Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 173 - Manusia Buruk


__ADS_3

"Yeeeyyyyy!!! Ini menyenangkan, Mama!" Kata Haruka sambil memeluk Korrina lebih erat karena kecepatan motor itu mulai melampaui batas, kedua mata Korrina mampu melihat pergerakan semua mobil dan motor yang ada di hadapan-nya berjalan lambat hingga tidak ada satupun manusia yang menyadari-nya kecuali angin yang menghembus kencang.


Hembusan angin besar itu tidak mampu melempar mereka karena Korrina dan Haruka yang sama-sama menggunakan sihir agar mereka tidak terlempar, semua polisi tidak dapat melihat motor yang Korrina kendarai karena kecepatan-nya yang melebihi mereka semua tetapi terdapat beberapa Manusia yang memiliki tingkat mana tinggi menyadari dengan keberadaan Korrina.


"Mama, bukan-nya kita melaju terlalu cepat---" Korrina melebarkan matanya ketika ia lupa untuk menurunkan kecepatan-nya ketika melihat polisi tidur, hasilnya motor itu masih melaju cepat dan menginjak polisi tidur itu hingga mereka terlempar ke atas bersama motor itu.


"... ..." Korrina mencoba untuk tidak panik karena ia segera memerintah Haruka untuk mengundurkan waktu sebelum mereka mengendarai melewati polisi tidur itu, waktu kembali mundur hingga Korrina berhenti seketika di trotoar.


"Mama tadi itu bahaya." Haruka mengembungkan pipi-nya dan Korrina terkekeh kecil sambil menepuk helm-nya, "Setidaknya kita bersenang-senang 'kan?"


"Hmm!" Haruka mengangguk.


Tech mulai memperingati Korrina bahwa Andrian menghubungi dirinya melalui sebuah ponsel, Korrina segera menjawab panggilan itu sambil tertawa, "Ahahaha, motor ini sangat hebat...! Berbeda seperti motor yang pernah aku kendarai di Xuusutouri, boleh aku pinjam motor ini lain kali?"


"Mata-mu! Kami baru saja melihat dirimu terlempar ke atas bersama Haruka karena melewati polisi tidur itu dengan kecepatan maksimal! Untung-nya anakmu tidak terluka, kau ini benar-benar ibu yang sangat baik, Korrina. Kau bahkan menggunakan kesempatan kedua itu untuk bersikap bar-bar!" Sarkas Andrian.


"Hahaha, maaf-maaf... Aku mungkin lupa dengan tujuan kita semua berada disini... Tetapi sepertinya aku menemukan beberapa tempat yang pas untuk kita coba, aku juga tadi melihat sebuah gerobak yang mengeluarkan asap... Asap itu memiliki wangi yang cukup lezat!" Kata Korrina hingga ia bisa melihat mobil Andrian yang melewati dirinya.


"Kami menemukan tempat yang baik, lebih baik kau menyusul kami tetapi dengan kecepatan rata-rata, kau bisa saja menjadi kriminal di Indonesia jika kau mengendarai motor-mu seperti tadi, untungnya polisi tadi tidak memiliki tingkatan mana tinggi untuk bisa merasakan keberadaan dirimu." Kata Andrian.


Korrina mengangguk lalu ia melirik ke belakang dimana Haruka tiba-tiba menghilang entah kemana, "Loh...? Haruka...?" Korrina mulai khawatir, tetapi Tech segera memberitahu dirinya bahwa Haruka pergi tidak jauh dari tempat itu.


Korrina turun dari motor itu, ia baru saja bersikap ceroboh untuk membiarkan motor mahal itu disimpan di tempat yang dipenuhi dengan manusia yang sedang berjalan di trotoar. Korrina tidak mementingkan itu karena Haruka lebih penting dari semua-nya, ia kadang pergi entah kemana dan berakhir di tempat yang sangat jauh.


"Anak itu... Sekali saja aku tidak melihat-nya maka dia---" Korrina melebarkan matanya ketika melihat Haruka yang sedang berbicara dengan tiga manusia yang memiliki pakaian kotor dan rusak, awalnya Korrina hampir mencoba untuk menyerang ketiga manusia itu tetapi berhenti ketika melihat Haruka memberi mereka semua sebuah berlian.


"Terima kasih, anak muda... Semoga anda sukses di masa depan... Semoga anda mendapatkan ilmu yang bermanfaat di masa-masa sekolah-mu." Kata manusia itu, mungkin mereka menyangka Haruka adalah seorang pelajar.

__ADS_1


"Tetapi, nak... Seharusnya kamu tidak boleh memiliki rambut merah seperti itu, itu tidak baik untuk pelajar seperti dirimu." Kata manusia lainnya.


"Tapi rambut merah ini sudah ada sejak aku lahir." Jawab Haruka.


"Kenapa... mereka memiliki pakaian kotor seperti itu di Indonesia...?" Korrina mulai mendekati Haruka, ketiga manusia itu mulai sadar dengan Korrina... Dengan melihat rambut-nya yang merah dan hampir sama seperti Haruka membuat mereka yakin bahwa dirinya adalah ibu dari Haruka.


"Sepertinya anda adalah ibu dari anak hebat ini ya... Terima kasih, dengan berlian pemberian anak-mu ini sepertinya kami dapat memiliki rumah dan pekerjaan kami sendiri, dengan ini kami tidak akan hidup miskin dan susah seperti ini..." Kata manusia itu yang mulai menjabat tangan Korrina.


"Dengan melihat wajah anda dan rambut yang dimiliki oleh anda... Anda sepertinya berasal dari negara lain ya...?"


"Begitulah..."


"Mama, mari kita bawa berlian lain-nya untuk diberikan kepada mereka... Aku tidak tega melihat mereka semua hidup sengsara seperti ini." Haruka mulai menatap Korrina dengan ekspresi yang terlihat memohon, perbuatan Haruka mampu membuat Korrina senang dan bangga karena dia benar-benar membantu seseorang yang membutuhkannya.


"Tentu saja---" Terdengar suara motor Andrian yang mulai melaju cepat, Korrina refleks kaget ketika mendengar suara motor itu yang melaju dengan cepat... Sepertinya motor itu dibawa oleh seseorang dan itu bukan tanda yang baik.


Andrian yang sedang memegang ponsel-nya tiba-tiba mendengar suara knalpot motor-nya, ia mulai melihat sebuah motor yang melaju cepat dan melewati mobil itu, dia juga sempat melihat bahwa seseorang yang mengendarai-nya bukan Korrina tetapi orang lain.


"Motor-ku dicuri...!" Andrian melebarkan matanya.


"Sepertinya kesabaran-ku sudah habis melihat tindakan pencurian lagi, cukup memalukan." Aditya mencoba untuk mengeluarkan sebuah senjata tetapi Ophilia mulai berbicara.


"Lebih baik biarkan Korrina yang bertanggung jawab, tenang saja... Seseorang yang berurusan dengan dia sudah pasti akan menderita." Kata Ophilia.


"Itu benar..." Arata mulai menunjuk Korrina dan Haruka yang sedang lari mengejar motor itu, mereka berlari cukup cepat hingga beberapa manusia mulai kaget ketika melihat kedua Legenda itu lari dengan kecepatan yang sangat tidak normal.


"Kenapa mereka tidak memilih untuk terbang saja?" Tanya Arata.

__ADS_1


"Semesta Yuutouri... Tidak... berbagai kota yang ada di planet Bumi memiliki peraturan itu tersendiri, di kota Yogyakarta ini terdapat sebuah peraturan dimana kita tidak dilarang untuk terbang dan menunjukkan kekuatan atau mana kita sendiri... Terdapat beberapa manusia normal di dunia dan bahkan mereka tidak bisa mengakses sumber Mana." Kata Andrian.


Seorang manusia yang mencuri motor itu melirik ke belakang dan tidak melihat Korrina, sepertinya ia berhasil melarikan diri dengan selamat tanpa harus diketahui oleh polisi juga, tetapi beberapa polisi mulai mengejar manusia itu hingga manusia tersebut menambahkan kecepatan itu untuk berhasil lolos dari semua polisi itu.


Manusia itu berhasil lolos dan bersembunyi di tempat persembunyian dimana beberapa manusia lain yang memakai sebuah masker mulai menyambut manusia yang berhasil mencuri motor mahal tersebut.


"Menarik, sepertinya kau berhasil mencuri motor milik sultan Andrian itu ya..." Kata manusia itu yang mulai menyentuh motor tersebut.


"Diam, uang yang akan dihasilkan oleh motor ini semuanya milikku." Kata manusia yang berhasil mencuri motor tersebut, dia turun dari motor itu.


"Tidak dimana-pun, orang menyebalkan pasti ada ya..." Korrina mulai berbicara, semua manusia itu langsung terkejut dan segera membidik senapan mereka kepada Korrina yang sedang berdiri tepat di depan mereka sambil menyilangkan kedua lengan-nya.


Semua manusia itu langsung menarik pelatuk senapan mereka hingga semua senapan itu meluncurkan beberapa peluru dan mengenai tubuh Korrina, peluru yang terkena tubuh-nya langsung berubah menjadi aura Crimson dan memberi dirinya kekuatan sedikit demi sedikit.


"Dia bukan manusia---" Korrina menjentikan jari-nya hingga semua senapan yang mereka pegang langsung hancur menjadi kepingan kecil.


"Aku adalah Legenda..." Korrina melepas kedua sarung tangan-nya hingga garis merah yang terdapat di kedua tangan-nya mulai menyebar di sekitar lengan-nya dan mampu membuat semua manusia yang ada di depan tidak bisa bergerak.


Arata dan Aditya datang dalam waktu yang cukup terlambat tetapi mereka sempat melihat Korrina yang mengepalkan tinju kanan-nya lalu ia melayangkan sebuah pukulan tepat di perut manusia yang di hadapan-nya hingga tinju-nya yang dipenuhi dengan garis merah itu langsung membuat tubuh manusia itu dipenuhi dengan garis merah yang sama.


"... ...!!!" Korrina melebarkan matanya karena ia dikejutkan dengan kekuatan-nya yang baru itu, manusia yang berada di belakang manusia itu mulai dipenuhi dengan garis merah yang sama hingga mereka menjerit kesakitan lalu meledak dan melepaskan gelombang merah yang meluncur ke atas langit.


"Korrina...! Apa yang kau lakukan...?" Arata terlihat terkejut ketika satu pukulan itu dapat membunuh mereka semua sekaligus.


"A... Aku tidak tahu..." Korrina menatap kedua telapak tangan-nya.


"Aku... terbawa suasana..."

__ADS_1


__ADS_2