Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 188 - Mengubah Rencana


__ADS_3

Seluruh murid Korrina beristirahat sebentar di dalam asrama mereka sambil menikmati game dan makanan lezat yang sudah disediakan, tidak ada lagi latihan dan tugas yang harus mereka laksanakan karena mereka sudah sepenuh-nya yakin untuk bisa memenangkan persaingan itu, Hana dan Honoka mereka hanya duduk di atas kasur sambil membaca buku fantasi.


Haruka bermalas-malasan di atas lantai sambil bermain game, mulut-nya dipenuhi makanan hingga ia benar-benar tidak mau berdiri dari atas lantai karena tubuhnya terasa lelah melakukan latih tanding bersama Rokuro. Lapangan dipenuhi dengan murid-murid yang sedang bertanding soal kecepatan.


Minami menantang mereka semua untuk balap lari bersama diri-nya karena dia sudah memiliki kepercayaan tinggi terhadap dirinya sendiri bahwa ia dapat mengalahkan mereka semua bersama Marie, walaupun kedua kaki mereka terikat oleh rantai yang sangat ketat... Mereka masih belum bisa dikalahkan oleh murid apapun.


Asriel berjumpa untuk menemui Mitsuki karena dia mendapatkan satu materi yang masih belum ia mengerti, mereka berdua mempelajari materi itu bersama-sama di dalam kamar Haruka dan Haruka sudah beberapa kali dihubungi oleh Rokuro untuk latih tanding lagi tetapi Haruka menolak karena ia sedang tidak mau bertarung.


Kehidupan sehari-hari yang cukup damai, Korrina tidak memiliki materi lagi untuk disampaikan kepada mereka karena mereka harus fokus dengan satu tujuan yaitu membawa akademi Yuzu menuju tingkat tinggi. Korrina datang mengunjungi mereka semua dengan sebuah formulir yang ia bawa di ruang guru.


"Anak-anak, sepertinya ada sesuatu yang berubah soal persaingan ini... Kelima akademi yang berada tingkat tinggi itu memilih untuk melarikan diri hingga apa yang mereka pilih adalah mengundurkan diri. Murid-murid terbaik yang miliki telah kalah oleh dua akademi yang sangat diremehkan." Korrina menempati formulir itu di atas lantai hingga semua murid itu menatap-nya dengan ekspresi yang kaget.


"Ada apa dengan formulir ini, Korrina...?" Tanya Asriel.


"Murid-murid terbaik dari setiap akademi yang ada di tingkat tinggi telah sepenuhnya kalah... Salah satu dari mereka dibunuh dan terluka cukup parah oleh murid yang berasal dari dua akademi ini... Akademi Haiste dan Xuu." Korrina mulai menjelaskan tentang kedua akademi itu yang benar-benar diremehkan, dulunya kedua akademi itu sangat jelek sekali karena fasilitas dan guru-nya yang terlalu malas.


Formulir itu menunjukkan sebuah gambar, di gambar itu terdapat dua murid yang telah membunuh murid terbaik yang ada di akademi tersebut... Mereka bisa dicap sebagai kriminal tetapi karena kekuatan mereka... tidak ada satupun orang yang ingin berurusan dengan mereka, mereka hanya ingin berubah ketika seseorang yang jauh lebih kuat dari mereka bisa mengalahkan mereka sendiri.


"Kenapa... Mama tidak melawan mereka...?" Tanya Honoka.

__ADS_1


"Bukannya ini kesempatan yang sangat cocok untuk kalian semua? Kalian dapat menunjukkan akademi Yuzu ini lebih tinggi lagi dengan mengalahkan murid-murid dari akademi Haiste dan Xuu!" Korrina tersenyum sambil membelai rambut Honoka.


"Jika mereka dapat membunuh murid terbaik di setiap akademi yang berada di tingkat paling tinggi maka... mereka pasti bukan musuh yang harus kita remehkan begitu saja, aku tidak akan pernah memaafkan mereka jika mereka sudah melakukan sesuatu yang tidak bisa dimaafkan saja." Rokuro mengepalkan kedua tinju-nya.


"Itu benar... Apa yang mereka maksud tentang berubah...? Mereka melakukan sesuatu yang berada di luar batas, dasar bodoh!!!" Haruka meninju lantai sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal.


"Tenangkan diri-mu, Haruru." Kata Hana, ia mencoba untuk menenangkan Haruka yang benar-benar terlihat kesal.


Rencana tentang persaingan itu langsung diubah oleh Korrina karena kepala akademi dari kedua akademi itu telah menantang akademi Yuzu untuk mengikuti persaingan, yang kalah akan mengorbankan sesuatu dan yang menang akan menginjak tingkat akademi paling tinggi hingga seluruh murid diwajibkan untuk masuk ke dalam akademi tersebut.


Korrina juga mulai mengkhawatirkan sesuatu tentang murid-nya sendiri, ia tidak mau mereka terluka secara kritis karena murid-murid itu... Ia pernah mendengar bahwa salah satu murid dari akademi tingkat lima besar itu tidak bisa bergerak dan bahkan berbicara, itu cukup membuat diri-nya merasa khawatir terhadap persaingan tersebut.


Korrina mendapatkan beberapa rekaman tentang murid yang berasal dari akademi Xuu, ia memainkan rekaman itu dengan menyuruh Tech hingga sebuah layar virtual yang besar di depan mereka semua... layar virtual itu menunjukkan rekaman seorang murid yang berhasil menghancurkan tulang-tulang murid dari akademi tingkat pertama dengan cepat.


Hanya menghabiskan lima menit saja... murid dari akademi tingkat pertama itu langsung kalah hingga dibawa ke ruangan pemulihan, tidak ada peraturan apapun karena murid dari akademi Xuu-lah yang pertama untuk menantang mereka dan dengan arogan-nya menerima tantangan itu tanpa harus menerapkan peraturan apapun.


"Jika kita bersaing melawan kedua akademi itu... Apakah akan ada peraturan...? Aku takut harus melawan mereka semua dengan cara yang kasar." Kata Marie.


"Aku tidak tahu... Aku hanya harus berharap lebih kepada kalian semua untuk berhati-hati ketika bersaing, kepala akademi itu mengatakan sesuatu tentang menyelesaikan-nya dengan cara yang adil tanpa harus memberitahu siapapun. Harga diri seorang Legenda itu mutlak jadi kita harus menerima tantangan mereka." Korrina mulai menutup layar besar itu.

__ADS_1


"Kalian harus bisa berlatih lebih keras lagi karena Bu Reslaine memberitahu-ku tes persaingan akan dimulai esok hari... Intinya Rokuro dan Haruka harus benar-benar siap untuk melawan murid-murid yang ada di akademi itu---"


"Aku akan melawan mereka semua, Mama... Dalam segi apapun, aku akan selalu menerima mereka semua untuk menjadi samsak tinju-ku!" Kata Haruka yang mulai bangkit dari atas lantai lalu ia pergi meninggalkan ruangan itu untuk berlatih.


"Jika Haruka mengatakan-nya seperti itu maka aku juga akan melakukannya... Mereka pantas untuk menerima siksaan karena sudah membunuh seseorang." Rokuro mengepalkan kedua tinju-nya lalu ia pergi meninggalkan ruangan itu.


Murid yang tersisa terlihat gugup untuk bersaing dengan kedua akademi itu, Korrina segera menyemangati mereka semua dengan senyuman yang sangat lembut... semuanya akan baik-baik saja karena dirinya sendiri sebagai guru akan melindungi mereka semua dari segala bahaya yang mencoba untuk melukai mereka semua.


Sisa murid yang lain-nya tidak perlu mengkhawatirkan tentang murid yang berbahaya itu, tetapi persaingan kerja sama mungkin saja harus Korrina latih lebih lama lagi agar mereka berdua bisa saling melindungi satu sama lain.


"Hana... Honoka, mulai sekarang kalian akan aku latihan sebisa-ku sampai kalian benar-benar siap untuk menghadapi murid-murid sialan itu!"


"Tentu saja, Korrina...!" Kata Hana sambil menundukkan kepala-nya.


Honoka menghampiri Korrina lalu ia naik ke atas tubuh-nya, "Sayang Mama... Honoka takut..."


"Tidak ada yang harus ditakutkan kok, aku yakin Honoka pasti akan bisa membawa Yuzu ke puncak kebanggaan untuk kita semua. Honoka dan Hana adalah pasangan yang sangat cocok untuk mengikuti persaingan kerja sama itu"


""Benar...!!!""

__ADS_1


Melihat semua murid itu yang bersemangat membuat Honoka tersenyum, "Aku... akan melakukan yang terbaik..."


__ADS_2