat.


Manusia itu kembali menyerang dengan mengeluarkan sebuah pedang dimana bilahnya mengeluarkan laser merah yang sangat panas, ia mulai mengayunkannya sampai mengenai tembok di sebelahnya lalu melelehkannya.


"... ...!" Koizumi mengangkat alisnya ketika melihat pedang laser itu terlihat cukup berbahaya, tetapi ia bisa memperkuat tongkat listrik itu menggunakan Lenergy.


Dirinya langsung menghantam pedang tersebut menggunakan tongkat itu sampai terjadi aduan antara kedua senjata itu, Manusia tersebut memasang tatapan kaget ketika tongkat itu tidak meleleh karena menerima perang lasernya.


Semua serangan pedang itu berhasil Koizumi tahan sampai ia bisa melihat celah kelemahan Manusia yang pasti akan kelelahan ketika mengerahkan serangan dengan penuh tenaga.

__ADS_1


Celah itu ia gunakan dengan menghantam wajah Manusia itu menggunakan tongkat listrik sampai tubuhnya menerima tegangan tersebut, tetapi pakaiannya berhasil menyerap kembali semua listrik itu.


Manusia itu melancarkan satu tebasan, Koizumi menahannya menggunakan tongkat tersebut lalu ia melancarkan satu tusukan sampai menghantam dada Manusia itu yang hanya membuat perasaannya semakin kesal.


Koizumi hanya bisa melawan dengan tenang sekarang, melihat Manusia itu datang mendekati dirinya hanya untuk menyerang membuat Koizumi mengetahui cara untuk mengalahkan dirinya, ia maju melewati Manusia itu untuk menghindari serangannya.


Setelah itu, ia menghantam punggung Manusia itu menggunakan tongkatnya sampai ia berbalik badan lalu wajahnya menerima lebih banyak hantaman dari tongkat tersebut yang diakhiri dengan putaran dengan pengakhiran yaitu sebuah tendangan.


Manusia itu terpental ke belakang, ia masih belum terkalahkan karena obat terlarang yang ia pakai cukup manjur untuk menyebabkan dirinya tetap melawan sampai musuhnya terkalahkan.


"Aku memang membutuhkan beberapa sampel agar bisa melapornya kepada adik kecilku..."


"...dia pasti akan memecahkan semua senjata yang kalian punya, dengan bukti seperti itu maka dia pasti memiliki rencana yang cocok untuk mengakhiri aliansi badut ini." Koizumi memegang tongkat itu cukup kasar sampai hancur.


"Uraaaaahhhh!!!" Manusia itu mencoba untuk mengayunkan pedang itu tetapi Koizumi menahannya menggunakan jarinya lalu ia menghantam wajah Manusia itu sampai ia merasa tekanan kuat dalam pukulan tersebut.


Koizumi menendang perut Manusia itu lalu ia berjalan melewati dirinya, ia melihat ke belakang untuk menghindari serangan lainnya yang dicampur dengan serangan balik yaitu sebuah pukulan mengarah kepada perutnya.


Pukulan itu sudah cukup untuk memberikan jeda kepada Manusia itu sehingga Koizumi menggunakan kesempatan tersebut dengan melompat lalu menendang wajahnya, setelah itu ia melakukan putaran dan melancarkan satu tendangan ke atas.


Tendangan tadi mendorong dirinya sampai ke tembok, Manusia tersebut tetap bertahan sampai membuat Koizumi frustrasi karena ia ingin memasuki lorong selanjutnya untuk menghajar Jenderal yang berada dalam ruangan pengendalian.


"Aaaagggghhh...!!!" Koizumi memegang  tangan lainnya lalu ia melancarkan pukulan beruntun sampai menyebabkan Manusia itu hilang kendali dengan pakaiannya yang memperingati dirinya bahwa ia menerima banyak kerusakan.


Koizumi melancarkan satu tendangan yang dicampur dengan putaran backflip sampai Manusia itu langsung kehilangan pandangan dan fokusnya, ia menendang perut Manusia itu lalu melanjutkannya dengan satu tendangan yang mematahkan tulang kakinya.


"Aaagggghhhhh!!!" Manusia itu terjatuh di atas lantai lalu Koizumi pergi meninggalkan dirinya dengan sebuah senapan yang ia persiapkan untuk menyingkirkan pion-pion kecil.


Tetapi, sebelum dirinya pergi ia sempat menoleh ke belakang untuk melihat Manusia yang berlutut tepat di hadapannya dengan tubuh yang mati rasa.


Koizumi mengepalkan tinju kanannya lalu ia menghantam kepala Manusia itu sampai pecah, "Pertarungan tadi cukup menyenangkan... aku mengharapkan sesuatu besar darimu, tetapi mendapatkan bantuan dari teknologi tidak cukup."


"Kau membutuhkan pengalaman dan usaha yang lebih keras lagi untuk bisa menginjak derajat para Legenda, tetapi yang kalian pedulikan hanyalah uang seolah-olah itu dapat membeli kekuatan." Koizumi mendobrak pintu lorong di depannya.


Koizumi dapat melihat petarung lainnya datang menghampiri dirinya, tetapi ia langsung mengakhiri pertarungan dengan mematahkan tulang mereka lalu mengunci tubuhnya hanya untuk menyerang bagian vital Manusia.

__ADS_1


Kepala mereka juga menerima putaran 360 derajat karena Koizumi, melihat lorong yang penuh dengan kesadisan Koizumi berlangsung menyebabkan Mitler memiliki niat yang kuat untuk melarikan diri dan menunggu persenjataan lainnya.


Semua Manusia yang sudah mempersiapkan segala senjata dan perlengkapan tetap menerima siksaan cepat dari Koizumi yaitu patah tulang dan pukulan yang menekan bagian dalam sampai menghancurkan organ tubuh mereka.


Sebagian dari Manusia itu tidak memiliki sumber daya Mana, jadi ia bisa menebak mana yang memiliki daya tahan kuat dan lembek, semua pakaian teknologi itu tidak jauh berbeda dari biasanya.


"Sudah cukup... Jenderal Mitler, kami telah mempersiapkan pesawat darurat khusus Anda!" Lapor salah satu prajurit yang sudah memasukkan banyak perlengkapan di sana.


Mitler melihat layar yang menunjukkan ketiga Manusia Indonesia itu berhasil mengamankan beberapa warga menuju ruangan pesawat darurat, tetapi karena jumlahnya yang sangat banyak mereka membutuhkan waktu.


"Kalau begitu, prajurit...!!! Apakah kalian semua siap untuk menjadi pahlawan yang akan dikenang jasanya!?" Seru Mitler keras yang berbicara melalui mikrofon sampai terdengar oleh semua orang.


Semua pasukan aliansi langsung memasang tatapan serius sampai mereka menerima semangat dari Mitler untuk tetap memperjuangkan derajat Manusia sampai puncak atas.


"Jika kalian ingin dikenang sebagai pahlawan berjasa tinggi maka perjuangkan umat Manusia...!!! Bawalah kemanusiaan kita semua sampai derajat paling atas!"


"Kita yang seharusnya satu-satunya makhluk hidup sempurna...!!! Tetapi semua itu berubah ketika banyak sekali ras dan bangsa asing mulai bermunculan sampai merendahkan derajat kita...!!!"


"Beritahu aku...!!! Apakah kalian siap untuk menjadi seorang pahlawan hari ini...!?" Teriak Mitler keras sampai semua prajurit langsung mengangkat senjata dan melepaskan teriakan keras.


""BENAAARRR!!!""


"Kalau begitu...!!! Kita akan melaksanakan operasi terakhir untuk menghentikan para penyusup yang pantas untuk dimusnahkan karena mencoba untuk menurunkan derajat kita kembali...!!!"


"Kita akan mengerahkan semua yang miliki untuk menahan mereka sampai waktunya telah tiba...! Tujuan kita hanyalah menahan mereka semua sampai waktu itu tiba... menginjak titik nol!"


"Tentu saja... kita tidak akan pernah membiarkan nyawa gugur begitu saja, nyawa yang gugur tanpa perlawanan apapun berhak merasa malu, tetapi jika kalian masih berusaha keras dan gugur maka itu adalah tindakan pahlawan sejati!"


"Kita akan menahan semuanya...! Jangan biarkan ketiga Manusia itu termasuk jenderal Indonesia dengan kedua Legenda tersebut melarikan diri menggunakan pesawat darurat...!".


"Lampu akan dimatikan...!!! Persiapkan Night-Vision kalian!" Mitler menekan tombol merah yang mematikan seluruh lampu di dalam pesawat tersebut sampai penglihatan mereka benar-benar gelap.


"Cih..." Koizumi menghantam tubuh seorang Manusia sampai meninggalkan lubang di dalamnya lalu ia merebut zirah bagian kepala itu hanya untuk menggunakan Night-Vision.


"Kita akan memulai operasi pengorbanan...!!! Operasi yang terakhir...!!!"

__ADS_1


"...hitungan mundur ledakan pesawat akan dimulai!"


""Apa...!?""


__ADS_2