
Shinobu dan Shinji mulai saling berhadapan hanya untuk memberikan Shinobu sedikit tantangan agar ia bisa memperlihatkan hasil yang sudah ia capai selama tiga Minggu.
Hanya tersisa beberapa hari lagi sebelum Ragnarok di mulai, dan Shinobu bisa dikatakan cukup siap ketika ia berhasil mengendalikan berbagai macam kekuatan emas salah satunya adalah Golden Spirit.
"Maju, Shinobu Koneko!" Shinji melakukan kuda-kuda bertarungnya lalu pandangannya tidak bisa menangkap kecepatan murni Shinobu yang bergerak secara nol detik sampai menghantam wajahnya itu.
"Ugghhh...!!! Di-Dia cepat sekali!!!" Shinji dikejutkan dengan kecepatan murni Shinobu dimana ia sudah menghilang tanpa sepengetahuan dirinya karena ia sekarang sudah berada di belakangnya.
Ketika Shinji menoleh ke belakang tubuhnya menerima sebuah aura emas dimana ia dapat merasakan seluruh kekuatan dan Lenergy di dalam tubuhnya berpisah sampai terlepas secara paksa.
"Golden Spirit!!!" Shinobu menarik seluruh kekuatan dan Lenergy milik Shinji lalu melepaskannya di luar sehingga tubuhnya melemah sampai ia terjatuh di atas tanah dengan kondisi tubuhnya yang dingin.
Hampir seperti wadah tanpa mayat apapun karena Shinobu menggunakan Golden Spirit untuk mengeluarkan semua itu, salah satunya adalah julukan Shinji yaitu seorang Dewa agung cahaya telah diturunkan.
Shira mengangkat kedua alisnya ketika Shinobu berhasil memberikan [downgrade] terbesar hanya dengan menggunakan Golden Spirit dimana julukan Shinji sebagai Dewa agung telah tercabut.
Tetapi Shinobu langsung memberikannya kembali sehingga ia bisa menggerakkan tubuhnya lagi, "Kamu memang sudah berkembang pesat, sekarang Golden Spirit telah sepenuhnya dikuasai olehmu."
Shinobu menatap kedua tapaknya lalu ia tersenyum puas karena dirinya sekarang bisa melakukan berbagai macam hal menggunakan Golden Spirit, "Koneko membutuhkan istirahat selama satu hari saja untuk mengistirahatkan tubuh."
"Tetapi sebelum itu kau perlu ikut denganku terlebih dahulu, semua perjuangan yang kamu tunjukkan padaku perlu menerima sebuah hadiah yang menarik." Shira melayang ke atas langit.
Shinobu mengangguk lalu ia mengikuti Shira dari belakang hanya untuk melihat dirinya yang mencoba membawa Shinobu menuju sebuah kuil cahaya yang terlihat dari jarak jauh.
"Kuil cahaya...?"
"Ya, aku ingin memberikan beberapa barang warisan yang di tinggalkan oleh banyak sekali keturunan Shiratori yang sudah berjuang untuk melindungi Touriverse."
Beberapa menit kemudian, mereka berdua mendarat di dalam kuil itu sampai mereka disambut dengan banyak sekali cahaya berwarna putih yang menghalangi pandangan karena terlalu silau untuk sekejap.
Aslinya isi ruangan dari kuil itu sangat kotor sampai dipenuhi jaring laba-laba emas, tetapi kedatangan mereka mampu melepaskan cahaya murni yang mampu untuk memberikan kebersihan.
Shira dapat melihat banyak sekali tulisan yang terukir oleh banyak sekali Shiratori, "Semua tulisan yang kau lihat dihasilkan dari seluruh keturunan Shiratori yang sudah pernah berlatih di Realm of Light..."
Semua tulisan itu bisa dibilang cukup rapi dan berbaris sampai ia menyentuh sebuah tembok dimana Shira mengukir namanya sendiri tanpa menggunakan aksara Legenda latin sama sekali.
"Semua tulisan terlihat begitu kuno karena aksara dari latin Legenda, tetapi kenapa Kakek memilih untuk menggunakan tulisan biasa?" Tanya Shinobu yang terlihat penasaran.
"Su-Sudahlah jangan memikirkan hal tidak berguna seperti itu, yang paling penting adalah namamu terpajang dalam tembok dimana sejarah tercatat dari seluruh Shiratori yang ada."
Shinobu melihat sebuah tembok bersih di sebelah Shira lalu ia menumbuhkan kuku emas tajam di bagian jari telunjuknya hanya untuk mengukir namanya dengan aksara latin Legenda.
Tulisan itu memancarkan cahaya yang langsung fokus menuju arah pilar di tengah kuil itu, seluruh nama juga mulai memancarkan pilar itu sampai mereka bisa merasakan guncangan besar di dalam kuil tersebut.
"Apa yang terjadi...?"
__ADS_1
"Semua Shiratori pertama sampai yang terakhir telah memberikan warisan yang mereka tinggalkan kepada dirimu..."
"...Shinobu Koneko, kamu memiliki tanggung jawab besar untuk menerima semua itu." Shira mulai pilar itu terbelah menjadi dua sampai mereka berdua dapat melihat sebuah buku emas di dalamnya.
"Whoaaaa...!!!" Shinobu memasang tatapan yang terbinar-binar ketika mengetahui isi dari pilar tersebut adalah Grimoire of Light yang dapat ia pelajari untuk menguasai segala sihir cahaya.
"Kau pantas untuk memiliki buku tersebut, Shinobu..."
"...aku sendiri tidak begitu siap untuk menerimanya tetapi aku yakin buku itu akan selalu aman ketika berada pada tanganmu itu." Ucap Shira yang melihat Shinobu mengambil Grimoire itu
Grimoire tersebut melepaskan cahaya besar yang terserap ke dalam tubuh Shinobu sampai kedua pupilnya sempat berubah menjadi silver tetapi langsung kembali dalam sekejap.
"Terima kasih, Kakek! Dengan ini aku bisa mempelajari berbagai macam sihir cahaya yang berkemungkinan untuk menyebabkan diriku menjadi perwujudan dari cahaya itu sendiri."
"Ahh, kau sudah berpikir cukup jauh sampai titik itu ya? Dimana kau tidak akan bisa mati selama cahaya masih ada atau bisa dibilang sebagai Embodiment of Light."
Shinobu mulai membuka isi buku itu satu per satu sampai ia telah meraih informasi baru secara sepenuhnya, setelah itu Shira memeluk bahu cucunya hanya untuk memperlihatkan sebuah pedang di atas pilar itu.
Shinobu menoleh ke atas lalu ia melebarkan matanya ketika melihat sebuah gagang pedang dengan bilahnya yang menusuk cukup dalam, "Hanya kau yang bisa menarik keluar rapi tersebut lalu menjadi Legenda yang hebat."
Shinobu melayang ke atas hanya untuk menyentuh gagang pedang itu sampai menggenggamnya dengan sekuat tenaga untuk menariknya keluar tanpa masalah apapun karena ia sudah terpilih.
Rapier itu sudah sepenuhnya terlepas dari pilar itu sampai memberikan cahaya berkah untuk Shinobu, bilahnya juga mulai bersinar emas karena kembali terpenuhi dengan kekuatan cahaya yang murni.
"Nama dari Rapier itu bisa disebut sebagai Light's Origin, sesosok pedang yang melahirkan cahaya itu sendiri demi bisa mengendalikan semuanya secara stabil..."
"Rapier itu akan membantu dirimu untuk menguasai dan mengontrol kekuatan atau kemampuan cahaya agar kau bisa bersatu dengannya secara sempurna sampai menjadi perwujudan cahaya itu sendiri."
Shinobu mengangkat Rapier itu ke atas langit lalu ia mencoba untuk melancarkan sampai dirinya dikejutkan dengan banyak sekali kekuatan cahaya yang murni.
"He-Hebat sekali... Koneko dapat... merasakan banyak sekali cahaya yang begitu murni sampai aku tidak sabar untuk menguasainya lebih jauh lagi!" Shinobu tersenyum lebar.
Shira hanya bisa tersenyum bangga ketika melihat Shinobu telah menerima kedua senjata yang dapat ia gunakan dalam medan perang untuk bisa mengamankan kemenangan dari Touriverse.
"Kamu memang kidal ya dalam menggunakan senjata." Shira melihat Shinobu memegang Rapier itu menggunakan tangan kirinya.
"Be-Begitulah... tetapi sekarang aku akan menggunakan dua senjata yaitu Rapier emas ini bersamaan dengan Keris pemberian Mama." Shinobu memuat Rapier itu sampai diselimuti dengan sarung emas.
Shinobu menyimpan Rapier tersebut di pinggangnya lalu ia mengubah Grimoire itu menjadi sebuah daun yang dapat ia ubah kembali untuk dibaca nanti malam ketiak mengistirahatkan tubuhnya sendiri.
"Satu hari..." Shira mengangkat jarinya hanya untuk memberikan Shinobu izin beristirahat lalu sisanya kembali berlatih agar bisa menerima banyak persiapan ketika perang Akbar dimulai.
***
Shinobu telah tiba di dalam ruangan bawah tanah karena ia harus aja mendapatkan izin dari Shira untuk beristirahat, alasan tersebut ia gunakan untuk mempelajari Grimoire of Light.
__ADS_1
Hanya dengan menghabiskan waktu beberapa menit saja Shinobu sudah mengetahui isi buku dari Grimoire itu sampai ia mulai bekerja dengan mengenakan kacamata lalu menulis buku replika dari Grimoire tersebut.
Jika ia berhasil menciptakan buku sihir yang tidak memiliki kekurangan apapun maka dirinya dapat memberikan buku tersebut kepada yang membutuhkan seperti Shira, Shinji, dan Megumi saat ini.
Pekerjaan itu tidak menghabiskan waktu cukup lama karena Shinobu berhasil melakukannya lagi sehingga ia terus bekerja dan bekerja dengan melakukan eksperimen baru.
"Seperti biasanya Anda sudah bekerja keras sampai menciptakan berbagai macam hal yang menarik, putri kecil." Puji Cyber.
"Terima kasih~" Shinobu menarik keluar Rapier itu lalu ia memperhatikannya sekali lagi sampai belati dari Rapier tersebut terus memunculkan cahaya emas.
"Kalau begitu... Koneko akan berjuang untuk menciptakan sesuatu yang baru." Shinobu mengingat Golden Spirit dapat membantu dirinya untuk menggabungkan sesuatu.
Shinobu mengambil Keris yang tergeletak di atas tanah lalu ia mencoba untuk mendekati kedua senjata itu yang saling mendorong seperti magnet, "Hampir seperti yin dan yang ya..."
Shinobu mencoba untuk menggabungkan kedua senjata itu tetapi pikirannya secara refleks menghentikan dirinya untuk melakukan hal gila tersebut.
"Masih belum bisa, kalau begitu aku urusi yang lain saja." Shinobu menghampiri ruangan eksperimen untuk memeriksa Eldritch.
Pikirannya tadi sempat memperingati dirinya untuk tidak menggabungkan kedua pedang itu sampai tubuhnya refleks menghentikan perbuatannya itu hampir sama seperti Manusia menyentuh sesuatu yang panas dimana tangan mereka akan mundur dengan cepat.
Kali ini Shinobu mengerjakan eksperimen yang mempermainkan keseimbangan tetapi ia tidak peduli karena tujuan utamanya adalah meraih kedamaian lalu kebebasan agar tidak terikat dengan layer.
"Dengan kemampuan adaptif dari seekor Giblis dan kemampuan pemulihan instan dari Eldritch berkelas seperti Eo." Shinobu mengatakan selagi menyentuh beberapa layar virtual di hadapannya.
Eksperimen yang ia lakukan benar-benar gila sampai dirinya tidak perlu memikirkan dua kali untuk melakukannya karena Shinobu memiliki banyak waktu bebas untuk belajar dan mempelajari sesuatu yang baru.
Shinobu mengulurkan kedua lengannya menuju arah yang berlawanan dimana jari-jarinya menyentuh beberapa anggota tubuh dari Giblis dan Eldritch yang berbentuk seperti Eo'syl.
"Cyber, bisakah kamu membagi DNA Eo ke dalam beberapa Giblis?" Perintah Shinobu yang mulai menggerakkan kedua lengannya menuju arah satu sama lain sampai layer di depannya bergabung.
"Proses di mulai..."
Penggabungan DNA Eldritch ke dalam tubuh Giblis dimulai secara proses, Shinobu mulai memperhatikannya dengan ekspresi serius karena pasukan gabungan dari Eldritch dan Giblis sudah pasti akan sangat membantu.
"Kelahiran baru selesai."
Shinobu melebarkan matanya ketika ia berhasil menciptakan sesuatu yang begitu berbahaya yaitu gabungan Giblis dan Eldritch menjadi satu, hasilnya bisa dibilang memuaskan dalam satu cobaan.
Shinobu langsung duduk di atas kursi dengan ekspresi yang kagum terhadap kecerdasannya sendiri, "Aku memang terlalu berbahaya jika sudah iseng seperti ini..."
"Anda berhasil menciptakan makhluk baru, kelima Giblis yang dijadikan sebagai percobaan itu tidak bisa lagi disebut sebagai Giblis alami, putri kecil."
"Anda ingin menamakan penemuan ini dengan sebutan apa, putri kecil?"
Shinobu bangkit dari atas kursinya hanya untuk melihat secara langsung mutasi dari Giblis dan Eldritch yang bergabung di dalam ruangan paling dalam yang dijadikan sebagai percobaan.
__ADS_1
"Anu, Koneko akan menamainya dengan sebutan..."
"...Gildritch."