Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 552 - Pulau


__ADS_3

Hari yang baru untuk memulai aktivitas, semuanya masih berjalan begitu baik dengan kebaikan dan ketenangan yang terus muncul, sebelum aktivitas di mulai lebih main mengawalinya dengan sarapan untuk mengisi perut.


"Mama... Papa..." Minami mulai berbicara, mencoba untuk membahas topik soal bangsa Neko Legenda yang sudah di hidup kan, sekarang mereka berada di pulau jauh dan aman dimana tidak ada yang mengetahuinya.


"Ya? Ada apa, Minami?" Tanya Shira.


"Waktu itu... apakah Papa ingat aku memenangkan pertandingan penutup sampai mendapatkan 3 permohonan sekaligus?"


"Ya... aku mengingatnya, kamu belum membahas permohonan itu kepadaku, apakah kamu melakukannya? Saran kami?"


"Ya, aku melakukannya. Semuanya sudah berjalan seperti biasanya, aku menghidupkan semua bangsa Legenda yang menjadi korban penyiksaan dan pembantaian..."


"...mereka sekarang mengalami perpindahan menuju suatu pulau yang cukup jauh, letaknya masih di Yuusuatouri dan hanya aku saja yang tahu." Kata Minami karena ia bisa merasakan jelas semua keberadaannya


Shira sempat terkejut bahwa Minami ternyata memohon sesuai kehendakkan yang Minami inginkan, ia sempat menatap Megumi yang mengangguk kepada dirinya.


"Kalau begitu... apa yang akan kau lakukan sekarang soal pulau itu? Di era perdamaian tanpa raja seperti ini masih bisa di bilang berbahaya untuk bangsa Neko Legenda yang tidak memiliki riwayat apapun..."


"Untukmu dan terutama lagi Shuan adalah pengecualian karena kalian terlindungi dengan namaku, keturunanku, dan tentunya perlindungan keturunan Comi..." Shira berbicara sambil makan.


"...hanya saja bangsa Legenda itu banyak, sebagian dari mereka juga aku yakin masih membenci Neko Legenda dan memendam berbagai macam hal."


"Itulah alasannya, Papa, sekarang aku sudah dewasa... sudah saatnya orang tua membiarkan anaknya yang sudah dewasa pergi demi melanjutkan masa depannya."


"Mungkin mulai dari sekarang aku tidak akan tinggal di sini... aku ingin berada di pulau itu dalam waktu yang lama demi melatih mereka semua agar mereka dapat mengontrol dan menguasai amarah Beast itu."


"Ketika waktunya sudah tiba, bangsa Neko Legenda itu dapat berkeliaran kemana-mana hanya untuk melanjutkan aktivitas mereka seperti bekerja, berdagang, dan hal lainnya..."


"...intinya aku ingin mengajari banyak hal positif kepada mereka sebelum terlambat, aku tidak ingin mereka mengamuk dan kehilangan kendali lagi" Ucap Minami dengan tatapan serius.


Shira dan Megumi sempat kaget mendengar sebuah fakta tentang anak yang dewasa sudah seharusnya meninggalkan orang tua mereka demi bekerja dan membanggakan mereka.


Shira dan Megumi tentunya setuju karena mereka sendiri memiliki pekerjaan untuk berdagang juga, hanya saja Megumi mengkhawatirkan soal Minami yang ingin menjadi guru dan pelatih.


"Itu pekerjaan yang kamu inginkan, Minami? Menjadi guru dan pelatih bagi bangsa Neko Legenda..."


"Iya... sejak kecil, aku memang selalu ingin menjadi guru, entah kenapa mengajar dan melatih seseorang sampai sukses dan berhasil itu menyenangkan." Ucap Minami sambil menyantap ikannya.


"Sangat sulit loh... kalau tidak salah bangsa Neko Legenda bisa di hitung sebanyak ribuan lebih, tidak begitu banyak tetapi melatih mereka akan menghabiskan banyak waktu."


"Tidak apa, intinya aku ingin mengubah dan membantu mereka, aku juga akan berusaha untuk pulang dan menyambut kalian semua tentunya." Minami tersenyum, ia baru saja selesai sarapan.


Shuan dari tadi hanya diam, mendengar percakapan yang terdengar sangat serius bahkan ia sendiri seperti tidak memiliki sangkutan apapun dengan pembahasan soal bangsa Neko Legenda itu.


Shira dan Megumi saat ini sedang berdiskusi sebentar tentang masa depan Minami, mereka langsung setuju dengan perkataannya dan membiarkan dirinya pergi untuk melanjutkan tujuannya sebagai orang dewasa.


"Hm, kami setuju, kamu boleh pergi kok. Bangsa Neko Legenda membutuhkan perlindungan dan aku yakin pulau itu adalah tempat yang cukup aman untuk di jadikan sebagai tempat tinggal mereka." Shira mengangguk.


"Kamu mau pergi sekarang, Minami? Kalau begitu, biarkan aku membereskan barang-barangmu." Megumi bangkit dari atas meja tetapi Minami menghentikannya.


"Tidak usah, Mama... biarkan aku yang melakukannya saja, mulai dari sekarang aku tidak ingin mengandalkan kedua orang tuaku lagi, sudah saatnya menjadi gadis yang mandiri." Minami bergegas masuk ke dalam kamarnya.


Shira merasa bangga melihat putrinya memiliki impian dan tujuan yang sangat besar sekarang, mau membantu bangsa Neko Legenda yang berjumlah sangat banyak ada tujuan dan tugas yang begitu berat.


Beberapa menit kemudian, Minami berjalan keluar dengan beberapa tas besar yang ia gendong, semuanya sudah siap dan ia sebentar lagi akan pergi dari kediaman kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Semuanya sudah aku persiapkan." Minami tersenyum, melihat kedua orang tuanya mulai menatap satu sama lain lalu mengangguk.


"Bagaimana jika kami ikut untuk menemani kamu hanya untuk hari ini saja? Melihat kepergian putri kami yang akan menjalankan tujuan besarnya..." Kata Megumi.


"Boleh, lagi pula kalian belum mengetahui lokasi pulau itu." Minami mulai menatap Shuan.


"Shucchi juga ikut, ayo."


"Ehh? Ba-Baiklah."


***


Minami bersama keluarganya terbang bebas ke atas langit untuk mengunjungi pulau dimana para Neko Legenda tinggal, ia juga harus menjemput beberapa Neko Legenda lainnya yang belum mengetahui soal pulau tersebut.


"Tempatnya sebuah pulau kan? Apakah pulau itu sudah langsung memiliki desa atau semacamnya?" Tanya Shuan.


"Aku memohon sebuah pulau dengan perlindungan dan penjaga ketat, mungkin tersedia dengan desa dan alam yang begitu indah..."


"...intinya pulau itu akan menjadi pulau dengan banyaknya alam indah dan tentunya makhluk hidup yang berbeda-beda..."


"Minami, kamu tahu dari mana soal lokasi pulau itu?" Tanya Shira.


"Aku merasakannya... banyak sekali Neko Legenda yang sedang berkumpul bahkan saat ini mereka berkomunikasi kepada satu sama lain, merasa bingung kenapa bisa hidup kembali." Minami mulai memunculkan aura emasnya.


"Mari kita percepat, aku akan bergerak dengan penuh kecepatan cahaya untuk bisa sampai lebih cepat." Kata Minami, mereka langsung menggenggam tangan Minami.


Mereka langsung dikejutkan dengan dorongan besar yang langsung membawa mereka menuju perpindahan ruangan cahaya yang besar dan mereka langsung tiba di atas langit cerah.


"Sepertinya kecepatan cahayamu meningkat, hebat juga..." Shira tersenyum lalu menatap Megumi yang sedang menyentuh alat komunikasinya.


"Aku mencoba untuk menghubungi semua bangsa Neko Legenda untuk pergi ke lokasi ini, pulau ini terlihat sangat cocok untuk di jadikan tempat tinggal bagi bangsa kami yang mementingkan alam dan sekitarnya." Megumi tersenyum.


"Ternyata lokasi pulau ini masih di planet Legenia, hanya saja sangat jauh dengan rumah kita... di tengah lautan besar juga..." Kata Megumi.


"Pulaunya mengapung." Ucap Shuan, ia menunjuk ke depan dan melihat sebuah pulau besar yang dipenuhi dengan alam indah bahkan ia bisa melihat banyak sekali hewan yang mulai berdatangan.


"Ya... ini adalah pulau yang di jadikan sebagai perlindungan bagi bangsa Legenda, kemarin aku sempat ke sini hanya untuk menciptakan sebuah pelindung cahaya." Minami menunjuk sekeliling.


Shira terkejut ketika melihat sebuah pelindung cahaya yang sangat tipis, pelindung itu dapat menghapus apapun yang memiliki niat jahat terhadap pulau atau bangsa Neko Legenda.


"Pulau ini terlindungi dengan aman... ada penjaganya juga yang berbentuk patung..." Minami menunjuk empat batu besar yang terletak di lautan dan keempat batu itu bisa bangkit, menunjukkan dirinya yang sebenarnya yaitu sebuah patung besar.


"Ayo, kita bertemu dengan bangsa Neko Legenda..." Minami mulai melayang mendekati pulau itu bersama keluarganya.


"Jika semua bangsa Neko Legenda sudah di hidup kan maka ada kesempatan untukku bisa bertemu dengan Ayah..." Ucap Megumi yang merasa tidak sabar.


"Ahh... Ayahmu yang menjadi korban Raja Rionald sialan itu?" Tanya Shira.


"Hm... untuk sekarang, ayo, aku sendiri tidak sabar untuk melihat bangsaku yang berjumlah sangat besar."


Keempat batu itu mulai bereaksi lalu berubah menjadi patung besar yang memegang beberapa senjata besar, mata mereka memancarkan cahaya matahari ke arah Minami dan yang lainnya.


"Apa ini...? Sebuah pemindaian?" Tanya Shuan.


"Hanya sedikit penyidikan, patung itu sudah mengetahui diriku jadi kita aman-aman saja..." Minami mulai melesat maju ke depan.

__ADS_1


"Tunggu, Minami!" Shira bersama yang lainnya mulai mengejar dirinya sehingga mereka berhenti seketika melihat sebuah desa yang sangat besar.


"Ahh... ternyata benar." Shira merinding seketika melihat sebuah desa besar sederhana yang dipenuhi bangsa Neko Legenda sebagai penghuni.


Terlihat cukup damai dan menenangkan seperti sebuah desa dan penduduk yang belum mengalami serangan apapun, mereka bahkan bisa melihat patung kucing besar di tengah desa itu.


Minami mendarat di atas patung itu, melepaskan suara kucing yang mampu menarik semua perhatian penduduk itu sama sebagai dari mereka sontak kaget ketika melihat Shira dan Megumi.


"Maaf untuk mengganggu waktu aktivitas kalian semua, kami datang dengan damai hanya untuk memberitahu kalian mengenai sesuatu soal pulau ini." Minami maju selangkah untuk berbicara dengan mereka.


Semua bangsa Neko Legenda itu langsung mendengar dan tidak menunjukkan rasa dendam apapun ketika melihat Shira tidak memiliki ekor atau telinga kucing.


"Kalian berada di pulau ini karena satu alasan jelas, sejarah yang terjadi bertahun-tahun lalu bisa kalian lepaskan lalu lupakan karena..."


"...sekarang saatnya untuk memperbaiki diri dan menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa bangsa Neko Legenda itu bukan rendahan melainkan bangsa yang cepat untuk berubah karena insting hewan kita!"


"Aku tahu ini terdengar cukup mustahil atau gila tetapi aku baru saja membangkitkan kalian semua kembali dari kematian, rasa penderitaan dan penyiksa yang kalian rasakan sejak itu..."


"...telah musnah karena era sekarang! Tidak ada lagi namanya yang raja bagi bangsa Legenda, semua hidup sama derajat dan kami sebagai bangsa Neko Legenda harus bisa menunjukkan banyak hal positif!"


"Perkenalkan, aku Shiratori Minami... mulai dari sekarang, mari kita membangun desa dan pulau ini menjadi tempat yang damai..."


"...aku juga bersedia untuk membantu kalian semua sekaligus." Minami tersenyum, membuat semua Neko Legenda itu terlihat kaget karena mereka sempat mendengar sebuah perkataan dari seseorang.


Mereka yang selama ini berada di surga hidup damai mendapatkan sebuah berita bahwa mereka semua d beri satu kesempatan lagi untuk hidup tetapi di sebuah pulau yang begitu damai dan aman.


Pandangan bangsa Neko Legenda itu sempat melihat tubuh Minami yang bersinar, seolah-olah apa yang mereka ingat soal seseorang yang membangkitkan mereka adalah ibu alam itu sendiri.


Semua bangsa Neko Legenda langsung melepaskan suara kucing dan bertepuk tangan, merasa bangga dan terharu karena dapat melihat dunia lagi tetapi dengan pandangan serta perasaan baru tanpa penderitaan dan penyiksaan.


"Kami sudah mengetahuinya... ternyata semua yang kami lihat dan rasakan benar, pemilik surga bahkan sempat mengatakan sesuatu tentangmu..."


"Seorang ibu alam akan datang dan menyinari cahayanya, di saat itulah kami bangkit kembali di dunia ini."


Semua Neko Legenda itu mulai berkomentar positif bahkan tidak memerlukan penjelasan lainnya, hanya Shuan saja yang menyadari soal pemilik surga itu.


"Ternyata kamu adalah ibu alam itu ya?" Beberapa Neko Legenda mulai menunjuk Minami.


"Ehh...? Aku...?"


"Hahaha, terima saja, Minami. Bukannya lebih cepat jika kamu mau mengaku sebagai ibu alam itu tetapi apa yang mereka katakan adalah sebuah fakta..."


"...kamu menyalatkan mereka dan memberikan satu kesempatan untuk hidup hanya demi memperbaiki semua kesalahan." Kata Shira sambil mengusap kepalanya.


"Ya... itu benar, aku seorang ibu alam, panggil saja Minami---"


""Wahhhh!!! Ternyata benar, ibu alam sekarang memberkati kami semua dan akan hidup bersama kami!!!""


"Hidup ibu alam! Hidup!!!" Semua bangsa Neko Legenda itu mengangkat lengan mereka sambil menggerakkan ekornya dengan cepat yang menandakan perasaan senang mereka.


"Sekarang, Minami, kamu telah di anggap sebagai ibu alam..."


"...kamu mau menamai pulau ini apa?"


"Hmmm... Apa ya..." Minami mulai berpikir sebentar lalu tersenyum.

__ADS_1


"...Neko Island."


__ADS_2