
Zoiru hanya bisa diam selagi menyilangkan kedua lengannya, ia menyaksikan Hydra yang bangkit dengan kekuatan penuh bahkan sampai menarik perhatian Bamushi yang tidak sabar untuk menyantap makhluk sihir itu.
"Cairan yang baru saja kau minum sepertinya cukup berguna untuk Bamushi, mungkin setelah mengalahkan Hydra..."
"...aku dapat melakukan apapun kepada kalian semua." Zoiru tersenyum serius dan ia melihat Hydra mendarat di atas tanah dengan melepaskan raungan keras.
"Cukup mengejutkan, sembilan kepala... Apa yang bisa aku harapkan dari Hydra?" Zoiru melihat Hydra itu mulai menciptakan sihir berjumlah besar melalui mulut mereka.
"Jangan memberi ampun, Hydra...!!! Bunuh Zoiru bersama dengan Bamushi tanpa menyisakan satu pun sisa...!!! Buatlah mereka menderita...!!!" Seru Valance keras.
"Kau dengar dia bukan, Hydra? Aku di sini, penuh dengan lemak melalui otot yang dapat kau nikmati." Zoiru tersenyum serius karena ia merasa tidak sabar untuk melihat kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya.
Semua kepala Hydra mengeluarkan asap putih dan mereka mengerang layaknya seperti hewan yang siap untuk menyerang mangsanya.
"Mungkin bermain denganmu akan memakan banyak waktu yang menyenangkan bagiku tetapi tidak apa... kau akan menjadi hidangan pembuka untuk Bamushi!" Bamushi terbang ke atas langit lalu mendarat di belakang Zoiru.
"Mari kita menciptakan sebuah sejarah baru, dua makhluk sihir bertarung layaknya seperti berperang di tengah lapang sebagai dua pejuang yang bertahan!" Zoiru menunjuk Hydra.
Bamushi melepaskan taringnya melalui ekornya yang ia ayunkan beberapa kali, semua serangan taring itu tidak mampu menembus tubuh Hydra yang di lindungi oleh sihir pelindung putih.
Zoiru mengangkat lengan kanannya, menciptakan gumpalan sihir Oath yang dinamakan sebagai [Oath Power Ball], ia melemparnya ke depan tetapi Hydra berhasil memakannya sampai habis.
"Hohhhh... jadi begitu ya." Zoiru tersenyum lalu ia bersiul untuk memperingati Bamushi bahwa ia menyerahkan pertarungan ini kepada dirinya dengan penuh rasa percaya.
Ekor Bamushi mulai berputar, menghilang semua taringnya bermunculan dan di gantikan oleh antena yang melepaskan ribuan laser hijau ke arah Hydra.
Serangan itu berhasil ia terima dengan rasa sakit yang cukup menyakitkan, Zoiru bisa melihat salah satu kepala Hydra meletus sampai darahnya mengenai tubuhnya.
"Durabilitas yang cukup lemah... apakah kau benar-benar menggunakan kartu as itu, Valance?" Tanya Zoiru kepada Valance yang terlihat ketakutan dan putus asa ketika melihat salah satu kepala Hydra meledak.
"Kalau tidak salah dia memiliki daya tahan cukup tinggi... aku hanya perlu menghancurkan semua kepalanya dan sisanya dapat jadikan makanan untuk Bamushi!" Zoiru menatap Bamushi yang sedang menatap tajam Hydra.
"Jika kau sayang dengan nyawamu maka teruslah bertarung, Bamushi. Kau harus siap melawan Hydra dengan jumlah sembilan ronde yang akan terus menekan dirimu." Peringat Zoiru dan Bamushi mengerang keras.
Zoiru menjentikkan jarinya, membuat Bamushi menyerang Hydra secara agresif dengan menabrak tubuhnya lalu melepaskan serangan ekor yang mampu menusuk seluruh tubuh Hydra.
"Makhluk mitologi seperti dirimu tidak dapat mencapai kesempurnaan seperti Bamushi, hanya makhluk sihir dan tentunya makhluk mitologi..."
"...sudah ketinggalan jaman. Semuanya bagaikan hidangan kadaluwarsa bagi Bamushi dan aku sendiri cukup kecewa menghadapi Hydra yang sangat lemah!" Seru Zoiru, mencoba untuk melakukan provokasi terhadap Hydra.
"Walaupun sudah mengonsumsi cairan sisa dari Pegasus, kau tidak mendapatkan kekuatan atau energi sihir yang tak terbatas, berbeda seperti Bamushi..."
"...dia dapat menggunakan apapun sebagai serangan dan kesempatannya untuk memang. Terbatas, hanya saja keterbatasan itu terus menjauh berkat Bamushi yang sudah memakan banyak esensi lezat." Zoiru tersenyum jahat.
"Berhentilah menjadi babu bagi mereka, Hydra. Kau yang dulunya hidup sebagai makhluk mitologi, sekarang terlahir kembali menjadi makhluk sihir."
"Jika kau tidak ingin menerima tawaranku maka aku akan menghapus kepalamu yang tersisa sampai keabadianmu habis!" Zoiru menunjuk Hydra dengan tatapan serius.
"GROAAAAGGGGHHHH!!!" Hydra mengamuk lalu ia melesat maju ke arah Zoiru dan di hentikan oleh tabrakan Bamushi yang sudah berjanji untuk terus menjaga majikannya.
Serangan yang Bamushi lakukan mampu melukai Hydra cukup parah sampai ia tidak dapat menyerang Bamushi balik karena kecepatannya yang terus meningkat cepat ia merasakan kekuatan dan energi sihir yang lepas.
"Hydra tidak akan kalah... dia juga memiliki keturunan yang sama dengan Phoenix, aku yakin dia dapat mengalahkan Bamushi dan menghentikan rencana egoisnya." Ungkap Valance.
"Bamushi..." Zoiru mengangkat lengan kanannya, Bamushi melihat peringatannya dan ia segera melakukan putaran cepat yang mampu membuat ekornya menghantam seluruh wajah Hydra.
Dua kepalanya putus seketika menerima ujung ekor Bamushi yang dipenuhi dengan taring tajam beracun, racun itu menyebar di seluruh tubuh Hydra tetapi ia berhasil menyembuhkannya.
Bamushi mengerang keras sampai melepaskan dorongan yang menghempas Hydra mundur dan perutnya menerima satu tabrakan dengan serangan tanduk yang mencabik-cabik tubuhnya.
"ROAAAGGGGHHHH!!!"
"Inilah hasil yang akan kau terus dapatkan, Valance. Seberapa besar kalian menahan diriku maka sebesar-besarnya aku akan memperlakukan kalian dengan kasar." Zoiru menghantam tapak tangannya.
Hydra melepaskan aura berjumlah besar melalui mulutnya, Zoiru bisa merasa peningkatan kekuatan yang tidak begitu terkesan bagi dirinya karena Hydra tetap di serang oleh Bamushi.
__ADS_1
Hydra terus di tekan sampai merasa kesulitan untuk bergerak dan bertarung karena Bamushi jauh lebih cocok dengan keadaan apapun, Bamushi melepaskan taring yang mengandung sihir Oath melalui mulut dan ekornya.
Semua taring itu menusuk tubuh Hydra sampai menghancurkan salah satu kepalanya, Zoiru berjalan maju lalu ia mengangkat kedua lengannya untuk menciptakan kumpulan taring yang berputar seperti roda.
"Oath's Disc!" Zoiru melempar kedua sihir itu sampai mengenai leher Hydra itu dan memutuskannya, kedua sihir itu masih bisa berjalan dan melesat kembali ke arah Hydra.
Zoiru mengangkat alisnya ketika melihat Hydra bergerak maju ke arah dirinya tetapi ia terus di tahan oleh Bamushi bahkan ia mulai menggigit anggota tubuhnya dan menelannya karena merasa lapar seketika.
Ukuran tubuh Bamushi membesar lalu ia terbang ke atas dan membanting tubuh Hydra menggunakan tubuh Zoiru yang sangat besar sampai menghancurkan beberapa tulang Hydra.
Hydra menerima banyak luka sampai tidak bisa melanjutkan pertarungan, Valance melihatnya dengan jelas bahwa ia dan Kirua tidak memiliki kesempatan apapun untuk menang.
Zoiru dan Bamushi terlalu kuat, mereka hanya bisa mengandalkan seseorang yang lebih mahir dalam pertarungan, di pikiran mereka hanya terdapat beberapa Legenda.
Salah satunya adalah Arata yang pertama kali kedekatan mereka, setelah itu terdapat Shira, Haruki, Yuuna, Shizen, dan Korrina yang saat ini tidak ada.
Valance menggunakan kesempatan terakhirnya untuk menekan pesan darurat kepada Co. Corp agar Kou bisa membacanya tetapi alat darurat itu sudah hancur oleh Zoiru hanya dengan menginjak daratan.
"Wah, ternyata kau benar-benar ingin melarikan diri. Walaupun peliharaan lemah ini kalah, kau masih ingin melarikan diri tanpa memberi diriku jawaban yang pas." Zoiru berjalan menuju Valance.
Kirua mencoba untuk menghentikannya tetapi Zoiru menampar wajahnya sampai ia terhempas ke atas langit, "Sepertinya kau..."
"...kau lebih cocok memberitahuku semua informasi tentang cara atau ritual untuk membangkitkan Bamushigaru."
"Apakah aku membutuhkan tumbal atau semacamnya...?" Tanya Zoiru dengan tatapan serius.
Zoiru berada di jarak yang cukup dekat dengan Valance tetapi ia melihat sebuah kendala dimana Hydra mencoba untuk menyerangnya, Zoiru menatap makhluk sihir itu lalu ia melepaskan laser melalui kedua matanya.
Laser itu langsung melumpuhkan tubuh Hydra sehingga tubuhnya menerima beberapa tabrakan dan serangan dari ekor milik Bamushi.
"Hydra...!" Valance mencoba untuk mengalirkan seluruh kekuatan dan Lenergynya tetapi Zoiru memegang erat lengan kanannya.
"Sudah cukup, sebesar-besarnya kau memberikan Hydra kekuatan atau Lenergy... kesempatan nol itu tidak meningkat."
"...nol. Bamushi akan terus bertambah kuat dan menyamakan kekuatan musuhnya lalu meningkatkannya lebih besar lagi."
"Semakin kuat musuh yang ia lawan maka semakin besar perkembangan juga peningkatan yang akan di alami oleh Bamushi, taringnya sendiri bahkan sudah cukup untuk menghancurkan tubuh seorang dewa."
"Satu taring seperti ini." Tapak Zoiru mengeluarkan taring kecil lalu ia menusuk perut Valance dan merobeknya ke atas sampai ia menjerit kesakitan.
"AAAAAAHHHHHHHHH!!!"
"Kau benar-benar menciptakan sesuatu yang begitu berbahaya, Valance. Terima kasih, Bamushi dan Bamushigaru adalah kedua makhluk sihir yang sangat unik!" Zoiru menginjak wajah Valance.
"Banyak sekali kemampuan yang di miliki oleh Bamushi bahkan sebagiannya masih belum aku ketahui."
"Bayangkan saja jika Bamushigaru bangkit dengan kondisi yang bugar." Zoiru tersenyum lalu ia memasukkan taring itu ke dalam kepala Valance.
"AAAAAAHHHHHHHHH!!!" Valance menjerit kesakitan dan tubuhnya mengalami pemulihan oleh Zoiru, ia masih ingin bermain dengan lawannya sebelum membunuhnya dengan benar.
"Bamushi, habisi dengan cepat." Perintah Zoiru, Bamushi melepaskan raungan keras lalu ia memakan anggota tubuh Hydra satu per satu sampai tidak ada perlawanan yang ia coba lakukan.
"Tidak... Hydra..." Valance melihat Hydra di makan hidup-hidup oleh Bamushi.
Zoiru tersenyum lalu ia membantu Valance untuk berdiri, ia bisa mendengar suara langkah Kirua di belakangnya tetapi ia menghentikan dirinya dengan melepaskan beberapa taring ke arahnya.
Semua taring itu menusuk kedua lengan dan kaki Kirua sampai ia terjebak di atas daratan, tidak bisa bebas karena taring Bamushi yang sudah menusuk daratan cukup dalam.
"Aku akan mengurusi dirimu setelah aku berbicara dengan istrimu, Kirua." Zoiru menatap Valance yang mencoba untuk mengeluarkan sihir tetapi Zoiru menangkap lengannya lalu menghantam perutnya.
Valance mengeluarkan banyak darah segar melalui mulutnya sehingga Zoiru menyentuh darah itu lalu menghisapnya menggunakan taring Vampirnya.
"Darah Phoenix... aku bisa merasakan kendali penuh terhadap Bamushigaru." Zoiru tersenyum serius lalu ia mencekik leher Valance.
"A-Ack...!!!"
__ADS_1
"Kau tahu apa yang harus kau lakukan selanjutnya, Valance. Berbicara dan berpikir atau di cekik sampai mati?"
"Nrrrgghhhh...! Tidak akan...! Ack..." Valance mulai kesulitan bernafas, ia memegang erat tangan Zoiru.
"HENTIKAN SEKARANG JUGA, ZOIRU!!!" Teriak Kirua keras yang tidak bisa menahan diri ketika melihat istrinya di siksa.
Zoiru menoleh ke depan Kirua lalu ia menusuk bibirnya menggunakan taring Bamushi untuk menutupnya rapat, "Sshhhh... Jangan berisik dulu..."
"Valance... apakah kau tidak menyangka laki-laki kecil yang sering berkunjung bersama Ayahnya akan menghancurkan sang pencipta dari makhluk sihir?" Tanya Zoiru.
"Kau tahu bukan...? Berpikir menggunakan otak dan berbicara menggunakan lidah... berpikir lah terlebih dahulu sebelum berbicara..." Zoiru menggerakkan tapaknya lalu ia mencabut otak dan lidah Valance.
Valance langsung mati tetapi ia kembali di hidup kan oleh Zoiru karena perbuatannya tadi hanya sebuah peringatan bahwa ia serius.
"MMMFFFFHHHH...!!!" Kirua mulai menangis melihat Valance di siksa secara habis-habisan.
Ia sampai mencoba untuk melepas semua taring itu tetapi semakin dia melawan maka rasa sakitnya akan bertambah karena taring itu.
Zoiru mengeratkan cekikan itu, "Waktu berjalan, Valance."
"A-Ack... tidak... aku... tidak... akan... menyebabkan... masalah apapun... untuk... Touriverse..."
"Kamu... kenapa harus kamu... aku kira... kau... sejak kecil... tidak berniat... apapun..."
"...kau dulu... adalah... anak kecil yang... baik... mau... bermain dengan... Ophilia..."
"... kenapa? kenapa... kau... menginginkan kebangkitan... Bamushigaru...? kenapa... kau... tidak... menghancurkannya... saja...?"
Zoiru mengeratkan cekikannya itu lagi sampai mulut Valance mengeluarkan banyak darah segar.
"Makhluk sihir memiliki nyawa, mereka adalah sahabat... layaknya seperti pelihara yang membutuhkan banyak perhatian dan kasih sayang." Zoiru mulai berbicara.
"Makhluk sihir adalah keseimbangan bagi dunia ini... jika hewan dapat lepas bebas maka makhluk sihir juga sama."
"Apa salahnya melakukan sesuatu yang seharusnya makhluk itu lakukan...?"
"Aku... mengutuk... mu..." Valance memasang raut wajah kesal, mencoba untuk bernafas karena cekikan Zoiru yang bertambah semakin ketat.
"Zoiru... terkutuk... kau..."
"Tanggung jawabmu sebagai pencipta memang tidak berguna, jadi biar aku saja yang mengurusnya... membebaskan Bamushigaru sebelum dia mati dan punah."
"Pegasus... mengutuk dirimu..."
"...pemilik segala surga... mengutuk dirimu..."
"Kau terus membahas topik lain... menyedihkan. Sungguh mengecewakan, keledai kampung." Zoiru mulai mencekik leher Valance menggunakan kedua lengannya.
"rasakan... penderitaan... dari..."
"...para pendosa... Legenda..."
"Kata-kata terakhir yang keluar melalui mulut keledai itu?" Tanya Zoiru.
"Aku akan menyelamatkan seluruh makhluk hidup dengan mengorbankan mereka semua ke dalam perut Bamushigaru." Kata Zoiru dengan ekspresi serius sampai satu air matanya menetes.
"tidak ada... maaf---" Kedua lengan Zoiru yang mencekik leher Valance dengan penuh tenaga sampai menghancurkan lehernya.
"MFFFFFFHHHHHHH...!!!" Kirua mencoba untuk melakukan sesuatu tetapi sudah terlambat, kedua pandangannya melihat Zoiru menendang tubuh Valance ke dalam mulut Bamushi yang terbuka lebar.
"Sampah..."
"...dasar badut, kau terlalu mengecewakan diriku."
[Phoenix Valance - Gugur]
__ADS_1