Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 956 - Catur


__ADS_3

"Kalau begitu kita hanya perlu menyiapkan semuanya besok... soal kondisi persenjataan kita sudah selesai, hanya saja apa yang kita butuhkan adalah amunisi untuk mencukupi peperangan."


"Semua tank Rusia dalam perjalanan menuju lokasi tertentu... beberapa kendaraan yang menjaga langit-langit juga terjaga dengan aman, aku harap ini bisa dijadikan sebagai peperangan terakhir."


"Kita semua harus bisa bertahan agar bisa mendatangi upacara kedamaian dengan semua presiden."


"Tetaplah terjaga... kita tidak boleh lengah yang dinamakan istirahat, kita sebagai tentara harus bisa bersiap siaga menerima serangan apapun dari musuh!"


Shinobu terus memperhatikan mereka berdiskusi, pendengarannya fokus dengan percakapan yang mereka adakan tetapi pandangannya tertuju pada zirah bagi tangan dan kakinya yang sedang ia tingkatkan dengan mengutak-atik menggunakan obeng.


"Apakah Jenderal Aditya dan Andrian sedang tidak ada di sana, komandan Shinobu?" Tanya salah satu Jenderal yang sedang memperhatikan Shinobu merakit teknologinya.


"Aku meminta mereka semua untuk memeriksa markas luar angkasa itu, jika mereka sudah menyerang markas itu maka aku yakin semuanya akan berjalan dengan lancar..."


"...kedua sepupuku pergi bersama mereka, aku hanya bisa berharap mereka pulang dengan selamat lalu memberikan kita semua informasi yang cukup untuk memperlihatkan kelemahan yang mereka miliki."


"Pemerintah aliansi ini kemungkinan tidak hanya mengandalkan kekuatan Manusia itu sendiri... uang dan sumber daya alam yang mereka rebut kemungkinan digunakan untuk hal lain."


"Bisa dilihat dari Juggernaut yang mereka kenakan, semuanya dipenuhi dengan persenjataan berbeda yang mengandung banyak sekali Mana di dalamnya."


"Sebagian dari Mecha Neko yang aku lepaskan hancur ketika melawan beberapa Juggernaut, serangan kejutan benar-benar memakannya sampai aku bisa melihat pergelangan tangan bagian Juggernaut itu bisa mengeluarkan laser..."


"...teknologi secanggih itu, aku tidak begitu yakin Manusia bisa mengembangkannya." Shinobu mulai mencoba untuk menyusun prediksi yang ia ketahui soal persenjataan mereka semua.


"Tembakan laser yang dihasilkan oleh Juggernaut itu memang terlihat tidak begitu asing... teknologi yang aku pikir melebihi logika Manusia sendiri, hanya ras asing yang dapat menciptakannya." Kata Yuffie.


"Kamu menyadarinya, Kak Yuffie? Alat teknologi seperti itu bisa di bilang cukup rumit bagi diriku karena tenaga yang dihasilkan di dapatkan melalui sumber energi Manusia yaitu Mana."


"Tetapi laser yang mereka lepaskan..." Shinobu mengulurkan lengan kirinya kepada Ako dan Yuffie sampai mereka memasang tatapan kaget ketika melihat luka bakar yang membekas.


"Nobu, apakah kamu baik-baik saja...?! Luka ini terlihat begitu serius." Ako memegang erat lengan kiri Shinobu lalu menyentuh bekas luka sehingga ia bisa merasakan sensasi yang mirip sekali dengan daun ketika terbakar.


"Panas... aku masih merasakan suhu panas dalam bekas luka seperti ini, kenapa kamu tidak meminta Konomi untuk mencoba menyembuhkan luka seperti ini?" Tanya Ako dengan tatapan khawatir sehingga ia bergegas mencari satu botol pemulihan.


"Percuma saja, Ako... aku sudah membasuhnya dengan air dan ramuan yang diberikan Konomi..."


"...lukanya akan bertambah lebih parah, rasanya aku memang harus menyimpan luka ini sampai konsep sihir kembali, rasanya tidak begitu menyakitkan karena aku sudah terbiasa dengan ini."


Yuffie mengeluarkan sebuah kaca pembesar lalu ia memeriksa bekas luka tersebut sehingga ia memasang yang kaget ketika melihat sebuah cairan berbahaya di dalamnya, "Ti-Tidak mungkin...!"


"Jangan-jangan ini...!?"

__ADS_1


Shinobu memasang tatapan bingung sampai ia pikiran Yuffie dipenuhi dengan rasa penyesalan, "Ada apa, Kakak...? Apakah kamu merasa asing dengan serangan laser itu?"


"Ya, ini tidak salah lagi... sumber tenaga yang menghasilkan tembakan laser itu sudah dicampur dengan cairan yang akan membekas pada luka tersebut."


"[Vile Energy], sebuah cairan yang hanya kami para Elf ciptakan... cairan itu dapat menyebabkan apapun menjadi membusuk hampir seperti terbakar dengan sesuatu yang tidak akan pernah padam sekalipun."


"Semakin kau memberontak ketika melawan laser itu maka akan semakin kuat efeknya... mungkin karena kamu menggunakan Lenergy untuk menahan laser tersebut, efeknya bertambah semakin kuat."


Shinobu memasang tatapan kaget karena ia mengingat menahan beberapa serangan laser menggunakan Lenergy untuk meningkatkan daya tahan, tetapi serangan laser terakhir dapat memberikan dirinya efek kesakitan yang kuat.


"Tunggu...!!!" Shinobu bangkit dari atas kursi lalu ia mengenakan kacamatanya untuk menghubungi Koizumi bersama yang lainnya agar bisa melapor tentang [Vile Energy].


"Ternyata tebakan yang aku pikirkan benar... pihak aliansi bukan hanya mengandalkan kekuatan Manusia dan uang, mereka menggunakan semua uang serta sumber daya itu untuk bertukaran senjata dengan cepat ras asing lainnya."


"Pihak aliansi tidak mencoba untuk memusnahkan semua ras, memainkan hanya mereka yang melebihi derajatnya sampai memperlakukan para Manusia layaknya seperti sama."


"Bangsa Legenda... Bangsa Iblis... dan Bangsa Vampir... Manusia memang takut akan monster dan sesuatu yang sudah mengancam mereka terlalu lama tidak seperti ras Malaikat dan Elf...!"


"Cyber, bagaimana kondisi di sana?" Tanya Shinobu.


"Kita telah kehilangan kontak dengan Nona Koizumi... saya tidak menghubungi dirinya." Jawab Cyber sehingga mereka memasang tatapan kaget lalu ia bisa mendengar suara di atas langit.


***


"Lapor, Jenderal... saat ini mereka berada di ruangan yang sangat jauh dengan kendali, kami akan terus menahan dirinya dengan semua senjata dan perlengkapan yang kita kenakan."


"Bagus, itu artinya kita bisa menyerang balik. Jika mereka semua mencoba untuk menyusup masuk dan mencari tahu apa yang kita punya..."


"...sudah waktunya untuk bermain catur, jika mereka melepaskan kuda dan benteng mereka maka kita akan langsung melepaskan menteri kita!"


"Laksanakan Order ke sembilan..." Perintah Mitler sehingga seluruh tentara yang berada di luar kendali langsung menekan banyak sekali tombol untuk mengeluarkan beberapa senjata dari pesawat itu.


Pesawat luar angkasa itu yang bisa dibilang besar dengan keamanan ketat di dalamnya mulai mengeluarkan semua senjata mematikan yang dapat dikendalikan dari ruangan pengendalian.


Semua tentara itu menggerakkan layar untuk mengendalikan pembidikan dari semua senjata yang keluar dari pesawat, mereka semua menandakan seluruh negara lalu menekan tombol merah untuk melepaskan banyak tembakan laser.


Banyak sekali tembakan laser dan rudal yang melaju secepat cahaya sampai mengenai seluruh bagian bumi lalu menghancurkan apapun yang menghalanginya.


Pandangan yang Mitler lihat cukup memuaskan dirinya karena layar di hadapannya menunjukkan banyak kehancuran secara langsung karena serangan balik yang mereka lepaskan ketika mengetahui penyusup sudah datang.


Shinobu menebak suara dari pergerakan senjata di luar angkasa itu, ia berpikir cepat dengan menjauhkan Yuffie dan Ako ke dalam lubang besar yang ia ciptakan dengan tembakan Golden Repulsor.

__ADS_1


Mereka semua berlindung di lubang yang Shinobu ciptakan, mencoba untuk menahan semua benda yang berjatuhan dari atas yaitu keraton Yogyakarta yang runtuh karena serangan pihak aliansi.


Semua Negera menerima serangan tersebut selama lima menit, semua tentara yang berada dalam ruang pengendalian itu memperingati Mitler bahwa semuanya sudah mereka kerahkan sampai puncak batasan.


"Lapor, Jenderal Mitler...! Semua bangunan yang ada di bumi telah musnah karena serangan itu, apakah sudah waktunya seluruh pasukan bergerak dan memulai perang?"


"Semua pasukan dipersilahkan untuk merampas sumber daya alam terakhir, bunuh yang kalian pikir layak untuk dibunuh!" Perintah Mitler sehingga seluruh pasukan bergegas terbang kembali menuju planet bumi dengan pesawat luar angkasa.


"Dan sekarang...! Kita telah melepaskan semua pion, kuda, benteng, gajah kita!!!"


"Semua itu adalah peringatan yang terakhir...!!! Kalian hanya memiliki waktu yang singkat untuk menyerah dan bergabung bersama kami untuk menaikkan derajat umat Manusia!"


***


Semua pasukan aliansi yang datang menggunakan pesawat itu langsung menerima banyak serangan rudal oleh seluruh pasukan Negara yang memang sudah bersiap pada malam hari dengan serangan apapun.


Semua rudal itu bergerak begitu cepat sampai mengenai pesawat luar angkasa milik pihak aliansi, mereka terpaksa menggunakan rencana lainnya yaitu melompat langsung mengenakan sebuah Goliath dan Juggernaut yang sudah ditingkatkan.


Pesawat luar angkasa yang lebih besar juga menjatuhkan banyak sekali tank yang sudah ditingkatkan juga, semua peluru rudal dan mesinnya telah diganti dengan laser berkat bantuan Fallen Angel.


Perang yang awalnya diperkirakan akan terjadi pada pagi dan siang hari telah dimulai sekarang, seluruh Jenderal aliansi memutuskan untuk menjadi hari ini sebagai hari terakhir ajakan menuju pihak aliansi.


"Kita memang diserang oleh mereka semua... serangan laser tadi, ternyata pihak aliansi itu cukup hebat dari yang aku pikirkan." Kata Shinobu selagi melihat rekaman perang melalui kedua lensa kacamata itu.


"Ayo, kita bergegas menuju pusat kota---" Shinobu menerima tabrakan oleh sesuatu yang tidak terlihat pergerakannya juga cepat sekali sampai ia tidak memiliki waktu untuk mendeteksinya.


"Nobu...!" Ako mencoba untuk membantu dirinya tetapi ia mulai berlindung di balik batu untuk menghindari semua tembakan para tentara yang baru saja tiba.


Ako dapat melihat banyak sekali tank di depannya bahkan seluruh tentara itu mengenakan pakaian penuh senjata, ia mencoba untuk melepaskan serangan panah menuju arah Juggernaut itu tetapi ia berhasil menangkapnya.


Bagian bilah panah itu langsung melepaskan ledakan besar yang dapat mengulurkan waktu cukup lama, Ako bergegas menuju arah Shinobu yang menerima serangan lainnya sampai ia terpental ke belakang.


"Nobu!"


"Ako!" Panggil Yuffie yang mulai melempar sebuah senapan mesin kepada dirinya, ia segera mengambilnya lalu mengarahkan senapan itu ke arah pasukan aliansi di depannya.


"Koneko pasti bisa mengurus masalah itu sendiri, kita perlu menyingkirkan mereka terlebih dahulu agar Manusia yang melawan Shinobu tidak mendapatkan batuan."


Shinobu mengeluarkan alat teknologi itu melalui kedua bahunya yang mulai membentuk zirah bagian tangan dan kakinya yang membantu dirinya untuk melayang di atas langit dengan pembakaran yang ia lepaskan.


"Sepertinya kali ini kalian datang dengan teknologi baru ya..." Shinobu mulai berbicara kepada seseorang yang menampakkan dirinya dengan zirah teknologi juga.

__ADS_1


"Kau tidak akan bisa melawan kecepatan yang dihabiskan oleh zirah teknologi ini..."


"Kau akan aku makan...!"


__ADS_2