
Ledakan itu mampu membasmi beberapa pasukan yang berada di sekitarnya, untungnya tidak ada satupun pasukan aliansi yang terbunuh karena ledakan itu, semua drone milik Makarov sempat memerintahkan seluruh pasukan aliansi untuk menjauhi dirinya dan Einz karena ledakan yang dahsyat akan melanda angkasa dalam waktu yang dekat.
Asap-asap hitam mampu membuat mereka semua tidak bisa merasakan keberadaan Makarov dan Einz, Rxeonal mulai merasa kesal ketika Einz baru saja terkalahkan oleh Manusia rendahan yang sama sekali tidak bisa mengalahkan dewa atau dewi. Mata-nya kanan-nya mengalami luka abadi dan ia mencoba sekuat mungkin untuk menahan rasa sakit yang membakar matanya.
"Cih, dasar profesor tidak berguna... Kau memilih mati bersama manusia ampas itu!" Kata Rxeonal dengan raut wajah kesal.
Aditya tercengang ketika Makarov meledak bersama Einz di dalam asap-asap itu, keberadaannya tidak bisa ia rasakan sama kali... Kemungkinan besar ledakan tadi mampu membuat Makarov bersama Einz terbunuh. Aditya dengan cepat menyuruh seluruh pasukan medis untuk pergi melakukan investigasi di dalam asap itu.
Ketika beberapa pasukan medis menghampiri asap itu, Makarov terlempar keluar dari dalam ledakan itu dengan tubuh yang dipenuhi dengan luka gores. Armor yang dikenakan Makarov masih ada tetapi sudah hancur karena ledakan tadi, Aditya segera menghampiri Makarov lalu melepas seluruh armor itu dan melihat Makarov yang terlihat puas.
"Hah... hah... hah... Entah kenapa... Takdir kematian-ku... masih jauh sepertinya..." Makarov tersenyum lebar, merasa bersyukur karena armor dan sumber Mana yang tersisa di dalam dirinya mampu menyelamatkan dirinya dari ledakan dahsyat tadi.
"Sepertinya kau masih bersemangat untuk hidup terus dan melihat semesta Touri merdeka ya, orang Rusia... Kau memang hebat." Aditya mulai menghormati aksi Makarov.
"Setan yang menyusahkan tadi sudah terbunuh dengan sepenuhnya karena ledakan tadi, kita tidak perlu lagi merasakan kesusahan yang ditimbulkan oleh setan itu..." Makarov segera menyuruh beberapa pasukan medis untuk memulihkan dirinya secepat mungkin karena sumber Mana-nya sebentar lagi habis, jika habis maka dia tidak akan bisa bernafas di luar angkasa seperti ini.
Walaupun Makarov sudah mengalahkan salah satu pasukan Rxeonal yang sangat penting, perang masih terus berlanjut. Intinya pasukan aliansi masih belum bisa meraih kesempatan untuk menang karena Rxeonal menyuruh seluruh pasukannya untuk membunuh mereka dengan cepat serta ciptakan pasukan baru lainnya dengan kekuatan yang lebih hebat.
***
Clang! Clang! Clang!
Shinku dan Arata saat ini sedang saling bertukar serangan, tidak ada satupun serangan Arata yang mampu mengenai tubuhnya karena buku ini telah melindungi Shinku secara keseluruhan. Serangan kerja sama juga bahkan berakhir sangat gagal karena buku itu dapat menciptakan tentakel merah tajam yang bisa saja menusuk mereka lalu menghisap tubuh mereka sampai kering.
Andrian memegang kedua senapan-nya yaitu [Dual-Dessert Eagle], semua peluru yang diluncurkan melalui kedua senapan-nya tidak mampu untuk melukai Shinku. Korrina dan Ophilia sudah mengincar buku Grimoire itu tetapi berakhir gagal, ketika Korrina mencoba untuk memegang bukunya tubuhnya mulai diserang dengan kesakitan yang sangat pedih.
__ADS_1
"Tidak ada harapan lain..." Kata Korrina, tubuhnya dipenuhi dengan luka dan juga keringat dingin yang mengalir.
"Ternyata dirimu yang memegang God Slayer itu tidak sehebat yang aku kira, ohhh iya... Aku lupa, aku tidak bisa dihentikan karena sudah menguasai buku sihir Crimson!" Shinku tersenyum sinis dan membuat Arata semakin merasa kesal lalu melancarkan beberapa serangan kombinasi yang dapat ditahan menggunakan pedangnya.
Arata melebarkan matanya ketika melihat Shinku dihadapan-nya kini mengalami peningkatan kekuatan cukup tak terbatas hingga membuatnya sedikit bergetar. Andrian mulai memerintah Garuda yang melindungi-nya di belakang untuk menyerang dewa itu.
Garuda itu berdiam diri seakan ikut tertekan dengan pancaran aura Crimson yang dilepas dari seluruh tubuhnya. Sumber Mana Andrian terasa terkuras dengan cepat dan itu membuatnya panik sampai ia segera mengeluarkan dua suntikan yang dapat mengisi kembali Mana-nya yang telah hilang.
"Dia... terlalu kuat..." Kata Alvenius dimana ia berdiri tepat di depan Korrina, mencoba untuk melindunginya.
Garuda yang diperintahkan Andrian untuk menyerang segera melesat ke arah Shinku yang saat ini masih bertarung dengan Arata, dengan cepat Shinku mendorong Arata mundur lalu menatap sesosok Garuda yang melesat menuju arah dirinya. Shinku segera memindahkan buku itu ke depan-nya lalu secara perlahan muncul sebuah energi pedang berwarna merah hitam pekat yang kemudian meluncur menuju perut Garuda itu.
Hanya dengan satu tebasan, dada Garuda itu mendapatkan luka tusuk yang sangat dalam karena pedang berukuran besar dan tajam itu. Garuda itu mengerang kesakitan bahkan sampai membuat Andrian terkejuat, tadinya Garuda yang ia perintah untuk melawan Shinku bisa menang tetapi sekarang ia kalah dengan hanya satu serangan.
Andrian mengepalkan kedua tinjunya melihat Shinku yang benar-benar kuat, Garuda terbunuh dengan begitu saja sampai ia berubah menjadi partikel emas yang terbang menuju arah Andrian lalu merasuki tubuhnya kembali. Nafasnya tersendat dan jantungnya berdetak dengan cepat sampai ia terus mengeluarkan keringat dingin.
"Sayang sekali... Aku mengharapkan lebih dari kalian semua yang mencoba untuk menantang diriku di dunia ini, kalian seharusnya bersyukur bahwa aku tidak memerintah seluruh pasukan terkuat-ku untuk menyerang kalian secara bersamaan karena... Diriku sudah cukup untuk mengalahkan kalian semua." Buku sihir itu kembali melayang dan berputar di atas kepala Shinku.
"Satu menit lagi... Itu adalah waktu kehancuran abadi dimulai untuk semesta yang sangat kalian cintai...!" Kata Shinku dimana ia mengangkat jari telunjuk-nya.
Jari-jari Haruka mulai bergerak ketika mendengar ucapan Shinku yang mengatakan bahwa dimensi ini sebentar lagi akan bergabung dengan Touri, artinya pasukan yang sangat mengerikan dari wilayah Crimson ini sudah pasti akan menimbulkan kehancuran yang besar karena pasukan yang saat ini sedang berperang sudah kehilangan banyak tenaga mereka.
"... ..." Haruka memaksakan seluruh tubuhnya untuk bangun, ia juga ingin segera bisa kembali dan menggunakan sihirnya demi melindungi populasi Touri yang akan dikejutkan dengan serangan Shinku, Haruka sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan semesta Touri ketika wilayah ini bergabung dengan semesta tersebut.
Haruka berusaha tenang untuk membuyarkan rasa terkejutnya, dia lalu membuka kedua matanya dan menatap Rexa yang saat ini sedang mengangkatnya, "Kak..."
__ADS_1
"Haruka...!? Kamu sudah bangun!?" Rexa dan Agfi sontak kaget ketika melihat Haruka yang akhirnya bangun dari pingsan-nya karena sudah berlebihan menggunakan sihir waktu-nya.
Korrina, Arata, Shizen, dan Andrian bersama-sama menyerang Shinku dengan seluruh kekuatan dan tenaga terakhir mereka. Beberapa serangan mengenai tubuh Shinku secara bersamaan tetapi semua serangan itu tidak mampu melukai-nya, mereka semua tiba-tiba merasakan kesakitan yang dahsyat karena aura Crimson Shinku menyelimuti tubuh mereka.
""Arrgggghhhh...!"" Teriak mereka sampai Shinku melepaskan dorongan besar yang melempar mereka ke belakang.
"Waktu bermain sudah habis, mortal...! Bersiap-siaplah untuk menyaksikan kehancuran abadi...!!! Hahahahaha...!!!" Shinku tertawa terbahak-bahak, buka yang ada di atas kepalanya melayang ke atas udara lalu berputar sampai melepaskan petir merah yang membuat wilayah itu berguncang.
Haruka segera menghubungi Makarov dengan menggunakan sihir telepati sampai Makarov bisa mendengar jelas suara Haruka yang terdengar ketakutan juga khawatir karena sebentar lagi Touri akan dilanda dengan kehancuran abadi yang disebabkan oleh Shinku dan pasukan Crimson-nya.
"Segera melaksanakan-nya, Haruka!" Ungkap Makarov dimana ia segera memfokuskan Mana-nya untuk menciptakan laptop yang dapat meluncurkan semua nuklir yang sudah terpasang di Yuutouri. Dengan memasukkan kode nuklir itu, Makarov segera menekan tombol untuk meluncurkan semua nuklir RDS-U yang sudah dipasang oleh seluruh pasukan Rusia.
"Aku harap ini bekerja dengan baik, Haruka..." Kata Makarov dengan senyuman hormat-nya, ia segera mengeluarkan sebuah kristal hijau yang terdapat banyak sekali simbol waktu di dalamnya, dengan menghancurkan kristal tersebut... Seluruh pasukan aliansi diselimuti dengan aura hijau serta simbol-simbol waktu hijau.
Touri mulai berguncang dahsyat karena wilayah Crimson saat ini sedang bersatu dengan inti semesta itu, Makarov bisa mendengar suara peluncuran nuklir itu dan ia bisa melihat jelas nuklir itu yang meluncur menuju batasan Touri.
Wilayah Crimson berhasil bersatu dengan Touri dimana seluruh angkasa yang berwarna hitam dan indah itu berubah menjadi warna merah kehitaman pekat yang membuat mereka terkejut, Shinku muncul di atas angkasa lalu ia melepaskan seluruh pasukannya untuk membasmi pasukan aliansi.
"Sambutlah kami---" Shinku tidak menyelesaikan ucapan-nya karena beberapa nuklir menyambut kedatangan wilayah itu dengan sebuah ledakan dahsyat dan berlebihan.
Semua semesta kecuali Xuusuatouri bersama dengan seluruh populasi-nya terbunuh dengan cara yang tragis karena daya ledakan nuklir itu yang benar-benar sangat menakutkan. Tidak ada satupun makhluk hidup yang selamat kecuali Hikari bersama semesta-nya yang ia lindungi dengan seluruh cahaya suci-nya sampai habis, dengan hasil ia pingsan di dalam semesta itu.
Ledakan-nya masih terus berlanjut bahkan menyebarkan radiasi yang cukup berbahaya, ledakan itu juga sampai menuju Korrina dan membunuh mereka semua dengan cepat... Tidak menyisakan apapun kecuali asap-asap hitam pekat... Keberadaan Shinku dan Rxeonal juga tidak bisa menjamin selamat karena ledakan itu.
Bammmmm...! Bammmm...! Bammmmm...!
__ADS_1