Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 880 - Dua pihak saling Bertarung


__ADS_3

"Terkadang... awal dari pertemuan selalu saja memberikan kita sesuatu yang begitu dan menenangkan hati kita sampai hangat..."


"...kehangatan itu tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata karena kita tidak tahu orang asing yang kita temui bisa saja menjadi seseorang yang paling penting dalam kehidupan kita."


"Maupun itu musuh atau teman... semua itu bisa terjadi, dan tentunya memiliki kesempatan tertentu." Shinobu mulai berbicara di dalam pikiran Keith sampai ia mendengarnya dengan jelas.


"Kau...!!! Jangan-jangan ini...!? Semua ini adalah perbuatanmu Shinobu Koneko!?" Teriak Keith yang terlihat sangat kesal sampai ia mencoba untuk pergi dari planet itu tetapi banyak sekali Shinobu yang bermunculan dan menyerangnya.


"Melawan tidak akan memberikan jalan bagimu untuk keluar... kekuatan yang kau peroleh itu terlalu kuat sampai kau tidak pantas untuk memilikinya." Peringat Shinobu.


"Semakin lama kau menguasai potensi Saint Legenda maka dirimu akan mengalami kehausan terhadap kekuatan yang tanpa disadari kau sudah membunuh Beval dan Erion."


"Dirimu berasal dari dunia yang sangat jauh... sejujurnya aku tidak ingin melibatkan siapa pun dalam keadaan seperti ini tetapi aku ingin kau untuk tetap tenang."


"Keith, dendam itu... semuanya tercipta melalui penderitaan itu ya, bukannya begitu?" Tanya Shinobu yang mulai berlutut di hadapan Keith sampai ia menyentuh kepalanya.


"Shinobu Koneko...!!!"


"Maaf ya... mungkin aku terlalu berlebihan sampai membuat dirimu memiliki dendam besar terhadap kedua dunia yang berbeda termasuk diriku ini karena sudah memicu segalanya."


"Mungkin permintaan maaf saja tidak cukup, tetapi aku bisa membantu dirimu... bantuan yang dapat menghentikan semua penderitaan itu, pertarungan yang sudah kau tunjukan padaku cukup menegangkan."


"Saint Beyond God... aku merasa tertarik dengan Saint Legenda sekarang, pelajaran baru yang harus aku kuasai agar aku juga bisa terangkat menjadi Saint Light."


Shinobu menciptakan sebuah buku melalui cahaya lalu ia menulis semua kesalahan dan kegagalannya sampai ia juga memasukkan banyak sekali informasi baru yang harus ia terapkan sampai sempurna.


"Lepaskan aku...!!! Lepaskan aku sekarang juga, Shinobu Koneko...!!! Aku akan menghajar dirimu."


"Sepertinya sudah tidak bisa tertolong, akal sehatmu sudah terpengaruhi dengan yang namanya dendam sampai kau tidak sadar konsekuensi yang kau dapatkan ketika tinggal di Yuusuatouri."


"Aku akan membantu dirimu... setidaknya memberikan dirimu satu kesempatan agar kau bisa memperbaiki semua kesalahan dan penderitaan itu."


"Dendam yang kau rasakan akan hilang... kau hanya perlu diam, dan menerima sugesti itu dariku." Shinobu menggunakan The Mind untuk terakhir kalinya lalu ia mundur beberapa langkah dan menjentikkan jarinya.


Keith membuka kedua matanya lalu ia mencoba untuk menyerang Shinobu menggunakan sihir angin tetapi ia langsung merasakan keanehan, entah itu apa tetapi ia tidak bisa menggunakan sihirnya.


"Apa yang...?! Apa yang kau perbuat sekarang, Shinobu!?" Tanya Keith dengan tatapan kesal sehingga Shinobu hanya bisa diam selagi memasang tatapan polos.


"Kamu tidak bisa menggunakan kekuatan pemberian Dewa itu... kau sudah menjadi Legenda yang berada di titik nol." Shinobu mendekati Keith lalu ia menerima satu pukulan yang tidak memberikan efek apapun.


"Kasar sekali ya, aku mencoba untuk membantu dirimu tetapi kamu malah melawan sepertimu!" Shinobu mengembungkan kedua pipinya sampai ia mendorong Keith sampai ia terjatuh.


"Aku menggunakan The Mind kepadamu... semua sihir dan kekuatan yang kau ketahui soal angin dan Saint sudah hilang, kau tidak tahu cara menggunakannya!"


Keith memasang tatapan kaget dan panik, ia mengingat cara untuk menggunakan sihir tetapi tidak ada satu pun yang keluar dari tubuhnya sampai ia melihat Shinobu mendekat.

__ADS_1


"Sudah aku bilang bukan? The Mind melupakan dirimu cara untuk menggunakan sihir dan kekuatan sampai kau kembali kepada titik perjuanganmu sendiri."


Shinobu menunjukkan senyuman polosnya yang langsung menakuti Keith sampai tubuhnya bergetar dan dirinya mulai mengompol di celana karena tidak bisa melakukan apapun kecuali melihatnya.


"Malang sekali ya... kamu ternyata penakut sampai dunia memperlakukan dirimu terlalu buruk, terutama lagi kau masuk ke dalam labirin ini..." Shinobu maju mendekati Keith yang mulai mundur ke belakang.


"Hei, Keith..."


"Aku menyukaimu..."


"...maukah kamu menjadi kelinci percobaanku?" Tanya Shinobu yang terus mendekati Keith sampai ia bisa melihat jurang di belakangnya yang disebabkan oleh tekanan dari pertarungan mereka sebelumnya.


"Apa-Apa yang kau coba lakukan...!? Hentikan sekarang juga, Shinobu Koneko!!!" Seru Keith dimana tubuhnya basah karena keringatnya sendiri.


"Biarkan aku memberimu satu kesempatan kecil... kau akan... kau akan menikmatinya, kau pasti bisa memperbaiki semuanya." Shinobu tersenyum lembut lalu ia memeluk Keith untuk menenangkan ketakutannya.


"Sudah ya... lebih baik kamu mengurus semuanya... di mulai dari sekarang sampai seterusnya." Shinobu mulai menyentuh kedua pipi Keith sampai ia menatap wajahnya dengan tatapan ketakutan.


"Rasa takut akan kematian... rasa cemas tentang kehidupan apa selanjutnya jika kamu mati... tenang saja... semuanya akan baik-baik saja."


"Kamu akan mengulang semuanya kembali... menikmati kehidupan baru untuk melawan kembali semua penderitaan itu... kau akan aku berikan kebahagiaan yang sebenarnya kau inginkan..."


"Koneko... akan berjuang. Setidaknya berjuang untuk memperbaiki kesalahan yang kau sudah perbuat..." Shinobu melihat Keith yang ketakutan sampai tubuhnya terus menjatuhkan banyak keringat.


"Tolong... jangan bunuh aku... dengan tatapan itu...!"


"Keith."


"Terima kasih... nikmati waktumu... sayang sekali ya, aku tidak begitu mengerti soal cinta tetapi aku menyukaimu juga." Shinobu terkekeh.


"Hanya suka ketika kau hidup...!" Shinobu menghantam dada Keith cukup dalam lalu mengeluarkan jantung di dalamnya yang akan ia jadikan sebagai analisa terhadap Saint Legenda.


Keith telah bertemu dengan ajalnya, semua yang Shinobu katakan sebelumnya adalah kebenaran bahwa ia bisa mengulang kembali kehidupan selanjutnya di dunia yang sangat jauh sampai tidak bisa ditempuh lagi.


Shinobu terbang ke atas langit, meninggalkan jasad Keith yang langsung berubah menjadi tumbuhan emas, setelah itu ia mulai pergi mengunjungi planet Lemia.


"Pseudo God..." Shinobu melepaskan pembakaran besar yang membawa dirinya menuju planet Lemia secepatnya sehingga ia bisa melihat seluruh temannya yang sedang bertarung.


Hinoka menyentuh wajah Dewa Ignatius lalu ia meledakkan tubuhnya, melawan Dewa yang merasuk tubuh mortal ternyata mudah sekali karena kekuatan dewa mereka masih belum menyesuaikan dengan tubuhnya.


Hinoka pergi mendekati Shinobu yang datang dengan tatapan bingung, ketika ia melihat Hinoka yang mendekati dirinya, "Kak Hinoka, apa yang terjadi? Kenapa banyak sekali Pseudo God yang berkeliaran?"


"Koneko, kamu perlu mengetahui sesuatu...! Tadi! Ini! Itu! Kemudian!" Hinoka berbicara terlalu cepat sampai Shinobu tidak mengerti apa yang ia katakan karena perkataannya terdengar tidak jelas.


Shinobu membaca pikirannya sampai ia mengerti dengan keadaan, ia sempat memasang tatapan serius karena kartu as yang Demetrio gunakan cukup mengerikan dimana ia rela menggunakan Manusia sebagai jalan lainnya.

__ADS_1


"Mesin waktu... mereka terjebak di masa lalu karena pencegahan kalian semua ya? Bukannya itu bagus...?"


"Tetapi aku tidak menyangka mereka masih saja menyerang ketika mengetahui para kandidat dan Demetrio terjebak selamanya di dalam masa lalu tanpa jalan keluar sedikit pun."


"Heh? Kau tahu?! Hebat~"


"Tentu saja, Koneko membaca pikiran Kakak..." Shinobu tersenyum lalu ia melihat seseorang mencoba untuk menyerang dirinya dari belakang sampai ia melepaskan tembakan cahaya yang menghancurkan kepalanya.


"Lebih baik kita mengurus semua Legenda fanatik ini... seluruh bangsa Legenda saat ini sedang berperang dengan sisi yang berbeda." Shinobu memunculkan kacamatanya.


"Kita harus mempercepat semuanya... mengurus semua Legenda fanatik itu agar mereka tidak menerima kekuatan Dewa itu secara permanen, Pseudo God juga tidak terlalu kuat karena tubuh mereka masih belum menyesuaikannya."


"Baiklah... Cyber, tolong keluarkan semua Mecha-Neko dan tindak semua Legenda fanatik... hancurkan mereka semua!!!" Perintah Shinobu.


Hinoka hanya bisa tertawa mendengar teriakannya itu seperti kucing yang mengeluarkan suara imutnya, ia mulai memeluk Shinobu lalu mengelus kepalanya beberapa kali.


"Elus~ elus~ elus~ elus~ elus~"


"Fuehhhh... Nyaaaaa...."


Cyber membuka pintu ruangan bawah tanah Shinobu lalu melepaskan semua Mecha-Neko yang menyebar ke planet berbeda untuk mengurusi semua masalah yang disebabkan oleh para Legenda fanatik.


"Hinoka!!! Aku masih belum selesai...!!!" Ignatius kembali merasuki Legenda lainnya sampai ia mulai melihat Shinobu yang saat ini sedang dipeluk oleh Hinoka.


"Keturunan Shinji---" Dada Ignatius langsung menerima tembakan emas yang membunuh dirinya secara langsung karena Shinobu yang sensitif ketika dipanggil keturunan Shinji.


"Jangan sama kan keturunan Kakek Shukaku dan Shinji...!" Shinobu bisa mendengar pembakaran yang dilepaskan oleh semua Mecha-Neko.


Semua Legenda fanatik yang sedang berperang melawan pemberontak lainnya di dalam planet Lemia mendadak berhenti ketika melihat kedatangan robot yang memiliki rupa seperti Shinobu.


"Oi?! Apa itu...!?"


"Robot...!?"


"Hinoka, apakah kamu sudah siap...? Kita akan membasmi mereka semua...!" Shinobu langsung melepas cahaya cerah yang membutakan pandangan mereka semua karena misinya sebentar lagi selesai.


Semua Mecha-Neko itu memancarkan cahaya yang sama dengan Shinobu sampai mereka mulai menandakan semua Legenda fanatik yang sudah Cyber program melalui perintah Shinobu.


"Mecha-Neko...!" Shinobu mengangkat lengan kanannya ke atas sampai semua robot itu menarik Keris besi mereka yang mengeluarkan aura Crimson.


"Perang antar Pemberontak melawan Legenda fanatik di mulai sekarang juga...!!!" Shinobu memasang tatapan serius sampai ia mulai memerintah Cyber agar seluruh Mecha-Neko itu bisa menyerang dan membunuh mereka tanpa sisa.


Konomi, Ako, dan Koizumi memasang tatapan serius ketika melihat Shinobu baru saja datang bersama pasukan robot itu, mereka bertambah semakin semangat untuk membunuh para Legenda fanatik yang dirasuki dewa elemen.


"Legends Never Dies!" Seru Shinobu sampai robotnya juga mengatakan hal yang sama.

__ADS_1


""Legends Never Dies!!!""


__ADS_2