
Mereka menghabiskan waktu yang cukup lama di pantai, menikmati sinar matahari, suasana yang damai, berenang, bermain pasir, bermain voli, dan aktivitas lainnya. Sayangnya mereka harus mengakhiri semua itu karena mereka bermain terlalu lama sehingga sekarang sudah sore, matahari hampir terbenam dan mereka memutuskan untuk beristirahat di restoran Arata, Okaho menyuruh pelayannya untuk mengantarkan mereka menuju restoran Arata.
Perjalanan mereka menuju restoran itu cukup panjang, sebagian dari mereka tidur karena lelah menghabiskan waktu di pantai sedangkan Okaho, Kou, Rokuro, dan Asriel masih bangun karena mereka tidak terlalu ingin tidur. Okaho menatap kaca spion dan melihat Kou yang sedang diam, ia terlihat seperti merenung dan Asriel yang duduk di sebelah-nya menyadarinya bahwa Kou sejak ia berhenti berenang ia malah diam dan tidak menunjukkan senyuman-nya itu.
"Kou, kamu baik-baik saja?" Tanya Okaho, Kou mendengar suara Okaho dan ia langsung menatap dirinya lalu tersenyum bahwa dirinya baik-baik saja tetapi Okaho sempat terkejut melihat wajahnya yang terlihat pucat, Asriel merasakan suhu yang panas ketika duduk di sebelah Kou dan ia mulai meraba kening-nya sehingga ia merasakan kening Kou sangat panas.
"Okaho, ini buruk... Kou demam!" Kata Asriel, Rokuro dan Okaho langsung terkejut ketika mendengarnya, mungkin ia hari ini terlalu memaksakan diri untuk bersenang-senang sehingga ia berenang bersama yang lainnya lama juga sampai fisiknya tidak bisa menahannya, pelayan yang sedang menyetir itu sontak kaget dan mulai panik sehingga ia berencana untuk mengantar Kou menuju rumah sakit tetapi Okaho menolaknya karena tidak ada dokter yang dapat menyembuhkan demamnya.
"Ini hanya demam yang selalu ia alami setiap ia kelelahan, Kou... jangan memaksakan diri lagi ya?" Ucap Okaho, Kou menjawabnya dengan anggukan lalu ia mulai menatap keluar untuk melihat pemandangan, "Dia setiap hari seperti ini? Demam atau semacamnya?" Tanya Rokuro.
"Bukan demam yang serius, jika dia terlalu lama menyia-nyiakan tenaganya dan bersenang-senang sampai lelah maka ia akan demam. Itu semua karena faktor fisiknya yang lemah itu, dia akan membaik ketika beristirahat dan tidur, apakah Ayahmu bisa memasak bubur yang lezat agar Kou bisa merasa lebih baik lagi?" Tanya Okaho.
"Kau baru saja meremehkan Ayah, tidak ada yang bisa ia masak dan aku jamin Kou akan langsung sembuh ketika makan bubur itu." Jawab Rokuro, mereka hanya perlu menunggu sampai di restoran untuk memesan sebuah bubur untuk Kou.
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di restoran Arata, pelayan itu mulai membuka semua pintu mobil itu dan Asriel mencoba untuk mengajak Kou berdiri tetapi ia tidak bisa karena tubuhnya yang lemas, Okaho mendekati dirinya lalu ia menggendong-nya karena ketika ia deman, ia tidak bisa melakukan apapun kecuali diam sambil merenung. Mereka semua masuk ke dalam restoran itu, Minami yang lainnya sudah mengetahui soal Kou yang demam sehingga mereka merasa bersalah karena sudah mengajak-nya untuk bermain.
__ADS_1
Arata dan Ophilia melihat Minami dan yang lainnya masuk ke dalam restoran, Ophilia merasa sangat senang melihat anak-anak berkunjung untuk makan tetapi ia merasakan sesuatu yang salah dimana ia melihat Kou yang sedang memeluk Okaho sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat tidak enak, "Okaho, ada apa dengan Kou?!" Tanya Ophilia.
"Dia sakit... tolong siapkan bubur untuknya." Kata Okaho, Arata mendengarnya lalu ia mulai mempersiapkan bubur yang sangat berkualitas untuk Kou. Mereka juga memesan beberapa hidangan untuk makan malam, Okaho menempati Kou di sebelah-nya lalu Kou mulai bersandar di lengan kanan Okaho dan memejamkan kedua matanya, "Kenapa bisa terjadi seperti ini?"
"Tidak perlu panik... ini hanya disebabkan oleh fisik lemahnya saja, ini demam biasa kok..." Jawab Okaho.
"Tapi... malang sekali Kou bisa demam sepanas ini, Korrina juga bahkan tidak disini untuk menemani dirinya." Ophilia benar-benar panik karena ia sudah berbicara dengan Korrina untuk melindungi dan menjaga Kou tetapi ia gagal karena sekarang ia malah demam, "Tenang saja... semuanya akan baik-baik saja ketika ia memakan bubur buatan Arata lalu tidur."
Beberapa menit kemudian, mereka menikmati makan malam mereka yang di siapkan oleh Arata dan Ophilia saat ini sedang membantu Kou untuk menghabiskan bubur itu, setelah mereka menyelesaikan makan malam Okaho menyuruh pelayannya untuk memesan beberapa mobil agar mereka bisa pulang. Minami mulai memaksa Okaho, ia ingin menginap di rumah karena ia selalu saja tidur sendiri di rumahnya.
Ophilia mengangguk lalu Arata mulai menatap Okaho dengan tatapan serius, "Jaga adikmu dengan benar, Okaho. Jangan sampai dia demam lagi." Kata Arata dan Okaho langsung mengangguk, ia menggendong Kou lalu berjalan pergi keluar dari restoran itu bersama Minami yang sedang mendorong kursi roda Haruka.
Mereka masuk ke dalam mobil dan dalam perjalanan pulang, Minami meminta maaf kepada Okaho beberapa kali bahwa ia sendiri yang mengajak Kou untuk berenang. Okaho menganggap dirinya tidak bersalah karena Kou sendiri yang berkehendak untuk bermain dan berenang jadi ini bukan salah siapapun, Minami seperti biasanya akan menginap karena ia tidak mau tidur sendirian di rumahnya itu karena Shira dan Megumi seperti biasanya berdatang di luar semesta.
Ketika mereka sampai di rumah Korrina, Okaho baru saja diberitahu oleh seorang pelayan bahwa mesin pemulihan itu sudah tiba, ia sontak kaget mendengarnya dan langsung bergegas menuju lantai 10 untuk menempati Kou di atas kasur agar ia bisa tidur nyenyak disana dan Honoka akan menemani dirinya, setelah itu ia bergegas menuju lantai 8 dan melihat mesin pemulihan itu yang sudah siap untuk digunakan.
__ADS_1
"Jadi ini mesin pemulihan yang kau bicarakan waktu itu, nya?" Tanya Minami.
"Ya... sudah saatnya kita maju dan melanjutkan rencana ini, Minami!" Okaho mendekati mesin tersebut lalu ia membuka tabung-nya, Minami sontak kaget ketika melihat air di dalamnya tidak tumpah, sepertinya air itu benar-benar ajaib dan spesial. Minami mendekati kursi roda itu dengan Okaho lalu Okaho pelan-pelan mengangkat tubuh Haruka dan memasukkan dirinya ke dalam tabung itu, setelah itu ia memasang beberapa kabel di setiap tubuhnya sehingga selang itu mulai memasukkan beberapa cairan ke dalam tubuh Haruka.
Minami terlihat kebingungan ketika Okaho mengutak-atik mesin tersebut, Minami hanya bisa diam karena ia tidak mau mengganggu Okaho yang sedang melakukan sesuatu yang rumit. Okaho memasang sebuah masker yang terpasang dengan selang besar, ia mulai memasang masker itu di mulut Haruka sehingga selang itu mulai memasukkan beberapa cairan ke dalam tubuhnya. Semuanya selesai dan Okaho keluar dari dalam tabung tersebut lalu menutupnya kembali.
"Sentuhan terakhir..." Okaho mulai menekan beberapa tombol di mesin itu lalu Minami melihat sebuah lubang besar di mesin itu dimana Okaho memasukkan beberapa kristal waktu ke dalam lubang tersebut sehingga tabung itu mulai memancarkan cahaya hijau, Minami melihat Haruka perlahan-lahan memejamkan kedua matanya dan Okaho langsung menghela nafas penuh dengan kelegaan bahwa semuanya berhasil.
"Berhasil...!!! Berhasil!!! Berhasil, berhasil!!!" Okaho dan Minami mulai merayakannya bersama sehingga mereka saling berpelukan, setelah itu Okaho mendorongnya dan tersenyum lebar ketika melihat Haruka akhirnya mengalami masa pemulihan yang baik dan benar, "Kita hanya perlu menunggu sampai Realm of Time kembali pulih... kita membutuhkan banyak benda yang berkaitan dengan waktu."
"Memasukkan jam tidak bisa,nya?" Tanya Minami.
"Tentu saja tidak bodoh, jam itu tidak mengandung sihir waktu di dalamnya jadi kita harus mengambilnya secara langsung di Realm of Time itu sendiri." Okaho dan Minami pergi meninggalkan lantai 8 untuk kembali menuju lantai 10, mereka sekarang hanya perlu beristirahat untuk hari ini sehingga Minami menyarankan tidur bersama sambil menemani Kou yang sedang sakit.
"Kau menyarankan sesuatu yang tidak bodoh, baiklah, kita coba cari itu!"
__ADS_1
"Meow~"