Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 745 - Proses akan Datang Jika Memperbaiki Semua Itu


__ADS_3

Shinobu mulai menatap kedua sepupu dan temannya selagi menunjukkan cahaya murni yang berhasil ia keluarkan, mereka semua langsung bertepuk tangan sampai memuji dirinya.


"Kerja bagus, Shinobu... ternyata Lenergy yang kau miliki terasa begitu murni dan alami, seperti merasakannya dari alam itu secara langsung." Kata Koizumi.


Hinoka mulai mendekati Shinobu sehingga Shinobu tersenyum lalu memperlihatkan Lenergynya dari jarak dekat sampai membuat Hinoka bertambah semakin bangga bahwa sepupu kecilnya berkembang dengan baik.


"Karena Shinobu sudah berhasil mempelajari cara untuk mengeluarkan Lenergy maka kita akan melanjutkannya ke tahap berikut." Megumi mendekati mereka.


Tubuhnya mulai melayang ke atas langit, Koizumi mulai mundur ke belakang dan membiarkan mereka mempelajari cara untuk terbang karena ia sendiri sudah mengetahui caranya.


Ia mulai melakukan latihan sendirian yaitu mengontrol Lenergynya selagi mengeluarkan beberapa sihir Crimson sedangkan para gadis kecil yang melihat Megumi mulai terkesan ketika dia dapat melakukan atraksi di atas langit.


"Cara untuk terbang itu mudah juga... jika kalian sudah mampu untuk mengeluarkan Lenergy murni seperti tadi maka pindah sebagian Lenergy di dalam tubuh kalian menuju kedua kaki."


Mereka memejamkan kedua mata untuk tetap fokus lalu menyalurkan beberapa Lenergy ke dalam kedua kaki sampa di fokuskan dalam satu titik yaitu kedua tapak kaki.


Hasilnya Hinoka terlebih dahulu yang mulai melayang sampai ia tersenyum lebar, "Lihat! Lihat! Aku terbang~"


"Keselamatan dalam terbang juga di butuhkan, kalian harus bisa menggerakkan tubuh kalian dengan benar agar dapat mengendalikan penerbangan itu."


Shinobu, Konomi, dan Ako masih mengalami kesulitan untuk melayang tetapi Hinoka langsung mendarat di belakang mereka selagi memberitahu mereka semua cara cepat yang belum pernah di ketahui sebelumnya.


"Dorong keluar Lenergy yang sudah di fokuskan itu, anggap saja seperti kedua kaki kalian melepaskan dorongan besar yang mampu melayangkan tubuh kalian ke atas langit~"


"Lenergy yang sudah terkumpul itu bertujuan untuk keluar lalu membantu kalian terbang, seperti ini...!!!" Hinoka terbang tinggi ke atas langit sampai melewati awan lalu ia berputar sungguh cepat.


Dirinya dapat mengendalikan penerbangannya dengan baik bahkan kedua lengannya terus ia rentangkan agar bisa membayangkan dirinya seperti pesawat dan burung yang terbang bebas.


Tidak menghabiskan waktu yang cukup lama sampai mereka bisa melepaskan dorongan itu melalui Lenergy yang sudah di fokuskan, mereka langsung terbang ke atas langit.


Keseimbangan mereka sudah terlatih cukup baik oleh Koizumi jadi tidak ada satu pun masalah yang mereka hadapi ketika mencoba untuk bergerak selagi terbang tinggi di atas langit.


Shinobu sendiri bahkan sempat kaget bahwa dirinya tidak perlu menggunakan bantuan alat untuk terbang tetapi ia dapat menumpuk keuntungan dengan keuntungan lainnya menggunakan pembakaran yang mempercepat pergerakan dan penerbangannya.


"Baiklah, sudah waktunya untuk mengendalikan Lenergy kalian agar bisa menguasai Lenergy Control... kalau begitu, kembali berkumpul di sini." Megumi berjalan menuju wilayah rerumputan yang luas.


Mereka semua langsung mengikuti dirinya dari belakang lalu mendarat di atas langit, Megumi mencoba untuk melakukan sedikit tes kecil agar ia bisa memperbaiki semua kesalahan yang mereka perlihatkan di latihan ini.


"Kalau begitu, aku ingin meminta kalian menyerang diriku menggunakan tangan kosong selagi tetap fokus dengan Lenergy di dalam tubuh kalian..."


"...kontrol Lenergy itu dan jangan sampai mengeluarkannya terlalu berlebihan karena itu akan memberikan kalian semua sebuah celah untuk melemah dan lelah lebih cepat."


"Biarkan pertarungan berjalan dengan lancar agar tubuh kalian terbiasa... bayangkan saya Lenergy di dalam kalian beristirahat sampai menciptakan lebih banyak jumlah untuk memperkuatnya lebih tinggi lagi."


"Ehh? Serius? Kami melawan dirimu?" Tanya Koizumi.


"Iya, aku akan memberikan kalian poin tambahan ketika berhasil mengenai tubuhku..." Megumi tersenyum lalu ia melayang di atas langit sampai mereka juga mulai melayang lalu mengepung dirinya.


"Ingat apa yang aku katakan sebelumnya ya... jalankan pertarungan dengan lancar dan jangan sampai kalian melepaskan Lenergy terlalu berlebihan."


"Pelan-pelan... tetap fokus dan konsentrasi agar sumber Lenergy di dalam tubuh kalian bisa merasa tenang sampai menciptakan lebih banyak Lenergy..."


Mereka semua mulai menatap satu sama lain lalu melancarkan satu serangan yang sama ke arah dirinya tetapi tidak mampu mengenai Megumi yang sudah menghindarinya terlebih dahulu.


Mereka menyerang Megumi dari arah yang berbeda tetapi ia dapat menghindarinya dengan mudah selagi memasang ekspresi yang tenang, tidak ada satu pun serangan yang ia tahan karena semuanya tidak mengenai dirinya.


Koizumi mencoba untuk menendang kedua kakinya agar mengganggu keseimbangan terbangnya tetapi melesat, Hinoka yang melihat celah dari belakang mulai menyerangnya tetapi Megumi melompat ke belakang.


Pergerakannya terlihat sangat fleksibel sampai ia tidak merasa kesulitan ketika di serang dari arah yang berbeda karena tubuhnya yang mampu bergerak sendiri tanpa harus menunggu perintah pikirannya.

__ADS_1


Tubuhnya juga sudah bersatu dengan cahaya sampai kecepatannya yang tidak kasat mata itu membuat mereka berpikir bahwa serangan yang di lakukan berhasil mengenainya.


Konomi dan Ako menyerang dari belakang selagi melancarkan satu pukulan dan tendangan tetapi Megumi terus menghindarinya selagi menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan selagi tersenyum.


Pada akhirnya, bahu Konomi dan Ako langsung bertabrakan sampai Megumi bisa melihat kekurangan yang harus di perbaiki.


Shinobu mulai menyerang dari arah yang berbeda sampai Megumi bisa melihat dirinya melakukan pergerakan yang tidak perlu sedangkan Koizumi terus menyerang dirinya dengan emosi yang murni.


Serangan kombinasi yang mereka lakukan tidak dapat membuat ekspresi Megumi yang begitu tenang berubah, secepatnya mereka terus melancarkan serangan itu maka pergerakan Megumi juga bertambah.


Walaupun mereka diberi tantangan untuk mengenai dirinya, kelima gadis Legenda itu sangat penurut karena Lenergy di dalam tubuh mereka terjaga dengan baik sampai menjawab tubuh itu dengan menciptakan lebih banyak sumber Lenergy.


Megumi mendarat di atas tanah lalu Hinoka mulai menggunakan serangan lainnya dengan menginjak daratan lalu menendang debu itu yang menghalangi pandangan Megumi.


"Masih belum cukup..." Kata Megumi yang bisa menghindari serangan mereka dengan kedua mata tertutup sampai mereka semua terkejut ketika melihat dirinya tidak merasa lelah sama sekali.


Berbeda untuk kelima gadis yang sudah berkeringat dan merasa frustrasi karena tidak dapat mengenai satu pun serangan kepada Megumi, semua kecepatan yang mereka miliki terus di lepaskan agar bisa mengenainya.


Mereka mulai menghilang lalu menyerang Megumi dari arah yang berbeda tetapi ia tetap menghindarinya tanpa masalah sehingga mereka langsung muncul bersamaan di hadapannya.


Megumi mengulurkan lengan kanannya lalu berhasil menangkap semua tinju yang mereka lepaskan menggunakan jarinya saja sampai mengejutkan mereka semua.


Megumi langsung menabrak tubuh mereka dengan satu sama lain sampai terdorong ke belakang, Shinobu menyadari sesuatu tentang latihan ini bahwa Megumi mencoba untuk melelahkan mereka dengan menghindari semua serangan itu.


Megumi hanya membiarkan mereka semua kelelahan ketika melakukan beberapa serangan yang tidak perlu sampai Shinobu mulai fokus lalu menenangkan pikiran dan tubuhnya agar bisa mengendalikan nafas dan tenaganya juga untuk tidak habis.


Megumi kali ini mulai menyerang tetapi ia tidak berniat untuk melalui mereka, satu tendangan mulai Hinoka lepaskan tetapi Megumi menahannya lalu memutar tubuhnya sehingga ia terbang di atas tanah.


Kemudian, Shinobu yang sudah bergerak begitu mulus melakukan satu serangan yang sempat untuk menyentuh dirinya tetapi Megumi berhasil menangkap dirinya lalu memutar lengannya sampai ia melakukan putaran ke depan dan terjatuh.


"E-Ehh...?"


"Ahhh! Maaf, Kakak---" Megumi memegang erat tangan Ako lalu menjatuhkan dirinya di atas tanah sampai ia melihat Koizumi berhadapan dengan dirinya.


Koizumi melesat maju lalu melancarkan beberapa tendangan dan pukulan tetapi Megumi mulai menyentuh lengan dan kakinya lalu menggerakkannya sedikit sampai pergerakan Koizumi gagal seketika.


Megumi mengangkat jari telunjuknya lalu ia menahan pukulan Koizumi lalu memutar jarinya sehingga tubuhnya ikut berputar lalu terjatuh di atas tanah.


"Baiklah, anak-anak~ latihan sudah selesai." Megumi mulai bertepuk tangan untuk merayakan kerja keras mereka.


Semua kesalahan dan keburukan bisa di lihat oleh Megumi dengan jelas sampai ia ingin memperbaikinya agar mereka dapat melakukan latihan itu sendiri dan bertambah kuat sesuai proses berjalan.


"Baiklah... sepertinya aku melihat beberapa kendala yang mengganggu kalian untuk bertarung dengan baik dan benar."


"Pengontrolan Lenergy kalian bisa di bilang sudah lulus tetapi aku mengkhawatirkan sesuatu dari kalian yaitu kekurangan..."


"...jadikan lah kekurangan itu sebagai keuntungan atau sebuah pelajaran di misi yang akan kalian laksanakan nanti melawan Zodiac Crusaders." Megumi mulai mendekati kedua saudara.


"Aku sering melihat kalian melakukan pergerakan yang salah, serangan koordinasi yang kacau sampai kalian hampir sering menabrak satu sama lain sampai terganggu karena kesulitan untuk memutuskan siapa yang harus menyerang duluan."


"Jika kalian terus mengulangi kesalahan itu maka musuh dapat menjadikannya sebagai keuntungan seperti yang aku lakukan tadi..."


"...menjadikan salah satu dari kalian sebagai perisai dan bahkan serangan kalian harus bisa setara dan sama agar memberikan kerusakan yang besar kepada musuh."


"Tetaplah fokus melatih kombinasi dan serangan koordinasi antara dua saudara." Megumi mengelus kepala mereka berdua.


"Jangan lupa untuk memperbaiki pergerakan kalian juga karena aku sering melihat serangan yang memberikan kalian celah besar..."


"...celah dan serangan yang berjalan tidak baik juga akan memberi musuh sebuah keuntungan. Tetap fokus untuk mempelajari semuanya kembali sampai menguasainya."

__ADS_1


"Baik, Guru Megumi... kami akan mengasah kembali serangan kombinasi dan koordinasi itu agar terlihat lebih mulus sampai membingungkan lawan."


"Baiklah!" Megumi mengangguk lalu ia mendekati Koizumi yang sudah berkeringat, dirinya terus melepaskan semua amarahnya menjadi sumber tenaga sampai setiap serangannya akan terasa menyakitkan.


"Koizumi, kamu masih terus berpikir dan mengandalkan amarah yang mengolah kekuatan besar untuk dirimu..."


"...cara seperti itu tidak akan selalu menguntungkan dirimu karena kau akan terus mengalami kekurangan tenaga dan Lenergy yang cukup besar dan drastis."


"Lebih baik menguasai semua emosi itu lalu menggunakannya dengan baik agar serangan yang kau lancarkan dapat menyebabkan keefektifan yang cukup baik."


"Misalnya... jika kau tidak sengaja terjatuh ke dalam lubang amarah maka musuhmu dapat mengendalikan dirimu sehingga serangan yang kau lakukan akan terlihat sangat jelas untuk di tebak."


Koizumi terus mendengarkan dirinya karena ia sadar bahwa setiap serangannya mengandung emosi agar bisa memperkuat luka yang di terima oleh musuh tetapi sekarang ia akan mencoba untuk mengontrol emosi itu.


Sama halnya dengan mencari keberadaan seseorang, "Terlalu memikirkan sesuatu yang tidak penting dalam pertarungan akan menghambat pergerakan kalian."


"Pikiran juga akan terus meminta kalian untuk melakukan serangan-serangan yang tidak berguna sampai kalian bukannya mengenai musuh melainkan membuat kalian merasa kelelahan lebih cepat."


"Jika kalian terlalu mengandalkan pikiran dan prediksi maka pertarungan tidak akan selalu berjalan dengan baik..." Megumi mulai mengelus kepala Koizumi.


"Hahaha~ Ternyata kau memang selalu seperti itu ya, Koizumi~ terlalu banyak berpikir sampai menekan dirimu sendiri."


"Oh, tutup mulutmu, Hinoka. Kau selalu tidak berpikir karena kau memang orang bodoh." Jawab Koizumi selagi menyilangkan kedua lengannya.


"Ketika kau mendapatkan kesempatan untuk bersantai maka gunakan itu... kau terus memberikan dirimu tensi dan tekanan yang begitu tinggi sampai kepalamu terus dipenuhi pikiran tentang pertarungan."


Koizumi mulai mengangguk, mencoba untuk mempelajari dan mengolahnya kembali ketika ia sudah berada di rumah, ia akan mencoba latihan metode baru untuk bertambah kuat.


"Hahaha~ Tante Megumi benar, kau menyisakan waktu istirahat begitu singkat... lihatlah diriku yang setiap hari menyempatkan waktu untuk tidur dan beristirahat." Kata Hinoka.


"Kau juga memiliki kesalahan, Hinoka." Megumi langsung muncul di belakangnya sehingga perut Hinoka menerima satu tepukan yang terasa seperti tusukan pedang sehingga dirinya mulai berlutut.


Hinoka langsung memegang perutnya yang terasa kesakitan, serangan lembut tadi tidak dapat ia lihat dengan mudah karena dirinya yang tidak begitu waspada.


"A-Apa itu...?! Serangan tadi terasa begitu mengejutkan...!" Seru Hinoka.


"Terus bersantai seperti ini akan menyebabkan dirimu melupakan serangan musuh yang misterius dan mengejutkan..."


"...semakin kau bersantai maka kelemahan itu akan terlihat dengan jelas sampai musuh yang menyerang secara diam dapat membuatmu lengah."


"Seberapa kuatnya kalian itu tidak penting... jika fokus dan konsentrasi kalian hancur sampai menyediakan celah yang tak terlihat maka kalian tetap akan gagal dan kalah." Megumi mengelus kepala Hinoka.


Megumi melangkah maju menuju Shinobu yang terus menahan diri ketika bertarung karena serangan yang ia lakukan terasa begitu lemah sampai serangan yang sempat mengenai tubuhnya tadi itu terletak di bagian yang dapat di tahan dengan mudah.


"Dan untukmu, Shinobu... sepertinya kamu harus bisa menyadari perbedaan lawan yang harus kau bunuh dan biarkan." Kata Megumi.


"Jika kamu terus menahan diri seperti itu maka musuhmu bisa saja tidak memberi dirimu kesempatan untuk menunjukkan kekuatan aslimu itu..."


"...kamu tidak perlu takut untuk melukai mereka yang sudah melakukan kesalahan atau suatu kejahatan."


"Kita bangsa Legenda tidak memandang siapa pun lagi sekarang... karena kita sekarang adalah seorang pemberontak maka pembunuhan adalah jawaban yang benar untuk mereka." Megumi berlutut di hadapan Shinobu selagi memegang kedua bahunya.


"Kejahatan..."


"... pembunuhan..." Shinobu mengatakannya dengan tatapan polos sehingga pikirannya mengolahnya begitu cepat sampai ia mengerti.


"Aku mengerti... aku akan memperbaiki kesalahan itu..."


"Bagus~ Kalau begitu latihan di bubarkan, aku sarankan untuk terus berlatih sampai kalian mendapatkan misi pemberontakan."

__ADS_1


""Baik!""


__ADS_2