Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 219 - Permintaan Maaf Kami


__ADS_3

Mortem terkejut ketika Komi baru saja menusuk dada-nya cukup dalam sehingga jantung-nya hancur, entah kenapa semua yang ia lihat itu terasa seperti nyata, ia tidak bisa merasakan ilusi atau tipuan apapun bahkan ia tidak menggunakan sihir atau kemampuan rahasia-nya yang mengartikan Komi baru saja membunuh-nya dengan tangan kosong saja.


"A... apa... k-kenapa... Mama...?" Mortem melirik ke belakang dan melihat senyuman sadis Komi, ia mulai tertawa terbahak-bahak melihat Mortem yang berasal dari dimensi asli ini benar-benar lemah dibandingkan Mortem yang berada di semesta palsu.


"Cara agar aku melampiaskan emosi dan amarah-ku itu sebenarnya ada di depan-ku, apakah kau tidak sadar sejak awal aku membenci semua hal tentang dimensi asli? Kau adalah Memory Mortem yang berasal dari dimensi asli, itu artinya kau berhak mati di tangan-ku, semua informasi dan pikiran-mu akan aku serap agar aku dapat mengetahui lebih tentang dimensi asli ini...!!!" Komi menarik keluar lengan-nya hingga Mortem terjatuh di atas tanah dengan ekspresi yang terlihat kecewa.


Komi merasa puas ketika melihat Mortem terbunuh begitu saja, ternyata dia itu sangat lemah hingga ia tidak menyadari aura pembunuh Komi yang sangat menyengat, ketika memikirkan-nya lagi ia baru saja sadar bahwa diri-nya adalah seorang dewi segala-nya, ia tidak dapat mudah dirasakan begitu saja.


Lengan kanan Komi dipenuhi dengan darah, ia langsung menunjuk Mortem lalu mengubah otak-nya menjadi partikel merah yang merasuki tubuh-nya sendiri, Mortem tidak terselamatkan karena dia mengalami luka yang cukup dalam, sepertinya dia mati tanpa mendapatkan pencapaian apapun, balas dendam-nya saja gagal karena Komi.


"Dengan ini aku mendapatkan banyak informasi penting, hahaha...!!!" Komi tertawa terbahak-bahak hingga ruangan itu bergetar dahsyat, tujuan selanjut-nya adalah mengumpulkan semua Grimoire yang ada sebisa mungkin karena itu adalah salah satu cara dimana ia bisa bertambah kuat.


"Tidak mungkin jika aku mencoba untuk mengambil Grimoire dari dimensi asli, lebih baik aku mengumpulkan semua Grimoire yang ada saja di dimensi-ku sendiri agar semuanya berjalan dengan cepat, seseorang yang mencoba untuk menghalangi-ku akan aku langsung Vanish saja." Komi berjalan pergi dengan senyuman jahat-nya sehingga Zangetsu muncul di hadapan-nya dengan ekspresi yang terlihat tertarik.


"Kau sepertinya masih bertahan hidup walaupun kau tidak memiliki rekan, percuma saja sih jika kau memiliki rekan dekat... kau baru saja membunuh-nya, apa yang akan kau lakukan sekarang? Apakah kau akan mengandalkan anak-anakmu itu atau suami-mu?" Tanya Zangetsu.


"Ilusi-ku akan sangat membantu untuk mencuci pikiran mereka semua, ada dua rencana yang terdapat di dalam pikiran-ku yaitu mencari kekuatan yang lebih tinggi untuk diri-ku yaitu mengumpulkan seluruh Grimoire, yang terakhir adalah mengadu domba seluruh penduduk agar perang abadi bisa terjadi, anak-anakku sudah pasti akan sangat sulit untuk aku gunakan ilusi..."


"...Virra sendiri bahkan dengan mudah memilih Haruka dibandingkan ibu-nya yang sudah melahirkan-nya." Komi mengepalkan kedua tinju-nya.


"Ahhh... Kau mencoba untuk mengumpulkan semua Grimoire itu? Semoga beruntung, beberapa Grimoire itu sangat langka bahkan terdapat di dalam tubuh seseorang, ada juga beberapa serpihan yang terpisah... kau menghabiskan terlalu banyak waktu, Haruka bisa saja merencanakan sesuatu bersama Korrina." Zangetsu mencoba untuk mengubah pikiran Komi karena mengumpulkan semua Grimoire itu akan menghabiskan waktu yang sangat lama.

__ADS_1


Komi memikirkan kembali rencana yang ada di pikiran-nya, ia langsung mengganti rencana tentang Grimoire itu karena Zangetsu perlahan-lahan mendekati diri-nya untuk membisikan-nya sesuatu, Komi melebarkan mata-nya lalu tersenyum jahat ketika Zangetsu baru saja memberi dia sebuah ide tentang satu Grimoire yang dapat melakukan apapun, sepertinya dengan satu Grimoire itu...


...dia dapat mengumpulkan semua Grimoire itu secara langsung, ditambah lagi Zangetsu mengingatkan Korrina kembali tentang ras campuran seperti Manusia dan Legenda yang disatukan menjadi ras [Hyugen], dia dapat menggunakan Grimoire yang dia miliki yaitu [Grimoire of Oath] untuk mengontrak dewa agung Oather Zoiru untuk menghancurkan alam semesta.


Semua rencana yang diberitahu oleh Zangetsu langsung mereka rancang kembali berdua, sepertinya menghabiskan waktu yang cukup panjang, Komi sudah bisa mempercayai Zangetsu bahwa tujuan itu sama tetapi dirinya hanya mengincar satu orang yaitu Haruka, dia pantas untuk dibunuh oleh tangan-nya sendiri.


***


Korrina membuka kedua matanya, ia baru saja sadar bahwa ia berada di dalam rumah-nya yang terlihat seperti biasa, terakhir kali dia ingat... rumah-nya hancur karena penyerang seluruh populasi asli Touri yang mencoba untuk membunuh-nya, ia mencoba untuk tidak menghiraukan-nya.


Korrina bangkit dari atas kasur lalu tidak sengaja menginjak guling, "...iiii!!!" Korrina menendang guling itu jauh-jauh lalu ia kabur menuju dapur untuk mengambil segelas air.


"Mama, selamat pagi~~~" Honoka dan Haruka menyambut Korrina dengan wujud anak kecil sehingga ia langsung tersenyum seolah-olah matahari baru saja menyinari pagi-nya yang cukup damai, Korrina berlutut di atas lantai lalu mengusap kepala mereka dengan pelan.


Mereka bertiga saling bercanda dan tertawa terbahak-bahak hingga tawa itu terhenti ketika Kuro dan Hikari masuk ke dalam rumah Korrina dengan ekspresi yang terlihat bersalah, mereka bertiga bisa merasakan-nya sehingga Haruka dan Honoka secara refleks melindungi Korrina dari mereka berdua.


"Apa mau kalian datang ke tempat ini!? Bukan-nya aku sudah bilang untuk tidak pernah menunjukkan wajah itu dihadapan-ku!?" Seru Haruka dengan ekspresi yang kesal.


"T-T-Tidak ada yang boleh mengganggu, Mama." Ucap Honoka pelan karena ia ketakutan ketika melihat mereka, "Ck! Bodo amat!!! Berani-beraninya kalian munafik untuk berhadapan dengan Mama!" Okaho tiba-tiba mengambil alih.


Kuro dan Hikari tiba-tiba sujud kepada Korrina sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat bersalah, seluruh populasi asli Touri baru saja tertipu oleh ilusi Komi hingga mereka baru saja sadar bahwa seseorang yang mereka serang adalah pahlawan yang pernah mengalahkan Shinku, harga diri Kuro dan Hikari menurun drastis ketika Haruka memberitahu bukti kuat bahwa Korrina tidak bersalah tentang membunuh para dewa dan dewi.

__ADS_1


Korrina terkejut ketika melihat Kuro dan Hikari sujud kepada diri-nya, untuk pertama kali-nya ia melihat mereka seperti itu... terakhir kali mereka bersikap seperti itu ketika Korrina terbunuh ketika mencoba untuk melindungi Touri, mereka berdua berlutut kepada dirinya tetapi sekarang mereka bersujud sehingga mengucapkan 'Maaf' tanpa henti.


"E-Ehh!? A-Angkat kepala kalian...!" Kata Korrina karena ia merasa bersalah ketika melihat mereka berdua bersujud seperti itu, ia segera menyuruh mereka untuk mengangkat kepala mereka sehingga Kuro dan Hikari langsung menuruti-nya.


Setidaknya Haruka merasa cukup senang melihat mereka semua merasa bersalah sampai harus meminta maaf berkali-kali kepada Korrina, untungnya hati-nya lembut ketika soal permintaan maaf, Korrina tidak akan pernah berbalas dendam kepada seseorang yang sudah melukai-nya dengan alasan kesalahan pahaman.


Mereka berbincang untuk waktu yang cukup lama, menjelaskan langsung kepada inti-nya yaitu Komi, ketika mereka selesai berbicara... Kuro dan Hikari bersujud kembali lalu meminta maaf untuk waktu yang singkat hingga Korrina tidak sempat untuk berkomentar tentang mereka yang menundukkan kepala mereka.


"Baiklah, kami akan terus waspada tentang Komi, jangan diri-mu, Korrina." Kata Kuro sehingga ia perlahan-lahan menghilang.


"Sekali lagi maaf, Korrina. Sebagian permintaan maaf, nanti aku akan melatih-mu, itu adalah janji." Hikari tersenyum lalu ia menghilang.


Korrina terkejut ketika melihat Kuro dan Hikari baru saja menyadari bahwa diri-nya tidak bersalah, ia melihat Haruka dan Honoka yang sedang melakukan [high-five] karena mereka berhasil untuk membuat mereka semua kembali mempercayai Korrina, ketika melihat kejadian tersebut... Korrina tersenyum dan meneteskan air mata-nya.


"Anak-anak..."


"...terima kasih, kalian memang terbaik---"


Terdengar banyak suara orang yang mengatakan 'Maaf', ia tiba-tiba merasakan banyak sekali keberadaan orang di sekitar rumah-nya yang mengartikan bahwa seluruh populasi asli datang hanya untuk meminta maaf kepada Korrina, ia tidak menyangka bahwa mereka semua akan langsung mempercayai diri-nya kembali.


Sepertinya hari ini adalah hari yang sangat panjang untuk Korrina karena ia harus menerima semua permintaan maaf itu serta menghentikan sikap dan tindakan yang tidak ia sukai yaitu berlutut serta bersujud, dengan senang hati Korrina akan menyambut mereka semua.

__ADS_1


Korrina berjalan keluar lalu membuka pintu keluar hingga ia melihat banyak sekali orang yang berkumpul dalam satu tempat, ""Korrina...!!!""


""...kami minta maaaaaffff!!!"" Seru mereka semua hingga ia langsung menutup kedua telinga-nya.


__ADS_2