Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 122 - Time Vs Dimension


__ADS_3

Bunyi keras terdengar pada saat Mortem dan Haruka sama-sama melancarkan serangan tinju yang saling berbenturan. Gelombang Crimson dan Sacred mulai tercipta dari kedua benturan tersebut begitu dahsyat hingga planet itu bergetar sesaat. Saat Mortem menendang Haruka ke belakang ia mulai membelah dimensi dan menciptakan sebuah pedang dari celah dimensi itu.


"... ...!" Haruka melebarkan mata-nya sehingga jarum jam-nya berhenti seketika, ia menggunakan sihir waktu untuk menghentikan waktu selama lima detik. Dalam lima detik itu Haruka melancarkan serangan tinju bertubi-tubi yang sudah diselimuti dengan aura Crimson.


Ketika jarum jam Haruka bergerak kembali, Mortem terdorong beberapa meter ke belakang dengan ekspresi yang terlihat kesal karena sihir waktu Haruka sangatlah kuat, berbeda dari sihir waktu ketika dia berada di wujud remaja dan kecil. Mortem mencoba untuk menyerang Haruka menggunakan ilusi sekarang agar sihir waktu-nya mengenai ilusinya sendiri.


Ketika Haruka mencoba untuk menggunakan sihir waktu yang dapat menghentikan waktu, ilusi Mortem-lah yang terkena sihir itu sampai Mortem tiba di belakang Haruka dan melepaskan gelombang [Final Shine Attack] sampai Haruka terpental ke depan dengan ekspresi yang terlihat kesal.


"Akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa mengalahkan Kakak-mu, Haruka."


"Jangan meremehkan diriku."


Haruka menggunakan sihir waktu-nya lagi, kali ini ia menggunakan [Time Leap], sihir lompatan waktu dimana Mortem tidak akan bisa melihat Haruka selama lima detik. Ketika lima detik terlalui seluruh tubuh Mortem terasa seperti diserang oleh pukulan yang bertubi-tubi. Haruka muncul kembali di depan-nya dan ia segera melesat menuju arah Mortem untuk menghantam perut-nya.


Mortem kembali terpental puluhan meter sambil menabrak banyak pepohonan hingga roboh. Dia terjatuh tergeletak di tanah, tubuhnya serasa remuk, dia mulai kesulitan untuk bangkit entah kenapa. Haruka menghampiri Mortem selagi menunjuk-nya menggunakan kedua telapak tangan-nya.


"Time-Lag" Tubuh Mortem terasa berat, ia mencoba sekuat mungkin untuk menghancurkan sihir yang dapat memperlambat dirinya. 


"Sacred Immunity!" Tubuh Mortem memancarkan cahaya suci sampai sihir waktu Haruka hancur, Mortem kembali menyerang Haruka dengan kedua tinju-nya dan ia menunggu momentum dimana Haruka menggunakan sihir waktu-nya lagi.


Ketika Mortem mundur ke belakang dan menggunakan sihir ilusi kembaran-nya yang menyerang Haruka, Haruka segera menggunakan sihir menghentikan waktu [Time-Stop]. Ketika Haruka mencoba untuk menyerang Mortem yang asli ia tiba-tiba melihat celah-celah dimensi di sekitarnya yang sudah terbuka dengan lebar.


"Jadi inikah...? Kemampuan baru-mu...?" Haruka mencoba untuk mengejar Mortem tetapi Mortem terbang mundur ke belakang selagi mengiris udara, membuka kekosongan sihir Crimson berbentuk yang akan melepaskan gelombang Crimson menuju arah Haruka.


"Sekarang, Haruka...!!! Kau akan mengerti kenapa kekuatan kita berbeda...!!!" Seru Mortem, ia mengangkat kedua tangan-nya ke dadanya, sebelum menusukkan-nya ke samping. Saat melakukan ini, beberapa celah dari luar angkasa muncul di sekitar Haruka dan melepaskan benda merah seperti pedang ke dalamnya, menusuknya dari berbagai sudut dan menyiksa-nya dengan kesakitan yang dahsyat.


Haruka tersenyum tipis sehingga jarum jam-nya bergerak mundur yang mengartikan dia menggunakan [Time-Reversal], seluruh celah yang terbuka itu tertutup kembali dan Mortem tiba di depan Haruka berkat sihir pembalikan waktu, mata Mortem melebar, ia tidak menyangka bahwa sihir waktu Haruka dapat melakukan apapun.

__ADS_1


"T-Tidak mungkin."


"Hai!" Haruka menghantam wajah Mortem dengan sangat keras sampai ia terpental ratusan meter ke belakang sambil mencipratkan darah dari mulutnya.


Haruka menggunakan [Time-Reversal] lagi untuk membawa Mortem mendekati dirinya, tetapi ketika Mortem berada di hadapan-nya ia segera melancarkan beberapa serangan celah dimensi yang mampu menyayat tubuh Haruka dan meninggalkan bekas luka yang terasa perih bagi-nya. Rambut Mortem mulai berubah menjadi warna putih dan ia segera menciptakan ilusi dimana dirinya tidak akan bisa diserang dengan mudah.


"Kemampuan atau tehnik apapun yang kau gunakan... Itu tidak akan mempan kepada diriku, Mortem." Haruka memukul perut Mortem sampai tinju-nya tembus tetapi lengan kanan-nya mulai diselimuti dengan aura hijau serta lambang jam dimana jarum jam itu mulai berputar dengan cepat ke arah berlawanan.


"A-Ahhh---" Tubuh Mortem mengalami efek waktu mundur karena sihir Haruka, tubuhnya kembali bisa disentuh dan lengan kanan Haruka yang menembus tubuh Mortem mampu menusuk perut-nya cukup dalam sampai Mortem memuntahkan darah yang cukup banyak melalui mulut-nya.


"Orang yang tidak memanfaatkan waktu secara optimal mirip dengan pribadi yang menyia-nyiakan hidupnya..." Haruka menarik keluar lengan kirinya, Mortem sekarang memiliki sebuah lubang di perutnya dimana beberapa darah merah menyembur keluar dari perut-nya.


"Uggggghhhh...!!! Dasar, adik haram!!!" Mortem melepaskan aura dan cahaya suci disekitar-nya, seluruh luka-lukanya mulai kembali pulih serta ia menyerang Haruka dengan meluncurkan beberapa sihir api Crimson yang berbentuk meteor.


"Ok...?" Wajah Haruka terlihat datar, meteor itu tiba-tiba berhenti di hadapan-nya karena kedua lengan-nya saat ini diselimuti dengan aura hijau serta lambang dari jam dengan jarum yang berhenti. 


"Aku lahir natural untuk memiliki sihir waktu karena Mama, dia iseng memberiku kristal waktu dan aku memakan semua-nya sampai tubuh ini sudah terbiasa dengan menahan seluruh efek samping dari sihir waktu. Kita ini anak setengah suci dan dewa loh, kau seharusnya sadar bahwa kita sendiri memiliki kemampuan yang berbeda." Haruka menyentuh semua meteor itu sampai seluruh meteor itu terbang kembali menuju arah Mortem.


Mortem melepaskan dorongan yang besar dari tubuhnya sampai semua meteor itu terbelah menjadi beberapa bagian kecil, "Kau juga memiliki kemampuan tersendiri-mu yaitu membelah dimensi dan kenyataan, kau juga mampu membalikkan dunia." 


"Prepotent Time." [Prepotent Time] adalah kemampuan tingkat segala-nya yang dimiliki oleh Haruka pada saat dia berada di wujud dewasa-nya, kedua lengan-nya akan diselimuti dengan aura hijau serta simbol-simbol waktu dengan jarum yang berjalan seperti halnya jam biasa. Dengan menggunakan sihir tersebut, Haruka dapat menggunakan sihir waktu-nya atas keinginan-nya sendiri tanpa harus takut dengan resiko atau efek samping.


"Hehehe, sepertinya karena aku tertidur dekat dengan Mama... Aku bisa merasakan esensi sakral dan ketenangan sempurna di dalam dirinya... Tubuh dewasa ini hanya sementara sepertinya tetapi butuh lama juga untuk kembali seperti semula karena Mama dan tidur... Dengan tidur aku dapat mengumpulkan seluruh energi-ku untuk bisa menggunakan wujud ini!" Haruka mengepalkan kedua tinju-nya.


"Harrggggghhhh...!!!" Teriakan Mortem menggema luas, memekikkan telinga orang yang mendengarnya, sebuah gelombang dan dorongan energi besar tercipta dan meluas dalam radius puluhan meter akibat teriakan-nya itu.


"Kau masih ingin bertarung sepertinya... Seluruh serangan-mu tidak berguna karena aku mengontrol segala waktu saat ini." Tatap Haruka serius karena Mortem bersikap keras kepala seperti biasa-nya.

__ADS_1


"Apakah kau mengingat apa yang dikatakan Mama dan Papa...? Semua-nya memiliki kelemahan, masih ada langit di atas langit!" Mortem mulai melepaskan seluruh emosi amarah-nya, aura merah darah dengan lapisan dari aura biru tua muncul menyelimuti dirinya secara perlahan. Kekuatannya meningkat sungguh drastis sampai membuat daratan di wilayah itu retak menjalar kemana-mana.


"Kau masih bisa bertambah kuat sepertinya... Aku tidak akan tertipu dengan sihir murahan ilusi-mu itu." Haruka mulai bersiap untuk menyerang-nya lagi.


Mortem menunjukkan raut wajah yang kesal, kemudian ia melesat maju ke arah Haruka yang masih diam dan bersiap untuk menggunakan sihir waktu-nya lagi. Ketika Haruka mencoba untuk menggunakan sihir waktu-nya lagi tubuh Mortem mulai dilapisi dengan ilusi umpan untuk sihir apapun.


Sihir waktu Haruka malah memberi efek kepada ilusi umpan tersebut sampai Mortem sempat untuk menyerang-nya dengan melancarkan pukulan demi pukulan ke arah Haruka, tetapi Haruka berhasil menghindari semua serangan itu karena penglihatan-nya melihat Mortem yang bergerak dengan sangat lambat, penglihatan Haruka hampir sama seperti lalat dimana mereka melihat orang bergerak dengan lambat.


"Time-Lag Vision..." Ungkap Haruka yang sempat untuk menggunakan kemampuan-nya itu.


Haruka berhasil menangkap lengan kanan Mortem lalu ia memutarnya sampai Mortem menghadap ke depan dengan lengan kanan-nya yang Haruka kunci di belakang punggung-nya, Mortem tidak bisa melakukan apapun karena ketika ia mencoba untuk bergerak maka Haruka akan mematahkan lengan-nya.


"Waktu adalah waktu yang bisa menjadi sia-sia karena engkau sia-siakan, yang bisa menjadi sangat berharga karena engkau manfaatkan." Bisik Haruka.


"Ugh...! Lepaskan aku, sialan...!!!" Mortem melepaskan dorongan yang besar di sekitarnya agar Haruka bisa melepaskan dirinya, tetapi Haruka terus mengunci lengan-nya dan membisikkan-nya beberapa kata-kata mutiara.


Haruka segera mematahkan kedua lengan Mortem secara bersamaan sehingga Mortem bisa merasakan rasa sakit yang berlebihan dari kedua lengan-nya yang sudah tidak bisa ia gerakan, Haruka mengangkat kedua kaki Mortem lalu ia mematahkan kedua kaki-nya sampai Mortem meneriakkan suara keras yang menggema di planet itu sampai Korrina bisa mendengar-nya.


Haruka menendang punggung-nya sampai Mortem terdorong ke depan, "Time Cage." Haruka mulai menunjuk Mortem dengan kedua telapak tangan-nya sampai Mortem mulai terjebak di dalam ruang waktu.


"Jika Papa terbunuh dengan cara yang tersiksa... Bagaimana jika kau mencoba-nya, Mortem?"


"Repeating Time!" Haruka menjentikkan jari-nya sehingga tubuh Mortem bergerakan dengan sendirinya, ia mulai menunjukkan ekspresi yang kesal sambil merasakan kesakitan. Kedua lengan dan kaki-nya mulai kembali seperti semula tetapi perlahan-lahan kedua lengan dan kaki-nya kembali patah.


Jadi ruangan itu mengulang waktu dimana Haruka mematahkan kedua lengan dan kaki-nya lalu mengulangi tanpa henti, kedua pupil Haruka menunjukkan jarum jam yang berjalan mundur terus kembali maju lalu kembali mundur. Mortem mulai tersiksa di dalam ruangan itu, ia tidak bisa melakukan apapun kecuali meneriakkan suara yang keras.


"Sakit..."

__ADS_1


"...'Kan?" Tatap Haruka sadis, ia mulai membuka sebuah portal di sebelah-nya untuk mengambil sebotol Vodka lalu meminum-nya.


__ADS_2