Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 245 - Ratu Melawan Dewi Segala-nya


__ADS_3

Komi melakukan salto dan berhasil membuat Yusa terlempar ke belakang lalu pingsan, ia tidak bisa lagi melanjutkan pertarungan lebih lama lagi... menerima banyak serangan yang mematikan dari Komi membuat Yusa tidak bisa bangun lagi... seluruh pasukan iblis saja kalah dan tidak ada yang berani untuk mendekati diri-nya ketika merasakan tekanan di sekitar-nya.


Selvia yang melihat pertarungan itu tidak bisa mengatakan apapun lagi... apa yang Korrina katakan tentang Komi ternyata benar bahwa dia jauh lebih kuat dari Rxeonal dan Shinku, bahkan ia sudah tidak bisa lagi dibandingkan dengan siapapun. Selvia menjentikkan jari-nya hingga keempat iblis yang saat ini sedang mengangkat tahta itu mulai menurunkan tahta tersebut karena Selvia sudah siap untuk bertarung.


Komi menatap Selvia dengan penuh semangat, kedau mata-nya dipenuhi dengan nafsu pertarungan yang sangat sengit melawan Selvia, "Aku mengenal-mu... di dimensi-ku kau adalah anak adopsi dari Shiratori Shira, kau pasti Selvia bukan...? Aku tidak menyangka bahwa kau akan meneruskan ayah kandung-mu sendiri..." Komi tersenyum jahat.


Selvia maju beberapa langkah ke depan sambil melepas jubah serta mahkota-nya, "Aku menjadi ratu dari segala iblis bukan berarti aku harus memiliki sikap yang sama seperti Ayah-ku... melihat pertarungan-mu serta kekuatan-mu... aku sepertinya hanya akan bertahan dalam waktu yang cukup lama!" Selvia menarik [Moirai Arma]-nya yaitu Monstrou Demonio.


"Aku harap kau tidak membuat-ku kecewa, Selvia..." Komi menjilat bibir-nya sendiri, ia langsung melesat ke arah Selvia dan Selvia segera menyambut semua serangan Komi yang cepat itu... kecepatan-nya sungguh membuat Selvia terkejut, pertarungan mereka berlanjut hingga udara dan bahkan Moirai Arma tidak mampu bertahan lama ketika menahan serangan Komi.


"T-Tidak mungkin..." Ungkap Selvia dan ia segera menahan semua serangan Komi selanjut-nya menggunakan tangan kosong karena ia tidak ingin senjata khusus iblis-nya itu hancur begitu saja oleh Komi. Awal-nya Komi terlihat lebih unggul tetapi Selvia berhasil membalik keadaan menggunakan sihir kuno-nya yaitu [Void].


Komi tercengang ketika melihat Selvia memiliki sihir kuno yang cukup langka dan kuat... kehampaan... sihir itu langsung menyerap semua kekuatan Komi dan memindahkan-nya ke dalam serangan Selvia selanjut-nya hingga Komi tertendang di bagian perut-nya lalu ia terdorong ribuan meter ke belakang.


"Chains of Void...!" Selvia menunjuk Komi hingga ratusan rantai hitam muncul dari dalam daratan dan mencoba untuk mengikat Komi, tetapi Komi berhasil menghindari semua rantai itu lalu menghancurkan-nya menggunakan sihir Crimson dan Sacred-nya.


"Percuma saja... Dewi segala-nya...!!!" Selvia mengepalkan kedua tinju-nya hingga semua rantai yang hancur itu terbentuk kembali dan mulai terasa lebih kuat dari sebelum-nya, Komi terkejut bukan main ketika melihat semua rantai itu tiba-tiba mengandung sihir dan kekuatan yang sama seperti Komi sehingga ia langsung terikat dengan rantai itu.


"Jangan meremehkan sihir kuno-ku yaitu Void...!!!" Selvia mengangkat Komi ke atas lalu memunculkan lebih banyak rantai, kali ini rantai-nya yang munculkan berbentuk lebih tajam karena ia bertujuan untuk menusuk seluruh tubuh Komi lalu menyerap semua kekuatan dan sumber Lenergy yang ada di dalam-nya.

__ADS_1


Tidak mau mengambil resiko, Komi segera menghancurkan semua rantai itu menggunakan [Vanish] dan Selvia sedikit terkejut melihat-nya, "Pengecut... kau menggunakan sihir tingkat dewi segala-nya untuk menghancurkan sihir yang dikeluarkan oleh Mortal? Dasar anjing kampung!!!" Selvia memunculkan lebih banyak rantai lagi dan Komi langsung menatap semua rantai itu dengan ekspresi yang terlihat serius.


Komi segera menghindari semua rantai itu dengan ekspresi yang terlihat tenang, tekanan suci bisa terasa di sekitar Selvia... seperti-nya Komi mengerti dengan kemampuan dari rantai itu, Komi menatap Selvia dengan ekspresi yang terlihat kesal sekarang sehingga ia merapatkan gigi-nya dan menunjukkan amarah-nya lebih jelas lagi.


Komi menciptakan jutaan ilusi yang mengepung Selvia tetapi Selvia mengangkat kedua lengan-nya sehingga semua ilusi itu langsung dihisap oleh rantai-rantai yang ia munculkan, semua ilusi itu mampu memberi Selvia kekuatan yang lebih hebat dari sebelum-nya... kekuatan itu hanya sementara dan Selvia segera melepaskan-nya kembali kepada Komi untuk mencoba melukai diri-nya.


Komi merasakan tingkat kekuatan Selvia setara dengan diri-nya untuk sementara, berada di level yang sama seperti dirinya... Komi segera menciptakan dua Omni-Slayer di kedua lengan-nya lalu ia menghancurkan semua rantai itu yang mencoba untuk mengikat diri-nya. Selvia mengerutkan dahi-nya... merasa kesal melihat Komi yang dapat melakukan apapun.


"Jika kau ingin menggunakan cara itu maka aku akan melakukan-nya...!!!" Selvia sekarang mengincar kedua pedang itu, Komi mulai terpojok dengan jumlah rantai yang bermunculan dimana-mana. Selvia bahkan maju ke depan lalu mengejutkan Komi dengan meluncurkan beberapa sihir Crimson dan Sacred yang ia dapatkan dari rantai-nya.


"Ck... Sebenar-nya kau ini siapa!? Berani-beraninya kau membuatku sesulit ini, dasar iblis sialan!!!" Seru Komi keras hingga ia melesat menuju arah Selvia tetapi tiba-tiba tubuhnya terikat dengan rantai lalu ia tertarik ke belakang, "Menggunakan amarah dan kekuatan sebanyak itu hanya akan membuat rantai-ku semakin sensitif... bahkan ikatan-nya juga akan lebih ketat loh."


Komi kemudian melesat maju ke arah Selvia, Selvia memasang kuda-kudanya lalu menyambut serangan, ketika kedua tinju mereka saling beradu, Komi tiba-tiba berseru lantang.


"Illusion of Sacred World!!!" 


Seluruh tempat mendadak memancarkan sinar silau yang berwarna biru muda, merasa ada yang aneh... Selvia segera melompat mundur di udara, "Ck... aku baru saja masuk ke dalam dunia-nya, apakah ini yang kau lakukan ketika melawan Mortal? Kau benar-benar sangat pengecut ya, dewi segala-nya..." Selvia memeriksa sekitar sehingga ia dikepung oleh Komi yang berjumlah tak terbatas.


Selvia merasakan firasat buruk, dia segera terbang lebih tinggi ke atas, memandang ke bawah sambil memasang kuda-kuda waspada... Komi mengejar Selvia lalu mengeluarkan semua sihir yang berbeda-beda. Selvia tersentak kaget, dia berusaha untuk menghindari setiap sihir itu tetapi dia tidak sanggup mengeluarkan semua-nya.

__ADS_1


Beberapa sihir itu mampu mengenai tubuhnya dan Selvia mencoba sekuat mungkin untuk mengeluarkan sihir Void-nya tetapi tidak bisa, ia mendapatkan beberapa luka gores pada sekujur tubuh lalu Selvia merapatkan gigi-nya untuk menahan semua rasa sakit itu, rasa sakit dari luka goresan tersebut membuatnya seperti terkena serangan dahsyat yang telak mengenai tubuh-nya.


Belum sempat Selvia memulihkan diri-nya, Komi muncul tepat di hadapan-nya, Selvia kembali terkejut sebelum mengambil langkah untuk melarikan diri. Selvia tidak bisa melarikan diri karena dia benar-benar dikepung oleh Komi, mereka semua langsung menghajar Selvia habis-habisan dan tidak memberi dirinya kesempatan untuk memulihkan diri.


Setelah Selvia menerima semua serangan itu, Komi yang asli melempar-nya menuju daratan... Selvia masih bisa bangkit tetapi tubuh-nya dipenuhi dengan darah yang mengalir deras, mata kanan-nya saja terluka cukup parah hingga ia tidak mampu melihat lagi. Komi mematung dengan mata membulat besar.


"Void Release!!!" Selvia menunjuk Komi menggunakan kedua tapak-nya hingga kedua tapak itu melepaskan dua bola hitam kecil yang membesar lalu menghancurkan dunia ilusi tersebut hingga mereka bebas dari dalam ruangan ilusi itu.


Ketika mereka kembali, Komi bisa merasakan tubuh-nya seperti di tusuk-tusuk... ketika ia memejamkan kedua mata-nya lalu membukanya... ia melihat banyak sekali rantai Selvia yang sedang menyerang-nya sebelum terjadi ledakan dahsyat. Selvia bernafas berat dan ia kehilangan banyak sekali darah, setidaknya semua serangan yang ia terima dapat dipindahkan ke dalam rantai yang saat ini sedang menusuk punggung-nya.


"Void Pain Transfer...!" Selvia memuntahkan darah segar lebih banyak lagi ketika ia menggunakan kemampuan itu dan perlahan-lahan semua darah itu berubah menjadi warna hitam, Komi terus diserang oleh rantai-rantai itu dan bahkan Selvia tidak memberi dirinya sedikit celah untuk melakukan apapun.


"Sial...!!! Sialan kau, iblis...!!! Sialaaaan!!! SIAALAAAANN!!!" Teriak Komi keras, Selvia memiliki kesempatan untuk melarikan diri... ia memunculkan sayap iblis-nya yang masih pulih lalu ia terbang pergi meninggalkan planet itu, sumber energi sihir iblis itu tidak terbatas jika Selvia mengubah darah-nya menjadi [Oui].


Selvia menggunakan rantai-nya untuk membawa seluruh pasukan iblis-nya yang masih selamat, setelah ia berhasil membawa mereka... ia melempar mereka ke luar angkasa lalu... Selvia menggunakan sumber energi sihir yang terakhir untuk menyelimuti planet tersebut menggunakan rantai Void-nya itu.


"Selviaaaaaaaggghhhhhh!!!" Seru Komi keras.


"Hah... hah... hah..." Selvia mengepalkan tangan kanan-nya hingga planet yang ada di hadapan-nya langsung diselimuti dengan rantai-rantai Void, "Hah... hah... hah..."

__ADS_1


"Aahhh...." Kesadaran Selvia langsung hilang ketika ia sempat melakukan perbuatan terakhirnya.


__ADS_2