
Andrian dan Aditya sudah menghubungi Presiden Indonesia bahwa ia harus mengumpulkan pasukan Indonesia sebanyak-banyak dan mempersiapkan perang antar semesta dari sekarang, presiden itu juga bahkan memperingati Aditya bersama Andrian bahwa bangsa Indonesia sudah mulai menyerang tetapi mereka masih bisa ditahan.
"Sepertinya bangsa Iblis itu sudah mengetahui semesta Yuutouri, mereka tidak akan berhenti sebelum mereka selesai menaklukkan sesuatu, jadi kalian manusia harus bisa mempertahankan tempat tinggal kalian." Peringat Korrina.
Mereka semua sudah menggunakan baju yang mereka pakai untuk bertarung, berbeda dari Korrina yang masih menggunakan kebaya karena ia sudah nyaman menggunakan dan berencana untuk menggunakan setiap hari.
Aditya sudah memperingati presiden itu sampai seluruh rakyat Indonesia akan melawan iblis apapun yang mencoba untuk menghancurkan tempat tinggal mereka, Andrian juga mendapatkan beberapa panggilan dari Sakti bahwa dia sudah mengumpulkan banyak Dukun serta mereka juga membawa beberapa senjata yang sangat mutlak seperti [Kris] yang dapat membunuh lawan dengan satu tusukan atau sayatan.
Mereka bisa mengambil senjata Kris itu di lain hari karena mereka sudah bersiap untuk pergi menuju semesta Yuusuatouri, Korrina masih bisa merasakan keberadaan Selvia bersama yang lainnya tetapi ia bisa merasakan beberapa dari mereka berpisah. Contoh-nya Haruki yang pergi menuju planet Legendarius dan Shizen pergi menuju planet Lamia.
"Sepertinya mereka berpisah karena memiliki alasan tertentu, kemungkinan besar untuk menyelamatkan seseorang yang mereka cintai..." Ungkap Korrina yang mulai memejamkan kedua matanya, ia hampir saja melakukan sihir teleportasi menuju planet Legenia tetapi ia merasakan keberadaan yang mampu membuat dirinya kaget.
"Ahhh...!!! Keberadaan ini...!!!" Korrina segera melirik ke belakang dan melihat seorang manusia dan seorang gadis Legenda yang berdiri tegak sambil menyambut lirikan Korrina dengan sebuah senyuman.
"Yo, Mama. Haruka pulang~" Ternyata gadis Legenda itu adalah Haruka dan manusia yang berasal dari Rusia yaitu Makarov.
Korrina mulai berkaca-kaca sampai air mata suci mengalir keluar dari kedua matanya, melihat Haruka yang tumbuh menjadi wanita cantik apalagi dibagian itu-nya sudah tumbuh. Hal itu membuat Korrina terharu serta membuat dirinya tidak percaya apa yang baru saja ia lihat.
"H-Haruka..." Korrina melangkah maju menuju Haruka dan mulai meraba kedua pipi-nya, Haruka tersenyum sampai Korrina langsung memeluk-nya dengan sangat erat.
"Kau sudah tumbuh menjadi gadis yang besar...!!! Kau bukan lagi bayi yang manja, susah, dan songong...!" Ucap Korrina sambil menangis, ia juga merasa bersyukur bahwa Haruka baik-baik saja.
"Oi... Apa yang baru saja Mama katakan, sebenarnya Haruka bukan tumbuh besar. Tubuh ini aku dapatkan dari sihir waktu-ku dimana aku mempercepat masa usia-ku agar aku bisa secepatnya menginjak masa-masa dewasa, konflik perang antar semesta ini... Aku tidak bisa diam." Jawab Haruka.
Ternyata Haruka bisa memiliki tubuh dewasa itu berkat sihir waktu-nya, Korrina sekarang mengerti bahwa bayi kecil-nya itu sudah memiliki pengetahuan yang luas sejak kecil. Sekarang Korrina mulai sepenuhnya mengerti kenapa Haruka selalu bertingkah aneh ketika dia masih bayi.
"Kau seharusnya tidak perlu merahasiakan dirimu ketika bayi, Haruka... Kau bisa berbicara ketika kamu masih bayi bukan...?" Korrina menghapus air mata-nya sendiri sambil menatap Haruka dengan wajah yang terlihat sangat senang.
"Yahhh... Aku hanya takut membuat Mama ketakutan." Haruka mulai menggaruk-garuk pipi-nya.
__ADS_1
Korrina segera mengalihkan pandangan tajam-nya kepada Makarov sampai membuat dirinya mundur beberapa langkah ke belakang, ia mulai curiga kepadanya bahwa laki-laki ini bisa saja pacar Haruka.
"Mama, jangan menakut-nakuti pasukan-ku ini. Dia adalah Vladimir Makarov, dia itu manusia yang berasal dari negara Rusia dimana negara itu memiliki banyak senjata senapan yang sangat kuat dan berbahaya." Haruka segera menghalang Makarov dari Korrina agar ia tidak membunuhnya dengan hanya tatapan mata.
"Bagaimana kau bisa bertemu dengan pria itu...?"
"Yahhh... Intinya aku mengetahui bahwa Yuutouri memiliki senjata mematikan seperti bom nuklir yang dimiliki oleh rusia bernama RDS-U, nuklir itu memiliki daya ledakan sebesar satu semesta dan bahkan berpotensi untuk menghancurkan alam semesta sekaligus. Bukan-nya otak yang dimiliki manusia itu hebat, Mama!?" Tanya Haruka sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat terkesan.
"Begitulah... Ternyata masih banyak manusia yang terdengar unik ya, negara Rusia juga tidak jauh beda dari negara Indonesai... Mereka semua memiliki kemampuan dan keunikan negara mereka masing-masing..." Ucap Korrina pelan sambil memegang dagu-nya.
Makarov maju beberapa langkah untuk memperkenalkan dirinya kepada Haruka, "Salam kenal, kamu pasti ibu dari gadis yang sudah menyelamatkan diriku ya... Namaku adalah Vladimir Makarov."
"Korrina Comi..." Jawab Korrina dingin.
"Gadis kecil-mu ini sangat hebat, ia dapat menghentikan seluruh ciptaan senapan negara rusia, dia juga bahkan mengalahkan banyak sekali pasukan Rusia terkuat sendirian. Untung-nya dia dapat menggunakan sihir waktu semau-nya sampai ia menggagalkan peluncuran RDS-U, ketika hal itu terjadi... Presiden Rusia mengangkat dirinya sebagai pemimpin seluruh pasukan Rusia." Kata Makarov.
Hal itu membuat Korrina segera menatap Haruka dengan ekspresi yang terlihat bangga bahwa anak-nya baru saja melakukan pencapaian yang perlu dirayakan nanti, Korrina pernah mendengar tentang pasukan militer Rusia yang katanya terkuat di planet Bumi dan semesta Yuutouri.
"M-Mama...! Aku bukan bayi lagi...!"
""Hahahahaha...!"" Semua orang yang berada di ruangan itu mulai tertawa bersama.
Dengan ini, Aditya dan Andrian mulai saling berkenalan dengan Makarov. Mereka juga mulai mengadakan kerja sama antar negara Indonesia dan Rusia. Mereka sudah pasti akan menerima-nya, ketika mereka semua sudah saling berkenalan dan akrab, Korrina sudah tidak memiliki waktu lebih lama lagi.
"Lebih baik kita pulang dan melakukan persiapan rencana secepatnya..." Ucap Korrina dimana ia mulai melakukan sihir teleportasi menggunakan sihir Sacred-nya, mereka semua mulai menghilang dengan cepat bersama dirinya.
Beberapa detik kemudian, mereka semua tiba di depan rumah Korrina. Aditya dan Andrian melihat rumah Korrina lalu berpikir bahwa rumah Legenda dan Manusia tidak ada perbedaan apapun, Korrina menyuruh mereka semua untuk masuk bahkan ia segera mengalihkan pandangan Haruka ke rumah agar ia tidak melihat Alisha yang saat ini sedang berlutut di depan kuburan Alvin.
"Haruka, kamu masuk dulu ya." Korrina tersenyum tipis.
__ADS_1
"Hm! Haruka mau makan dan minum Vodka! Cyka blyat!" Ucap Haruka, ia segera masuk ke dalam rumah-nya.
"Vodka...? Cyka apa...?" Korrina terlihat kebingungan ketika mendengar kata-kata yang baru saja dikeluarkan oleh Haruka.
Korrina segera menghampiri Alisha yang saat ini sedang berlutut di depan kuburan Alvin, air mata mengalir keluar dari kedua matanya. Alisha bisa merasakan keberadaan Korrina yang mulai mendekati-nya.
Ia segera menghapus air matanya dan mulai bersikap kuat agar air matanya tidak mengalir keluar lagi, Korrina segera memberi dirinya pelukan hangat sampai membuat Alisha mulai merasa ketenangan tingkat tinggi.
Dari pelukan itu, Alisha bisa merasakan aliran energi tenang di dalam dirinya hingga ia kembali menangis. Aliran energi tenang itu berasal dari Korrina yang baru saja selesai melakukan tarian tradisional Indonesia.
"Dia meninggalkan-ku lebih cepat... Aku tidak sempat untuk bertemu dengan-nya bahkan melihat wajahnya...!" Ucap Alisha pelan sambil menggenggam erat baju Korrina.
"Aku tahu... Semua takdir makhluk hidup sudah tercantum di batu takdir, kita hanya harus berjuang sepenuhnya untuk bertahan hidup dan melindungi seseorang yang sangat kita cintai." Jawab Korrina.
Beberapa detik kemudian, Alisha tertidur ketika mencium aroma wangi dari kebaya Korrina.
"... ..." Korrina meneteskan air mata-nya dan ia segera mengangkat Alisha dan membawanya ke kamar.
***
~Eternal Realm~
Mortem berjalan di tengah pilar berwarna merah sambil melihat pertarungan Shira melawan beberapa pemimpin pasukan Iblis, ia mampu mengalahkan mereka karena hasil latihan-nya itu.
"Sepertinya dia sudah mendapatkan esensi cahaya secara sempurna ya... Sepertinya si sialan Alvin itu tidak salah untuk membawa makhluk luar masuk ke dalam semesta ini." Mortem menghancurkan kristal merah yang menunjukkan gambaran tentang Shira.
"Hmph, semua itu... Aku memiliki solusi-nya. Iblis Naoki yang sudah berada di pihak kita masih belum cukup karena aku mengenal seseorang..."
"...ini semua karena Korrina yang sudah memberi Shira banyak sekali rambut-nya, rambut berjumlah banyak yang Shira makan mampu menyebabkan dirinya memiliki kutukan."
__ADS_1
"Ya... Kutukan itu adalah Eternal dan dia melahirkan dirimu..." Mortem tersenyum sinis dan ia berhenti berjalan ketika melihat seorang Legenda yang berdiri tegak sambil menatap pemandangan yang dipenuhi dengan ras Eternal sedang bertarung.
"...Shiratori Shiro!"