Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 894 - Tubuh Elemental


__ADS_3

Ignatius melepaskan laser api menuju arah Hinoka yang langsung ia sentuh lalu mengubahnya menjadi ledakan, ia melesat maju ke depan lalu menghindari semua serangan yang dilakukan oleh Ignatius.


Hinoka muncul di hadapan Ignatius lalu menunjuk wajahnya menggunakan tapaknya itu, tetapi Ignatius menyerap semua sihir ledakan Hinoka lalu mengubahnya menjadi semburan api yang mementalkan dirinya ke belakang.


Terdapat api yang masih membakar Kisetsu nya, Ignatius dengan mudah melakukan manipulasi terhadap api yang menyebar di seluruh tubuhnya itu sampai tertarik menuju arah Ignatius yang memunculkan pedang api panjang.


Hinoka untungnya menyempatkan waktu untuk menahan serangan itu menggunakan kedua tapaknya, ia melompat ke atas tetapi perutnya menerima satu tendangan dari Ignatius yang langsung membakar punggungnya.


Ignatius menghantam punggung Hinoka menggunakan sikutnya sampai ia terjatuh menuju daratan tetapi sebuah gelombang keluar dari dalamnya bersama Ignatius yang menggerakkan semua letusan itu ke arah Hinoka.


Hinoka langsung meledakkan lahar itu menggunakan kakinya sendiri sehingga Ignatius hanya bisa mengepalkan kedua tinjunya lalu memunculkan dua pedang tajam yang terbakar panas.


Hinoka muncul di hadapannya tetapi perutnya menerima satu tebasan dari Ignatius sehingga ia mulai melancarkan banyak tebasan yang terus mengenai tubuhnya itu, kedua pedang itu juga terus ia putar dan lempar kepada Hinoka.


Lemparan itu mendorongnya mundur lalu mengembalikannya kembali kepada Ignatius yang terus melepaskan serangan kombinasi sampai ia tidak bisa melakukan apapun selain menerima semua itu.


"Brengsek...!!!" Hinoka memasang tatapan mengancam sekarang, ia memegang erat kedua pedang itu lalu meledakkannya.


Tetapi Ignatius menciptakan sabit yang menghantam wajahnya itu lalu melemparnya ke depan sampai Hinoka mulai mengeluarkan banyak batu dari sakunya yang ia lempar ke arah Ignatius.


Ignatius mengeluarkan banyak bola api di belakang punggungnya lalu melepaskan semua itu kepada Hinoka sampai ia terpaksa untuk menghindarinya karena sihir itu terlalu cepat untuk ia fokuskan dengan ledakan Lenergy.


Ignatius melempar sabit itu menuju arah Hinoka yang menciptakan bola energi melalui kakinya, ia menggunakan sihir tersebut sebagai pertahanan atas pelemparan sabit itu.


Namun, Ignatius sudah mundur di belakang Hinoka sampai menebas punggungnya menggunakan sabit lain, ia terjatuh ke dalam lahar lalu melepaskan semua aura yang ia simpan di dalam tubuhnya.


Hinoka melepaskan gelombang energi ledakan menuju arah Ignatius yang langsung memutar sabitnya sampai melancarkan tebasan api yang mengarah kepada Hinoka.


Ia menghindari tebasan api itu lalu terbang keluar dari dalam lahar itu untuk menghajar Ignatius yang sudah membuatnya serius seperti itu tanpa harus menambahkan tarian atau gaya dalam sebuah pertarungan.


Hinoka muncul di belakang Ignatius lalu menahan kedua lengannya sehingga ia berputar ke atas lalu melesat maju menuju arah daratan dengan putaran itu sampai Hinoka membanting puncak kepalanya dengan daratan.


Terjadi ledakan yang melebihi nuklir ketika mereka saling bertabrakan dengan tanah itu, Hinoka melompat ke belakang lalu melihat tubuh Ignatius buang terbakar mulai menipis seketika.


"Sebuah klon yang tercipta melalui api...?!" Hinoka memasang tatapan geram, ia melirik ke belakang sampai wajahnya menerima satu pukulan dari Ignatius yang melemparnya ke belakang.


Ignatius mengangkat kedua lengannya sampai mengeluarkan banyak gelombang lahar yang berputar di belakangnya lalu terlepas menuju arah Hinoka yang baru saja berhasil mendarat dengan aman.


Hinoka membalas serangan itu dengan melepaskan gelombang energi merah yang mengandung ledakan di dalamnya, kedua gelombang itu langsung menabrak dan saling mendorong satu sama lain.


"Pada akhirnya...!!! Dengan kekuatan realitas ledakan itu, kau bukanlah tandingan yang sebenarnya bagi diriku...!!!" Seru Ignatius yang menerima kekuatan tak terbatas sampai gelombang lahar itu terus membesar tanpa henti.

__ADS_1


"Dasar sampah...! Apakah kau mengira dengan satu serangan sudah menjadikan dirimu sebagai pemenang!?" Tanya Hinoka dengan tatapan kesal.


Hinoka menggunakan tangan lainnya untuk melepaskan energi ledakan yang memperbesar gelombang miliknya sampai mendorong sihir Ignatius ke belakang.


"Sudah waktunya untuk turun dari permainan ini, Hinoka...!!!" Ignatius tersenyum jahat lalu ia melepaskan banyak God Lenergy melalui dorongan kedua tapak tangannya yang terbakar.


Gelombang energi Hinoka langsung terbakar dan terserap oleh lahar tersebut, menyebabkan sihir gelombang Ignatius semakin besar sampai menabrak tubuh Hinoka lalu membakarnya.


Gelombang lahar itu langsung menyebabkan ledakan nuklir yang lebih dahsyat dari sebelumnya sampai menghentikan pertarungan Demetrio dan Shinobu karena guncangan besar yang disebabkan karena mereka.


"Menyerah lah... dengan kekuatan seperti itu, kau tidak akan bisa menang." Ignatius menyilangkan kedua lengannya selagi menatap asap hitam yang besar di hadapannya.


Ignatius menunjuk ke depan tetapi terjadi ledakan yang sangat dahsyat lagi disebabkan oleh Hinoka yang masih hidup, ia memasang tatapan kaget ketika kekuatannya meningkatkan pesat karena ledakan itu.


"Setiap hari dalam kehidupanku... apa yang aku inginkan adalah kemurnian terhadap kekuatan ledakan, kau yang seenaknya menerima kekuatan itu melalui kepercayaan..."


"...entah kenapa keberadaanmu membuat diriku muak akan Dewa kalau kekuatan yang mereka dapatkan bukan muri melalui usahanya sendiri!!!" Hinoka melepaskan banyak ledakan di sekelilingnya.


"Apa ini---" Ignatius menahan semua tekanan dan dorongan yang terlepas dari tubuh Hinoka, tubuhnya terus menyebabkan banyak ledakan seperti kembang api.


Tubuhnya tidak menerima rasa sakit atau efek merugikan ketika ia terus meledakkan berbagai macam tempat termasuk dirinya sendiri, melainkan hal itu memberikan dirinya kekuatan yang selalu ia sembunyikan di balik niatnya.


"Semua kekuatan yang sudah kami bangsa Legenda tempa selama seumur hidup penuh dengan latihan yang dicampur dengan tekad usaha keras kami...!!!"


"Sungguh omong kosong, kepercayaan bukanlah segalanya melainkan kekuatan itu sendiri bagi pandangan bangsa Legenda yang dapat mengubah sesuatu!!!"


"Kalah oleh seorang Dewa sepertimu mengartikan aku yang sudah hancur akan harga diriku... termasuk menjadi seorang Idol kuat yang dapat meledakkan hati semua orang dengan penuh kedamaian!" Hinoka melakukan kuda-kuda bertarungnya.


"Wah, wah, aku tidak menyangka kau akan berevolusi seperti ini... tidak seperti sebelumnya, kekuatan yang kau tunjukkan terus menyala seperti ledakan yang terjadi secara permanen." Ignatius tersenyum.


"Kau sudah melakukan kesalahan besar untuk mendorongku sampai titik ini...!!!" Seru Hinoka keras.


"Bangsa Legenda seperti kami akan menghancurkan batasan apapun yang menghalangi dalam situasi menyebalkan...!!! Salah satunya adalah tubuh Elemental sialan itu!!!"


"Aku senang... tidak akan terjadi pertarungan yang adil tanpa itu!" Ignatius melayang ke atas langit lalu menciptakan meteor api besar yang ia lemparkan menuju arah Hinoka.


Hinoka menunjuk ke depan lalu memunculkan bola energi mereka yang melepaskan ledakan menjalar luar ke depan sampai menghapus meteor tersebut lalu mendekati Ignatius yang terus mendorong meteornya.


Kedua tapak Ignatius menyentuh ledakan itu, "Ini bukan apa-apa...!!!"


"Bukan apa-apa, kau bilang!?" Hinoka merapatkan giginya sampai kedua matanya memancarkan cahaya merah yang terus mendorong tubuh Ignatius sampai ia sadar ledakan mulai terjadi dimana-mana sampai menjalar luas padanya.

__ADS_1


Ignatius tidak bisa melarikan diri lagi, ia menerima ledakan merah itu sampai memberikan efek kepada tubuh Elemental nya, Hinoka muncul di hadapan Ignatius yang mencoba untuk memulihkan tubuhnya.


Hinoka langsung memunculkan energi ledakan melalui tapak kirinya yang menyerap semua api dari dalam tubuh Ignatius sampai membentuk kembali wujud aslinya karena wujud Elemental itu sudah terisap dengan bola ledakan.


Setelah itu, Hinoka langsung menghantam wajah Ignatius sampai terpental ke belakang dan wajahnya juga menerima tembakan laser merah tipis yang meledakkan pipinya juga.


Ignatius kembali terbang menuju arah Hinoka lalu melancarkan banyak serangan kepada dirinya, Hinoka terus menghindari semua serangan itu bahkan pukulan yang dilakukan oleh Ignatius hanya memicu ledakan untuk dirinya sendiri.


Hinoka menendang perut Ignatius menggunakan lututnya lalu ia menghantam dadanya menggunakan sikutnya yang dilanjutkan dengan serangan lain yaitu sebuah pukulan yang mengenai wajahnya sampai berdarah.


Hinoka mengakhiri serangan itu dengan memundurkan kaki kanannya lalu meluncurkannya ke depan sampai Ignatius terpental menuju gunung di belakangnya.


Mereka berdua terbang ke atas langit lalu melancarkan beberapa serangan yang berbeda, Ignatius tidak dapat melukainya sama sekali melainkan ia sendiri yang terus terkena serangan yang disebabkan oleh dirinya sendiri sihir lindungan ledakan itu.


Hinoka terus menghajar tubuh Ignatius tanpa henti menggunakan berbagai macam seni bela diri sampai tulang di dalam tubuhnya patah dan remuk termasuk dengan sebagai organ tubuhnya yang mengalami luka lubang hanya dengan pukulan.


"Aku sadar bahwa diriku memang salah untuk menilai dirimu...!!!" Ignatius melepaskan lahar besar dari dalam tanah yang membakar tubuhnya sampai memberikan dirinya kekuatan sementara.


Satu pukulan berhasil mengenai perut Hinoka sampai membakar kain dan perutnya itu, setelah itu punggung melepaskan kobaran api besar sampai ia terpental ke belakang lalu menabrak banyak sekali meteor yang berjatuhan.


Hinoka kembali berdiri dari atas tanah lalu melihat Ignatius melancarkan satu pukulan yang mengenai wajahnya tetapi tidak memberikan efek apapun.


"... ..."


"Bom waktu sedang berjalan... semakin lemah musuhku maka semakin efektif pengubahan realitas menjadi ledakan dahsyat..."


"...dan itu adalah... kau sendiri..." Kata Hinoka yang menurunkan semua kekuatannya sampai Ignatius bisa melihat tubuhnya mengeluarkan banyak asap dan bau dari bubuk mesiu.


"Apa yang kau---" Kedua lengan Ignatius langsung meledak, menyebabkan dirinya untuk menjerit kesakitan tanpa bisa memulihkan kembali kedua lengannya.


"Aaaagggghhh...!!! Apa yang kau lakukan...!?"


"Kau adalah bomnya... karena aku sudah menyebabkan banyak kerusakan kepadamu maka aku tidak melihat masa apapun untuk mengubah dirimu menjadi bom."


"HINOKAAA---" Ketika Ignatius melompat menuju arah Hinoka, mencoba untuk menyerangnya dengan melancarkan beberapa pukulan.


Tubuh Ignatius sudah meledak terlebih dahulu tanpa menyisakan apapun, keberadaannya menghilang seolah-olah eksistensi yang ia miliki sudah hancur seketika sampai asap yang disebabkan oleh ledakan itu juga ikut menghilang.


"Sudah selesai..." Hinoka berlutut di atas tanah dengan tubuh yang mengeluarkan banyak asap.


"Kau sudah melakukan yang terbaik..." Anastasia mendarat di sebelahnya.

__ADS_1


"...Hinoka."


__ADS_2