
"Baiklah, Shucchi. Cukup sempurna... Mari kita lanjutkan...! Golden Minami!" Seru Minami keras, menggunakan kemampuan untuk menciptakan versi emas dirinya sendiri yang berubah menjadi hewan.
Semua hewan emas itu mulai saling membelah dan menciptakan jumlah yang begitu banyak sampai mengepung Shuan, Shuan meningkatkan kecepatan lalu melancarkan beberapa serangan ke arah mereka semua.
Ia bahkan mengambil satu planet emas di belakangnya, hanya untuk melemparnya. Ketika ia melempar planet emas itu, planet itu bertambah besar bahkan melebihi yang aslinya.
Minami tersenyum serius sehingga seluruh Golden Minami mulai melepaskan beberapa sihir cahaya ke arah Shuan tetapi Shuan melepaskan beberapa pusaran angin ke arah sihir itu sampai menghilangkannya.
Minami yang asli melompat ke arah Shuan lalu melancarkan satu pukulanĀ dahsyat, Shuan berhasil menahannya sehingga terjadi gelombang emas yang terlepas kemana-mana melalui tubuh mereka masing-masing.
"... ..." Shuan tersenyum kepada Minami.
"Apapun yang terjadi, aku akan selalu bangga padamu, adik kecil." Minami tersenyum dan berhasil menghantam wajah Shuan sehingga ia terlempar ke belakang, Minami muncul di belakang Shuan untuk menangkap dirinya.
"Seperti biasanya, kau masih akan tetap lengah. Kamu mengalami kekurangan besar terhadap instingmu sebagai hewan, jika kau melakukan hal yang sama kepada musuhmu..."
"...mengaku sebagai kemenangan ketika berhasil menjatuhkan musuh, di saat itulah kau akan lengah dengan menurunkan pertahananmu. Kau harus berhati-hati selanjutnya, Shucchi." Minami memulihkan tubuh Shuan menggunakan tanaman emasnya.
"Ingat, melakukan satu kesalahan adalah hal yang biasa tetapi selanjutnya, kau harus mengubah kesalahan yang kau pernah rasakan menjadi sebuah pelajaran, mengerti?"
"Tetap fokus, jatuhkan sikap aroganmu, dan tetap pertahankan pertahananmu sampai pertarungan benar-benar berakhir." Minami menepuk kedua bahunya.
"Aku mengerti, Kakak." Shuan terkejut ketika menerima sebuah pelukan erat dari Minami, ia memeluk menepuk punggungnya beberapa kali karena rasa bangganya tidak bisa di jelaskan dengan perkataan.
"Hehehe, Kakak sangat bangga kepadamu sekarang. Kau berkembang begitu cepat dan berhasil menutup semua kekuranganmu itu." Minami mengatakannya selagi mengerakkan ekornya.
"Ahahaha..."
"Kalian sepertinya baru saja selesai menikmati latihan yang begitu panjang." Methode mulai mendekati mereka, ia sendiri baru saja selesai bertarung melawan Shou.
"Hoooo... Shuan, kau terlihat berbeda sekarang. Apakah Minami membangkitkan Legenda yang sangat layak di dalam dirimu itu?" Tanya Shou karena ia sempat terkejut ketika melihat Shuan yang terasa begitu berbeda sekarang.
"Ini adalah hasil dari latihan yang aku lakukan dengan Kakak, dengan ini aku bisa berkembang lebih jauh lagi sampai menginjak tingkat yang paling atas." Shuan menatap kedua tapak tangannya.
Keempat saudara itu mulai memiliki pikiran yang sama secara bersamaan, mereka ingin mencoba kekuatan dari hasil latihan mereka masing-masing dengan melakukan latih tanding dua lawan dua.
Minami dan Shuan melawan Methode dan Shou, di alam semesta yang begitu luas ini, mereka dapat melakukan apapun yang mereka inginkan tanpa harus menahan diri, itu artinya menghancurkan apapun di sekitar mereka di perbolehkan.
"Minami, karena kita memiliki satu hari lagi untuk keluar dari kubus waktu ini, bagaimana jika kita melakukan latihan tanding yang dahsyat?" Tanya Methode.
"Itu ide yang bagus, aku memikirkan hal yang sama denganmu. Kita sebagai keturunan Shiratori juga sama." Minami terkekeh.
"Menginginkan pertarungan yang begitu besar tanpa harus menahan diri, kita berada di tempat yang begitu luas tanpa adanya batas sekarang." Ucap Shuan.
"Kalau begitu, mari kita kerahkan semuanya dalam latih tanding ini, setelah itu beristirahat panjang!" Seru Shou sehingga mereka semua langsung setuju kepada satu sama lain.
Mereka semua mulai menjaga jarak, "Dua lawan dua ya? Aku dan Shuan melawan kalian berdua, pertarungan antara sepupu!"
__ADS_1
"Tentu saja, jangan menahan diri...!" Seru Methode.
"Shuan, kita coba rencana itu." Ucap Minami.
"Baiklah..."
Mereka semua melepaskan kekuatan yang penuh secara bersamaan sehingga dorongan dan tekanan yang begitu besar mulai menyebar kemana-mana bahkan cahaya mereka mulai menerangkan galaksi yang begitu indah menjadi warna emas.
Minami melesat menuju arah Methode lalu ia melancarkan beberapa serangan ke arah dirinya menggunakan cakar emasnya, Methode dan Minami mulai saling menukar serangan yang saling beradu.
Satu pukulan mereka kepalkan dengan keras, di campur sihir yang begitu kuat. Mereka melepaskan tinju yang diperkuat itu secara bersamaan sehingga terjadilah aduan yang begitu dahsyat bahkan sampai mendorong semua planet juga asteroid di sekitar mereka.
"Tidak buruk, Minami! Kau memang berkembang!"
"Kau juga, Methode!" Minami menghilang lalu menyambut Methode dari belakang dengan satu tendangan tetapi Methode menunduk lalu terbang ke atas.
Kedua gadis itu mulai saling melancarkan beberapa serangan yang terus beradu bahkan Methode sampai mengeluarkan pedang kristal yang mengandung dosa Gluttony di dalamnya.
Minami mampu menahan semua serangan pedang itu menggunakan cakarnya yang bertambah tajam dan panjang.
Satu pedang yang mengenai tubuhnya tidak mampu untuk melukai Minami yang memiliki tubuh begitu keras seperti cangkang kura-kura yang diperkuat.
Minami bisa melihat ekornya memiliki celah untuk menyerang, satu serangan ekor menghantam wajah Methode sampai ia terlempar ke belakang dan mengenai beberapa planet.
"Hmph... Seperti biasanya, ekor itu selalu menyusahkan dan menyebalkan ya." Methode mengusap darah yang mengalir di bibirnya.
"Shucchi! Bersiaplah..." Minami tersenyum serius, Shuan memejamkan kedua matanya lalu ia menciptakan dua bola biru dengan warna abu di kedua jari telunjuknya.
Bola itu mulai berputar di sekeliling tubuhnya dan Shuan mencoba untuk fokus agar ia bisa melakukan serangan yang begitu dahsyat, tubuh Shuan memancarkan cahaya yang begitu silau dimana-mana.
"Kita menyerang secara bersamaan sekarang, Shou!" Methode melesat menuju arah mereka berdua.
"Aku di belakangmu!" Shou mulai mengikuti Methode sehingga Minami menunjuk ke depan menggunakan kedua tapak tangannya, bersiap untuk menyambut kedua sepupunya bersamaan.
Shou dikejutkan dengan Minami yang muncul cepat tepat di hadapannya, Shou terlambat untuk melakukan sesuatu karena Minami menendang perutnya begitu dalam lalu ia mencekik lehernya dan melempar Shou ke arah Methode.
Methode mulai menghindari dan berhasil menahan tendangan Minami, Minami mulai melompat ke belakang sehingga auranya terlihat begitu tenang sekarang sampai mengejutkan Methode.
"Kekuatan dan Lenergynya...!? Hilang seketika... Tidak bisa aku rasakan..." Methode melepaskan kobaran api yang begitu di sekitarnya sehingga tubuhnya mulai diselimuti dengan api hitam yang begitu panas.
""HAARRRGGGGHHHH!!!"" Minami dan Methode melesat menuju arah satu sama lain selagi memancar beberapa serangan dan sihir yang begitu kuat sampai menghancurkan planet di sekitar mereka.
Kecepatan yang sama setaranya dan kekuatan yang berakhir dahsyat sampai menyebabkan kehancuran dimana-mana, cahaya dan api yang mereka lepaskan mulai bersatu sehingga menyebabkan ledakan energi yang sangat besar.
Methode menghantam wajah Minami, Minami menendang wajah Methode, di lanjutkan dengan Methode berputar lalu menendang punggungnya sehingga Minami menyerang balik dengan menghantam dadanya.
Setiap serangan yang mereka lakukan kali ini mampu mengenai satu sama lain sampai melepaskan gelombang emas yang besar setiap serangan mereka mengenai sasaran.
__ADS_1
Setiap serangan yang mereka lakukan menyebabkan kerusakan yang begitu besar di tubuh mereka bahkan Kisetsu yang mereka kenakan mulai robek sampai tubuh mereka dipenuhi dengan darah yang mengalir deras.
Minami melakukan salto untuk menendang ujung kepala Methode sedangkan Methode melompat, di lanjutkan dengan dua tendangan yang mengenai hidungnya, beberapa tulang mereka telah remuk dan hancur ketika menerima serangan itu.
Tetapi mereka memiliki kemampuan dan sihir pemulihan, mereka masih berlanjut dengan bergerak di sekitar galaksi, mereka baru saja bertarung selama 10 detik dengan kecepatan yang begitu dahsyat.
10 detik saja sudah cukup untuk membuat mereka terluka cukup parah karena menerima jutaan serangan fisik dan sihir.
Shou saat ini mencoba untuk menahan kerusakan yang begitu besar ketika menerima satu tendangan Minami, kekuatan kakak dan sepupunya begitu dahsyat bahkan pertarungan mereka terlihat seperti terjadi dimana-mana.
Shou memunculkan gerhana bulan yang begitu besar di dalamnya lalu ia mencoba untuk melemparnya ke arah Minami yang bergerak begitu cepat sampai kedua matanya tidak mampu mengikutinya.
"Shou! Fokus kepada Shuan!" Seru Methode.
"Aku bisa mengurus Minami."
Shou menoleh ke belakang dan melihat tubuh Shuan mulai memancarkan cahaya yang semakin silau dan besar sehingga ia dikejutkan dengan dua bola biru yang di campur warna abu , ia mencoba untuk mengadukan kedua bola itu untuk menciptakan ledakan Supernova lagi, kali ini ia coba untuk dikontrol.
Shou mencoba untuk melempar gerhana bulan itu, Minami menghantam wajah Methode sampai ia terlempar ke belakang, setelah itu Minami melesat ke arah Shou dan menghantam ujung kepalanya.
Shou langsung terlempar menuju bulan gerhananya sendiri sampai menghancurkannya, Methode muncul di hadapan Minami selagi melancarkan satu serangan.
Namun Minami menghindarinya sehingga ia dikejutkan dengan tarikan dan tekanan di belakangnya, terlihat Shuan telah menabrak kedua bola itu sehingga menyebabkan ledakan Supernova kecil.
Methode sudah siap untuk menahannya tetapi ia tidak bisa merasakan apapun, ia membuka kedua matanya dan tercengang ketika menyadari dirinya berada di dalam ledakan itu.
"A-Apa yang terjadi?"
"H-Hebat... Sh-Shucchi, kamu menguasai kekuatan itu?" Minami terkejut ketika tubuhnya tidak bisa merasakan apapun dari ledakan itu melainkan pemulihan yang berjalan cepat.
"Ya... Sepertinya aku tidak bisa mengenakan kalian dengan seranganku, mungkin hanya berguna kepada mereka yang aku anggap musuh terutama bangsa Iblis."
"Hebat... In-Indah sekali..." Shou benar-benar terkejut ketika melihatnya.
Setelah ledakan itu hilang, mereka melanjutkan pertarungan tanpa menahan diri, mereka akan bertarung sampai lelah dan waktu habis karena itu adalah cara bangsa Legenda.
Mereka memiliki sisa satu hari lagi sebelum kubus waktu itu tidak dapat menahan kekuatan mereka dan kubus waktu itu saat ini berada di dalam tubuh Haruka.
Haruka saat ini sedang berhadapan dengan Redagon dan Honoka di sebelahnya mulai berhadapan dengan Oskadon. Kedua saudara itu seperti biasanya di culik dan di masukkan ke dalam dunia kegelapan ini.
"Kalian cukup berani untuk menarik kami ke masalah dendam kalian kepada Shiratori." Haruka meninju tapaknya sendiri.
"Kami ingin menyingkirkan mereka yang bisa saja menjadi menyusahkan ketika rencana di mulai." Ucap Oskadon.
"Maaf, bangsa iblis, aku tidak ada waktu karena aku memiliki kencan. Mari kita akhiri ini!" Haruka melepas pakaian seragamnya sehingga ia sekarang mengenakan Kisetsu.
"Kakak, aku melindungi mu dari belakang." Ucap Honoka.
__ADS_1
"Ya... Mari, Honoka!"