
Korrina menghalang Virra karena Kuro dan Hikari adalah lawan yang sangat kuat, kekuatan dan kemampuan mereka jauh lebih hebat dari yang mereka bayangkan sebelum-nya... pemilik asli dari suatu hal memang begitu, tetapi Korrina merasa yakin kepada diri-nya sendiri bahwa ia masih bisa melawan mereka berdua dengan cara melarikan diri bersama Virra.
Kuro dan Hikari mampu menemukan Korrina karena bantuan dari Virra, ia tidak sengaja membuat Korrina menampakkan sedikit keberadaannya... karena Kuro dan Hikari sangat sensitif merasakan keberadaan siapa-pun, akhirnya ia menemukan Korrina dan datang hanya berduaan karena mereka berdua cukup untuk menghentikan monster yang berkeliaran seperti Korrina.
Virra tersenyum serius kepada Korrina ketika ia menyangka bahwa diri-nya sendiri belum cukup siap atau kuat untuk melawan Kuro dan Hikari, ia maju beberapa langkah dan membuat Korrina terkejut. Virra menggelengkan kepala-nya lalu ia berubah menjadi terkuat-nya yaitu [Saint Omniversal], wujud terkuat dan terakhir untuk Saint Legenda.
"... ..." Kuro sedikit terkejut ketika melihat wujud tersebut, pertarungan diantara mereka pasti akan berjalan sulit jadi ia langsung melakukan kuda-kuda bertarung-nya.
"Kuro, hati-hati... mereka berdua yang bersama adalah lawan yang cukup sulit untuk kita, dengan kekebalan efek negatif yang dimiliki oleh Korrina serta seluruh sihir yang dikuasai oleh Virra." Hikari memanggil tujuh tombak kebajikan-nya untuk bersiap melawan mereka berdua.
"Untuk apa kau langsung memunculkan semua tombak itu...? Apakah kau tidak menyadari-nya...? Hawa ini... Hawa yang sangat berbeda, bukan-nya kau pertama kali merasakannya aneh ketika Korrina sendiri menampakkan keberadaan-nya...?" Kuro menatap Korrina dengan ekspresi yang terlihat serius.
"... ..." Korrina mundur beberapa langkah, ia harus menjaga jarak dengan mereka berdua karena pergerakan mereka sangat cepat. Virra ingin sekali bertarung tetapi Korrina mengubah pikiran-nya karena bertarung tidak akan menentukan apapun kecuali kematian.
"Jelaskan kepada-ku... Kenapa kalian mengincar target yang salah? Apakah karena ilusi kalian berubah menjadi salah satu dari mereka yang berlaga sok tahu tanpa bukti apapun...?" Korrina memasukkan kembali keris-nya ke dalam sarung yang terdapat di pinggang-nya.
Kuro dan Hikari terlihat seperti menahan diri, entah kenapa semua ini terasa aneh... gejala-gejala yang terjadi mampu membuat mereka sebingung ini apalagi kedua semesta Touri asli yang palsu terbelah lalu menjadi satu. Bukan hanya itu, ketika merasakan keberadaan yang berasal dari dimensi palsu yaitu Virra.
"Kuro... Kau merasakan-nya?" Hikari mulai berkeringat ketika indra perasa-nya meningkat pesat ketika terbiasa merasakan keberadaan yang palsu yaitu Virra, Kuro mengangguk pelan karena ia merasakan dua Arata yang sama serta dua Hikari yang sama, keberadaan mereka sangat jauh tetapi dua Hikari dan dua Kuro yang berada di satu tempat itu akan cukup membingungkan.
"Apakah yang aku rasakan adalah diri-mu...? T-Tidak... Kuro yang aku rasakan berada di tempat yang sangat jauh bersama Arata, itu artinya prediksi yang pernah Haruka bicarakan dan ceritakan itu ternyata benar, asli dan palsu telah menjadi satu menciptakan sejarah yang baru!" Hikari mengepalkan kedua tinju-nya.
Korrina perlahan-lahan menarik Virra mundur karena mereka diberi waktu untuk melarikan diri, Kuro dan Hikari masih terlihat bingung dengan apa yang mereka rasakan... mereka seolah-olah tidak menerima fakta tersebut bahwa Haruka selama ini benar, awal-nya mereka kira bahwa Haruka itu adalah pembohong ketika membicarakan hal misterius yang belum mereka ketahui.
__ADS_1
"Jangan harap kalian bisa lari...! Ilusi apapun itu, pasti kemampuan itu-lah yang menyebabkan semua ini!" Kuro masih belum mempercayai Korrina, ia maju ke arah-nya dengan memegang sebuah pedang yaitu [Wrath].
Korrina memegang gagang-nya dan terlambat ketika Kuro berhasil menebas dada-nya, tebasan itu tidak memberikan kesakitan untuk diri-nya melainkan ketiga garis tangan kanan-nya mulai memancarkan cahaya merah, Kuro melebarkan mata-nya ketika melihat Korrina yang tidak terluka sama sekali karean serangan amarah itu.
Virra melebarkan mata-nya, terkejut dengan kemampuan berguna yang dimiliki oleh Korrina, "Serangan yang mengandung ke negatif-an... semua itu, aku kebal untuk sementara...." Korrina mulai merasakan sedikit nyeri di bagian dada-nya hingga darah mengalir keluar dari mulut-nya.
Hikari muncul di belakang Korrina dengan dua tombak yang ia putarkan lalu ayunkan kepada Korrina, "Sial!" Korrina tidak sempat untuk menghindari serangan itu tetapi Virra masih sempat untuk menyelamatkan Korrina dengan mendorong-nya mundur menggunakan sihir angin yang berada di tingkatan sempurna.
Hikari mundur ke belakang, Korrina dan Virra mulai dikepung oleh Kuro dan Hikari... tidak ada celah untuk melarikan diri jadi mereka harus bertarung untuk sementara lalu melarikan diri, Korrina berubah menjadi wujud [Crimson Queen] dan Kuro langsung menatap tajam Korrina karena dia benar-benar pembunuh semua dewa-dewi itu termasuk orang tua Arata dan Akina.
"Ternyata selama ini benar-benar kau..." Kuro memanggil pedang lain-nya yaitu [Gluttony], Korrina berkeringat dingin ketika melihat lambang Gluttony dan Wrath di bagian leher-nya, entah kenapa ia masih belum siap untuk melawan mereka berdua walaupun sudah bertambah kuat sebesar ini.
"Jangan takut, Mama. Aku janji akan melindungi Mama dari belakang." Virra tersenyum serius.
Dengan kedua pedang yang Kuro ayunkan secara bersamaan, kecepatan-nya meningkat hingga Korrina mulai kewalahan ketika menahan semua serangan itu menggunakan Keris-nya, pertahanan Korrina langsung ditembus oleh Kuro dengan menangkis kedua lengan-nya ke atas lalu melanjutkan serangan selanjutnya dengan menendang perut-nya sampai ia terlempar mengenai asteroid.
Korrina melirik ke atas dan melihat pedang tujuh dosa besar melesat menuju arah-nya, Korrina terbang ke atas lalu melakukan beberapa salto ke belakang untuk menghindari semua pedang tersebut, tidak ada satupun pedang yang berhasil melukai-nya tetapi Hikari menyambut Korrina dari belakang dengan melempar tombak-nya yang terarah kepada leher-nya.
Korrina melepaskan serangan yang diperkuat itu dengan melepaskan dorongan besar hingga tombak itu terdorong ke belakang bersama Hikari,"Berani-berani sekali kau datang dan menyerang-ku yang hampir saja lengah..."
Virra muncul di belakang Korrina, Hikari yang tadi-nya sedang bertemu dengan dirinya melarikan diri karena tujuan utama-nya adalah membunuh Korrina... kali ini Virra akan terus menjaga-nya dari belakang karena Kuro dan Hikari terus mengincar Korrina yang mudah lengah jika diserang secara bersamaan atau arah berbeda.
Kuro dan Hikari menatap mereka berdua dengan tatapan yang terlihat serius, yang pertama menyerang adalah mereka berdua dengan melemparkan semua senjata mereka ke depan tetapi Korrina dan Virra berhasil terbang ke atas hingga Kuro menyambut Korrina dengan mengayunkan pedang Wrath-nya tetapi Korrina berhasil menahan-nya menggunakan Keris-nya.
__ADS_1
Walaupun Korrina berhasil menahan-nya, Kuro menendang dagu Korrina hingga ia terlempar ke belakang, Korrina kembali menyeimbangkan tubuh-nya ketika melihat ketujuh pedang itu terus mengincar diri-nya tetapi tidak ada satupun serangan yang mengenai diri-nya hingga Kuro sendiri yang harus menyerang-nya secara langsung menggunakan pedang amarah-nya.
Virra mencoba untuk membantu Korrina tetapi Hikari kali ini terus menahan-nya, Kuro mengayunkan pedang-nya ke arah perut Korrina tetapi dengan cepat ia berhasil menghindari-nya dengan mengubah tubuhnya menjadi ilusi, Korrina muncul tepat di belakang-nya dengan Keris yang sudah diselimuti dengan aura merah pekat.
"Kau lengah..." Korrina mengangkat keris-nya ke atas lalu ia mencoba untuk menusuk punggung-nya tetapi Kuro berhasil menghilang dengan senyuman serius-nya.
"Sial!" Korrina melirik ke belakang dan Kuro menyambut tatapan-nya dengan menghantam wajahnya hingga Korrina terlempar menuju asteroid yang terdapat di belakang-nya tetapi ia berhasil menghilang lalu muncul di sebelah Virra dan menendang Hikari mundur.
"Lebih baik kita melarikan diri saja, walaupun harga diri kita sebagai Legenda itu berkurang tetapi nyawa lebih utama dibandingkan harga diri Legenda." Kata Korrina.
"Hmm... kau benar."
"Tidak ada celah untuk melarikan diri bagi kalian, bukannya kalian sudah aku peringati?" Kata Hikari.
Kuro mengangkat kedua lengan-nya lalu mengumpulkan semua amarah yang ada di seluruh Touri, hanya menghabiskan tiga detik saja sudah cukup untuk menciptakan bola merah pekat dengan ukuran yang bisa dibandingkan dengan tiga planet.
"Ahh...!?" Korrina dan Virra menatap Kuro, "Cepat lari, Virra!"
Hikari menghentikan mereka dengan mencekik leher mereka dari belakang lalu menggunakan kemampuan untuk menandakan sebuah lambang kesucian di dalam tubuh mereka agar serangan amarah Kuro dapat memberikan luka yang sangat besar.
"A-Apa yang kau lakukan, Hikari!? Kau juga berencana untuk terbunuh bersama kami---"
"Selamat tinggal!!!" Kuro melempar bola itu ke arah mereka bertiga hingga bola itu menyentuh tubuh mereka lalu menimbulkan ledakan yang sangat besar.
__ADS_1
Baaammmmm...!!!