Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 675 - Primal


__ADS_3

Setengah wajahnya memperlihatkan tengkoraknya sendiri, dan lengan kanan Regulus berbentuk tidak beraturan karena sudah patah.


Semua luka yang di terima itu tidak ada apa-apanya bagi Regulus yang masih bisa tersenyum penuh dengan rasa puas untuk merasakan kesakitan dalam waktu yang lama.


"Dengan semua luka seperti itu... aku yakin kau sedang sekarat sampai tidak bisa menahan kesakitan itu lebih lama lagi." Hana menunjuk ke depan tetapi tubuhnya menerima aliran listrik yang membuat dirinya lumpuh seketika.


"HUGGHHH...!!!"


"Itu saja kekuatan asli dari Legenda masa depan...? Cukup mengecewakan." Regulus tersenyum.


"Durabilitas kita berbeda, Legenda... Ancient Legenda masih bisa bertahan walaupun kehilangan sebagian dari anggota tubuh, menghancurkan jantungku juga tidak cukup."


"Ancient Legenda tidak akan pernah bisa mati hanya dengan menerima serangan yang menghancurkan tubuh dan organnya sendiri!" Suara Regulus terdengar tidak jelas karena ia berbicara dengan setengah dari wajahnya saja.


"Itulah kenapa kita di sebut sebagai bangsa keras kepala dalam kematian... Legends Never Dies... buktinya terlihat jelas dengan tubuh Ancient Legend." Regulus mulai tertawa.


"Hahahahaha...!!! Ancient Legenda memang di buat untuk mencatat sejarah yang lebih hebat... sebagai penemu dalam jalan menuju kekuatan yang berbeda!"


Hana merapatkan giginya lalu ia melebarkan kedua sayap Leviathan sampai menghapus efek lumpuh dari sengatan listrik itu.


Hana mulai menjebak Regulus di dalam gelembung yang ia kendalikan, tubuh Regulus mulai menghantam daratan beberapa kali karena Hana yang terus mengendalikan gelembung itu seperti telekinesis.


Regulus berubah menjadi cahaya petir hitam lalu ia menembus gelembung itu sampai menabrak tubuh Hana beberapa kali.


Hana melawan semua tabrakan petir itu tetapi kecepatan Regulus jauh lebih besar karena terus meningkat berkali lipat sampai Hana menerima satu pukulan di wajahnya yang menyebabkan mata kanannya meledak.


Hana menutup mata kanannya lalu ia mengeluarkan Leviathan melalui lautan yang mampu membelit tubuh Regulus sampai menjebak dirinya untuk tidak bisa melakukan apapun.


Hana mulai mengontrol Leviathan itu untuk menabrak daratan, Leviathan itu berputar ke atas langit lalu menerobos daratan sampai Hana muncul di atas lalu melepaskan beberapa tsunami yang menabrak tubuh Regulus tanpa henti.


"Membusuk lah di neraka...!!!"


Hana menjentikkan jarinya sampai menyebabkan hujan badai yang mengeluarkan tetesan air ombak yang menghantam tubuh Regulus tanpa jeda apapun.


Regulus tersenyum lalu ia memunculkan sebuah mahkota petir yang melayang tepat di atas kepalanya sampai ia sengaja menerima semua serangan sihir itu sampai bajunya robek.


ZBAAAAAAASSSSHHHHHH!!!


Hana bisa melihat pasir itu sudah banjir karena hujan badai yang terus bertambah semakin besar, kemungkinan pulau di belakangnya akan berubah menjadi lautan juga sampai menyebabkan kebanjiran besar di beberapa kerajaan.


Hana tidak begitu peduli karena ia hanya bisa memedulikan Neko Island terlihat baik-baik saja berkat Meko yang menaikkan pulau itu lebih tinggi lagi agar tidak terkena hujan badai.


"Mungkin kamu sudah sadar bahwa kekuatan normalku jauh lebih kuat ketika kita memulai pertarungan dari awal..."


"...kau sudah melakukan banyak peningkatan kekuatan yang di bantu oleh Leviathan sedangkan aku hanya menggunakan kekuatan biasa." Tubuh Regulus menerima luka jauh lebih parah lagi tetapi ia terlihat baik-baik saja.


"Hana... apakah kau tahu kenapa itu mustahil bagi Ayahmu sendiri untuk mengombinasikan semua dosanya itu?" Tanya Regulus.

__ADS_1


"Menggunakan kekuatan yang menyebabkan kehancuran fatal di dalam tubuh adalah sesuatu yang berbahaya, kau membutuhkan durabilitas tinggi..."


"Kau tahu... Legenda bertarung dengan emosi yang berbeda, tetapi kebanyakan dari mereka memiliki emosi amarah yang begitu tinggi ketika bertarung."


"Kendali penuh terhadap kekuatan Legenda yang akan terlepas, dan berubah menjadi tekanan besar yang tidak dapat di kendalikan... tidak bisa menahan pengendalian penuh terhadap kekuatan Seven Deadly Sins."


"Jika Ayahmu berhasil melakukan itu maka efek yang ia dapatkan setelahnya adalah kekacauan untuk tubuh dan kekuatannya... sebagian dari tubuhnya akan tidak berfungsi..."


"Kenapa mau mulai membahas Ayahku?" Tanya Hana dengan tatapan mengancam.


"Hanya contoh... kekuatan petirku ini hampir sama karena memiliki pengendalian tinggi yang sama, jika tidak bisa aku kendalikan maka apa yang aku dapatkan adalah efek kelumpuhan abadi."


"Kau lihat... Legenda yang memiliki sihir pemulihan justru cukup membantu untuk membangkitkan kemampuan alami dari Legend's Boost..."


"...setiap kau menerima luka atau mengalami kondisi sekarat sampai berhasil memulihkannya maka kau akan mendekati jalan menuju kekuatan yang kau inginkan."


"Jika saja kita terus bertarung sampai menerima luka lalu memulihkan tubuh kita kembali seperti semula maka kekuatan kita akan melompat jauh lebih tinggi sampai jawaban menuju kekuatan itu sampai mudah terlihat."


"Aku menemukan cara lain... Legenda dengan durabilitas paling tinggi memiliki kesempatan hebat untuk menggapai kemampuan alami lebih banyak lagi."


"Jika kau menerima luka yang fatal atau apapun itu... ketika tubuhmu memiliki durabilitas tinggi sampai tidak merasakan kesakitan itu maka kemampuan alami masih tetap menganggapnya sebagai luka pertarungan."


"Ketika aku mendapatkan tubuh Ancient Legenda ini, aku telah kehilangan kekuatan dari seorang raja segala Legenda."


"Untungnya, aku berhasil mendapatkan kembali semuanya karena sudah bertarung dengan dirimu..." Regulus menunjuk mahkota petir di atas kepalanya.


"Mahkota itu sudah menanggap diriku sebagai raja dari bangsa Legenda... itu artinya aku telah mendapatkan kemampuan alami lainnya yang bernama [Legend's Charisma]."


Hana tercengang ketika mendengarnya karena ia bisa merasakan lompatan kekuatan besar dari dalam tubuh Regulus ketika ia menyadari mahkota yang melayang di atas kepalanya itu.


"Legenda yang mengaku satu raja... Raja Regulus Khan akan memberikan banyak keuntungan untuk diriku, apakah kau merasakannya, Hana?" Regulus tersenyum.


"Sebelum aku bertemu denganmu juga... aku melatih tubuh ini untuk menerima semua risiko dari kekuatanku termasuk mengembalikan mahkota ini."


"Aku mengombinasikan kekuatan dari petir dengan mahkota yang mengumpulkan semua kekuatan dari penduduk ku sendiri..."


"...aku kira diriku akan mati karena menerima banyak kekuatan yang tidak pernah bisa berhenti, ketika menggunakan semua kekuatan yang aku miliki dalam waktu singkat untuk menghancurkan tubuhku..."


"...setelah itu, aku menyembuhkan semua kerusakan dari risiko itu, waktu ke waktu, aku tidak berhenti sampai diriku tetap melanjutkan latihan yang mematikan untuk bangsa Legenda."


"Proses terus berjalan tanpa henti sampai aku terus mempelajari potensi tak terbatas dari bangsa Legenda..."


"...semua kekuatan sempurna yang aku inginkan dapat muncul ketika diriku berhasil menahannya dalam pertarungan yang asli."


"Dan ternyata kau memenuhi syarat terhadap potensiku yang aku ingin ini sampai pintu kekuatan sudah menantikan kehadiranku, Shimatsu Mizuhana." Regulus tersenyum.


"Apakah kau mengetahui apa yang ku coba maksud, Mizuhana?" Tanya Regulus.

__ADS_1


Hana mencoba untuk menyerang tetapi tubuhnya terus menerima aliran listrik yang menghentikan sebagian fungsi dari tubuh dan sihirnya sampai ia terpaksa mendengar perkataan Regulus.


"Ketika pertarungan di mulai... aku telah menyuapi dirimu Legend's Boost?" Tanya Hana dengan tatapan yang terlihat tertekan karena aliran listrik itu.


"Hanya menunggu proses alami yang aku hadapi, Regulus... dalam waktu yang dekat, aku akan melampaui dirimu juga." Hana melebarkan sayap Leviathan yang jauh lebih besar sampai ia terbebas dari sihir itu.


"Kau tidak memiliki banyak waktu sebelum masuk ke dalam pintu itu...!!!" Hana mengontrol lautan di hadapannya untuk menciptakan ombak besar yang menabrak tubuh Regulus.


"Sudah waktunya ya...?" Regulus tersenyum, mengeluarkan sebuah buah lalu memakannya sampai habis.


ZBAAAAAAASSSSHHHHHH!!!


Hana mengerutkan dahinya ketika melihat penampilan Regulus berubah seketika, semua luka yang ia miliki kembali pulih sampai kulitnya mulai menumbuhkan bulu berwarna hitam dengan aliran listrik.


Rambut Regulus bertambah panjang sampai berduri sehingga memiliki banyakan aliran listrik dengan watt tak terbatas, kedua lengan Regulus mulai bertambah besar melebihi tubuhnya sendiri.


Tubuh Regulus juga bertambah besar tetapi bagian tengahnya tidak mampu melebihi ukuran dari kaki dam lengannya, Hana melebarkan matanya ketika melihat wajah Regulus berubah menjadi hewan yang mirip seperti gorila.


"A-Apa ini...!?" Hana terlihat ketakutan karena penampilan Regulus berubah menjadi hewan gorila yang sangat mengerikan.


Bulunya yang berwarna hitam keunguan dengan aliran listrik dan petir hitam yang bermunculan di bulu serta sekeliling tubuhnya itu.


Kedua lengan dan kakinya yang besar sampai menonjolkan banyak urat, wajahnya juga terlihat lebih ganas bahkan dua taring mulai bertambah panjang sampai bisa terlihat dengan jelas.


Rambutnya juga berubah menjadi warna ungu tua yang mengeluarkan banyak petir di sekelilingnya, Regulus mulai menepuk dadanya beberapa kali seperti gorila.


"Ini adalah potensi Legenda yang aku incar... [Primal Legend], kita adalah bangsa yang memiliki banyak DNA dengan hewan juga." Suara Regulus terdengar lebih dalam sekarang.


"Aku mengubah tubuhku menjadi gorila berkat buah yang bernama [Fruit of Primal], buah yang mengubah diriku menjadi seorang Primal Legenda dimana aku dapat berubah menjadi setengah hewan."


"Durabilitas dan kekuatanku terus mengalir sekarang... aku telah mendapatkan apa yang aku inginkan berkat dirimu..." Mahkota yang melayang di atas kepala Regulus mulai bertambah besar.


"Jika saja sebelum aku bertarung memakan buah itu maka diriku tidak akan pernah bisa kembali menjadi Legenda dengan akal yang hebat..."


"...tetapi sekarang aku telah memenuhi potensiku menuju jalan kekuatan hewan Gorila. Petirku juga sekarang bertambah sangat kuat." Regulus tersenyum sampai ia mulai memupuk dadanya beberapa kali.


Menyebabkan petir ungu kehitaman mulai bermunculan di atas langit sampai membuat Hana mengerutkan dahinya kesal karena ini pertama kalinya ia melihat Legenda setengah hewan selain Neko Legenda.


"Aku sudah mempelajarinya... aku lebih memilih jalan ini di bandingkan dewa atau semacamnya karena aku sebagai raja Legenda..." Regulus tersenyum jahat.


"Kekuatan murni dan durabilitas yang kau miliki... semuanya meningkat tanpa pembatas apapun, mahkota itu sepertinya harus aku hancurkan." Hana mengepalkan kedua tinjunya.


"Sejak dulu aku sangat tertarik melewati pintu yang menyediakan kekuatan alami terhadap hewan gorila..."


"...aku mencobanya beberapa kali tanpa rasa untuk menyerah sampai mimpiku telah tercapai di titik ini, kekuatan dan durabilitas ku sangat lah kuat bahkan takdir atau konsep tidak dapat mempengaruhiku..."


"...itulah kehebatan dari Ancient Legenda juga!"

__ADS_1


"Aku bisa mengakhiri pertarungan dalam waktu yang dekat, Hana! Hanya saja aku tidak ingin mengakhirinya sebelum aku menemukan jalan lain yang aku inginkan!"


"Bekerja samalah denganku selagi kau masih hidup dan bernafas..."


__ADS_2