
"Banyak sekali parasit yang benar-benar mengganggu diri-ku untuk menguasai Touriverse... kenapa kalian terus mencoba jika hasil-nya akan selalu sama?!" Zangetsu melepaskan dorongan hitam besar yang melempar mereka ke belakang sehingga Mortem muncul tepat di hadapan-nya sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.
"Kau benar-benar gegabah untuk menunjukkan wajah itu dihadapan-ku, Mortem... bersiaplah untuk menjadi samsak tinju-ku yang selanjutnya!" Zangetsu muncul tepat di hadapan-nya lalu ia segera melayangkan serangan yang bertubi-tubi, Mortem berhasil menahan-nya tetapi ia berakhir terlempar ke belakang.
Shizen datang lalu ia melayangkan satu pukulan yang menimbulkan ledakan besar, Zangetsu berhasil menahan-nya lalu ia menghantam perutnya sehingga ia terlempar ke belakang. Alvin datang lalu ia bersama Zangetsu mulai saling bertukar serangan sehingga Alvin kalah dan satu pukulan keras mengenai wajah-nya sampai ia terlempar ke bawah.
Zangetsu dan Arata sekarang mulai saling melayangkan serangan bertubi-tubi yang sama sedangkan Akina melompat di sekitar dirinya untuk mencari celah serangan yang pas, Zangetsu menarik lengan Arata lalu ia menghantam wajah-nya sampai ia terlempar ke belakang. Selvia mulai menyerang tubuh Zangetsu menggunakan rantai-rantainya sehingga Zangetsu bisa merasakan sedikit kesakitan.
Zangetsu menarik rantai Selvia lalu ia melayangkan serangan bertubi-tubi yang mengenai wajah-nya beberapa kali, "Jangan ikut campur dengan-ku, dasar iblis!!!" Zangetsu terus menghantam wajah-nya beberapa kali sehingga ia mencoba untuk mengakhiri kehidupan Selvia dengan meluncurkan gelombang hitam dari mulut-nya tetapi Akina datang dan menyelamatkan dengan meluncurkan tujuh tombak kebajikan menuju arahnya.
Selvia melompat ke belakang dan Shizen tiba-tiba maju ke depan lalu memegang erat tubuh Zangetsu, dibantu oleh Kuro juga Haruki karena Shizen akan melepaskan sihir ledakan terkuat-nya itu, "Sekarang kau akan merasakan ledakan yang dapat membuat-mu kesakitan...!!!"
Zangetsu mengangkat kedua lengan-nya, "Aku sudah tahu dengan trik kali---" Selvia mulai memasukkan mereka berempat ke dalam rantai-nya yang membentuk lingkaran lalu Alvin dan Mortem mulai menciptakan barrier, Shizen berhasil melakukan sihir ledakan-nya sehingga menyebabkan ledakan yang sangat dahsyat.
Ledakan itu mampu membunuh Shizen sampai ia mulai kehabisan satu nyawa, berbeda dengan Haruki yang memiliki kemampuan untuk memulihkan diri-nya dengan cepat serta Kuro yang dapat menahan semua serangan itu dengan menyelimuti tubuh-nya dengan dosa [Gluttony]. Ledakan itu terlihat cukup besar dan mereka yakin bahwa itu masih belum cukup untuk mengalahkan Zangetsu.
Asap dari ledakan itu mulai hilang dan menunjukkan Zangetsu yang sedang melayang di atas angkasa sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat suram, ia dipermalukan oleh semua mortal yang menyerang-nya dengan cara yang bersamaan, "Sihir ledakan-mu cukup membantu, itu adalah hal yang baik, Shizen." Kata Kuro dan Shizen merasa bangga untuk bisa membantu tim-nya sendiri.
"GRRRRGGHHHHHH!!!" Zangetsu kembali bangkit dengan aura hitam yang berlapis-lapis, mereka semua melebarkan matanya ketika melihat kekuatan Zangetsu melonjak dengan sangat tinggi juga cepat sehingga ia mengayunkan lengan kanan-nya dan melepaskan gelombang hitam besar yang mengarah kepada mereka semua.
"TERUS MENDORONG!!!" Seru Kuro yang mulai kesulitan menahan gelombang itu menggunakan sihir barrier-nya, semua orang melakukan hal yang sama yaitu memperkuat pertahanan yang ada di depan mereka... jika pertahanan itu runtuh maka gelombang hitam itu bisa langsung membunuh mereka juga menghancurkan semesta Reaoum.
"Arrrgghhhh....!!! Kekuatan apa ini!?" Seru Yuuna keras.
"Dia terlalu kuat...!!! Dengan kekuatan kita bersama, kita tidak dapat menahan-nya!!!" Tubuh mereka mulai berkeringat sehingga urat menonjol keluar melalui kedua lengan-nya mereka untuk menunjukkan usaha mereka untuk menahan barrier besar yang ada di hadapan mereka.
"Tambahkan kekuatan dan tenaga lebih tinggi lagi!!!" Seru Haruki keras.
"KAMI SUDAH MELAKUKAN-NYA!!!" Teriak Alvin keras dimana kedua lengan-nya mulai bergetar karena tidak kuat menahan serangan-nya itu.
"TERUSLAH TAHAN!!! JIKA GELOMBANG ITU MENGHANCURKAN PERTAHANAN KITA MAKA TAMAT-LAH RIWAYAT KITA!!!" Seru Mortem.
Mereka melebarkan kedua mata mereka masing-masing ketika melihat barrier yang terdapat di depan mereka mulai retak sehingga gelombang hitam Zangetsu mulai bertambah besar, awal-nya mereka berpikir bahwa semua-nya berakhir di titik ini tetapi Okaho datang dalam waktu yang tepat dengan menggunakan sihir realita-nya untuk mempertebal barrier yang ada di depan mereka juga mengubah gelombang Zangetsu menjadi udara.
"Maafkan aku terlambat... aku harus mengumpulkan kekuatan-ku tadi." Kata Okaho, "Kekuatan kita bersama bisa mengalahkan-nya... ayo... Shira sudah siap maka kita juga harus mempersiapkan diri untuk terus mengulur waktu dan menahan diri-nya!"
"Shira sudah hampir mengumpulkan seluruh harapan Touriverse, dengan satu genggaman-nya itu... itu artinya kita memiliki satu rencana yang dapat digunakan sekali jika rencana itu gagal maka tamatlah riwayat kita walaupun kita memiliki Haruka... ia tidak bisa bertarung karena ia harus mengontrol seluruh pasukan yang datang dari masa lalu itu menggunakan kekuatan-nya sendiri." Okaho mulai mendorong barrier yang ada di depan-nya sehingga barrier tersebut langsung menabrak Zangetsu.
__ADS_1
"Baiklah!!! Mari kita berjuang bersama-sama!!!" Seru Okaho keras.
""Ya!""
"MORTAL SIALAAAAGGGHHHHHH!!!" Zangetsu mengerang keras sehingga ia melepaskan tekanan yang besar di sekitar mereka, ia melesat menuju arah mereka semua. Alvin dan Shinra maju paling depan untuk melemahkan serangan-nya itu, Zangetsu menabrak Alvin dan Shinra sampai mereka terlempar ke belakang juga Zangetsu juga ikut terlempar.
Zangetsu kembali maju ke depan tetapi Arisu dan Methode mulai menahan serangan tabrakan-nya itu, mereka berdua berhasil menahan-nya sehingga mereka berdua harus mundur dan menyerahkan serangan selanjut-nya kepada Haruki dan Kuro yang mulai mengayunkan kedua pedang mereka ke arah Zangetsu.
Semua serangan mereka berdua langsung Zangetsu tahan menggunakan kedua lengan-nya yang diselimuti dengan aura hitam, Zangetsu berhasil menghantam perut Kuro dan juga Haruki sehingga mereka melepas senjata mereka lalu menggenggam erat kedua lengan Zangetsu sehingga wajah-nya terkena tendang dan pukul oleh Akina dan Arata.
Zangetsu terlempar ke belakang lalu ia melihat Shizen yang melepaskan sihir ledakan-nya lagi, sihir ledakan itu mampu melempar-nya ke atas sehingga Yuuna mengeluarkan dua senapan-nya lalu menembak Zangetsu beberapa kali sehingga ia terdorong lebih jauh lagi ke atas. Selvia dan Okaho maju ke depan.
Mereka berdua bisa merasakan Shinra bersama yang lain-nya mulai mengeluarkan berbagai macam sihir yang mampu melukai Zangetsu, Selvia dan Okaho mulai menyerang dalam posisi yang berbeda sehingga tendangan dan tinju mereka mampu mengenai perut Zangetsu sampai memuntahkan darah yang sangat banyak.
"Grrraaggghhhh!!!" Zangetsu melayangkan pukulan yang bertubi-tubi ke arah mereka berdua sehingga mereka terlempar ke belakang, Zangetsu mulai mengincar Shizen dan Yuuna yang memiliki sihir cukup efektif untuk diri-nya.
"Haruki!!! Lempar aku!!!" Seru Kuro karena jika ia terbang ke sana maka ia akan terlambat, Haruki mengangguk lalu ia memegang erat kaki Kuro lalu melempar-nya menuju arah Zangetsu. Selvia mulai menyatukan kedua tangan-nya setelah itu Okaho menginjak-nya agar ia bisa maju menuju Zangetsu.
Kuro dan Okaho menabrak Zangetsu sehingga ia terbawa ke belakang dengan kecepatan cahaya, Zangetsu merapatkan gigi-nya lalu ia berputar dan melempar mereka berdua ke atas lalu ia disambut oleh Haruki dan Selvia sekarang sehingga tubuh-nya terkena beberapa serangan dari mereka berdua.
Yuuna dan Shizen melepaskan berbagai macam sihir ke arah Zangetsu, Alvin dan Shinra muncul di belakang Zangetsu lalu ia mulai mendorong punggung-nya sehingga Zangetsu mulai terjebak karena serangan mereka berempat. Mortem mulai mengikat tubuh Zangetsu menggunakan rantai merah.
"HAAHHHH!!!" Zangetsu mengepalkan kedua tinju-nya sehingga tubuh mereka mulai diselimuti dengan aura hitam yang mampu melambatkan pergerakan mereka, Shira melebarkan kedua mata-nya lalu ia melihat Zangetsu yang menatap semesta Reaoum lalu menunjuk-nya tetapi Shira datang dengan menendang wajah-nya itu.
"JANGAN MENGHALANGI-KU!!!" Zangetsu menendang perut Shira lalu ia mencekik leher-nya dan melempar-nya ke belakang karena ia ingin segera mendapatkan seluruh kekuatan sempurna-nya dengan menghancurkan semesta yang terakhir yaitu Reaoum.
Zangetsu menunjuk semesta itu lalu ia mengerahkan semua aura hitam-nya agar tidak ada yang mendekati-nya tetapi seseorang yang memiliki aura perak bergerak secepat angin sehingga sempat untuk menendang kaki Zangetsu sampai ia berlutut, Zangetsu melihat orang yang menyerang-nya itu dan ia langsung tercengang, "Korrina!?"
Korrina mulai menghantam wajah Zangetsu beberapa kali karena ia harus menahan-nya untuk tidak menghancurkan Reaoum, ketika Korrina mencoba untuk menusuk dada Zangetsu menggunakan Keris-nya itu, Zangetsu langsung memegang tangan-nya dan melempar Korrina dengan sangat jauh.
"T-Tidak..." Shinra memaksa tubuh-nya untuk bisa bergerak tetapi ia tidak bisa, beberapa dari mereka mulai terbang menuju arah Zangetsu tetapi ia mengerang keras sampai mendorong mereka mundur dengan sangat jauh.
"SEMUA INI BERAKHIR SEKARANG JUGA!!! AKU MENANG!!!" Zangetsu menunjuk Reaoum dan ia hampir saja mengepalkan tinju-nya, Korrina datang kembali dengan menendang wajah-nya sampai ia terdorong ke belakang, Zangetsu mulai mencekik leher Korrina tetapi ia berubah menjadi bayangan dan yang asli muncul di hadapan-nya untuk menghantam perut-nya sampai ia terlempar ke belakang.
Zangetsu menghantam wajah Korrina tetapi ia berhasil menghindari-nya sehingga ia diberikan sebuah celah untuk menarik keluar Keris-nya lalu ia langsung mata Zangetsu sampai dalam, "ARRRRRGGGHHHHHHHHH!!!!" Zangetsu mengerang keras, Korrina baru saja meninggalkan luka mutlak... luka yang mengenai mata-nya itu langsung membangkitkan luka God Slayer yang terdapat di dada-nya.
"SIALAN KAU!!! KORRINAARRRRGGHHH!!!" Kepalan tinju kanan Zangetsu tiba-tiba mengeluarkan aura hitam lalu menciptakan tinju yang sangat besar, ia langsung melancarkan satu pukulan yang menghantam Korrina sampai ia terlempar ke belakang dan tiba kembali di semesta Touri.
__ADS_1
Zangetsu menunjuk Reaoum dan lagi-lagi ia dihentikan oleh kedatangan Shira yang menendang perut-nya, Zangetsu menciptakan sebuah aura pedang hitam di lengan kanan-nya lalu ia mencoba untuk membelah tubuh Shira menjadi dua tetapi ia berhasil menahan serangan itu dengan menahan-nya menggunakan tapak kanan-nya.
"KAU...!!! KENAPA KAU TERUS BANGKIT DAN INGIN MENGHALANGI-KU!? AKU SUDAH BILANG BUKAN!? TIDAK ADA JALAN YANG DAPAT MEMBAWA KALIAN KE PUNCAK KEMENANGAN!!!" Zangetsu meningkatkan kekuatan-nya lebih besar.
"Kau tidak akan pernah mengerti dengan potensi seorang Legenda... juga semua mortal yang baru saja melawan dan menahan diri-mu!!! Kita semua saling membantu satu sama lain untuk bisa bertahan hidup...!!! ITULAH KAMI!!! KAMI ADALAH MORTAL!!! KAMI SANGAT LAYAK UNTUK TINGGAL DI DUNIA YANG PANTAS UNTUK MENERIMA KEDAMAIAN!!!" Tubuh Shira mulai memancarkan sinar putih.
"Semua-nya...!!! Sekarang...!" Seru Shinra dimana mereka menunjuk Shira lalu memindahkan seluruh kekuatan-nya sehingga Shira mulai memindahkan semua kekuatan yang baru saja ia dapatkan ke dalam tapak kanan-nya itu yang mulai diselimuti dengan sinar terang.
Shira mundur ke belakang lalu ia bisa merasakan harapan terakhir di bagian tapak kanan-nya itu, "Apa itu!? Kenapa tangan-mu bersinar!? Sihir atau kemampuan seperti itu... tidak cukup untuk mengalahkan-ku!!!"
Shira memejamkan kedua mata-nya lalu ia mencoba sekuat mungkin untuk tidak menggagalkan satu-satunya rencana terakhir, jika dia gagal maka semua-nya akan berakhir, "Apakah kau bisa merasakan-nya, Zangetsu? Masa depan... masa depan terbakar dengan cahaya harapan!!!"
"ARRRGGHHHH!!!" Zangetsu melayangkan satu pukulan hitam ke arah-nya tetapi Shira melompat ke atas lalu mulai mengontrol tapak kanan-nya yang tidak bisa menampung semua harapan dan juga kekuatan yang baru saja ia dapatkan, "Tapak tangan kanan-ku adalah cahaya yang berasal dari masa depan...!!! Masa depan yang terbakar dan akan mempersiapkan takdir kematian untuk dirimu!!!"
Shira mengangkat lengan kanan-nya ke atas sehingga tapak-nya itu mulai memancarkan cahaya yang menyinari ketiga inti semesta, "Haaahhhhh!!!" Shira melesat menuju arah Zangetsu lalu ia mencoba untuk menyerang-nya menggunakan tapak-nya yang bersinar itu tetapi Zangetsu berhasil menghindari-nya sehingga ia mampu memegang tapak kanan-nya itu menggunakan kedua telapak tangan-nya yang hitam.
"RASAKAN INI...!!! CAHAYA TOURIVERSE! HARAPAN TOURIVERSE!!! JUGA KESAKITAN YANG PERNAH DIALAMI OLEH TOURIVERSE KETIKA KAU DATANG KE TEMPAT INI!!!" Shira melebarkan kedua mata-nya sehingga cahaya terlepas dari kedua mata-nya lalu menyerang Zangetsu sampai ia terdorong ke belakang.
Shira tiba di belakang Zangetsu lalu ia menendang tengkuk-nya menggunakan lutut-nya sebanyak tiga kali, setelah itu melompat untuk melakukan sebuah salto. Ketika Zangetsu menoleh ke belakang sebuah tendangan langsung mengenai wajah-nya sampai ia terdorong ke belakang.
"Grrgghhhh!!!" Zangetsu melepaskan seluruh aura-nya tetapi cahaya dan partikel emas di sekitar-nya mulai melindungi dirinya agar efek negatif dari aura itu tidak mempengaruhi diri-nya, saat ini Shira mendarat tepat di hadapan Zangetsu sambil menghadapi-nya.
Shira mengangkat lengan kanan-nya ke atas lalu tapak kanan-nya mulai mengeluarkan seluruh cahaya yang dikumpulkan itu sampai tercipta bola partikel emas di atas tapak-nya itu, "SHIRAAAAA!!!" Zangetsu bergerak menuju arah Shira lalu ia melancarkan satu pukulan dashyat yang mengenai wajah-nya tetapi tidak mampu untuk mendorong-nya.
Partikel yang melayang di atas tapak kanan-nya itu masuk ke dalam tubuh Zangetsu sebelum ia menyerang Shira, "SHIRA!!! SHIRA!!! SHI---" Punggung Zangetsu tiba-tiba mulai meledak dan mengeluarkan partikel emas itu.
"SHIRAAAAGGGHHHHHHHHH-------" Seluruh partikel emas itu mulai menghapus seluruh tubuh-nya dan juga tinju yang masih mengenai wajah Shira, "... ..." Dengan satu serangan tadi yang mengenai Zangetsu... serangan yang berasal dari kekuatan dan juga harapan Touriverse, Shira berhasil mengalahkan Zangetsu sampai lengan kanan-nya mulai terasa keram.
"... ..." Shira memegang lengan kanan-nya lalu ia bisa melihat teman-temannya mulai mendekati diri-nya dengan sebuah senyuman di wajah mereka.
""KAU BERHASIL, SHIRAAAA!!!" Seru mereka semua sehingga mereka mulai mengangkat Shira lalu melempar ke atas dan bersorak penuh dengan meriah karena mereka telah berhasil untuk menghentikan Zangetsu, ancaman yang sangat berat bagi Touri juga Touriverse.
***
Korrina melebarkan kedua mata-nya ketika melihat seluruh pasukan Zangetsu mulai menghilang dengan yang sama dimana partikel emas mulai menghapus tubuh mereka pelan-pelan, ketika Haruka melihat itu... ia tidak melanjutkan kemampuan-nya sehingga ia mulai menghentikan sihir waktu-nya sehingga mereka semua mulai kembali pulang ke masa mereka sendiri.
"... ..." Korrina menatap Haruka yang hanya diam saja.
__ADS_1
"Padahal aku baru bangkit loh---" Rxeonal mulai menghilang karena partikel emas itu.