
"Graaaaaaaggggghhhhhh...!!!" Shinku mengeluarkan suara teriakan yang menggema di sekitarnya sampai ia menerobos keluar dari dalam Bamushigaru melewati lubang hidung-nya, naga yang berhasil memakannya segera ia dorong ke bawah menggunakan sihir Crimson-nya.
Shinku menatap tajam Ophilia yang terlihat kelelahan, "Ternyata kau... Tidak aku sangka bahwa kau diincar oleh mereka, kau dapat membangkitkan naga legendaris Bamushigaru itu. Tetapi kekuatan-mu masih belum cukup jika ukuran-nya sekecil ini...!!!"
Ketika Shinku mencoba untuk menyerang Ophilia dari jarak yang jauh, Elvano datang sambil menggeram lalu menangkap kaki Shinku itu dan melemparnya dengan sekuat tenaga. Lemparan-nya itu mampu membuat Shinku merasa muak, ia melepaskan beberapa meteor Crimson ke arah Elvano.
"Bat of Bloodlust!" Elvano menunjuk Shinku menggunakan kedua telapak tangan-nya hingga darah hitam mengalir keluar melalui punggung-nya lalu membentuk sebuah kelelawar besar yang meluncur menuju arah Shinku, ketika sihir itu berhasil mengenai Shinku, tubuhnya mulai dipenuhi dengan ledakan hitam.
Ophilia berlutut di atas tanah, ia benar-benar tidak bisa mengontrol makhluk legendaris yang bernama Bamushigaru itu. Mirai mulai membelit kedua lengan dan kaki Ophilia menggunakan akar yang berasal dari pohon suci [Yggdrasil] sampai Ophilia dipenuhi dengan Lenergy yang terus bertambah besar sampai ia bisa mengontrol Bamushigaru sepenuh-nya.
"Aku akan membantu-mu menggunakan kekuatan pohon dari Yggdrasil, kau hanya harus menggunakan naga itu untuk memakan beberapa pasukan Crimson dan---"
"Jika kau memiliki naga seperti itu maka aku juga punya...!!!" Rxeonal mulai berbicara, ia berhasil menghantam wajah Shira sampai dirinya terlempar ke belakang.
Rxeonal menciptakan sebuah lubang hijau yang besar sampai Bamushi melesat keluar dari lubang itu untuk menyerang Bamushigaru yang sedang memakan seluruh pasukan Crimson, kedua naga itu mulai saling beradu sampai mengenai beberapa pasukan dan membuat mereka terlempar kemana-mana.
Shira menarik tubuh Rxeonal lalu ia melepaskan pukulan dahsyat di wajah-nya sampai ia terdorong ke belakang, "Dasar rendahan... Apakah ini keadilan dan kedamaian yang kau coba cari...?" Tanya Shira.
"Betul sekali... Penduduk Touri yang saat ini tidak membutuhkan... Mereka itu parasit dan seharusnya dihapus dari kenyataan ini." Jawab Rxeonal.
"Buka mata-mu lebih lebar lagi, kau seharusnya sadar bahwa semesta ini sudah berada di ambang kehancuran... Bagaimana kau bisa meraih kedamaian itu jika seluruh pasukan-mu sudah ada...?"
"Aku dapat melakukan apapun, kemenangan perang antar semesta ini berada di dalam diriku... Kemenangan itu akan aku gunakan untuk menaklukkan tempat dimana para Dewa dan Dewi tinggal, aku akan memaksa mereka untuk menciptakan Touri yang baru... Setelah itu aku dapat melakukan tujuan selanjut-nya untuk menjadi segalanya..."
"...Aku sudah melihat seluruh kebenaran yang dimiliki oleh dunia dan semua makhluk yang pernah tinggal, mereka semua hanyalah parasit dan perlu di ganti dengan sesosok yang lebih pantas untuk bisa tinggal di semesta Touri!"
__ADS_1
"Legenda... Semua makhluk hidup yang pernah tinggal di semesta Touri kecuali bangsa Iblis adalah ciptaan gagal para Dewa dan Dewi. Untuk bisa meraih kedamaian dan tujuan-ku itu, sebuah semesta baru dengan surga yang indah di dalamnya... Aku ingin membasmi seluruh populasi yang ada di Touri dimana mereka tidak mengetahui kegagalan mereka sendiri...!" Rxeonal menunjukkan senyuman yang cukup gila sampai ia melepaskan aura yang sangat besar di sekitarnya.
"Omong kosong...!!! Pada awal-nya kau ini memang Mortal yang terus mengkhayal dan mencoba untuk mengubah sesuatu tanpa ijin para Dewa dan Dewi...!!!" Shira melesat menuju arah Rxeonal.
"Kau tidak akan pernah bisa mengerti dengan ideal-ku sendiri...!!!" Rxeonal melesat menuju arah Shira.
Dengan bersama mereka melayangkan sebuah pukulan yang mengenai wajah mereka masing-masing sampai melepaskan guncangan besar di wilayah itu hingga petir hitam dan emas mulai bergabung menjadi satu lalu menyambar kemana-mana.
Perang antar semesta masih berlanjut di fase yang akan berakhir, kemenangan dari pihak yang berbeda akan membawa takdir yang menentukan masa depan untuk seluruh dunia, galaksi, dan alam semesta.
Ophilia mencoba untuk memerintah Bamushigaru menyerang Shinku yang saat ini berhasil mengalahkan Elvano tetapi naga itu terus ditahan oleh Bamushi sampai Ophilia tidak memiliki pilihan lain selain melawan Bamushi karena tadi naga itu hampir saja menyerang Korrina bersama gadis lain-nya.
Shinku mencoba untuk mendekati Korrina tetapi Yuuna berhasil menghentikan-nya dengan melepaskan sebuah kemampuan berpedang-nya yang bernama [Soul Star Quad Slasher], empat luka tebasan yang memancarkan cahaya muncul di perut Shinku sampai ia terlempar ke belakang dengan ekspresi yang terlihat kesal.
Akina dan Shizen mulai membantu Yuuna bertarung Shinku hanya untuk menahan-nya dari Korrina, Akina melempar seluruh tombak tujuh kebajikan-nya dan Shinku berhasil menahan semua serangan mereka berkat dua perisai yang menempel di kedua lengan-nya, hanya untuk melindungi dirinya sendiri dari serangan mereka.
Pedang yang Yuuna gunakan mulai terpental bersama kedua perisai milik Shinku hingga mereka mulai bertarung menggunakan tangan kosong sekarang, Shinku tidak ingin menghabiskan waktu lagi jadi dia mencekik leher Yuuna dan melemparnya menuju arah Korrina sampai dirinya terkena pelindung yang menghalang dirinya.
"Yuuna...!" Tatap Korrina serius kepada dirinya.
"Ahh..." Yuuna mengangguk.
Akina melayangkan beberapa tendangan ke arah wajah Shinku, tetapi ia menyerang-nya kembali dengan menghantam wajahnya lalu menendang perut-nya sampai Akina terlempar ke belakang. Chloe datang dan melempar perisai-nya ke arah kepala Shinku sampai ia terdorong ke depan dan disambut oleh Haruki yang menebas wajah-nya sampai ia terdorong ke belakang.
Haruki maju menuju arah Shinku dan mengayunkan kedua pedang-nya secara bersamaan, dentuman keras dari tiap adu pedang dan pukulan mereka yang dapat melepaskan dorongan besar kemana-mana, suaranya bahkan bisa terdengar oleh Rxeonal dan Shira.
__ADS_1
Haruki berhasil menebas kedua lengan Shinku sampai putus lalu ia menggunakan kesempatan itu untuk mengayunkan kedua pedang-nya secara silang sampai mengenai wajah Shinku dan membuat dirinya terdorong ke belakang dan tumbang di atas tanah.
Ketika Shinku mencoba untuk bangun, Haruki melepaskan sebuah lubang putih yang meluncur menuju arah perut-nya sampai Shinku terus terdorong ke belakang dengan ekspresi yang terlihat kesusahan. Ia melepaskan dorongan besar-nya sampai tubuhnya kembali pulih lalu ia melompat menuju arah Haruki.
"Calamity Impact...!!!" Seru Haruki yang menyambut kedatangan Shinku dengan menyerang-nya lima kali berturut-turut dan mengambil darah untuk dijadikan penyembuhan luka diri.
Shinku terjatuh dan berguling ke belakang lalu bangkit kembali dan berhasil menyerang perut Haruki menggunakan sihir Crimson yang mampu meninggalkan beberapa lubang di tubuhnya sambil darah mengalir keluar.
Amarah Shinku mulai memuncak, ia bangkit lalu maju ke arah Haruki hingga serangan yang Haruki lakukan mulai tidak mempan kepada Shinku yang diselimuti dengan aura Crimson. Ketika Haruki mencoba untuk menggunakan kemampuan berpedang lainnya, Shinku melayangkan jutaan pukulan yang mampu membuat Haruki terus mundur sambil menahan semua serangan itu.
"Rasa kesakitan ini hanya akan membuat-ku lebih kuat...!!!" Seru Shinku keras, Grimoire itu mulai memberi dirinya kekuatan yang jauh lebih hebat dari sebelumnya.
Setelah menerima semua serangan itu, Haruku tumbang di atas tanah sambil menahan semua serangan-nya tetapi Shinku mengakhiri serangan itu dengan melepaskan pukulan yang dahsyat hingga mampu melempar Haruki ke belakang, Chloe mencoba untuk maju dan menyerang-nya tetapi Haruki segera menahan-nya.
"Hentikan... Kau akan terbunuh..." Kata Haruki.
"Sihir dan kemampuan apapun yang kita keluarkan... Semua itu tidak ada guna-nya karena wilayah ini adalah kekuasaan-nya... Jika saja dia tidak abadi dan wilayah ini bukan kekuasaan-nya maka aku akan mengerahkan semuanya..." Ucap Haruki dengan ekspresi yang terlihat kesal.
"Selama bertahun-tahun aku menunggu di wilayah Crimson..." Shinku melangkah menuju Korrina yang saat ini sedang memegang buku itu sendirian.
"...Aku mencoba untuk mengubah semua tempat menjadi kekuasaan-ku..." Alisha mencoba untuk menggunakan sihir [Scarlet]-nya tetapi gagal ketika Shinku menyelimuti tubuhnya menggunakan aura Crimson sampai ia tidak bisa bergerak.
Semua serangan yang dilepaskan oleh Sabrina dan Katrina saja tidak mempan karena tubuh Shinku yang diselimuti dengan aura Crimson tingkat sempurna, nama sihir kekebalan-nya adalah [Crimson Spell Breaker].
Haruka mulai menghentikan waktu untuk Shinku dan hanya dirinya saja yang bisa berbicara dengan Shinku, menggunakan ruangan yang dapat menghentikan waktu saja sudah mengubah Haruka menjadi wujud kecil-nya. Urat-urat mulai menonjol di kening dan kepala-nya, merasa kesal bahwa ia terus dihalang oleh orang-orang yang berbeda.
__ADS_1
"Kali ini lawan-mu adalah aku...!" Kedua jarum jam di mata Haruka mulai berputar dengan cepat.