Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1003 - Ketika Aku Pergi


__ADS_3

"Soal itu..." 


Mereka tidak bisa menjelaskan apapun tentang perubahan besar yang terjadi pada Touriverse, Korrina hanya bisa diam ketika melihat mereka menatap satu sama lain.


"Ada apa?" Tanya Korrina.


"Karena sudah ratusan tahun lamanya kamu pergi, sudah pasti banyak sekali hal yang tidak bisa kamu terima sekaligus..." Kata Chloe.


"...terutama lagi kau baru saja datang dalam perjalanan yang begitu panjang sampai meninggalkan banyak sekali peristiwa yang bisa dibilang pahit."


Ophilia mulai menatap mereka semua lalu ia mencoba untuk berbicara dengan teman-temannya, "Lebih baik aku saja yang menjelaskannya satu per satu..."


"...untuk sekarang kita hanya perlu menjelaskan dirinya pelan-pelan, dan bantulah aku ketika dia hilang kendali akan dirinya sendiri ketika menerima banyak berita buruk."


"Apakah kau pikir Korrina akan merasa senang dan bahagia untuk menerima berita baik terlebih dahulu?" Tanya Megumi.


"Entahlah... dia terlihat sangat berbeda, teman masa kecilku mengalami banyak perubahan semasa hidupnya dan aku bisa melihat tatapan dinginnya itu..."


"...dia telah kembali seperti dulu dimana dirinya sulit menunjukkan ekspresi bahagia atau senyuman penuh syukur." Ucap Ophilia yang mengetahui semuanya tentang teman masa kecilnya.


"Mengetahui Ragnarok akan kembali pasti mempengaruhi pikiran dan perasaannya kembali sampai membawa dirinya menuju sesosok Korrina Comi yang dulu sekali..."


"...dingin dan tidak memedulikan apapun selama ia masih berada dalam puncak kemenangan." Korrina langsung mendekati mereka.


"Apa yang kalian coba bahas diam-diam?"


"Aku hanya ingin kalian membawa diriku langsung menuju anak-anakku... setidaknya berikan aku waktu untuk istirahat dengan refreshing." Korrina menyalakan rokoknya lagi lalu ia menghisapnya.


"Jadi begini, Korrina..." Ophilia langsung menghadapi dirinya dengan ekspresi yang terlihat khawatir sampai ia bisa melihat dahinya mengerut.


"Apa-apaan ekspresi itu...? Kau jarang sekali memperlihatkannya padaku." Kata Korrina.


"Kalau begitu, biarkan aku menjelaskan sesuatu..."


"...perjalananmu yang menghabiskan ratusan tahun lamanya sudah pasti tidak akan mengetahui sedikit pun tentang perubahan yang terjadi pada Touriverse."


"Sejak kamu pergi, meninggalkan Kou Comi yang masih sakit---"


"Jangan membahas itu...!" Seru Korrina sampai keheningan mulai terjadi sehingga menyebabkan Ophilia salah berbicara ketika ia melihat ekspresi menyesal pada Korrina.


"Aku tidak ingin mendengar Kou sakit... gadis malang itu lahir dengan penuh kutukan karena keturunan diriku, aku hanya perlu mendengar sesuatu yang lebih baik terlebih dahulu."


"Tolong beritahu bahwa penyakitnya sudah sembuh..." Korrina langsung memegang erat kedua bahu Ophilia dengan ekspresi khawatir.


"Dia baik-baik saja... mungkin aku bisa menjelaskannya secara rinci bahwa dia sudah tidak menderita karena penyakitnya lagi." Jawab Ophilia yang merasa sangat bersalah.


"Kalau begitu, syukurlah..."


"...bagaimana dengan Haruka? Apakah dia sudah sembuh juga sejak itu?"


"Ya, dia juga mengalami hal yang sama seperti Kou yaitu sembuh dengan damai."


Mereka semua hanya bisa menyamarkan kematian ketiga anaknya secara halus karena saat ini Ophilia mencoba untuk menjelaskan berita yang lebih baik agar bisa menenangkan hatinya.


"Korrina, apakah kamu ingin berita baik terlebih dahulu sebelum melihat ketiga putrimu?"


"Ya... beritahu aku tentang semua berita baik yang terjadi pada Touriverse, selagi kita dalam perjalanan menuju ketiga putriku."


Mereka terdiam seketika sampai terpaksa harus menerimanya, tidak lama kemudian mereka semua melangkah pergi menuju pemakaman dengan pelan selagi menjelaskan berita baik.


"Aku memiliki seseorang cucu...?" Korrina mengangkat kedua alisnya ketika mengetahui ketiga putrinya ternyata sudah menikah dan memiliki anak.


Banyak sekali berita baik yang terus menenangkan pikiran, perasaan, dan jiwanya sampai mereka dikejutkan dengan senyumannya dan air mata bahagia dari Korrina yang terlihat sangat bersyukur.


"Banyak sekali perubahan yang cukup besar ya, aku tidak menyangka anak-anakku akan menikah..."


"...jadi siapa yang menikahi mereka?" Tanya Korrina.


"Haruka menikah dengan putraku Rokuro, Kou menikah dengan putra Megumi yaitu Shuan, dan Honoka menikah dengan putra Shizen yang bernama Bakuzen."

__ADS_1


"Mungkin kamu perlu melihat ketiga cucumu itu, mereka bertiga sudah berjuang sejak kecil sampai melalukan banyak pemberontak---" Ophilia langsung menghentikan pembicaraannya.


Karena Korrina terlalu fokus akan ketiga cucunya itu, entah kenapa ia hanya bisa terkekeh pelan karena tidak sabar juga untuk melihat ketiga cucunya itu.


"Sepertinya memikirkan Ragnarok hanya akan menyebabkan mental dan perasaan kita untuk terus turun..."


"...lebih baik kita menenangkan diri kita masing-masing agar bisa menerima peperangan itu tanpa harus menanggung ketakutan tentang masa lalu yang kelam."


"Jika generasi Legenda sekarang sudah menginjak cukup jauh, itu artinya kalian sudah bisa disebut sebagai nenek-nenek ya." Korrina mulai bisa bercanda sekarang.


""Bukannya kamu juga sama ya... malahan bisa disebut sebagai Nenek moyang karena lahir di era yang sangat kuno." Batin mereka semua ketika mendengar Korrina memanggil mereka dengan sebutan nenek-nenek.


"Setidaknya dia bisa bercanda lagi sekarang..." Ucap Ophilia pelan kepada mereka.


"...tetapi mungkin tidak bisa selamanya, dia tetap harus menerima banyak berita buruk ketika sedang berada di luar Touriverse."


Korrina terus menerima beberapa berita baru dari mereka semua sampai ia kembali akrab dengan teman-temannya, "Banyak sekali yang terjadi..."


"...ah, ngomong-ngomong soal Comi's Corporation. Apa yang terjadi dengan gedung itu sekarang?" Tanya a Korrina.


Ketika ia menanyakan hal tersebut, mereka sudah kehabisan akan berita baik dan topik yang dapat diterima dengan dirinya, perjalanan mereka menuju pemakaman juga sudah dekat sekali.


"Korrina..."


"Ada apa?"


"Kamu tahu bukan hanya kebaikan yang selalu menimpa Touriverse bukan...? Masih terdapat beberapa hal buruk dan menyedihkan yang belum kamu ketahui sebelumnya."


"Aku tahu... itulah kenapa aku meminta kalian untuk memberitahu diriku agar aku tidak ketinggalan zaman di dunia Touriverse." Kata Korrina.


"Aku masih tidak bisa menerima sebuah fakta bahwa Zoiru melakukan sesuatu seperti mencoba untuk menghidupkan Bamushigaru kembali..." Mereka dapat melihat dirinya kembali terlihat serius.


"...jika saja dia terlalu terobsesi dengan makhluk sihir maka Ragnarok yang ketiga ini mungkin akan memberikannya hasil memuaskan karena Bamushigaru yang memakan banyak sekali penghuni Kountraverse."


"Tetapi... pandanganku tentang Zoiru berubah seketika ia sudah menyebabkan banyak kerusuhan terutama lagi dia dihentikan dengan sebuah nyawa yang penting." Korrina menatap Megumi yang hanya bisa tersenyum mengikhlaskannya.


"Tidak perlu merasa seperti itu kok, yang aku banggakan dari Minami adalah dia sudah menjadi Legenda yang layak sampai titik jari sehingga memberikan solusi yang baik dalam masalah Zoiru."


Korrina hanya bisa diam mendengarkan, "Beritahu aku semuanya, tidak perlu menahan diri karena aku ingin mencoba untuk mendengar perubahan apa saja yang terjadi."


"Sebelum Zoiru menyerang, turnamen permohonan telah kembali sampai menarik perhatian anak-anak kita untuk mengikutinya..."


"...penyakit Kou sembuh karena permohonan yang dilakukan oleh Shuan, dia memindahkan seluruh penyakit dan kutukannya itu kepada dirinya sendiri."


"Mungkin suami dari anakku bisa dibilang cukup layak jika mereka sudah melakukan hal seperti pengorbanan atau semacamnya..."


"Di situlah Kou dapat bertahan sangat lama sampai ia sudah membantu kita cukup jauh selama masalah Zoiru sampai menghentikan ketiga Ancient Legend..."


"Ancient Legend...?"


"Setelah masalah Zoiru selesai, kita tertimpa dengan masalah menyakitkan lainnya..."


"...Kou bilang bahwa dewa yang bernama Zenzaku telah turun tangan hanya untuk memberikan kita sebuah tes untuk melawan ketiga Ancient Legend yang berhasil ia bangkitkan."


"Mereka bernama Diablo, Regulus, dan Satori..." Ophilia menjelaskan semuanya kepada Korrina sampai ekspresinya terlihat begitu kaget dengan berbagai macam fakta.


"Diablo... seorang raja iblis itu... Regulus... raja Legenda yang sudah memimpin cukup lama..."


"...tunggu, bagaimana bisa Ayah dari Shiratori Shira mengkhianati kalian seperti itu."


"Dia tidak... dia hanya memihak pihak kemenangan..." Ophilia langsung membahas beberapa orang yang gugur dalam masalah kedatangan ketiga Ancient Legenda itu.


Di mulai dengan kehancuran Comi's Corporation yang langsung mengejutkan Korrina seketika, terutama lagi ketiga Legenda yang gugur dalam bertarung melawan Regulus.


"Shuan, Rokuro, dan Asriel gugur...?" Mendengarnya membuat tubuh Korrina merinding seketika sampai mereka hanya bisa mengangguk.


"Anakmu... Honoka Comi juga gugur..."


Korrina melebarkan matanya sehingga tubuhnya mulai hilang keseimbangan karena kejutan itu hampir menjatuhkan dirinya, tetapi Chloe berhasil membantu dirinya untuk tetap berdiri.

__ADS_1


"Maafkan aku, Korrina..."


"...kau harus mendengar semuanya." Ophilia terus menjelaskan semua berita yang sangat buruk untuk dirinya terima agar ia bisa melepaskan beban itu lebih cepat ketika Ragnarok dimulai.


"Setelah masalah yang disebabkan oleh ketiga Ancient Legenda itu selesai..."


"...seluruh penghuni Touriverse pecah belah karena fitnah yang diterima oleh Shinobu Koneko dan Kou Comi, semuanya membenci mereka karena gedung Co. Corp yang sudah hancur."


"Tidak ada lagi yang namanya ratu Touriverse, seluruh penghuni Touriverse hanya mempercayai raja dan Dewa yang katanya bisa meraih masa depan cerah untuk dunia ini..."


"...kita bangsa Legenda juga tidak mengalami kesatuan yang sama seperti dulu, era kerajaan telah bangkit bersamaan dengan Legenda fanatik yang menyembah Dewa-Dewi."


Tubuh Korrina terasa seperti ditusuk dengan banyak sekali benda yang sangat tajam sampai ia tidak bisa berkata-kata lagi, "... ..."


"Kou Comi juga... gugur karena penyakitnya yang tidak bisa ia tahan lebih lama."


"... ...!!!" Korrina melebarkan matanya sampai mereka hanya bisa diam lalu memasang ekspresi bersalah ketika melihat dirinya terlihat sangat kaget ketika mengetahui Kou juga gugur.


"Cucumu yang bernama Shinobu Koneko sudah menderita sejak masih kecil karena kebencian akan ibunya yang berpindah kepada dirinya dan salah satunya itu... dia adalah Neko Legenda..."


"...populasi Neko Legenda terus berkurang sampai punah, hanya menyisakan Shinobu saja. Sejak Kou sudah gugur, apa yang ia terima adalah kebencian dan penderitaan tanpa henti."


"Tetapi itu tetap maju sampai dirinya menjadi seorang Legenda pemberontak yang merubah semuanya secara proses..."


"...dimulai dengan menentang semua yang dilakukan oleh pasukan raja Legenda, penyihir Legenda, seluruh Legenda fanatik dan para dewa-dewi, sampai titik dimana ia berhasil memunahkan umat Manusia."


"A-Apa...?"


"Ya... Yuutouri sudah tidak ada, Shinobu menghancurkannya karena perbuatan mereka yang sudah menghancurkan kesabarannya."


"Kamu pasti bisa merasakan konsep sihir yang menghilang bukan...? Setelah itu terjadi..." Mereka semua tiba di pemakaman sampai Korrina dapat melihat ketiga batu nisan yang berdekatan.


"...Haruka juga gugur, dia terbunuh oleh sesosok orang misterius yang belum pernah kita lihat sebelumnya."


Korrina berlutut di hadapan batu nisan itu, Ophilia menjelaskan semua berita buruk itu secara rinci kepada dirinya sampai ia menerima semuanya sehingga hatinya tidak bisa menerima perubahan buruk lainnya.


""Maafkan kami...""


"...mereka adalah gadis Legenda yang sangat layak karena sudah mau berjuang dan melakukan beberapa perjuangan, tekad mereka tetap dilanjutkan oleh putri mereka masing-masing---"


Mereka dapat merasakan aura yang terlepas kepada mereka semua sehingga menyebabkan pendorong kecil ke belakang, Ophilia bisa melihat tubuh Korrina memunculkan aura Sacred yang membakar tubuhnya.


"... ..." Korrina terus melihat ketiga batu nisan itu dengan tulisan dari ketiga putrinya yang benar-benar sudah gugur.


Keberadaan mereka juga tidak bisa ia rasakan, ketika ia menggunakan sihir dari Sacred untuk mencari mereka dan ternyata semua berita buruk itu benar sampai ia hanya bisa diam lalu meneteskan air mata.


"... ...." Korrina memegang tanah erat lalu ia hanya bisa diam karena Touriverse memang sudah berubah menjadi sesuatu yang bisa dibilang sampah.


"Kenapa... semuanya menjadi seperti ini...?"


Ophilia mencoba untuk menenangkan dirinya tetapi Chloe langsung menghentikan dirinya, "Akan lebih baik jika ia menerimanya sendiri..."


"...kita perlu memberikan dirinya waktu sendirian, jangan ikut campur dengan masalahnya dulu."


"Haruka..." Korrina menyentuh batu nisan dengan tulisan Haruka.


...


...


"Honoka..." Korrina mengusap batu nisan dengan tulisan Honoka.


...


...


"Kou... maafkan Mama..." Korrina memeluk batu nisan dengan tulisan Kou sampai air mata mengalir keluar melalui kedua matanya.


...

__ADS_1


...


"... untuk apa aku... dengan bodohnya pergi jauh sampai tidak memberikan hasil baik apapun..."


__ADS_2